“Another Horrifying and Heartbroken Pic of the year 2k20
😓
” Oh! God This Heartflirt dog voice begitu Hepled with you for humanism”#PrayForTurky“
Terjemahan
“Foto Mengerikan dan Patah Hati lainnya tahun 2k20
😓
“Oh! Tuhan, suara anjing Heartflirt ini memohon kepada Anda untuk kemanusiaan”#PrayForTurky“
[SALAH] Foto Mengerikan dan Patah Hati Tahun 2020
Sumber: twitter.comTanggal publish: 09/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar di Twitter akun bernama KumarMukesh memposting dua buah foto yang masing-masing memperlihatkan seekor anjing sedang berada di tengah-tengah bangunan roboh dan diklaim merupakan kejadian pada tahun 2020. Postingan yang diunggah pada 30 Oktober 2020 tersebut diakhiri dengan tagar #PrayForTurky.
Setelah ditelusuri klaim tersebut salah. Melansir dari teyit.org ditemukan fakta bahwa foto tersebut milik Jaroslav Noska yang telah beredar sejak 2018.
“Di arsip Noska, terlihat foto-foto anjing di pos dengan judul upaya pencarian dan penyelamatan pascagempa dapat dilihat bersama.”Informasi serupa juga didapatkan pada amy.com yang menerangkan contributor foto tersebut adalah Jaroslav Noska. Kemudian, foto dengan judul “Dog looking for injured people in ruins after earthquake” ini diunggah pada 18 Oktober 2018.
Dengan demikian, postingan Twitter yang mengklaim foto tersebut merupakan kejadian pada tahun 2020 adalah tidak benar. Karena foto tersebut diambil pada tahun 2018 oleh Jaroslav Noska, sehingga hal tersebut masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Setelah ditelusuri klaim tersebut salah. Melansir dari teyit.org ditemukan fakta bahwa foto tersebut milik Jaroslav Noska yang telah beredar sejak 2018.
“Di arsip Noska, terlihat foto-foto anjing di pos dengan judul upaya pencarian dan penyelamatan pascagempa dapat dilihat bersama.”Informasi serupa juga didapatkan pada amy.com yang menerangkan contributor foto tersebut adalah Jaroslav Noska. Kemudian, foto dengan judul “Dog looking for injured people in ruins after earthquake” ini diunggah pada 18 Oktober 2018.
Dengan demikian, postingan Twitter yang mengklaim foto tersebut merupakan kejadian pada tahun 2020 adalah tidak benar. Karena foto tersebut diambil pada tahun 2018 oleh Jaroslav Noska, sehingga hal tersebut masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Informasi palsu. Foto tersebut tidak memiliki hubungan dengan peristiwa gempa Turki, yang terjadi pada 30 Oktober 2020 lalu. Faktanya, foto tersebut diambil pada tahun 2018.
Informasi palsu. Foto tersebut tidak memiliki hubungan dengan peristiwa gempa Turki, yang terjadi pada 30 Oktober 2020 lalu. Faktanya, foto tersebut diambil pada tahun 2018.
Rujukan
[SALAH] 48 Orang di Korea Selatan Meninggal Setelah Disuntik Vaksin COVID-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/11/2020
Berita
Innalilahi Wainnailahi Rojiun, 48 Orang Meninggal Usai Divaksin Corona”
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan dari akun Facebook Yandri Al-genzi berupa narasi yang berisikan klaim bahwa 48 orang di Korea Selatan meninggal setelah menerima vaksin COVID-19. Postingan ini diposting pada 29 Oktober 2020 dan telah disukai sebanyak 39 kali.
Berdasarkan artikel detik.com, Korea Selatan tengah melakukan vaksinasi vaksin flu musiman gratis. Update per 1 November 2020, diketahui 83 orang meninggal dunia setelah mendapat suntikan vaksin flu musiman. Pihak otoritas kesehatan Korea Selatan menegaskan bahwa penyebab kematian tidak berhubungan langsung dengan vaksin flu, dan rerata orang yang meninggal tersebut adalah lansia.
Musim flu di Korea Selatan biasanya terjadi pada akhir bulan November dan Desember, sedangkan vaksin flu membutuhkan waktu selama 2 minggu untuk menimbulkan antibodi dapat berkembang dalam tubuh sehingga para ahli merekomendasikan untuk mendapatkan suntikan vaksin flu pada pertengahan November. Sejauh ini dari 19 juta orang, sekitar 60,9% atau 11,5 juta warga Korea Selatan telah menerima vaksin flu gratis.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim 48 orang di Korea Selatan meninggal setelah menerima vaksin COVID-19 adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Berdasarkan artikel detik.com, Korea Selatan tengah melakukan vaksinasi vaksin flu musiman gratis. Update per 1 November 2020, diketahui 83 orang meninggal dunia setelah mendapat suntikan vaksin flu musiman. Pihak otoritas kesehatan Korea Selatan menegaskan bahwa penyebab kematian tidak berhubungan langsung dengan vaksin flu, dan rerata orang yang meninggal tersebut adalah lansia.
Musim flu di Korea Selatan biasanya terjadi pada akhir bulan November dan Desember, sedangkan vaksin flu membutuhkan waktu selama 2 minggu untuk menimbulkan antibodi dapat berkembang dalam tubuh sehingga para ahli merekomendasikan untuk mendapatkan suntikan vaksin flu pada pertengahan November. Sejauh ini dari 19 juta orang, sekitar 60,9% atau 11,5 juta warga Korea Selatan telah menerima vaksin flu gratis.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim 48 orang di Korea Selatan meninggal setelah menerima vaksin COVID-19 adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Klaim tersebut tidak benar, orang-orang yang meninggal di Korea Selatan tidak disuntik dengan vaksin COVID-19 melainkan vaksin flu.
Klaim tersebut tidak benar, orang-orang yang meninggal di Korea Selatan tidak disuntik dengan vaksin COVID-19 melainkan vaksin flu.
Rujukan
- http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20201103000829&np=1&mp=1
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5236774/penyebab-pasti-masih-diselidiki-sudah-83-warga-korsel-meninggal-usai-vaksin-flu
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5238851/singapura-kembali-izinkan-vaksin-influenza-usai-dihentikan-sementara
- https://www.rt.com/news/505133-south-korea-flu-shot-deaths-83/
[SALAH] Video Pemakaman Pemuda Pemenggal Guru di Prancis Sebagai Pahlawan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/11/2020
Berita
“Jenazah pemuda Islam berbangsa Checnya yg memenggal leher samuel paty perancis yg membuat penghinaan kpd Nabi Muhammad ﷺ melalui karikatur nya tlh di bawa pulang ke Chechnya dan di kebumikan disana sebagai seorang mujahid agung. Takbir…!!!
ALLAHUAKBAR!!!”
ALLAHUAKBAR!!!”
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan dari akun Facebook KABAR JATIM berupa video berisikan suasana pemakaman jenazah yang diklaim adalah jenazah pemenggal Samuel Paty di Prancis dan dikebumikan sebagai seorang mujahid agung. Postingan ini disukai sekitar 16 ribu kali dan dikomentari sebanyak 1,2 ribu kali.
Berdasar penelusuran, pencarian tertuju pada sebuah artikel dari kabkaz-uzel.ue. Pada artikel tersebut, dilampirkan foto-foto yang serupa dengan video yang disebarkan, jenazah yang terlihat pada foto diketahui bukanlah pemenggal guru dalam peristiwa di Prancis, melainkan Yusup Termirkhanov di Chechnya. Yusup berstatus sebagai narapidana atas pembunuhan anggota militer Yuri Budanov pada 2011 silam, dan divonis selama 15 tahun.
Yusup Termirkhanov meninggal pada 3 Agustus 2018 dan dimakamkan di desa Geldagan, distrik Kurchaloyvsky, Chechnya. Pemenggal guru di Prancis diketahui bernama Abdoulakh Anzorov yang merupakan pemuda dari Chechnya pada 16 Oktober 2020 melakukan pemenggalan kepada Samuel Paty setelah memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada muridnya dan ditembak mati oleh polisi setempat.
Melihat dari penjelasan tersebut, video suasana pemakaman pemenggal guru di Prancis sebagai pahlawan adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.
Berdasar penelusuran, pencarian tertuju pada sebuah artikel dari kabkaz-uzel.ue. Pada artikel tersebut, dilampirkan foto-foto yang serupa dengan video yang disebarkan, jenazah yang terlihat pada foto diketahui bukanlah pemenggal guru dalam peristiwa di Prancis, melainkan Yusup Termirkhanov di Chechnya. Yusup berstatus sebagai narapidana atas pembunuhan anggota militer Yuri Budanov pada 2011 silam, dan divonis selama 15 tahun.
Yusup Termirkhanov meninggal pada 3 Agustus 2018 dan dimakamkan di desa Geldagan, distrik Kurchaloyvsky, Chechnya. Pemenggal guru di Prancis diketahui bernama Abdoulakh Anzorov yang merupakan pemuda dari Chechnya pada 16 Oktober 2020 melakukan pemenggalan kepada Samuel Paty setelah memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada muridnya dan ditembak mati oleh polisi setempat.
Melihat dari penjelasan tersebut, video suasana pemakaman pemenggal guru di Prancis sebagai pahlawan adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Klaim tersebut tidak benar, jenazah yang diarak pada video tersebut tidak berhubungan dengan peristiwa di Prancis melainkan pemakaman Yusup Termikhanov pada tahun 2018 di Chechnya.
Klaim tersebut tidak benar, jenazah yang diarak pada video tersebut tidak berhubungan dengan peristiwa di Prancis melainkan pemakaman Yusup Termikhanov pada tahun 2018 di Chechnya.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4baYrGrb-video-suasana-pemakaman-pemenggal-guru-di-prancis-bak-pahlawan-besar-ini-faktanya
- https://www.nytimes.com/2020/10/16/world/europe/france-decapitate-beheading.html
- https://www.eng.kavkaz-uzel.eu/articles/43991/
- https://www.eng.kavkaz-uzel.eu/articles/43987/
- https://www.youtube.com/watch?v=TfLNKnDpN4k
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Foto Bocah dalam Sangkar Ini Dibuat saat Prancis Jajah Kongo?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/11/2020
Berita
Foto berwarna yang menunjukkan seorang bocah laki-laki berkulit hitam berada di dalam sangkar beredar di Facebook. Di luar sangkar itu, di sisi kiri dan kanan bocah tersebut, terdapat dua anak perempuan berkulit putih yang tampak tersenyum. Foto ini diklaim dibuat pada 1955 di tengah penjajahan Prancis atas Kongo.
Salah satu akun yang membagikan foto beserta klaim itu adalah akun Ibro Nanang, tepatnya pada 4 November 2020. Akun ini pun menulis narasi sebagai berikut:
"KEBERHASILAN PERANCIS MENJADI TERORIS.. Foto ini dibuat pada tahun 1955 di tengah penjajahan Perancis atas Kongo.. Dalam foto tersebut seorang Ayah membawa seorang anak Afrika untuk anak-anaknya sebagai "hiburan". Perlu diketahui, bahwa Perancis berhasil membunuh 10 hingga 15 juta penduduk Kongo dalam waktu 50 tahun penjajahannya.. Perancis juga berhasil memotong ribuan tangan anak-anak di perkebunan karet dan lahan lainnya sebagai bentuk hukuman atas kegagalan sang Ayah dalam mengumpulkan jumlah karet ataupun bahan tambang lainnya. Sampai akhirnya Negara Kongo dinamakan: 'Negara Tangan Yang Terpotong'."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ibro Nanang.
Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 150 kali dan mendapatkan lebih dari 600 reaksi dan 100 komentar. Sebagian besar komentar dalam unggahan itu berisi makian terhadap Prancis. Unggahan ini beredar di tengah protes sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas muslim terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam serta seruan boikot produk Prancis.
Selain beredar di Indonesia, foto bocah berkulit hitam di dalam sangkar yang dikaitkan dengan Prancis tersebut juga beredar di luar negeri, seperti di Azerbaijan dan Rusia.
Apa benar foto bocah berkulit hitam di dalam sangkar itu dibuat pada 1955 di tengah penjajahan Prancis atas Kongo?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan foto asli yang memperlihatkan bocah berkulit hitam di dalam sangkar tersebut berwarna hitam-putih. Foto itu pun tidak diambil saat Prancis menjajah Kongo, melainkan saat periode Belgia Kongo atau era koloni Belgia atas Kongo. Saat ini, wilayah Kongo yang dulunya merupakan koloni Belgia bernama Republik Demokratik Kongo. Sementara wilayah Kongo yang pernah menjadi koloni Prancis kini bernama Republik Kongo.
Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo menelusuri jejak digital foto itu denganreverse image toolYandex. Lewat cara ini, ditemukan bahwa versi asli foto tersebut adalah berwarna hitam-putih. Foto itu menjadi cover buku berbahasa Belanda yang berjudul "Wit-Zwart in Zwart-Wit: samen en toch apart : foto's en verhalen uit Belgisch-Congo" karya sejarawan Paul Van Damme. Buku ini terbit pada 8 Mei 2020, dan dijual salah satunya di situs Amazon.
Buku karya sejarawan Belgia Paul van Damme.
Buku terbitan Borgerhoff & Lamberigts ini sejatinya berkisah tentang studi sejarah terkait hubungan antara warga kulit hitam dan kulit putih di Republik Demokratik Kongo sebelum 1960, atau saat Kongo masih menjadi koloni Belgia. Buku tersebut terbit pada 2020 untuk menandai usia kemerdekaan Republik Demokratik Kongo yang mencapai 60 tahun.
Sepuluh foto dalam buku "Wit-Zwart in Zwart-Wit" tersebut kemudian dipublikasikan pertama kali dalam ukuran yang lebih besar oleh majalah Belgia, Knack, dengan judul "In beeld: foute foto's van 'ons Congo'" pada 21 Mei 2020. Salah satu foto memperlihatkan seorang bocah laki-laki berkulit hitam yang berada di dalam sangkar, seperti yang terdapat dalam unggahan akun Ibro Nanang. Menurut Knack, foto itu koleksi Van de Meersche dan berangka tahun 1955.
Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai konteks foto itu, Tempo menghubungi penulis buku tersebut, Paul Van Damme, sejarawan asal Belgia. Paul menjelaskan bahwa foto tersebut milik keluarga seorang penjajah Belgia, yang diambil antara 1950-1960 di Kongo Belgia. Foto tersebut adalah koleksi Cegesoma yang beralamat di Luchtvaartsquare, Anderlecht. “Foto ini dari koloni Belgia. Dan aslinya tidak berwarna!” kata Paul melalui e-mail pada 6 November 2020.
Menurut Paul, foto itu kemungkinan dimaksudkan sebagai foto "permainan anak-anak". Tapi fotografer tidak menyadari bahwa foto dan permainan itu salah dan rasis, seperti kolonialisme itu sendiri. Dengan menganggap hal itu normal, fotografer meneruskan persepsi amoral tentang superioritas kulit putih. “Rasisme adalah ciri khas kolonialisme. Dan sekarang, 60 tahun kemudian, rasisme masih menjadi masalah struktural,” kata pria lulusan jurusan ilmu sejarah di KU Leuven, Belgia.
Menurut Paul, foto tersebut tidak terkait dengan apa yang terjadi di Prancis baru-baru ini. Kongo Belgia yang dimaksud adalah yang saat ini bernama Republik Demokratik Kongo. Pada 1908-1960, Republik Demokratik Kongo merupakan koloni Belgia. Sedangkan koloni Prancis adalah Kongo Brazaville, yang saat ini bernama Republik Kongo. “Sungguh mengerikan bagaimana foto ini digunakan untuk tujuan yang berbeda,” katanya.
Republik Demokratik Kongo yang dulunya menjadi koloni Belgia. Sementara Republik Kongo, terletak di sebelah barat Republik Demokratik Kongo, adalah koloni Prancis.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "foto bocah laki-laki berkulit hitam di dalam sangkar itu dibuat pada 1955 di tengah penjajahan Prancis atas Kongo" keliru. Foto aslinya berwarna hitam-putih, dan menjadi sampul buku karya sejarawan Belgia, Paul Van Damme, yang berjudul "Wit-Zwart in Zwart-Wit: samen en toch apart : foto's en verhalen uit Belgisch-Congo". Menurut Paul, foto tersebut diambil di Republik Demokratik Kongo sebelum 1960 saat masih menjadi koloni Belgia.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/prancis
- https://archive.is/ZSHHy
- https://www.tempo.co/tag/emmanuel-macron
- https://twitter.com/aysel_azadova/status/1319760575384211463
- https://www.gramlife.ru/p/CGdS6hGit6T
- https://www.amazon.co.uk/Wit-zwart-zwart-wit-samen-verhalen-Belgisch-Congo/dp/9463932267
- https://www.tempo.co/tag/kongo
- https://www.knack.be/nieuws/boeken/in-beeld-foute-foto-s-van-ons-congo/diaporama-normal-1601097.html?cookie_check=1604651269
- https://www.tempo.co/tag/republik-demokratik-kongo
Halaman: 7241/8695




