Telah beredar pesan berantai yang berisi informasi Dunkin’ Donuts sedang mengadakan promo membagikan selusin donat untuk satu keluarga. Untuk mendapatkannya, diharuskan mengklik tautan yang sudah disediakan.
NARASI :
“Dunkin Donuts is giving away free box of 12 Donuts per family to everyone this week to support the nation. Click here to get: http://www.dunkindonuts.co.id-12box.club
bisa dicoba ya…”
[SALAH] Dunkin’ Donuts Bagikan Satu Lusin Donat per Keluarga
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/09/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang beredar itu tidak benar. Melalui akun resmi Instagramnya, Dunkin’ Donuts mengklarifikasi bahwa saat ini pihaknya tidak menjalankan promo memberikan selusin donat. Diakui juga Dunkin’ Donuts selalu memberikan berbagai penawaran yang menarik, namun hal tersebut selalu diinformasikan melalui konter dan media sosial Dunkin’ Donuts yang bercentang biru.
Dunkin’ Donuts juga menyarakan kepada masyarakat untuk tidak mengklik pada tautan dari sumber yang tidak dipercaya dan jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui link tersebut.
Informasi dengan topik yang sama sebelumnya pernah dibahas oleh Snopes pada tahun 2017 dengan judul “Free Dunkin’ Donuts” dan mengkategorikannya sebagai scam.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui pesan berantai itu dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu karena Dunkin’ Donuts Indonesia melalui akun resmi Instagramnya, mengklarifikasi pihaknya sedang tidak menjalankan promo membagikan donut secara gratis.
Dunkin’ Donuts juga menyarakan kepada masyarakat untuk tidak mengklik pada tautan dari sumber yang tidak dipercaya dan jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui link tersebut.
Informasi dengan topik yang sama sebelumnya pernah dibahas oleh Snopes pada tahun 2017 dengan judul “Free Dunkin’ Donuts” dan mengkategorikannya sebagai scam.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui pesan berantai itu dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu karena Dunkin’ Donuts Indonesia melalui akun resmi Instagramnya, mengklarifikasi pihaknya sedang tidak menjalankan promo membagikan donut secara gratis.
Rujukan
[SALAH] 200 Mayat Korban Covid-19 Sekali Kubur di Italia
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/09/2020
Berita
Akun Facebook KP Norman Hadinegoro mengunggah video dengan disertai narasi yang menggambarkan mayat-mayat yang terdapat dalam video tersebut berasal dari satu apartemen di Italia. Unggahan yang diunggah pada 16 September 2020 itu telah mendapat respon sebanyak 129 reaksi, 27 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 58 kali.
Narasi:
“Di italia sekali kubur 200 mayat.tuh satu apartement mati semua.tuh mayat direntengin sekali sepuluh.di truk dah penuh mayat … 😢 Ya Allah.. Lindungi lah kami dari wabah covid 19 ini … Aamiin 🤲”
Berita covid di italia
Narasi:
“Di italia sekali kubur 200 mayat.tuh satu apartement mati semua.tuh mayat direntengin sekali sepuluh.di truk dah penuh mayat … 😢 Ya Allah.. Lindungi lah kami dari wabah covid 19 ini … Aamiin 🤲”
Berita covid di italia
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi pada unggahan tersebut salah. Mengutip dari portal Flow, diketahui bahwa mayat-mayat yang digunakan dalam video tersebut adalah manekin sebagai properti video klip terbaru rapper asal Rusia bernama Husky yang dibuat di fasad gedung Institut Penelitian Klinis Regional Moskow (MONIKI). Menurut sekretaris pers institut tersebut, ini yang diperlukan untuk video baru Husky “tentang yang baik dan terang, tentang bagaimana pada akhirnya kebaikan menang atas kejahatan”.
Mengutip dari portal Life, sutradara video klip, Yevgeny Bakirov, mengungkapkan alasan dipilihnya institut tersebut sebagai tempat syuting.
“Kami baru saja tertarik dengan tembok ini. Tahun 80-an, gayanya, (bangunan) seperti itu tidak banyak. Anda tidak dapat mengambil gambar di bangunan tempat tinggal – hari kota akan segera tiba'” ujar Yevgeny.
Informasi dengan topik yang sama juga dibahas oleh portal berita Liputan6 dengan judul “Cek Fakta: Tidak Benar Video yang Diklaim Gambarkan Mayat Korban Covid-19 di Rusia”, namun dengan klaim negara yang berbeda.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook KP Norman Hadinegoro dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena mayat-mayat yang terdapat dalam video tersebut merupakan manekin yang digunakan sebagai properti video klip terbaru rapper asal Rusia bernama Husky.
Mengutip dari portal Life, sutradara video klip, Yevgeny Bakirov, mengungkapkan alasan dipilihnya institut tersebut sebagai tempat syuting.
“Kami baru saja tertarik dengan tembok ini. Tahun 80-an, gayanya, (bangunan) seperti itu tidak banyak. Anda tidak dapat mengambil gambar di bangunan tempat tinggal – hari kota akan segera tiba'” ujar Yevgeny.
Informasi dengan topik yang sama juga dibahas oleh portal berita Liputan6 dengan judul “Cek Fakta: Tidak Benar Video yang Diklaim Gambarkan Mayat Korban Covid-19 di Rusia”, namun dengan klaim negara yang berbeda.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook KP Norman Hadinegoro dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena mayat-mayat yang terdapat dalam video tersebut merupakan manekin yang digunakan sebagai properti video klip terbaru rapper asal Rusia bernama Husky.
Rujukan
[SALAH] “PURA PURA MUSLIM TERNYATA KAFIR”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/09/2020
Berita
Akun Novi Hardian (fb.com/VIP.Accout.Novi.mc4) mengunggah beberapa foto dengan narasi sebagai berikut:
“PENYAMARAN YANG AKHIRNYA TERBONGKAR JUGA.
PURA PURA MUSLIM TERNYATA KAFIR…
SERAPAT APAPUN MENYIMPAN BANGKAI PASTI AKAN MENYENGAT JUGA BAU BUSUKNYA”
Foto yang diunggah adalah foto Ali Mochtar Ngabalin sedang di dalam sebuah gereja. Juga foto dan video yang berisi klaim bahwa Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) akan dibaptis berubah nama Herbartus.
“PENYAMARAN YANG AKHIRNYA TERBONGKAR JUGA.
PURA PURA MUSLIM TERNYATA KAFIR…
SERAPAT APAPUN MENYIMPAN BANGKAI PASTI AKAN MENYENGAT JUGA BAU BUSUKNYA”
Foto yang diunggah adalah foto Ali Mochtar Ngabalin sedang di dalam sebuah gereja. Juga foto dan video yang berisi klaim bahwa Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) akan dibaptis berubah nama Herbartus.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Ali Mochtar Ngabalin berpura-pura jadi muslim padahal kafir dan adalah Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) akan dibaptis berubah nama Herbartus klaim yang salah.
Faktanya, Ali Mochtar Ngabalin hanya berkunjung dalam rangka memenuhi undangan di Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 16 September 2018 dan klaim tentang Presiden Jokowi akan dibaptis ulang dan mengganti nama menjadi Herbartus ternyata adalah hoaks lama bersemi kembali. Isu tersebut sudah beredar sejak 2014 lalu, saat Jokowi ikut bertarung dalam Pilpres periode pertama.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi ibadah minggu di GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kedatangan Ngabalin langsung disambut oleh Gembala Sidang GBI Mawar Saron Pendeta Jacob Nahuway. Ngabalin tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Ia dipersilakan Pendeta Jacob naik ke atas panggung untuk menyapa jemaat. Belum diketahui tujuan Ngabalin datang ke GBI Mawar Saron. Namun di sela-sela ibadahnya, Pendeta Jacob sempat mengungkapkan Ngabalin datang untuk memenuhi undangan dari GBI Mawar Saron.
Sementara itu, bantahan terkait nama babptis Jokowi adalah Hebartus sudah berkali-kali di periksa faktanya oleh Mafindo, seperti pada artikel “[FITNAH] Jokowi Nama Lahirnya Herberthus” yang tayang pada 14 Oktober 2017. Kemudian “[SALAH] Inisial “H” di Nama Jokowi Ternyata Kepanjangan dari Herbertus” yang tayang pada 22 Juli 2020.
Dilansir dari detik.com, RS Brayat Minulyo, yang terletak di Jalan Doktor Setiabudi, Solo, Jawa Tengah, menjadi tempat yang sangat bersejarah bagi Presiden RI Joko Widodo. Di tempat ini, Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, dilahirkan pada Rabu Pon, 21 Juni 1961.
Semua catatan kelahiran dan riwayat medis kelahiran Jokowi sampai saat ini masih tersimpan rapi di ruang arsip rumah sakit tersebut. Berdasarkan fotokopi akta kelahiran yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surakarta pada 3 November 1988, yang diperoleh detikX, Jokowi lahir dari pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo.
Akta kelahiran itu dilegalisir pada Maret 2005 saat Jokowi hendak maju menjadi calon Wali Kota Solo. Saat melahirkan Jokowi, Sujiatmi bersama suaminya, yang bernama lengkap Wijiatno Notomiharjo, tinggal di Srambatan, Solo.
Berdasarkan keterangan Mukiyem, pengasuh Jokowi semasa kecil, kakek dan nenek Jokowi sempat membawa cucunya itu ke Giriroto setelah dilahirkan. Ia juga mengatakan, saat masih bayi, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Joko Widodo hingga sekarang.
Faktanya, Ali Mochtar Ngabalin hanya berkunjung dalam rangka memenuhi undangan di Gereja Bethel Indonesia Mawar Saron Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 16 September 2018 dan klaim tentang Presiden Jokowi akan dibaptis ulang dan mengganti nama menjadi Herbartus ternyata adalah hoaks lama bersemi kembali. Isu tersebut sudah beredar sejak 2014 lalu, saat Jokowi ikut bertarung dalam Pilpres periode pertama.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi ibadah minggu di GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kedatangan Ngabalin langsung disambut oleh Gembala Sidang GBI Mawar Saron Pendeta Jacob Nahuway. Ngabalin tiba sekitar pukul 11.15 WIB. Ia dipersilakan Pendeta Jacob naik ke atas panggung untuk menyapa jemaat. Belum diketahui tujuan Ngabalin datang ke GBI Mawar Saron. Namun di sela-sela ibadahnya, Pendeta Jacob sempat mengungkapkan Ngabalin datang untuk memenuhi undangan dari GBI Mawar Saron.
Sementara itu, bantahan terkait nama babptis Jokowi adalah Hebartus sudah berkali-kali di periksa faktanya oleh Mafindo, seperti pada artikel “[FITNAH] Jokowi Nama Lahirnya Herberthus” yang tayang pada 14 Oktober 2017. Kemudian “[SALAH] Inisial “H” di Nama Jokowi Ternyata Kepanjangan dari Herbertus” yang tayang pada 22 Juli 2020.
Dilansir dari detik.com, RS Brayat Minulyo, yang terletak di Jalan Doktor Setiabudi, Solo, Jawa Tengah, menjadi tempat yang sangat bersejarah bagi Presiden RI Joko Widodo. Di tempat ini, Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, dilahirkan pada Rabu Pon, 21 Juni 1961.
Semua catatan kelahiran dan riwayat medis kelahiran Jokowi sampai saat ini masih tersimpan rapi di ruang arsip rumah sakit tersebut. Berdasarkan fotokopi akta kelahiran yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surakarta pada 3 November 1988, yang diperoleh detikX, Jokowi lahir dari pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo.
Akta kelahiran itu dilegalisir pada Maret 2005 saat Jokowi hendak maju menjadi calon Wali Kota Solo. Saat melahirkan Jokowi, Sujiatmi bersama suaminya, yang bernama lengkap Wijiatno Notomiharjo, tinggal di Srambatan, Solo.
Berdasarkan keterangan Mukiyem, pengasuh Jokowi semasa kecil, kakek dan nenek Jokowi sempat membawa cucunya itu ke Giriroto setelah dilahirkan. Ia juga mengatakan, saat masih bayi, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Joko Widodo hingga sekarang.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/0KvXaL9b-cek-fakta-ali-mochtar-ngabalin-dibaiat-di-gereja-ini-faktanya
- https://kumparan.com/kumparannews/ngabalin-kunjungi-gereja-bethel-mawar-saron-haleluya-1537074643157610230/full
- https://turnbackhoax.id/2020/08/16/salah-jokowi-akan-dibaptis-ulang-dan-mengganti-nama-menjadi-hebartus/
- https://turnbackhoax.id/2017/10/14/fitnah-jokowi-nama-lahirnya-herberthus/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/22/salah-inisial-h-di-nama-jokowi-ternyata-kepanjangan-dari-herbertus/
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Kiai Kohar di Bogor Meninggal Karena Diserang Orang Terkait PKI?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 17/09/2020
Berita
Unggahan yang berisi klaim bahwa Kiai Kohar yang berasal dari Bogor meninggal karena diserang orang tak dikenal beredar di media sosial. Unggahan ini mengaitkan penyerangan Kyai Kohar hingga meninggal tersebut dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI. Menurut unggahan itu, tengah marak orang-orang PKI yang ingin membinasakan ulama.
Unggahan ini disertai dengan sebuah foto seorang pria paruh baya dengan sejumlah luka di wajahnya yang sedang tergeletak di sebuah alas tidur. Di sebelah kanan dan kiri pria bersarung biru ini, terdapat dua pria berpeci yang mendampinginya.
Di Facebook, klaim beserta foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Berlian Mikhaila, yakni pada 16 September 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 800 kali dan direspons lebih dari 300 kali. Adapun narasi yang dibagikan oleh akun ini adalah sebagai berikut:
"Telah menjadi korban lagi kiyai kohar orang bogor beliau pulang ngaji dari masjid tiba- tiba dikoroyok oleh orang yang tak dikenal sempat dilarikan ke Rumah sakit tapi sudah tidak ter tolong lagi maka berhati hati lah kepada ustadz ulama-ulama indonesia udah marak PKI PKI ..berkomplot ingin membinasakan ulama-ulama indonesia .."
Di Twitter, pada tanggal yang sama, foto serta klaim serupa dibagikan oleh akun @elmarzuqi. "Info dari teman. Kyai Kohar (Bogor) sepulang pengajian diserang seseorang sampai babak belur. Beliau bertahan sampai rumah dan akhirnya meninggal. Semoga khusnul khotimah. Aamin," demikian narasi dalam cuitan akun tersebut.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Berlian Mikhaila.
Apa benar Kiai Kohar yang berasal dari Bogor itu meninggal karena diserang orang tak dikenal yang terkait PKI?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, menurut keterangan kepolisian setempat, pemberitaan media, dan klarifikasi dari pihak keluarga, Kiai Abdul Kohar meninggal bukan lantaran diserang oleh orang tak dikenal. Pimpinan Pondok Pesantren Rodotul Barolah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, tersebut meninggal karena gagal ginjal dan sempat terjatuh di kamar mandi.
Dikutip dari Kumparan.com, Kapolsek Babakan Madang Komisaris Silfia Sukma Rosa menjelaskan Kohar meninggal karena komplikasi penyakit dan ginjal serta sempat jatuh di kamar mandi. “Kematian Kiai Haji Abdul Kohar bukan karena tindak pidana penganiayaan, melainkan karena komplikasi penyakit dan ginjal yang dideritanya serta sempat terjatuh di kamar mandi,” kata Silfia.
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu liar seperti kabar ustaz meninggal karena dianiaya tersebut. "Kami mengimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya dan terprovokasi dengan berita yang belum tentu kebenarannya. Lakukan pengecekan bersama muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan polsek setempat serta lakukantabayyun," ujar Roland.
Pernyataan Kapolsek Babakan Madang Komisaris Silfia Sukma Rosa itu juga dimuat oleh Tribunnews pada 16 September 2020. Menurut Silfia, kesimpulan atas kematian Kohar tersebut adalah hasil dari kroscek yang dia lakukan bersama kepala satuan intelijen dan keamanan serta disaksikan oleh pihak keluarga, Ketua RT, Ketua RW, dan warga setempat.
Situs Jurnal Global pun memberitakan bantahan atas klaim yang beredar tersebut. Bantahan tersebut diberikan oleh Ketua RT 03 RW 05 Kampung Babakan Desa Karang Tengah dalam sebuah video yang disebar ke media sosial. Di dalam video tersebut, ia didampingi oleh istri dan anggota keluarga Kohar lainnya.
“Yang sebenarnya, Haji Abdul kohar meninggal karena sakit gagal ginjal dan jatuh di kamar mandi. Yang terlihat, mukanya memar, itu karena benturan. Dan kejadian meninggalnya pada Selasa jam 11.00 (8 September 2020), sudah sepuluh hari yang lalu," ujar Ketua RT 03 RW 05 Kampung Babakan Desa Karang Tengah.
Tempo juga mendapatkan video klarifikasi Ketua RT 03 RW 05 Kampung Babakan Desa Karang Tengah tersebut yang diunggah oleh akun Twitter @NcuhiRiwo pada 16 September 2020. Berikut penjelasan Ketua RT 03 RW 05 Kampung Babakan Desa Karang Tengah dalam video itu:
“Saya, Ketua RT 03 RW 05 Kampung Babakan Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, bersama istri dan keluarga almarhum Haji Abdul Kohar, ingin mengklarifikasi bahwa almarhum meninggal karena sakit divonis gagal ginjal dan sempat jatuh dari kamar mandi, bukan karena penganiayaan. Mohon doanya semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT.”
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Kiai Kohar asal Bogor meninggal karena diserang orang tak dikenal yang terkait PKI" keliru. Pimpinan Pondok Pesantren Rodotul Barolah di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, ini meninggal pada 8 September 2020 karena gagal ginjal dan sempat terjatuh di kamar mandi.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/ulama
- https://archive.ph/bW3dA#selection-671.34-686.0
- https://archive.ph/jUjPu
- https://www.tempo.co/tag/bogor
- https://kumparan.com/kumparannews/hoaxbuster-benarkah-ulama-di-bogor-kiai-kohar-digebuki-hingga-meninggal-1uDCB8kkaHW/full?utm_medium=post&utm_source=Twitter&utm_campaign=int
- https://bogor.tribunnews.com/2020/09/16/heboh-ustaz-di-bogor-dikabarkan-wafat-setelah-babak-belur-dikeroyok-orang-ternyata-hoax
- https://jurnalglobal.com/berita-meninggal-kh-abdul-kohar-berkembang-di-medos-hoax/
- https://twitter.com/NcuhiRiwo/status/1306132438754553856
- https://www.tempo.co/tag/pki
Halaman: 7205/8530



