• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Terawan yang Dapat Penghargaan WHO karena Berhasil Tangani Covid-19?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 12/11/2020

    Berita


    Foto yang memperlihatkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang berkalung medali sedang memegang piala serta piagam penghargaan beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Foto ini dibagikan dengan narasi bahwa Terawan mendapatkan penghargaan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO atas keberhasilan Indonesia menangani pandemi Covid-19.
    Foto ini beredar bersamaan dengan menyebarnya undangan WHO kepada Terawan untuk mengikuti pertemuan virtual pada 6 November 2020. Undangan ini sempat disebut sebagai bentuk apresiasi WHO atas keberhasilan Terawan menangani Covid-19. Belakangan, undangan itu disebut hanya menyinggung implementasiIntra-Action-Review(IAR) Covid-19.
    Gambar tangkapan layar pesan WhatsApp yang berisi foto Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan klaim keliru bahwa ia mendapatkan penghargaan dari WHO karena berhasil menangani pandemi Covid-19.
    Apa benar foto tersebut merupakan foto Menkes Terawan yang mendapat penghargaan WHO atas keberhasilannya menangani Covid-19?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto Menkes Terawan tersebut denganreverse image toolSource, Yandex, dan Google. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa piagam penghargaan dalam foto itu bukan berasal dari WHO, melainkan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid). Penghargaan yang diberikan Leprid itu pun tidak terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
    Foto yang identik pernah dimuat oleh situs media Sindonews.com dalam beritanya pada 21 Juli 2019 dengan judul “Dokter Terawan Raih Lifetime Achievement Award dari Leprid”. Kemiripan terlihat dari seragam TNI yang dikenakan oleh Terawan, bentuk interior ruangan, serta desain piagam penghargaan Leprid. Dalam piagam itu pun, terdapat logo Leprid, berupa bintang berwarna emas yang sudut bagian atasnya berwarna merah-putih.
    Menurut berita tersebut, Leprid memberikan penghargaan itu ketika masih menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Apresiasi tersebut diberikan karena Terawan menemukan metode cuci otak untuk penyakit stroke. Dilansir dari Suaramerdeka.com, Ketua Umum Leprid Paulus Pangka memberikan penghargaan dalam bentuk medali, piagam, dan piala kepada Terawan di RSPAD Gatot Soebroto pada 17 Juli 2019.
    Undangan WHO
    Menkes Terawan memang mendapatkan undangan dari WHO untuk menghadiri pertemuan virtual pada 6 November 2020. Namun, undangan ini tidak terkait dengan pemberian penghargaan kepada Terawan, melainkan terkait implementasi Intra-Action-Review (IAR) Covid-19 di Indonesia.
    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, mengatakan, "Bila dilihat isi suratnya, tidak ada pernyataan keberhasilan Indonesia dalam pengendalian pandemi, hanya mengakui keberhasilan indonesia dalam mengadakan kegiatan IAR."
    Menurut Dicky, IAR adalah mekanisme monitoring evaluasi terkait salah satu pilar dalam peraturan kesehatan internasional (IHR) hasil revisi pada 2005. Tujuannya, agar setiap negara bisa mawas diri terhadap capaian dan kekurangan dalam pengendalian pandeminya.
    "Jadi, undangan konferensi pers dari WHO tersebut bukan dalam arti mengakui keberhasilan Indonesia dalam pengendalian pandeminya, tapi apresiasi karena telah melaksanakan kegiatan IAR yang dianggap 'sukses'," ujar Dicky.
    Masih dilansir dari Kompas.com, konferensi pers virtual pada 6 November 2020 itu juga diikuti oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Menkes Thailand Anutin Charnvirakul, dan Menkes Afrika Selatan Zweli Mkhize.
    Dalam konferensi pers virtual itu, Terawan yang mendapatkan giliran berbicara keempat memberikan apresiasi atas dukungan WHO kepada Indonesia dalam pelaksanaan IAR Covid-19 di Indonesia. Menurut dia, menangani Covid-19 di Indonesia bukan perkara mudah.
    Pasalnya, ada banyak pemangku kepentingan yang harus diajak bekerja sama dalam satu komando. "Meski begitu, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan koordinasi Covid-19 Task Force Luhut Binsar Pandjaitan, seluruh stakeholder bisa berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung IAR."
    Dikutip dari Katadata.co.id, Dicky Budiman mengatakan pelaksanaan rekomendasi IAR Covid-19 di Indonesia hanya tercapai 16 persen. Karena itu, pekerjaan rumah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 masih banyak, terutama dalam tiga pilar penting, yaitu komando dan koordinasi, pengendalian infeksi, serta laboratorium.
    Menurut Dicky, aspek komando dan koordinasi di Indonesia harus diperbaiki. Pasalnya, manajemen menjadi salah satu hal yang kritikal dalam penanganan pandemi. Pengendalian infeksi pun harus diutamakan. Lalu, penyediaan jaringan laboratorium dan kapasitas tes harus ditingkatkan. Hal tersebut penting untuk mencapai tingkat positivity rate sebesar 5 persen.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto Menkes Terawan yang mendapat penghargaan WHO atas keberhasilannya menangani Covid-19 keliru. Penghargaan yang diterima Terawan dalam foto tersebut diberikan oleh Leprid karena telah menemukan metode cuci otak untuk penyakit stroke. Penghargaan itu diterima saat Terawan masih menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, tepatnya pada 17 Juli 2019. Undangan WHO kepada Terawan untuk mengikuti pertemuan virtual pada 6 November 2020 pun bukan dalam rangka memberikan penghargaan, melainkan membahas implementasi IAR Covid-19 di Indonesia.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Luhut Positif Covid-19 dan Dilarikan ke RS Militer

