• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Mahasiswa di Foto Ini Tewas dalam Demo UU Cipta Kerja di Lampung pada 7 Oktober 2020?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 08/10/2020

    Berita


    Foto seorang pemuda berjas almamater hijau yang terbaring dengan wajah penuh darah beredar di media sosial. Pemuda tersebut diklaim sebagai mahasiswa yang tewas dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020.
    Dalam foto itu, terdapat tulisan "Innalillahi Wainnailaihi Rojiun". Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Soebono. Akun ini pun menulis narasi, “Pahlawan demo tolak UU cipta kerja. Di Lampung. moga Husnul khatimah. Aamiin.”
    Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.700 reaksi dan 440 komentar serta dibagikan lebih dari 150 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Soebono.
    Apa benar pemuda dalam foto di atas adalah mahasiswa yang tewas dalam demo UU Cipta Kerja di Lampung pada 7 Oktober 2020?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto itu denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa pemuda dalam foto itu tidak tewas. Pemuda itu adalah salah satu mahasiswa yang terluka dalam demonstrasi UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020.
    Foto tersebut, dengan warna hitam-putih, pernah dimuat oleh situs yang berbasis di Lampung, Infogeh.net, pada 7 Oktober. Foto ini terdapat dalam gambar tangkapan sebuah pesan WhatsApp. Pesan itu berisi informasi sebagai berikut: "Tolong kabarin ke kwan2 atau keluarganya namanya bembi anak uin, fakultas Syariah, jurusan HTN smester 7, ada di UGD daerah teluk.”
    Foto yang sama juga pernah dimuat oleh situs media Lampung, Konkrit News, pada 8 Oktober 2020. Dikutip dari Konkrit News, humas Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Hayatul, membenarkan mahasiswa dalam foto itu merupakan mahasiswa UIN RIL, bernama Fahrian Aji Wibisono atau kerap disapa Bembi.
    "Ya, memang benar itu mahasiswa UIN Lampung," kata Hayatul saat dikonfirmasi Konkrit News pada 8 Oktober 2020. Namun, Hayatul menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa tersebut sudah mulai membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit.
    Dalam laman Facebook resminya pun, UIN RIL menjelaskan hal yang sama. "Bembi dan beberapa mahasiswa lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah orang tua masing-masing. Demikian info ini kami berikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita. Semoga semua baik-baik saja demi Indonesia Jaya,” demikian narasi yang diunggah oleh laman Facebook resmi UIN RIL pada 7 Oktober 2020.
    Narasi ini dibagikan bersama foto saat Wakil Rektor UIN RIL Wan Jamaluddin, Dekan Fakultas Syariah UIN RIL Khairuddin Tahmid, serta Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL Safari Daud menjenguk Uswatun Hasanah, mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN RIL yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dadi Tjokrodipo akibat terkena gas air mata.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad juga membantah kabar yang menyebut seorang mahasiswa meninggal saat aksi menolak UU Cipta Kerja ricuh di halaman Gedung DPRD Lampung. "Ada informasi-informasi hoaks yang mengatakan bahwa ada seseorang meninggal dunia dan sebagainya. Itu tidak benar," kata Zahwani pada 7 Oktober 2020.
    Zahwani pun menjelaskan, dalam demo yang berakhir ricuh tersebut, terdapat 26 korban luka akibat terkena gas air mata dan terinjak-injak saat pengunjuk rasa terpecah belah. "Jadi, dari 26 orang yang luka-luka tersebut, tersisa enam orang yang masih dilakukan perawatan di tiga rumah sakit di Kota Bandarlampung, yakni RS Bhayangkara, RS Dadi Tjokrodipo, dan RS Bumi Waras," katanya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa mahasiswa dalam foto di atas tewas dalam demo UU Cipta Kerja di Lampung pada 7 Oktober 2020, menyesatkan. Mahasiswa dalam foto itu memang merupakan mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang mengikuti demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di halaman Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020. Mahasiswa tersebut bernama Fahrian Aji Wibasono alias Bembi. Namun, ia tidak tewas. Ia adalah salah satu korban yang terluka dalam demonstrasi yang berakhir ricuh tersebut. Saat ini, Bembi telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Corona itu adanya di China bukan di sini. Di sini Cuma di ada adakan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/10/2020

    Berita

    Akun Facebook Leyan Leyan mengunggah postingan dengan narasi yang menyebutkan Corona adanya di China. Dalam postingan tersebut tertulis juga bahwa Corona hanya penyakit biasa.

    Berikut kutipan narasinya:

    “CORONA itu adanya di CHINA

    bukan di sini,
    di sini Cuma di ada adakan
    lagian CORONA hanya penyakit
    biasa,
    bukan wabah di zaman NABI,

    jadi, shouf di masjid-masjid
    wajib di rapatkan kembali,

    agar tdk mengundang murka ALLAH SWT”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim pada postingan tersebut menyesatkan. Sebab, dilansir dari liputan6.com, virus Corona diketahui menyebabkan infeksi saluran pernafasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

    Lalu Covid-19 sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona yang paling baru ditemukan. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui sebelum wabah dimulai di Wuhan, Cina, pada Desember 2019.

    WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Pasalnya penyebaran virus itu sangat cepat dan luas hingga ke seluruh dunia.

    Diketahui bahwa hingga saat ini ada 214 negara yang melaporkan kasus virus corona covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    Dilansir dari who.int, per 7 Oktober 2020, jumlah kasus Covid-19 secara global sebanyak 35.537.491 dan kasus meninggal mencapai 1.042.798.

    Khusus di Indonesia, jumlah kasus mencapai 315.714 dan menewaskan 11.472 orang. Pasien sembuh sendiri mencapai 240.291 orang.

    Berdasar data pada awal September lalu, tingkat kematian covid-19 di Indonesia mencapai 4,1 persen. Angka ini melebihi tingkat kematian global yakni 3,26 persen.

    Dilansir dari covid19.go.id, disebutkan bahwa jumlah kasus Covid-19 di Indonesia sejumlah 315.714, kasus aktif berjumlah 63.951, kasus sembuh 240.291, dan kasus meninggal berjumlah 11.472.

    Kesimpulan

    Klaim konten postingan menyesatkan. Di Indonesia, per 7 Oktober 2020, terkait virus Corona atau Covid-19, jumlah kasus mencapai 315.714 dan menewaskan 11.472 orang. Pasien sembuh sendiri mencapai 240.291 orang.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Biden Terpapar COVID-19 dan Batuk Terus-Menerus Saat Kampanye

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 07/10/2020

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Jadi.. Biden batuk-batuk parah kemarin. Hari ini Presiden telah dikonfirmasi terpapar COVID. Berapa kira-kira kemungkinan yang dimiliki oleh Joe?”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Twitter AdamCrigler mengunggah sebuah tautan video (2/10) yang menunjukkan Biden batuk terus-menerus selama kampanye. Dalam cuitan tersebut juga disertakan keterangan yang menyatakan bahwa Biden telah terpapar COVID-19, di mana salah satu gejalanya adalah batuk kering yang terus-menerus. Cuitan ini diunggah beberapa jam setelah Presiden Trump melalui akun Twitter pribadinya mengkonfirmasi bahwa dirinya dan Ibu Negara Melania Trump telah positif terpapar COVID-19.

    Berdasarkan hasil penelusuran, Joe Biden dan istrinya telah melakukan pemeriksaan dan dinyatakan negatif COVID-19. Hal ini disampaikan langsung oleh dokter pribadi keluarga Biden, dr. Kevin O’Connor, melalui pernyataan resmi pada 2 Oktober 2020 waktu setempat. Selain itu, video yang menunjukkan Biden batuk terus-menerus sebenarnya merupakan hasil penggabungan dua video kampanye yang berbeda, yaitu kampanye Biden di Johnstown, Pennsylvania, serta di Pittsburgh, Pennsylvania, yang dilaksanakan pada 30 September 2020 waktu setempat.

    Informasi dengan topik yang sama sebelumnya juga pernah dimuat dalam situs Reuters dengan judul “Fact check: Video of Biden Coughing Has Been Selectively Edited to Imply He Has COVID-19” dan mengkategorikannya sebagai altered.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh pengguna Twitter AdamCrigler tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Faktanya, Biden dan istrinya telah melakukan pemeriksaan dan dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, video Biden batuk terus-menerus yang beredar di Twitter tersebut merupakan hasil penggabungan dari dua video kampanye yang berbeda.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Moeldoko Peringatkan Abu Janda CS: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 07/10/2020

    Berita

    “Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Ganggu Stabilitas Politik”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun facebook bernama Kariem Abdul Razaq mengunggah tangkapan layar sebuah artikel berjudul “Moeldoko Peringatkan Abu Janda CS: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik” tertanggal Kamis, 01/10/2020 pukul 12.42.

    Berdasarkan hasil penelusuran, gambar serta judul tersebut telah melalui proses suntingan atau editan dari artikel viva.co.id berjudul “Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Ganggu Stabilitas Politik” yang tayang pada kamis, 01 oktober 2020 pukul 12.43 WIB.

    Foto Moeldoko yang digunakan tersebut diambil dari artikel detik.com berjudul “Moeldoko Ungkap Makna Jokowi Siap Pertaruhkan Reputasi Politik demi Rakyat” yang tayang pada 29/06/2020. Kemudian foto Abu Janda atau Permadi Arya diambil dari akun twitter @/permadiaktivis

    Kesimpulan

    Gambar suntingan atau editan dari artikel viva.co.id berjudul “Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Ganggu Stabilitas Politik” yang tayang pada kamis, 01 oktober 2020 pukul 12.43 WIB.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini