Akun Stephanus David Tjandrawidjaja (fb.com/stephanus.tjandrawidjaja) mengunggah sebuah gambar dengan narasi “Wkwkwk … Stupido”.
Gambar yang diunggah menampilkan logo dari situs berita Vatican News (vaticannews.va), gambar seseorang yang sedang berada di dalam kotak peti jenazah dan judul artikel “Gli Italiani Chiamano Anies Baswedan Troppo Stupido Come Il Governatore di Jakarta” yang jika diterjemahkan artinya adalah “Orang Italia menyebut Anies Baswedan terlalu bodoh seperti Gubernur Jakarta”
[SALAH] Artikel berjudul “Gli Italiani Chiamano Anies Baswedan Troppo Stupido Come Il Governatore di Jakarta”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 06/09/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya artikel berjudul “Gli Italiani Chiamano Anies Baswedan Troppo Stupido Come Il Governatore di Jakarta” di situs Vatican News adalah klaim yang salah.
Faktanya, gambar tangkapan layar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan. Tidak ada artikel dengan judul tersebut di situs Vatican News. Tidak ditemukan artikel dengan judul yang sama ketika dilakukan pencarian dengan menggunakan kalimat yang sama dengan yang di gambar sumber klaim.
Sementara pencarian dengan kata kunci “Anies Baswedan”, menampilkan satu artikel berbahasa Italia berjudul “Il conforto della Chiesa all’umanità sofferente (archivio VNS 27marzo-30giugno)”.
Di artikel ini, dituliskan bahwa Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan bahwa “kegiatan keagamaan akan dapat dilanjutkan mulai 5 Juni. Semua masjid, gereja, candi Buddha dan Hindu dapat dibuka kembali, hanya untuk kegiatan rutin dan semua tempat ibadah harus menghormati protokol kesehatan “.
Sementara itu, foto seseorang yang berada di dalam ‘peti jenazah’, adalahg foto yang terkait dengan sanksi memasukkan pelanggar protokol kesehatan covid-19 ke dalam peti jenazah yang dilakukan petugas Satpol PP dan Kecamatan Pasar Rebo pada Rabu, 2 September 2020 hingga Kamis, 3 September 2020. Pelanggar diminta untuk merenungkan kesalahannya di dalam peti jenazah selama lima menit atau menghitung mundur angka 100 hingga satu.
Namun kini Satpol PP Jakarta Timur menghentikan sanksi memasukkan para pelanggar protokol kesehatan covid-19 ke peti jenazah setelah menuai kritik dari masyarakat. “Kita hanya menghindari pro dan kontra masyarakat, jadi kita menindak berdasarkan aturan (yang berlaku) saja,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta, Jumat (4/9).
Faktanya, gambar tangkapan layar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan. Tidak ada artikel dengan judul tersebut di situs Vatican News. Tidak ditemukan artikel dengan judul yang sama ketika dilakukan pencarian dengan menggunakan kalimat yang sama dengan yang di gambar sumber klaim.
Sementara pencarian dengan kata kunci “Anies Baswedan”, menampilkan satu artikel berbahasa Italia berjudul “Il conforto della Chiesa all’umanità sofferente (archivio VNS 27marzo-30giugno)”.
Di artikel ini, dituliskan bahwa Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan bahwa “kegiatan keagamaan akan dapat dilanjutkan mulai 5 Juni. Semua masjid, gereja, candi Buddha dan Hindu dapat dibuka kembali, hanya untuk kegiatan rutin dan semua tempat ibadah harus menghormati protokol kesehatan “.
Sementara itu, foto seseorang yang berada di dalam ‘peti jenazah’, adalahg foto yang terkait dengan sanksi memasukkan pelanggar protokol kesehatan covid-19 ke dalam peti jenazah yang dilakukan petugas Satpol PP dan Kecamatan Pasar Rebo pada Rabu, 2 September 2020 hingga Kamis, 3 September 2020. Pelanggar diminta untuk merenungkan kesalahannya di dalam peti jenazah selama lima menit atau menghitung mundur angka 100 hingga satu.
Namun kini Satpol PP Jakarta Timur menghentikan sanksi memasukkan para pelanggar protokol kesehatan covid-19 ke peti jenazah setelah menuai kritik dari masyarakat. “Kita hanya menghindari pro dan kontra masyarakat, jadi kita menindak berdasarkan aturan (yang berlaku) saja,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta, Jumat (4/9).
Kesimpulan
Gambar hasil editan atau suntingan. Tidak ada artikel dengan judul tersebut di situs Vatican News. Tidak ditemukan artikel dengan judul yang sama ketika dilakukan pencarian dengan menggunakan kalimat yang sama dengan yang di gambar sumber klaim.
Rujukan
- https://www.vaticannews.va/it/ricerca.html?q=gli italiani chiamano anies baswedan troppo stupido come il governatore di jakarta&in=all&sorting=latest
- https://www.vaticannews.va/it/ricerca.html?q=anies baswedan&in=all&sorting=latest
- https://www.vaticannews.va/it/mondo/news/2020-07/il-conforto-della-chiesa-all-umanita-sofferente.html
- https://mediaindonesia.com/read/detail/342275-tuai-kritik-sanksi-masuk-peti-jenazah-dihentikan.html
[SALAH] Video Demonstrasi Anti Lockdown di London
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/09/2020
Berita
Akun Facebook Elaine Shtein mengunggah video kerumunan orang disertai narasi yang menyebutkan bahwa peristiwa tersebut merupakan demonstrasi anti lockdown di London.
Berikut kutipan narasinya:
“Anti-Lockdown rally in London 🇬🇧 today!
Anyone else feel the shift? It’s happening!
#TheGreatAwakening”
Berikut kutipan narasinya:
“Anti-Lockdown rally in London 🇬🇧 today!
Anyone else feel the shift? It’s happening!
#TheGreatAwakening”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video tersebut bukanlah video demonstrasi anti lockdown di London. Video tersebut merupakan aksi demonstrasi yang terjadi di Belarusia. Hal itu diketahui dari komentar salah satu akun Twitter di postingan video asli demonstrasi tersebut di akun Twitter Paul Ronzheimer (@ronzheimer) pada 23 Agustus 2020.
Twit itu adalah bagian dari utas video dari Ibukota Belarusia, Minsk. Protes anti-pemerintah di kota yang menyerukan diakhirinya pemerintahan orang kuat Alexander Lukashenko telah memasuki minggu ketiga.
Selain dari Twit tersebut, penanda lain bahwa lokasi video bukan di London dapat diketahui di salah satu gedung yang ada dalam video tersebut, yakni Kantor Pos Pusat Minsk.
Twit itu adalah bagian dari utas video dari Ibukota Belarusia, Minsk. Protes anti-pemerintah di kota yang menyerukan diakhirinya pemerintahan orang kuat Alexander Lukashenko telah memasuki minggu ketiga.
Selain dari Twit tersebut, penanda lain bahwa lokasi video bukan di London dapat diketahui di salah satu gedung yang ada dalam video tersebut, yakni Kantor Pos Pusat Minsk.
Kesimpulan
Video tersebut bukan demonstrasi anti lockdown di London. Video tersebut merupakan peristiwa aksi demo itu berlangsung di Belarus, menyuarakan tentang demokrasi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1280228855642980/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/06/salah-video-demonstrasi-anti-lockdown-di-london/
- https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/05/09/2020/protes-diktator-dikira-menolak-lockdown-covid-19/
- https://factcheck.afp.com/video-actually-shows-anti-government-protest-belarus
- https://checkyourfact.com/2020/09/02/fact-check-coronavirus-lockdown-protest-london-belarus/
- https://twitter.com/ronzheimer/status/1297513701680058369
- https://www.france24.com/en/20200830-belarus-police-arrest-dozens-of-protesters-in-central-minsk
- https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01684163/oposisi-belarus-bawa-bendera-lama-saat-gelar-protes-pendukung-lukashenko-buat-demo-tandingan
- https://www.google.com/maps/@53.8967856,27.5508641,3a,75y,93.3h,92.17t/data=!3m6!1e1!3m4!1sAF1QipN0w7YOTMqmesqA44uj1GkqOFAPYmANYARfDyuQ!2e10!7i6080!8i3040
[SALAH] “Ferdinand: Anies Baswedan Mendunia karena Kekonyolan Kebijakannya Bukan Karena Pandainya Tapi Karena Konyol Dan “Bodoh nya””
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/09/2020
Berita
Akun Facebook Ardi Nainawa mengunggah gambar dengan judul “Ferdinand: Anies Baswedan Mendunia karena Kekonyolan Kebijakannya Bukan Karena Pandainya Tapi Karena Konyol Dan “Bodoh nya”” di grup Habib Adipati Raja Luzman Bin Adipati Badran. Konten tersebut sudah dibagikan sebanyak 14 kali dan mendapat reaksi sebanyak 439 kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan hasil suntingan dari salah satu artikel di fajar.co.id versi mobile. Artikel tersebut berjudul “Ferdinand: Anies Baswedan Mendunia karena Kekonyolan Kebijakannya” yang tayang pada Jumat 4 September 2020.
Kesimpulan
Gambar yang dibagikan merupakan suntingan dari artikel berjudul “Ferdinand: Anies Baswedan Mendunia karena Kekonyolan Kebijakannya” di laman fajar.co.id versi mobile yang tayang pada Jumat 4 September 2020.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1279331095732756/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/05/salah-ferdinand-anies-baswedan-mendunia-karena-kekonyolan-kebijakannya-bukan-karena-pandainya-tapi-karena-konyol-dan-bodoh-nya/
- https://fajar.co.id/2020/09/04/ferdinand-anies-baswedan-mendunia-karena-kekonyolan-kebijakannya/
[SALAH] Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, dan Garam Dapat Mematikan Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/09/2020
Berita
“Yth Bapak / Ibu, Mhn izin Kami Share informasi, semoga bermanfaat..🙏🙏
Tolong bantu dikasih tahu ke saudara² kita yg kena covid 19..
Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yg sangat manjur..
🥥 1 biji air kelapa muda
🍈 1 biji jeruk nipis diperas
🥄1 sendok makan garam
Semuanya diaduk dan diminum airnya… dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang….
Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat..
Info dari teman yg kakaknya di kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.. obat herbal ini sangat manjur…..
Bisa di infokan ke saudara,teman atau keluarga kita terima kasih…..
Indahnya Berbagi 👍👍🙏🏻🙏”
Covid obat air kelapa
Covid air kelapa obat
Tolong bantu dikasih tahu ke saudara² kita yg kena covid 19..
Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yg sangat manjur..
🥥 1 biji air kelapa muda
🍈 1 biji jeruk nipis diperas
🥄1 sendok makan garam
Semuanya diaduk dan diminum airnya… dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang….
Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat..
Info dari teman yg kakaknya di kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.. obat herbal ini sangat manjur…..
Bisa di infokan ke saudara,teman atau keluarga kita terima kasih…..
Indahnya Berbagi 👍👍🙏🏻🙏”
Covid obat air kelapa
Covid air kelapa obat
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Ita Yurita mengunggah narasi yang menginformasikan bahwa campuran air kelapa, air perasan jeruk nipis, dan garam dapat menghilangkan virus Covid-19 dalam waktu 1 jam setelah diminum.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi pada unggahan tersebut tidak benar. Dikutip dari portal Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt mengatakan kabar tersebut belum terbukti secara klinis, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum terbukti itu.
“Jika ada kabar-kabar begitu saja yang belum ada buktinya, sebaiknya tidak langsung diterima,” kata Zullies saat berbincang dengan Liputan6.com.
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM tersebut mengungkapkan, menemukan obat Covid-19 itu bukan hal yang mudah, harus dilakukan penelitian mendalam untuk membuktikannya.
“Jika kebetulan saja sembuh ketika minum air kelapa, ya mungkin saja. tetapi, apakah bisa lebih cepat sembuh dari pada yang tidak minum? apakah sudah ada buktinya?,” tutur Zulies.
Menurut Zullies, untuk memastikan efek suatu terapi atau obat tentu harus ada disainnya dan ada pembandingnya. “Jika hanya sekelompok orang yang minum air kelapa bisa sembuh, apakah sekelompok orang lain yang tidak minum juga sembuh? ada perbedaan kecepatan sembuhnya tidak?,” papar Zullies.
Sebagai tambahan, Epidemiolog sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam dapat membuat tubuh kita kuat melawan virus. “Namun, dia bukan obat. Campuran minuman itu bukan obat yang secara spesifik berguna untuk melawan suatu penyakit,” kata Tonang kepada tim Cek Fakta Kompas.
Ia menjelaskan air kelapa muda, perasan jeruk nipis, dan garam memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh, pun bila dikonsumsi terpisah. Air kelapa muda sudah lama dikenal sebagai sumber anti-oksidan yang bermanfaat menjaga fungsi-fungsi tubuh dalam posisi seimbang. Utamanya, pasokan energi dan keseimbangan elektrolit. Air kelapa muda juga mengandung khasiat sebagai antidotum (anti-racun) untuk menetralisir racun. Sementara, jeruk nipis dapat menurunkan kolesterol dan garam yang dikonsumsi dalam ukuran yang cukup dapat menjadi nutrisi yang baik bagi tubuh.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Ita Yurita dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena belum terbukti secara ilmiah bahwa campuran air kelapa, air perasan jeruk nipis, dan garam dapat menghilangkan virus Covid-19 dalam waktu 1 jam setelah diminum.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi pada unggahan tersebut tidak benar. Dikutip dari portal Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt mengatakan kabar tersebut belum terbukti secara klinis, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum terbukti itu.
“Jika ada kabar-kabar begitu saja yang belum ada buktinya, sebaiknya tidak langsung diterima,” kata Zullies saat berbincang dengan Liputan6.com.
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM tersebut mengungkapkan, menemukan obat Covid-19 itu bukan hal yang mudah, harus dilakukan penelitian mendalam untuk membuktikannya.
“Jika kebetulan saja sembuh ketika minum air kelapa, ya mungkin saja. tetapi, apakah bisa lebih cepat sembuh dari pada yang tidak minum? apakah sudah ada buktinya?,” tutur Zulies.
Menurut Zullies, untuk memastikan efek suatu terapi atau obat tentu harus ada disainnya dan ada pembandingnya. “Jika hanya sekelompok orang yang minum air kelapa bisa sembuh, apakah sekelompok orang lain yang tidak minum juga sembuh? ada perbedaan kecepatan sembuhnya tidak?,” papar Zullies.
Sebagai tambahan, Epidemiolog sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam dapat membuat tubuh kita kuat melawan virus. “Namun, dia bukan obat. Campuran minuman itu bukan obat yang secara spesifik berguna untuk melawan suatu penyakit,” kata Tonang kepada tim Cek Fakta Kompas.
Ia menjelaskan air kelapa muda, perasan jeruk nipis, dan garam memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh, pun bila dikonsumsi terpisah. Air kelapa muda sudah lama dikenal sebagai sumber anti-oksidan yang bermanfaat menjaga fungsi-fungsi tubuh dalam posisi seimbang. Utamanya, pasokan energi dan keseimbangan elektrolit. Air kelapa muda juga mengandung khasiat sebagai antidotum (anti-racun) untuk menetralisir racun. Sementara, jeruk nipis dapat menurunkan kolesterol dan garam yang dikonsumsi dalam ukuran yang cukup dapat menjadi nutrisi yang baik bagi tubuh.
Dengan demikian, unggahan akun Facebook Ita Yurita dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena belum terbukti secara ilmiah bahwa campuran air kelapa, air perasan jeruk nipis, dan garam dapat menghilangkan virus Covid-19 dalam waktu 1 jam setelah diminum.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Informasi yang salah. Faktanya, belum terbukti secara ilmiah bahwa campuran air kelapa, air perasan jeruk nipis, dan garam dapat menghilangkan virus Covid-19 dalam waktu 1 jam setelah diminum.
Informasi yang salah. Faktanya, belum terbukti secara ilmiah bahwa campuran air kelapa, air perasan jeruk nipis, dan garam dapat menghilangkan virus Covid-19 dalam waktu 1 jam setelah diminum.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4332289/cek-fakta-tidak-ada-bukti-air-kelapa-dicampur-jeruk-nipis-dan-garam-manjur-menyembuhkan-penderita-covid-19
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/01/140345065/hoaks-campuran-kelapa-muda-jeruk-nipis-garam-lenyapkan-virus-corona?page=all#page2
- https://turnbackhoax.id/2020/08/16/salah-air-kelapa-muda-jeruk-nipis-dan-garam-obat-covid-19/
Halaman: 7230/8530