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    “Ternyata Opung tidak pernah jauh2 dari hal-hal yg Positif…..”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Facebook Jazz On dalam forum Indonesia Merdeka membagikan sebuah tautan berita (5/11) yang menyatakan bahwa Menteri Luhut telah positif terpapar Covid-19 dan dilarikan ke RS Militer.

    Berdasarkan hasil penelusuran, Luhut tidak positif terpapar Covid-19 dan tidak dilarikan ke RS Militer. Melansir dari Kumparan pada 8 November 2020, Juru Bicara Jodi Mahardi menyatakan bahwa berita Luhut positif terpapar Covid-19 dan dilarikan ke RS Militer adalah berita bohong. Lebih lanjut, Luhut terlihat melakukan kunjungan ke pabrik mobil listrik di Bekasi pada tanggal 6 November 2020, satu hari setelah berita bahwa Luhut telah positif terpapar Covid-19 dan dilarikan ke RS Militer tersebut dirilis.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh Pengguna Facebook Jazz On dalam forum Indonesia Merdeka tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Juru Bicara Kemenko Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi, menyatakan bahwa berita Luhut positif terpapar Covid-19 dan dilarikan ke RS Militer adalah berita bohong. Luhut juga terlihat melakukan kunjungan ke pabrik mobil listrik di Bekasi pada 6 November 2020 lalu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Indomaret Bagi-Bagi 5.000 Voucher Senilai Rp800.000

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    Indomaret beri 5.000 Gift Voucher gratis senilai Rp 800.000 untuk rayakan ultah ke-32

    Dapatkan langkah-langkahnya:
    ????Kunjungi situs web di bawah ini
    ????Isi formulir data pribadi
    ????Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp
    ????Voucher dapat digunakan di seluruh gerai Indomaret
    harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

    https:/ meilumi. club/j/

    Indomaret beri 5.000 Gift Voucher gratis senilai Rp 800.000 untuk rayakan ultah ke-32
    https:/ meilumi. club/j/

    https:/ meilumi. club/j/

    Voucer indomaret

    Hasil Cek Fakta

    Beredar narasi dari media sosial Whatsapp bahwa Indomaret memberikan 5.000 voucher senilai Rp800.000 untuk merayakan ulang tahun Indomaret ke-32.

    Namun faktanya, dilansir dari medcom.id, narasi tersebut adalah hoaks. Pihak Indomaret telah mengkonfirmasi bahwa narasi tersebut tidak benar.
    Konfirmasi tersebut juga disampaikan melalui website dan media sosial resmi dari Indomaret yang menyatakan bahwa Indomaret tidak memberikan voucher gratis senilai Rp800.000.

    Narasi serupa juga pernah muncul ditahun 2019 dengan menyatakan bahwa Indomaret memberikan hadiah voucher senilai 2 juta rupiah dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-30.

