• [SALAH] Foto Pemandangan Saat Melewati Tol Laut

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 25/11/2020

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto pemandangan saat melewati tol laut buatan pemerintah. Foto pemandangan saat melewati tol laut diunggah akun Facebook Dukung Jokowi 3 Periode, pada 20 November 2020.

    Foto yang diunggah menampilkan dalam kabin kendaraan dengan pemandangan kaca depan sejulah ikan dan tiga orang peselam.

    Dalam foto tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

    "Diving

    Lewat Tol Laut Aja"

    Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "Mimin lagi lewat tol laut ehh ga sengaja bertemu orang lagi diving. Memang ya semuanya serba mudah diera Jokowi ini. Sembako murah segalanya murah apalagi ditambah dengan adanya Tol laut membuat jalur distribusi semakin pendek dan tentunya barang akan semakin murah. Terima kasih pak Jokowi".

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto pemandangan saat melewati tol laut, dengan menggunakan Yandex.

    Penelusuran mengarah pada situs dragonholidaysbd.com, dalam situs tersebut terdapat foto yang identik dengan klaim.

    Kesamaan foto tersebut terdapat pada tiga orang peselam, ikan berwarna oranye, dan letak ikan lain. Namun, di foto tersebut tidak ada kabin kendaraan seperti yang ada di klaim foto tol laut.

    Penelusuran dilanjutkan dengan memfokuskan pada kabin kendaraan dengan menggunakan Google Image.

    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Merawat Tint Kaca Jendela Mobil agar Selalu Terlihat Bagus" yang dimuat situs rainbowrentcar.com, pada 19 September 2020.

    Situs rainbowrentcar.com memuat foto kabin kendaraan yang identik dengan klaim foto, adapun kesamaan foto tersebut adalah, posisi tangan yang menggenggam kemudi, stiker berbentuk bulat di pojok kanan bawah kaca, kaca sepion tengah dan lubang pendingin udara.

    Konsep Tol Laut

    Dalam artikel berjudul "Tol Laut dan Kereta Jalur Ganda Senjata Jokowi di Infrastruktur" yang dimuat situs liputan6.com, Presiden Joko Widodo menjelaskan mengenai konsep tol laut yang digagasnya adalah infrastruktur kapal laut yang menghubungkan antar pulau.

    "Infrastruktur di negara ini paling penting ke depan adalah tol laut. Tol laut ini artinya kapal dari barat sampai ke timur selalu bolak-balik," kata Jokowi.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto pemandangan saat melewati tol laut tidak benar. Foto tersebut hasil editan dari dua foto yang berbeda.

    Konsep tol laut adalah kapal yang menghubungkan antar pulau, bukan infrastruktur jalan yang dibangun di bawah laut.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Twitter Jenius Menyediakan Pelayanan Melalui Whatsapp

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 25/11/2020

    Berita

    “@Jenius_CS”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah akun Twitter mengatasnamakan Jenius bernama “@Jenius_CS”. Terlihat akun tersebut baru bergabung pada November 2020 lalu. Akun tersebut mengarahkan warganet ke sebuah nomor Whatsapp, dan akun ini menonaktifkan kolom komentar.

    Menanggapi hal tersebut, pihak Jenius memberikan klarifikasi melalui akun resmi Twitter Jenius yang bercentang biru @JeniusConnect dan @jeniushelp. Pihak Jenius menyatakan bahwa tidak menyediakan pelayanan melalui Whatsapp.
    Berikut klarifikasi lengkap oleh @JeniusConnect:

    “Waspada terhadap akun palsu yang mengatasnamakan Jenius di media sosial.
    Meski terlihat mirip, pastikan kamu teliti melihat nama profil dan username akun yang menghubungimu ya. Saat ini Jenius tidak memiliki layanan Whatsapp ya.” tulis Jenius dalam akun resmi Twitternya pada 12 November 2020.

    Dijelaskan pula bahwa Jenius hanya memiliki akun Twitter resmi yang sudah terverifikasi , yakni @JeniusConnect dan @jeniushelp yang sudah bercentang biru. Pihak Jenius turut mengimbau warganet untuk lebih waspada terhadap akun-akun yang mengatasnamakan pihaknya. Dan juga warganet diminta teliti dalam melihat nama profil dan username akun.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa akun Twitter @Jenius_CS yang menyediakan layanan Whatsapp adalah hoaks, dan termasuk kategori konten tiruan atau imposter content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Akun tersebut palsu. Pihak Jenius melalui akun Twitter resminya menyatakan bahwa Jenius hanya memiliki akun Twitter resmi yang bercentang biru dan tidak memiliki layanan Whatsapp.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar Mahathir Sebut Anak Indonesia Akan Tertinggal dalam Sains Karena Sibuk Hafal Ayat dan Doa

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 24/11/2020

    Berita


    KLAIM
    Foto mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang diberi narasi berisi kritik terhadap pendidikan Indonesia beredar di media sosial. Narasi yang diklaim dilontarkan oleh Mahathir itu menyebut bahwa anak-anak sekolah negeri di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains karena waktunya habis untuk menghafal ayat dan doa.
    "'PELAN-PELAN anak-anak sekolah negeri di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains. umurnya habis untuk menghafal ayat-ayat dan doa, belajar soal haram, dosa, bidadari, menghitung pahala, mencari dalil, memikirkan akerat. Setelah kalah bersaing lalu memusuhi pemerintah dan mendirikan negara syariah sebagai solusi semuanya...' (Mahatir Muhammad)," demikian narasi dalam foto tersebut.
    Di Facebook, foto yang disertai dengan narasi tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Raden Prubaya, tepatnya pada 23 November 2020. Akun ini pun menulis, “Ini yg terjadi saat ini di negeriku indonesia?” Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan lebih dari 700 reaksi dan 226 komentar serta dibagikan 105 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Raden Purbaya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, tidak ditemukan sumber resmi maupun berita dari media kredibel yang berisi pernyataan Mahathir Mohamad bahwa anak Indonesia akan tertinggal dalam sains karena sibuk menghafal ayat dan doa. Justru, ditemukan jejak digital terkait kritik Mahathir tentang sistem pendidikan di negaranya,  Malaysia, yang memberikan porsi lebih pada pendidikan agama.
    Situs media Malay Mail pernah memuat berita yang berisi kritik Mahathir itu pada 21 Desember 2018 dengan judul “For education overhaul, PM moots cutting back on religious studies”. Menurut berita ini, kritik tersebut dilontarkan Mahathir dalam acara makan malam tahunan almamater Sultan Abdul Hamid College (SAHC). Saat itu, Mahathir mengatakan bahwa pendidikan Malaysia akan diperbaiki dengan mengurangi fokus pada pelajaran agama.
    Menurut Mahathir, terlalu fokusnya sistem pendidikan pada pelajaran agama membuat siswa tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan. "Kurikulum berubah, dan sekolah nasional menjadi sekolah agama. Mereka semua belajar tentang agama Islam dan tidak mempelajari yang lain. Akibatnya, mereka yang telah lulus kurang begitu fasih dengan mata pelajaran yang berguna untuk mendapatkan pekerjaan," katanya.
    Mahathir pun menuturkan kurikulum akan diubah. "Kita akan tetap belajar agama, tapi tidak semuanya diajarkan dalam satu hari, mungkin 1-2 kali dalam seminggu. Kita harus menguasai mata pelajaran lainnya. Karena, jika ingin maju, orang Malaysia harus berpendidikan, tidak hanya dalam mengaji, tapi juga dalam bahasa lain. Jika tidak, kita akan sangat terbelakang," ujar Mahathir.
    Pernyataan Mahathir itu juga pernah dimuat oleh situs media Says pada 22 Desember 2018 dengan judul “Tun M: The National School Has Become A Religious School And It's Time For A Change”. Menurut berita itu, Mahathir mengatakan kurikulum akan dimodifikasi sehingga sekolah nasional bakal mengajarkan semua mata pelajaran penting yang akan berguna bagi siswa ketika mereka dewasa dan menjadi individu yang mandiri.
    Tempo pun pernah memberitakan pernyataan Mahathir tersebut, juga pada 22 Desember 2018, dengan judul "Mahathir Mohamad Akan Kurangi Silabus Agama di Sekolah Malaysia". Dalam berita ini, Mahathir mengatakan terlalu banyaknya pembelajaran agama mengurangi kemampuan siswa dalam mata pelajaran lain yang diperlukan untuk mencari pekerjaan.
    Menurut Mahathir, sistem pendidikan Malaysia saat ini menghasilkan banyak cendekiawan agama atau ulama. Tapi, ketika terlalu banyak ulama, mereka selalu berbeda pendapat satu dengan yang lainnya, dan menyesatkan pengikutnya. Karena alasan itu, Mahathir ingin kurikulum sekolah diubah. Mahathir juga menekankan pentingnya kemahiran dalam bahasa Inggris.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Mahathir Mohamad menyebut anak Indonesia akan tertinggal dalam sains karena sibuk menghafal ayat dan doa" keliru. Tidak ditemukan sumber resmi maupun berita dari media kredibel yang berisi pernyataan Mahathir bahwa anak Indonesia akan tertinggal dalam sains karena sibuk menghafal ayat dan doa. Justru, ditemukan jejak digital terkait kritik Mahathir tentang sistem pendidikan di negaranya, Malaysia, yang memberikan porsi lebih pada pendidikan agama.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Wanita di atas panser ini ternyata bernama ‘Odilia Winneke’ editor Detik.com grup Gramedia”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/11/2020

    Berita

    Akun Junot Arifan (fb.com/100057748054407) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dari postingan akun Twitter @IrutPagut yang mengunggah foto seorang perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah yang berada di atas panser TNI dan narasi “Wanita di atas panser ini ternyata bernama ‘Odilia Winneke’ editor Detik.com grup Gramedia. Odilia Winneke Ahoker sejati beragama Kristen.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa wanita di atas panser TNI berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah ternyata bernama Odilia Winneke yang merupakan editor Detik.com grup Gramedia dan ahoker beragama Kristren merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, bukan editor Detik.com. Perempuan itu adalah satu dari tujuh jurnalis yang menaiki panser TNI saat meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab di seluruh jalan protokol pada 20 November 2020. Enam jurnalis lainnya pun tidak ada yang berasal dari Detik.com. Selain itu, Odilia merupakan redaktur pelaksana DetikFood yang hanya bertanggung jawab terhadap konten terkait resep makanan dan wisata kuliner.

    Dilansir dari Tempo.co, pada 22 November 2020, redaksi Detik.com menerbitkan bantahan terhadap klaim tersebut. Pemimpin Redaksi Detik.com Alfito Deannova Gintings menyatakan informasi itu hoaks. Pasalnya, sehari-hari, Odilia Winneke bekerja sebagai editor di kanal DetikFood di mana kontennya hanya terkait resep makanan dan wisata kuliner.

    “Jadi, tuduhan yang menyebut bahwa yang bersangkutan (Odilia) sampai naik panser untuk membela salah satu kubu politik, itu merupakan tuduhan yang tidak masuk akal,” kata Alfito. Selain itu, menurut Alfito, kesalahan lain dalam klaim tersebut adalah Detik.com bagian dari grup Gramedia. Padahal, Detik.com merupakan bagian dari grup Transmedia.

    Menurut Alfito, Detik.com dan karyawannya hanya melaksanakan kegiatan jurnalistik sesuai dengan kaidah yang berlaku, yakni Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan pedoman media siber, atas dasar kebenaran dan keadilan.

    “Kami tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis dan kegiatan-kegiatan turunannya,” kata Alfito.

    Lewat pencarian lanjutan di Detik.com, memang tidak ditemukan berita terkait penurunan baliho pemimpin FPI Rizieq Shihab yang ditulis maupun disunting oleh Odilia Winneke. Dalam daftar redaksi Detik.com pun, nama Odilia Winneke tercantum sebagai redaktur pelaksana kanal DetikFood yang mengulas mengenai makanan dan wisata kuliner.

    Odilia juga pernah menulis dua buku kuliner yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Dua buku itu berjudul “Seri Rahasia Dapur: Mengolah Ayam dan Bebek” serta “Kamus Lengkap Bumbu Indonesia”. Dalam biografi singkat di situs Gramedia, Odilia disebut sempat terjun ke bisnis komputer selama beberapa tahun sebelum akhirnya menjadi editor dan wartawan kuliner di sebuah majalah wanita terkemuka selama 13 tahun.

    Kini, Odilia menjadi food stylist beberapa produk makanan untuk iklan televisi dan media cetak. Ia juga terlibat dalam produksi program memasak di televisi, melakukan uji rasa untuk beberapa produk makanan ternama, serta mengisi kelas memasak. Sejak dua tahun silam, ia menjadi mitra konten untuk kanal kuliner sebuah portal terkemuka di Indonesia. Di sela-sela kesibukannya, ia mengikuti beberapa kursus kuliner serta menulis untuk beberapa media.

    Dikutip dari PosKota dan Detik.com, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra, juga memberikan keterangan bahwa perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah dalam foto serta video yang beredar tersebut adalah jurnalis, namun bukan jurnalis Detik.com.

    Ada tujuh awak media yang meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab oleh TNI di seluruh jalan protokol, termasuk di sekitar markas FPI di Petamburan, pada 20 November 2020 tersebut. Namun, dari ketujuh awak media itu, tidak satu pun yang berasal dari Detik.com. Menurut dia, tujuh awak media yang menaiki kendaraan tempur TNI ketika itu berasal dari CNN TV, Wartakota, Genpi.com, Antara, Medcom.id, Koran Lampu Hijau, dan Indosiar.

    Kesimpulan

    BUKAN editor Detik.com. Perempuan itu adalah satu dari tujuh jurnalis yang menaiki panser TNI saat meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab di seluruh jalan protokol pada 20 November 2020. Enam jurnalis lainnya pun tidak ada yang berasal dari Detik.com. Selain itu, Odilia merupakan redaktur pelaksana DetikFood yang hanya bertanggung jawab terhadap konten terkait resep makanan dan wisata kuliner.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini