Akun Facebook Bundane Kiki mengunggah konten video pidato Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengenai Kpop dan drama Korea dengan cuplikan pemberitaan dari gelora.co berjudul “Ma'ruf Amin: K-Pop dan Drakor Bisa Jadi Inspirasi Anak Muda Kenalkan Budaya RI.” Konten tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa Wapres mengajak orang untuk nonton paha.
Berikut kutipan narasinya:
“Ternyata ini gunanya Wapres Ulama
Jarang Ngomong 🙄🙄 Pas Sekali Ngomong
NGAJAK ORANG NONTON PAHA😂😂😂😂😂😂. Ini sudah tidak pantas di sebut Khiayi Sudah luar dari Syariat ISLAM.
INNALILLAHIWA INNAILAIHIROJIUUN
ASTAGFIRULLOHAL ADZIM YAA ALLAH”
[SALAH] “Ternyata ini gunanya Wapres Ulama Jarang Ngomong Pas Sekali Ngomong NGAJAK ORANG NONTON PAHA”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/09/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim narasi postingan tersebut merupakan pelintiran konteks pernyataan Wapres Ma’ruf Amin. Pada artikel gelora.co berjudul “Ma'ruf Amin: K-Pop dan Drakor Bisa Jadi Inspirasi Anak Muda Kenalkan Budaya RI” yang tayang pada tanggal 20 September 2020, tidak ditemukan pernyataan Wapres mengajak orang nonton paha.
Adapun, pernyataan Wapres Ma’ruf terkait K-Pop dan drama Korea ialah Ma'ruf Amin ingin anak muda Indonesia berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri di dunia internasional dengan terinspirasi dari K-Pop dan drama Korea.
Menurutnya, budaya Korea yang didiseminasi di Indonesia melalui K-Pop (musik pop Korea) dan K-Drama (film drama Korea) memiliki potensi meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam membawa budaya RI 'go international'.
"Saat ini anak muda di berbagai pelosok Indonesia juga mulai mengenal artis K-Pop dan gemar menonton drama Korea. Maraknya budaya K-Pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," tegas Wapres.
Adapun, pernyataan Wapres Ma’ruf terkait K-Pop dan drama Korea ialah Ma'ruf Amin ingin anak muda Indonesia berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri di dunia internasional dengan terinspirasi dari K-Pop dan drama Korea.
Menurutnya, budaya Korea yang didiseminasi di Indonesia melalui K-Pop (musik pop Korea) dan K-Drama (film drama Korea) memiliki potensi meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam membawa budaya RI 'go international'.
"Saat ini anak muda di berbagai pelosok Indonesia juga mulai mengenal artis K-Pop dan gemar menonton drama Korea. Maraknya budaya K-Pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," tegas Wapres.
Kesimpulan
Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak mengajak orang untuk nonton paha. Konteks pemberitaan sebenarnya ialah Ma'ruf Amin ingin anak muda Indonesia berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri di dunia internasional dengan terinspirasi dari K-Pop dan drama Korea.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1294014807597718/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/21/salah-ternyata-ini-gunanya-wapres-ulama-jarang-ngomong-pas-sekali-ngomong-ngajak-orang-nonton-paha/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4361794/cek-fakta-tidak-benar-maruf-amin-mengajak-orang-menonton-paha
- https://www.gelora.co/2020/09/maruf-amin-k-pop-dan-drakor-bisa-jadi.html (arsip:
- https://archive.fo/v6wnz)
- https://news.detik.com/berita/d-5180657/bicara-k-pop-dan-kdrama-wapres-maruf-dorong-kreativitas-anak-muda-ri?single=1
- https://tirto.id/maruf-amin-harap-tren-k-pop-dorong-kreativitas-anak-muda-indonesia-f4Pr
- https://www.merdeka.com/peristiwa/wapres-maruf-amin-harap-tren-k-pop-dan-drakor-dorong-kreativitas-anak-muda-indonesia.html
[SALAH] Pelarangan Masker Scuba Politik Perusahaan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/09/2020
Berita
Akun Facebook Tommy Cen mengunggah sejumlah foto mengenai pemberitaan dari sejumlah media televisi mengenai pelarangan penggunaan masker bertipe scuba. Dalam narasinya, akun tersebut menyebutkan bahwa itu merupakan politik perusahaan.
Berikut kutipan narasinya:
“ini politik perusahaan beneran...dl awal podemi masker di save harga di naikan selangit & kluar lah masker scuba produksi rmhan harga murah jg bisa di cuci pakai lagi...skrg di larang masker scuba krn masker mereka tdk laku jg mahal...bantu tdk mlh sll nyusahin masyarakat melulu...bila mau membantu stiap rumah di bagi masker 1 kotak/bln scr free n sosialisasi br jlnin larangan itu.”
Berikut kutipan narasinya:
“ini politik perusahaan beneran...dl awal podemi masker di save harga di naikan selangit & kluar lah masker scuba produksi rmhan harga murah jg bisa di cuci pakai lagi...skrg di larang masker scuba krn masker mereka tdk laku jg mahal...bantu tdk mlh sll nyusahin masyarakat melulu...bila mau membantu stiap rumah di bagi masker 1 kotak/bln scr free n sosialisasi br jlnin larangan itu.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, pelarangan penggunaan masker bertipe scuba lebih kepada aspek fungsinya. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, masker scuba dan buff dinilai sebagai masker dengan satu lapisan, tipis, dan lantaran mudah ditarik ke leher, penggunaannya dirasa tidak berarti. Sebagai pencegahan, Wiku merekomendasikan masker bedah atau masker kain yang terdiri dari tiga lapisan kain katun.
Ketua Tim Protokol Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI, DR Dr Eka Ginanjar mengungkapkan, masker scuba termasuk masker kain yang proteksinya tidak terlalu kuat. Menurutnya, setiap renggangan yang ditimbulkan, maka pori-pori dari masker scuba akan melebar. Hal inilah yang menyebabkan daya tapisnya akan jauh berkurang.
"Sehingga dalam kondisi yang seperti ini tidak disarankan menggunakan masker scuba karena kondisi infeksi sedang tinggi, hanya satu lapis, bisa merenggang, dan kurang ketat menutup aliran udara," ujar Eka kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2020).
Dilansir dari suara.com, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RSA UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THT-KL menyatakan bahwa penggunaan masker scuba dinilai tidak efektif sebagai pencegahan diri terhadap serangan virus Covid-19.
"Masker scuba memiliki efektifitas paling kecil hanya sekitar nol sampai lima persen sehingga tidak cukup untuk proteksi," jelasnya.
Artinya, pemakaian masker scuba kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar penyakit yang disebabkan oleh vierus SARS-CoV-2 ini. Oleh sebab itu dia tidak menyarankan pemakaian masker scuba sebagai alat pelindung dari penularan Covid-19.
"Tidak disarankan pakai scuba atau buff masker karena kemampuan filtarsinya sangat kecil. Masyarakat disarankan memakai masker kain tiga lapis yang memiliki efektivitas penyaringan partikel 50-70 persen," tutur pria yang akrab disapa Boni ini.
Hal senada juga diungkapkan dr Muhamad Fajri Adda'i, seorang praktisi sekaligus relawan Covid-19.
"Masker scuba itu tipis satu lapis, tidak efektif, karena bahannya neoprene, cenderung elastis. Jika ditarik pori akan membesar. Padahal, kita butuh kemampuan filtrasinya," kata dia.
Ketua Tim Protokol Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI, DR Dr Eka Ginanjar mengungkapkan, masker scuba termasuk masker kain yang proteksinya tidak terlalu kuat. Menurutnya, setiap renggangan yang ditimbulkan, maka pori-pori dari masker scuba akan melebar. Hal inilah yang menyebabkan daya tapisnya akan jauh berkurang.
"Sehingga dalam kondisi yang seperti ini tidak disarankan menggunakan masker scuba karena kondisi infeksi sedang tinggi, hanya satu lapis, bisa merenggang, dan kurang ketat menutup aliran udara," ujar Eka kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2020).
Dilansir dari suara.com, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RSA UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THT-KL menyatakan bahwa penggunaan masker scuba dinilai tidak efektif sebagai pencegahan diri terhadap serangan virus Covid-19.
"Masker scuba memiliki efektifitas paling kecil hanya sekitar nol sampai lima persen sehingga tidak cukup untuk proteksi," jelasnya.
Artinya, pemakaian masker scuba kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar penyakit yang disebabkan oleh vierus SARS-CoV-2 ini. Oleh sebab itu dia tidak menyarankan pemakaian masker scuba sebagai alat pelindung dari penularan Covid-19.
"Tidak disarankan pakai scuba atau buff masker karena kemampuan filtarsinya sangat kecil. Masyarakat disarankan memakai masker kain tiga lapis yang memiliki efektivitas penyaringan partikel 50-70 persen," tutur pria yang akrab disapa Boni ini.
Hal senada juga diungkapkan dr Muhamad Fajri Adda'i, seorang praktisi sekaligus relawan Covid-19.
"Masker scuba itu tipis satu lapis, tidak efektif, karena bahannya neoprene, cenderung elastis. Jika ditarik pori akan membesar. Padahal, kita butuh kemampuan filtrasinya," kata dia.
Kesimpulan
Pelarangan menggunakan masker bertipe scuba lantaran masker tersebut dianggap tidak efektif mencegah penyebaran Covid-19, bukan karena politik perusahaan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1293043984361467/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/20/salah-pelarangan-masker-scuba-politik-perusahaan/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4361067/cek-fakta-tidak-benar-masker-scuba-dilarang-karena-alasan-politik
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/18/190500565/simak-penjelasan-idi-soal-alasan-tidak-direkomendasikannya-masker-scuba?page=all
- https://jogja.suara.com/read/2020/09/20/105857/masker-scuba-tak-efektif-tangkal-covid-19-ini-penjelasan-dokter-rsa-ugm
[SALAH] Nomor Whatsapp dan Akun Blog Kepala BKN Bima Haria Wibisana
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 20/09/2020
Berita
sebuah nomor Whatsapp 0853-2222-9925 dan akun blog https://bimahariawibisana.blogspot.com/ mengatasnamakan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana. Agar lebih meyakinkan, baik nomor Whatsapp dan akun blog tersebut diketahui sama-sama mengguunakan foto dan data milik Bima Haria
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah nomor Whatsapp 0853-2222-9925 dan akun blog https://bimahariawibisana.blogspot.com/ mengatasnamakan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana. Agar lebih meyakinkan, baik nomor Whatsapp dan akun blog tersebut diketahui sama-sama mengguunakan foto dan data milik Bima Haria.
Namun belakangan diketahui bahwa nomor dan akun tersebut adalah palsu alias hoaks. Melansir dari akun Instagram resmi @bkngoidofficial, ditegaskan baik nomor dan akun blog yang beredar bukanlah milik Bima Haria.
Berikut klarifikasi lengkap oleh @bkngoidofficial:
Kembali beredar nomor telepon +6285322229925 serta akun https://bimahariawibisana.blogspot.com dari oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Bahkan oknum tersebut tanpa izin telah menampilkan foto dan data pribadi Kepala BKN. Dengan ini kami sampaikan dan tegaskan bahwa akun dan nomor telepon tsb PALSU.
Kami berharap masyarakat dapat berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk penipuan/upaya lain yang berpotensi merugikan masyarakat dari akun dan nomor telepon tsb.
Namun belakangan diketahui bahwa nomor dan akun tersebut adalah palsu alias hoaks. Melansir dari akun Instagram resmi @bkngoidofficial, ditegaskan baik nomor dan akun blog yang beredar bukanlah milik Bima Haria.
Berikut klarifikasi lengkap oleh @bkngoidofficial:
Kembali beredar nomor telepon +6285322229925 serta akun https://bimahariawibisana.blogspot.com dari oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Bahkan oknum tersebut tanpa izin telah menampilkan foto dan data pribadi Kepala BKN. Dengan ini kami sampaikan dan tegaskan bahwa akun dan nomor telepon tsb PALSU.
Kami berharap masyarakat dapat berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk penipuan/upaya lain yang berpotensi merugikan masyarakat dari akun dan nomor telepon tsb.
Kesimpulan
Nomor Whatsapp dan akun blog tersebut palsu. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menegaskan nomor Whatsapp 0853-2222-9925 dan https://bimahariawibisana.blogspot.com/ bukan milik Kepala BKN Bima Haria Wibisana.
Rujukan
[SALAH] Informasi Rekrutmen PLN Tingkat SMA/S1 Dibuka hingga 20 September 2020
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/09/2020
Berita
“Rekrutmen Umum Tingkat SMA/SMK, D-III, D-IV dan S1 Tahun 2020
Pendaftaran dibuka hingga 20 September 2020
Profesi yang dibuka:
Administrasi SDM
Akuntansi
Manajemen Keuangan
Manajemen Konstruksi
Operasi Distribusi
Operasi Pembangkitan
Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan
Pemeliharaan Distribusi
Pemeliharaan Pembangkitan
Pemeliharaan Transmisi dan Gardu Induk
Persyaratan:
Bersedia tidak menikah selama menjalani Diklat Prajabatan
Usia maksimal 35 tahun
Lulusan SMA/SMK, D-III, D-IV, atau S-1
Nilai rapor rata-rata 7.00 untuk lulusan SMA/SMK, indeks prestasi komulatif (IPK) lebih dari 2,75
Untuk pendaftaran, peserta diharapkan dapat menyiakan berkas lamaran dalam bentuk soft copy sebagai berikut:
Surat lamaran, menyertakan nomor handphone
Riwayat hidup (CV)
KTP
Ijazah
Transkrip nilai
Akte kelahiran
Pas foto terbaru berwarna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) dari kepolisian
Pendaftaran dilakukan melalui Email rekrutmen.pln@email.com dengan mengirim berkas lamaran yang telah diminta dan pada subjek melampirkan Nama Lengkap, Nomor Handphone, Profesi yang dilamar
Lain-lain:
Pengumuman setiap tahapan seleksi melalui Email rekrutmen.pln@email.com Peserta rekrutmen wajib melakukan pengecekan secara berkala
Tidak ada korespondensi berkaitan dengan rekrutmen ini dan keputusan Tim Penerimaan Pegawai tidak dapat diganggu gugat
Tidak dipungut biaya apapun dalam mengikuti yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero)
PT PLN (Persero) berhak menentukan profesi lainnya di luar profesi yang dilamar tanpa meminta perstujuan peserta terlebih dahulu.”
Pendaftaran dibuka hingga 20 September 2020
Profesi yang dibuka:
Administrasi SDM
Akuntansi
Manajemen Keuangan
Manajemen Konstruksi
Operasi Distribusi
Operasi Pembangkitan
Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan
Pemeliharaan Distribusi
Pemeliharaan Pembangkitan
Pemeliharaan Transmisi dan Gardu Induk
Persyaratan:
Bersedia tidak menikah selama menjalani Diklat Prajabatan
Usia maksimal 35 tahun
Lulusan SMA/SMK, D-III, D-IV, atau S-1
Nilai rapor rata-rata 7.00 untuk lulusan SMA/SMK, indeks prestasi komulatif (IPK) lebih dari 2,75
Untuk pendaftaran, peserta diharapkan dapat menyiakan berkas lamaran dalam bentuk soft copy sebagai berikut:
Surat lamaran, menyertakan nomor handphone
Riwayat hidup (CV)
KTP
Ijazah
Transkrip nilai
Akte kelahiran
Pas foto terbaru berwarna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) dari kepolisian
Pendaftaran dilakukan melalui Email rekrutmen.pln@email.com dengan mengirim berkas lamaran yang telah diminta dan pada subjek melampirkan Nama Lengkap, Nomor Handphone, Profesi yang dilamar
Lain-lain:
Pengumuman setiap tahapan seleksi melalui Email rekrutmen.pln@email.com Peserta rekrutmen wajib melakukan pengecekan secara berkala
Tidak ada korespondensi berkaitan dengan rekrutmen ini dan keputusan Tim Penerimaan Pegawai tidak dapat diganggu gugat
Tidak dipungut biaya apapun dalam mengikuti yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero)
PT PLN (Persero) berhak menentukan profesi lainnya di luar profesi yang dilamar tanpa meminta perstujuan peserta terlebih dahulu.”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Surya Adi Wijaya mengunggah sebuah tangkapan layar kertas surat yang berisikan rekrutmen PT. PLN (Persero), ia juga menginfokan bahwa rekrutmen ini dibuka hingga 20 September 2020.
Setelah ditelusuri unggahan Surya Adi Wijaya ini tidak benar atau hoax. Ini berdasarkan konfirmasi Vice President Public Relation PLN Arsyadi Ghana Akmalaputri. Arsyadi menjelaskan bahwa saat ini PLN sedang tidak melakukan perekrutan seperti halnya informasi yang beredar.
“Kita awareness lagi bahwa informasi rekrutmen itu tidak benar atau hoaks” kata Arsyadi.
Lebih lanjut Arsyadi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang mengatasnamakan pihaknya. Ditegaskan pula bahwa PLN hanya melakukan perekrutan melalui akun E-mail, website dan media sosial resmi.
“Dilihat E-mailnya saja sudah salah. PLN hanya menggunakan akun E-mail resmi PLN untuk rekrutmen di rekrutmen@pln.co.id” lanjut Arsyadi.
Berdasarkan informasi yang ada terkait rekrutmen pegawai PLN yang dibuka hingga 20 September 2020 adalah hoaks dan masuk kedalam kategori konten palsu.
Setelah ditelusuri unggahan Surya Adi Wijaya ini tidak benar atau hoax. Ini berdasarkan konfirmasi Vice President Public Relation PLN Arsyadi Ghana Akmalaputri. Arsyadi menjelaskan bahwa saat ini PLN sedang tidak melakukan perekrutan seperti halnya informasi yang beredar.
“Kita awareness lagi bahwa informasi rekrutmen itu tidak benar atau hoaks” kata Arsyadi.
Lebih lanjut Arsyadi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang mengatasnamakan pihaknya. Ditegaskan pula bahwa PLN hanya melakukan perekrutan melalui akun E-mail, website dan media sosial resmi.
“Dilihat E-mailnya saja sudah salah. PLN hanya menggunakan akun E-mail resmi PLN untuk rekrutmen di rekrutmen@pln.co.id” lanjut Arsyadi.
Berdasarkan informasi yang ada terkait rekrutmen pegawai PLN yang dibuka hingga 20 September 2020 adalah hoaks dan masuk kedalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Informasi salah. PT. PLN (Persero) menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang tidak melakukan rekrutmen pegawai.
Rujukan
Halaman: 7199/8530