    Maka, berdasarkan dari hasil penelusuran dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa Indomaret memberikan 5.000 voucher senilai Rp800.000 adalah hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya informasi tersebut tidak benar. Dilansir dari website resminya, Indomaret menyatakan bahwa tidak ada kegiatan bagi-bagi hadiah voucher dalam rangka merayakan hari ulang tahun Indomaret.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pemuda Solo Meninggal Setelah Makan Kangkung Berisi Lintah

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 11/11/2020

    Berita

    “KANGKUNG YANG MEMATIKAN
    (Hati2 memasak kangkung).
    Diharuskan bila Anda memasak Kangkung, harap belah Batangnya!!
    Bbrp hari yg lalu, di Klinik yg terkenal di Yogya, semua Dokter kebingungan karena ada seorang Pemuda asal SOLO bernama Rifai yg menderita sakit Perut. Pemuda itu dbawa ke Klinik oleh Ortunya setelah 2 hari menderita DIARE. Sudah bermacam Obat sakit perut yg diberikan kepada Pemuda itu, namun DIARE tidak kunjung sembuh.
    Kemudian Ortu pemuda tersebut ditanya oleh Dokter, “Makanan apa yg di makan oleh pemuda tsb selama 2 hari ini?” Ortu anak itu kebingungan, krn sejak anaknya DIARE, pemuda tsb tak mau makan, dia hanya minum susu putih, itu pun muntah.
    Setelah diperiksa, trnyta sebelum menderita DIARE, Pemuda itu makan Kangkung Tumis di Restoran bersama Ortunya. Dokter segera melakukan Rongent, ternyata dlm Usus Rifai telah berkembang Biak LINTAH dgn Anaknya yg Kecil2.
    Dokter menyerah dan Menyatakan tdk sanggup mengambil tindakan Medis apapun. Akhirnya pemuda malang itu pun MENINGGAL DUNIA. Setelah diteliti, ternyata Lintah berada di Dlm Batang Kangkung yg Besar.
    Memang, utk penggemar Kangkung Tumis yg paling enak adalah BATANGNYA.
    Lintah yg berada di dalam Batang Kangkung itu Tdk akan Mati walau dimasak selama 20 Menit, apalagi utk Kangkung Tumis yg proses memasaknya Tdk terlalu Lama agar menghasilkan rasa Kangkung yg sedap. Lintah hanya akan MATI jika DIBAKAR !!!.
    Dalam usus Pemuda tadi, Lintah hanya butuh waktu 1-2 Hari utk berkembang Biak. Jika ada Keluarga/Teman² yg mengalami Hal serupa, lakukan Tindakan dgn memberi minum “Air Rendaman Tembakau”. (bisa diambil dari Rokok Kretek) dan biasanya Lintah “Akan keluar & dlm keadaan Mati”.
    Informasikan kpd Keluarga, Teman & Sahabat.
    Ini kisah Nyata di Yogyakarta!
    INGAT! MEMASAK KANGKUNG HARUS DIBELAH DULU BATANGNYA SEBELUM DIMASAK !!
    dr.H. Ismuhadi, MPH

    Mohon disebarkan sebanyak2 nya, sayangi Keluarga & Orang2 yang kita Cintai.
    Semoga bermanfaat…????????????????”

    Hasil Cek Fakta

    Viral sebuah pesan berantai di media sosial yang menyatakan bahwa seorang pria meninggal akibat memakan kangkung yang terdapat lintah di dalamnya.

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa narasi ini merupakan hoaks lama yang kembali muncul. Dilansir dari turnbackhoax.id, narasi yang sama juga pernah muncul di tahun 2015 namun dengan nama yang berbeda.
    Hoaks ini juga telah dibantah oleh dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr.dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam artikel health.detik.com.
    Dalam penjelasannya, dr. Ari menyatakan belum ada kasus mengenai kematian akibat lintah yang masuk melalui makanan.

    “Kalau lintah sepertinya nggak bisa ya. Kena asam lambung pasti mati. Parasit di tubuh manusia memang ada. Umumnya telur cacing yang masuk ke tubuh, bermanifestasi di usus halus,” terang dr. Ari dalam perbincangan dengan detikHealth yang ditulis pada Rabu (28/10/2015). dr. Ari juga menambahkan bahwa cacing bisa masuk ke dalam pencernaan manusia melalui makanan yang tidak matang. Karena umumnya telur cacing bisa menempel di sayuran mentah. Karena itu dr. Ari mengingatkan untuk memasak sayuran hingga matang.

    Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan seorang pria meninggal akibat memakan kangkung yang terdapat lintah di dalamnya adalah hoaks kategori misleading konten atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya, belum ada kasus mengenai kasus kematian akibat lintah yang masuk ke dalam tubuh. Dokter spesialis penyakit me

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini