“Kabar baik…. Virus Corona dapat sembuh dgn sendirinya dengan semangkuk air bawang putih yang baru direbus. Seorang Dokter muslim Tiongkok yang telah membuktikan keefektifannya. Banyak pasien juga telah terbukti efektif, Resep: Ambil delapan (8) siung bawang putih cincang, tambahkan tujuh (7) gelas air dan didihkan. Makan dan minum air matang dari bawang putih. Diperbaiki dan disembuhkan dalam semalam… tolong bagikan dengan semua kontak Anda agar dapat membantu menyelamatkan nyawa manusia. mari berbagi kebaikan, karena bagian dari iman, selain ber’doa dan jaga kebersihan
BERBAGI ITU INDAH”
Air bawang putih obat covid
Virus corona dapat sembuh dengan semangkuk air bawang
Covid 19 vs air bawang
Corona bawang
covid bawang
covid bawang putih
Bawang putih covid
Bawang putih mengobati covid 19
bawang putih covid19
bawang putih virus
Bawang putih untuk covid
Bawang putih hoax
[SALAH] Air Rebusan Bawang Putih Dapat Menyembuhkan COVID-19
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 24/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Telah beredar pesan di WhatsApp yang menginformasikan bahwa air bawang putih yang baru direbus dapat menyembuhkan COVID-19. Rebusan air bawang putih tersebut telah dibuktikan keefektifannya oleh seorang dokter muslim Tiongkok beserta banyak pasien COVID-19.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut salah. Hoaks mengenai informasi air rebusan bawang dapat menyembuhkan COVID-19 pernah dibahas oleh Turn Back Hoax dengan judul “ [SALAH] Air Rebusan Bawang Putih Menyembuhkan Virus Corona” pada 27 Januari 2020. Mengutip dari Kompas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, menyatakan bahwa air rebusan bawang putih tidak bisa menyembuhkan virus corona. Menurutnya, meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apapun dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona.
Selain itu, melalui laman resmi who.int, WHO menyebutkan bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari virus COVID-19.
Dengan demikian, pesan yang beredar melalui WhatsApp itu dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, mengonfirmasi bahwa meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apapun dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut salah. Hoaks mengenai informasi air rebusan bawang dapat menyembuhkan COVID-19 pernah dibahas oleh Turn Back Hoax dengan judul “ [SALAH] Air Rebusan Bawang Putih Menyembuhkan Virus Corona” pada 27 Januari 2020. Mengutip dari Kompas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, menyatakan bahwa air rebusan bawang putih tidak bisa menyembuhkan virus corona. Menurutnya, meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apapun dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona.
Selain itu, melalui laman resmi who.int, WHO menyebutkan bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari virus COVID-19.
Dengan demikian, pesan yang beredar melalui WhatsApp itu dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, mengonfirmasi bahwa meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apapun dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Informasi yang menyesatkan. Faktanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, mengonfirmasi bahwa meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apapun dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona.
Informasi yang menyesatkan. Faktanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, mengonfirmasi bahwa meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apapun dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona.
Rujukan
[SALAH] Video Bencana Longsor di Sidikalang pada 23 November 2020
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/11/2020
Berita
“Y Allah semoga jln kekampungku ini
Segera diperbaiki,jln sidikalang longsor”
Segera diperbaiki,jln sidikalang longsor”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Maysa Mayà mengunggah narasi beserta video yang menginformasikan terjadinya longsor di ruas Jalan Sidikalang-Medan pada 23 November 2020. Unggahan tersebut mendapat respon sebanyak 24 reaksi, 15 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 11 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut tidak tepat. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Dairi melalui akun Facebook resminya, mengonfirmasi bahwa tidak benar bencana longsor terjadi pada 23 November 2020. Video bencana longsor yang dimuat dalam unggahan akun Facebook Maysa Mayà merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2019 dan dapat ditemukan video serupa diunggah di YouTube oleh Phendy Ginting pada 11 November 2019 berjudul “[JANGAN LUPA SUBCRIBE]Jalan Medan Sidikalang,Medan dairi Terputus Diakibatqan Longsor Parah”.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Maysa Mayà dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah/False Context karena video bencana longsor tersebut terjadi pada tahun 2019.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut tidak tepat. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Dairi melalui akun Facebook resminya, mengonfirmasi bahwa tidak benar bencana longsor terjadi pada 23 November 2020. Video bencana longsor yang dimuat dalam unggahan akun Facebook Maysa Mayà merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2019 dan dapat ditemukan video serupa diunggah di YouTube oleh Phendy Ginting pada 11 November 2019 berjudul “[JANGAN LUPA SUBCRIBE]Jalan Medan Sidikalang,Medan dairi Terputus Diakibatqan Longsor Parah”.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Maysa Mayà dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah/False Context karena video bencana longsor tersebut terjadi pada tahun 2019.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Informasi yang salah. Faktanya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Dairi melalui akun Facebook resminya, mengonfirmasi bahwa tidak benar bencana longsor terjadi pada 23 November 2020. Video bencana longsor yang dimuat dalam unggahan akun Facebook Maysa Mayà adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 2019.
Informasi yang salah. Faktanya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Dairi melalui akun Facebook resminya, mengonfirmasi bahwa tidak benar bencana longsor terjadi pada 23 November 2020. Video bencana longsor yang dimuat dalam unggahan akun Facebook Maysa Mayà adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 2019.
Rujukan
[SALAH] Akun Facebook Wakil Wali Kota Pekanbaru “Ayat Cahyadi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/11/2020
Berita
Muncul sebuah akun Facebook dengan nama “Ayat Cahyadi” menggunakan foto Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi yang menggunakan pakaian Dinas Upacara (PDU) warna putih yang lengkap dengan tanda pangkat.
Hasil Cek Fakta
Menanggapi hal tersebut, Ayat Cahyadi melalui situs berita riauaktual.com menegaskan bahwa akun Facebook dengan nama “Ayat Cahyadi” bukan miliknya.
“Kami mengimbau pengguna akun FB waspadai akun tersebut,” pinta Ayat Cahyadi pada hari Minggu (8/11/2020) kemarin.
Ayat Cahyadi sendiri menegaskan, telah memiliki akun Facebook sendiri dengan nama “Ayat Cahyadi Full (https://www.facebook.com/ayat.cahyadifull).
“Jadi bukan saya pemilik akun FB itu (@Ayat Cahyadi), karena saya cuma punya satu akun FB (Ayat Cahyadi Full),” imbuhnya melaui riauaktual.com.
Ayat mengimbau masyarakat mewaspadai akun tersebut, meskipun belum ada pengguna akun Facebook yang dirugikan, akan tetapi pemilik akun palsu telah meminta pertemanan ke sejumlah orang.
Dengan demikian akun Facebook yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten palsu.
“Kami mengimbau pengguna akun FB waspadai akun tersebut,” pinta Ayat Cahyadi pada hari Minggu (8/11/2020) kemarin.
Ayat Cahyadi sendiri menegaskan, telah memiliki akun Facebook sendiri dengan nama “Ayat Cahyadi Full (https://www.facebook.com/ayat.cahyadifull).
“Jadi bukan saya pemilik akun FB itu (@Ayat Cahyadi), karena saya cuma punya satu akun FB (Ayat Cahyadi Full),” imbuhnya melaui riauaktual.com.
Ayat mengimbau masyarakat mewaspadai akun tersebut, meskipun belum ada pengguna akun Facebook yang dirugikan, akan tetapi pemilik akun palsu telah meminta pertemanan ke sejumlah orang.
Dengan demikian akun Facebook yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten palsu.
Rujukan
- https://riauaktual.com/news/detail/63511/wakil-walikota-pekanbaru-ingatkan-masyarakat-waspada-akun-fb-palsu-catut-namanya.html
- https://www.cakaplah.com/berita/baca/61023/2020/11/08/waspada-ada-akun-facebook-mengatasnamakan-wakil-walikota-pekanbaru
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1353511658314699
Tidak Benar Perempuan yang Naik Panser TNI di Dekat Markas FPI Wartawan Detikcom dan Ahoker
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 23/11/2020
Berita
KLAIM
Klaim bahwa wartawan Detikcom, Odilia Winneke, berada di atas panser TNI saat konvoi di sekitar markas Front Pembela Islam ( FPI ) di Petamburan, Jakarta, viral di media sosial. Menurut klaim itu, Odilia merupakan seorang Ahoker, sebutan bagi pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Di Twitter, klaim itu dibagikan oleh akun Pagut Irut, @IrutPagut, pada 21 November 2020. Akun ini pun mengunggah foto seorang perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah yang berada di atas panser TNI. Akun ini menulis, “Wanita di atas panser ini ternyata bernama 'Odilia Winneke' editor Detik.com grup Gramedia. Odilia Winneke Ahoker sejati beragama Kristen.”
Unggahan akun @IrutPagut itu kemudian dibagikan ulang di Facebook, salah satunya oleh akun Junot Arifan pada 23 November 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Junot Arifan telah mendapatkan lebih dari 600 reaksi dan 100 komentar serta telah dibagikan lebih dari 250 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @IrutPagut.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, pada 22 November 2020, redaksi Detik.com menerbitkan bantahan terhadap klaim tersebut. Pemimpin Redaksi Detik.com Alfito Deannova Gintings menyatakan informasi itu hoaks. Pasalnya, sehari-hari, Odilia Winneke bekerja sebagai editor di kanal DetikFood di mana kontennya hanya terkait resep makanan dan wisata kuliner.
“Jadi, tuduhan yang menyebut bahwa yang bersangkutan (Odilia) sampai naik panser untuk membela salah satu kubu politik, itu merupakan tuduhan yang tidak masuk akal," kata Alfito. Selain itu, menurut Alfito, kesalahan lain dalam klaim tersebut adalah Detik.com bagian dari grup Gramedia. Padahal, Detik.com merupakan bagian dari grup Transmedia.
Menurut Alfito, Detik.com dan karyawannya hanya melaksanakan kegiatan jurnalistik sesuai dengan kaidah yang berlaku, yakni Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan pedoman media siber, atas dasar kebenaran dan keadilan. "Kami tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis dan kegiatan-kegiatan turunannya," kata Alfito.
Lewat pencarian lanjutan di Detik.com, memang tidak ditemukan berita terkait penurunan baliho pemimpin FPI Rizieq Shihab yang ditulis maupun disunting oleh Odilia Winneke. Dalam daftar redaksi Detik.com pun, nama Odilia Winneke tercantum sebagai redaktur pelaksana kanal DetikFood yang mengulas mengenai makanan dan wisata kuliner.
Odilia juga pernah menulis dua buku kuliner yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Dua buku itu berjudul "Seri Rahasia Dapur: Mengolah Ayam dan Bebek" serta "Kamus Lengkap Bumbu Indonesia". Dalam biografi singkat di situs Gramedia, Odilia disebut sempat terjun ke bisnis komputer selama beberapa tahun sebelum akhirnya menjadi editor dan wartawan kuliner di sebuah majalah wanita terkemuka selama 13 tahun.
Kini, Odilia menjadifood stylistbeberapa produk makanan untuk iklan televisi dan media cetak. Ia juga terlibat dalam produksi program memasak di televisi, melakukan uji rasa untuk beberapa produk makanan ternama, serta mengisi kelas memasak. Sejak dua tahun silam, ia menjadi mitra konten untuk kanal kuliner sebuah portal terkemuka di Indonesia. Di sela-sela kesibukannya, ia mengikuti beberapa kursus kuliner serta menulis untuk beberapa media.
Dikutip dari Pos Kota dan Detik.com, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Letnan Kolonel Arh Herwin Budi Saputra, juga memberikan keterangan bahwa perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah dalam foto serta video yang beredar tersebut adalah jurnalis, namun bukan jurnalis Detik.com.
Ada tujuh awak media yang meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab oleh TNI di seluruh jalan protokol, termasuk di sekitar markas FPI di Petamburan, pada 20 November 2020 tersebut. Namun, dari ketujuh awak media itu, tidak satu pun yang berasal dari Detik.com. Menurut dia, tujuh awak media yang menaiki kendaraan tempur TNI ketika itu berasal dari CNN TV, Wartakota, Genpi.com, Antara, Medcom.id, Koran Lampu Hijau, dan Indosiar.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "perempuan yang naik panser TNI di dekat markas FPI di Petamburan, Jakarta, adalah Odilia Winneke, wartawan Detik.com dan Ahoker" keliru. Perempuan berkemeja kotak-kotak berwarna biru-merah dalam foto yang beredar adalah satu dari tujuh jurnalis yang menaiki panser TNI saat meliput kegiatan penertiban baliho Rizieq Shihab di seluruh jalan protokol, termasuk di sekitar markas FPI pada 20 November 2020. Namun, perempuan itu bukan jurnalis Detik.com. Enam jurnalis lainnya pun tidak ada yang berasal dari Detik.com. Selain itu, Odilia merupakan redaktur pelaksana DetikFood yang bertanggung jawab terhadap konten terkait kuliner.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/front-pembela-islam-fpi
- https://archive.is/jHeYv
- https://archive.is/iVS6V
- https://news.detik.com/berita/d-5265017/klarifikasi-terkait-bullying-yang-diterima-editor-detikcom
- https://www.detik.com/redaksi
- https://www.gpu.id/author-detail/34854/odilia-winneke-setiawati
- https://poskota.co/berita-utama/kodam-jaya-klarifikasi-penumpang-wanita-berbaju-kotak-kotak-naik-ranpur-tni-seorang-jurnalis/
- https://news.detik.com/berita/d-5265451/kodam-jaya-jelaskan-soal-penumpang-wanita-di-ranpur-tni-saat-penertiban-baliho
- https://www.tempo.co/tag/tni
- https://www.tempo.co/tag/rizieq-shihab
Halaman: 7204/8694



