[Fakta atau Hoaks] Benarkah Tak Ada Analis Laboratorium yang Terkena Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/10/2020
Berita
Klaim bahwa tidak ada peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19 beredar di Facebook. Klaim itu diunggah oleh akun Andrezeko pada 28 September 2020. Selain klaim tersebut, unggahan akun ini juga berisi sejumlah pertanyaan, mulai dari obat untuk pasien Covid-19 hingga penderita Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta dan tanpa gejala.
"Kenapa mereka yg 'nguthek²' virus di laboratorium (peneliti, analis laboraorium), tidak ada yang terkena corona. Perawat sedikit menjadi " korban." Tetapi malah dokter yang justru paling jarang berinteraksi dng pasien katanya banyak korban ?” demikian bunyi salah satu pertanyaan dalam unggahan tersebut.
Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah direspons lebih dari 200 kali dan dibagikan lebih dari 400 kali. Dalam artikel pertama terkait unggahan ini, Tempo akan memverifikasi klaim soal tidak adanya peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19, termasuk jumlah perawat yang lebih sedikit terinfeksi Covid-19 dibandingkan dokter.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Andrezeko.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, tercatat sejumlah analis laboratorium dan perawat yang terinfeksi Covid-19. Bahkan, beberapa di antaranya meninggal. Dilansir dari Merdeka.com, terdapat 492 analis kesehatan yang positif Covid-19, di mana empat di antaranya meninggal.
Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, Widodo, analis kesehatan yang meninggal karena Covid-19 tersebut berasal dari empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Daerah Istimewa Aceh.
Hal yang sama dialami oleh perawat, terutama perawat di Jawa Timur. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam, menyebut jumlah perawat di Jawa Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 550 orang per Juli 2020. Sementara jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19, per awal September, mencapai 77 orang.
Dikutip dari BBC Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 115 dokter meninggal karena Covid-19 per 13 September 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 60 orang adalah dokter umum, 53 dokter spesialis, dan dua dokter residen.
Berdasarkan catatan IDI, risiko yang menyebabkan kasus kematian akibat Covid-19 pada dokter selalu berulang. IDI menduga penyebabnya antara lain minimnya alat pelindung diri (APD), kurangnya skrining pasien di fasilitas kesehatan, kelelahan yang dialami oleh para tenaga medis karena jumlah pasien Covid-19 terus bertambah, jam kerja yang panjang, serta tekanan psikologis.
Meninggalnya para dokter ini merupakan pukulan besar bagi sektor kesehatan Indonesia. Pasalnya, rasio dokter dan penduduk di Indonesia saat ini 1:2.500. Artinya, satu dokter harus menangani 2.500 pasien. Dengan meninggalnya 115 dokter selama pandemi, hampir 300 ribu penduduk Indonesia kehilangan akses dokter.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "tidak ada peneliti atau analis laboratorium yang terkena Covid-19" keliru. Data Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia menyebut sebanyak 492 analis kesehatan terinfeksi Covid-19, di mana empat di antaranya meninggal. Jumlah perawat yang terinfeksi pun cukup besar. Di Jawa Timur saja, jumlahnya mencapai 550 orang. Adapun jumlah perawat yang meninggal akibat Covid-19 di seluruh Indonesia sudah menyentuh 77 orang.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.merdeka.com/peristiwa/492-analis-kesehatan-positif-covid-19-4-orang-meninggal-dunia.html
- https://regional.kompas.com/read/2020/07/21/16342491/550-perawat-jatim-terinfeksi-covid-19-tertinggi-di-indonesia-ini-5?page=all
- https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-13718125/banyak-dokter-dan-perawat-meninggal-akibat-covid-19-ppni-kami-prihatin-dan-khawatir
- https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-54156899
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Koran Ini Terbitkan Berita Berjudul Sudah Jadi Tabiat PKI Memutarbalikkan Fakta?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/10/2020
Berita
Sebuah foto surat kabar yang memuat berita berjudul "Sudah Jadi Tabiat PKI Memutar Balikkan Fakta" beredar di Twitter. Dalam koran itu, terdapat pula foto tokoh Partai Komunis Indonesia ( PKI ) Dipa Nusantara Aidit. Namun, dalam koran tersebut, hanya judul itu yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Tulisan lainnya berbahasa Inggris.
Akun yang membagikan foto surat kabar itu adalah akun @MayaFarrell21, tepatnya pada 30 September 2020. Akun tersebut menulis, "Ini pasti sejarawan dr pihak PKI." Cuitan ini mengomentari unggahan akun milik media CNN Indonesia yang berisi tautan berita yang berjudul "Sejarawan: PKI Dukung Pancasila, Partai-partai Islam Tidak".
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @MayaFarrell21 yang mengomentari cuitan akun milik CNN Indonesia.
Apa benar koran dalam foto di atas menerbitkan berita yang berjudul “Sudah Jadi Tabiat PKI Memutar Balikkan Fakta”?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memeriksa komentar dari akun Twitter lain terhadap unggahan akun @MayaFarrell21 tersebut. Salah satu akun, @indrabayuf_, membalas dengan mengunggah dua foto surat kabar yang memiliki kesamaan tata letak dengan foto surat kabar dalam unggahan akun @MayaFarrell21, namun dengan judul berita serta gambar yang berbeda.
Akun @indrabayuf_ menulis, "Korannya mirip.” Akun @adityaarfan_ pun membalas cuitan akun @indrabayuf_ tersebut, “Rotinya jg sama. Kok bisa gt ya.” Sementara sejumlah akun lain mempertanyakan judul berita tersebut yang berbahasa Indonesia, padahal isi beritanya berbahasa Inggris.
Berbekal petunjuk ini, Tempo menelusuri jejak digital foto surat kabar itu denganreverse image toolSource, Google, dan Yandex. Hasilnya, juga ditemukan foto koran dengan tata letak yang sama, namun dengan judul berita serta gambar yang berbeda. Rupanya, foto koran itu merupakantemplateyang kerap digunakan untuk membuat meme. Template ini bisa ditemukan di sejumlah situs, salah satunya Photofunia.com.
Situs Exeterskatingclub.ca juga pernah memakaitemplateitu dalam foto di artikenya pada 12 November 2012 yang berjudul "Skate Canada WO Section Championships". Foto tersebut diberi keterangan “Exeter SC competitive-level skaters made us proud at the Skate Canada Western Ontario Championships (Sectionals).”
Adapun foto tokoh PKI DN Aidit dalam foto surat kabar yang diunggah oleh akun @MayaFarell21 pernah dimuat situs Sejarahjakarta.com pada 9 September 2020 dalam artikelnya yang berjudul "Aidit di Malam 30 September 1965". Foto itu diberi keterangan sebagai berikut: "Aidit berbicara di depan massa dalam program Turba PKI, 1965."
Berita CNN Indonesia
Berita yang berjudul “Sejarawan: PKI Dukung Pancasila, Partai-partai Islam Tidak” memang pernah dimuat oleh CNN Indonesia, yakni pada 30 September 2020. Berita ini berisi pernyataan sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam bahwa PKI mendukung Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam Sidang Konstituante 1957.
Asvi menjelaskan agenda sidang Konstituante kala itu adalah merancang Undang-Undang Dasar yang definitif, termasuk di dalamnya penentuan dasar negara Indonesia. Penentuan dilakukan melaluivoting. Dalam momen itu, kata Asvi, sejumlah partai seperti PNI, PKI, dan lainnya memilih Pancasila sebagai dasar negara. Sementara partai-partai berasaskan Islam memiliki pilihan yang berbeda.
"Saya tidak ingin ini jadi kehebohan baru lagi. PKI dalam Sidang Konstituante 1957 menetapkan dasar negara memang mendukung Pancasila, sementara partai-partai Islam memilih Islam sebagai dasar negara," kata Asvi kepada CNN Indonesia pada 30 September 2020.
Meski demikian, Sidang Konstituante berakhir buntu dan gagal menghasilkan keputusan karenavotingtidak memenuhi kuorum. Konstituante akhirnya dibubarkan Presiden Sukarno melalui Dekrit 5 Juli 1959, sekaligus menandai kembali berlakunya UUD 1945 dengan dasar negara Pancasila. "Tidak ada pihak yang mendapat jumlah suara dua pertiga dari keseluruhan," kata Asvi.
Senada dengan Asvi, sejarawan Satriono Priyo Utomo juga menyatakan bahwa PKI memang mendukung Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam Sidang Konstituante 1957. Penulis buku "Politik Dipa Nusantara" ini menjelaskan PKI mendukung dasar negara Pancasila sebagai strategi politik DN Aidit mendekati Sukarno dan sebagai langkah suksesi konsep Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (Nasakom).
"Jadi, representasi dari politik kompromistis yang kemudian dijalankan PKI, DN Aidit khususnya, bicaragrand designdari kampanye politiknya Bung Karno soal Nasakom," kata Satrio.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, koran dalam foto di atas tidak menerbitkan berita yang berjudul “Sudah Jadi Tabiat PKI Memutar Balikkan Fakta”. Foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto koran itu merupakantemplateyang kerap digunakan untuk membuat meme.
ZAINAL ISHAQ
Catatan redaksi: Artikel ini diubah di bagian pemeriksaan fakta untuk menambahkan sumber pada 2 September 2020 pukul 20.00 WIB. Redaksi mohon maaf.
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/pki
- https://twitter.com/MayaFarrell21/status/1311306423448420352
- https://bit.ly/3lj7pJ1
- https://m.photofunia.com/categories/all_effects/morning_news
- https://bit.ly/3irYGSB
- https://sejarahjakarta.com/2020/09/09/aidit-di-malam-30-september-1965/
- https://bit.ly/2EQjky6
- https://www.tempo.co/tag/dn-aidit
- https://www.tempo.co/tag/bung-karno
[SALAH] Pernyataan Hotman Paris Hutapea “Hati-hati saja keluarga Cendana d keluarga Cikeas, harta gono gini kalianlah jadi pertaruhannya. KPK Intelijen sudah dari 2014”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/10/2020
Berita
Akun Facebook Kopok mengunggah foto Hotman Paris Hutapea disertai kutipan pernyataan. Dalam kutipan tersebut menyatakan untuk hati-hati dengan keluarga Cendana dan Cikeas. Di akhir kutipan tersebut terdapat nama pengacara Hotman Paris Hutapea.
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Siap2 aj”
Narasi dalam gambar:
“Saya khawatir jika Pak Jokowi bila dipancing-pancing emosinya.
Hati-hati saja keluarga Cendana d
keluarga Cikeas, harta gono gini kalianlah jadi pertaruhannya. KPK
Intelijen sudah dari 2014
mengumpulkan data dan faktany
Yaaa tinggal menunggu perintah Presiden saja, langsung eksekusi tanah negara yang dikuasi merek Gawat itu, Saya sudah pasti bela Negara.
Hotman Paris”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Siap2 aj”
Narasi dalam gambar:
“Saya khawatir jika Pak Jokowi bila dipancing-pancing emosinya.
Hati-hati saja keluarga Cendana d
keluarga Cikeas, harta gono gini kalianlah jadi pertaruhannya. KPK
Intelijen sudah dari 2014
mengumpulkan data dan faktany
Yaaa tinggal menunggu perintah Presiden saja, langsung eksekusi tanah negara yang dikuasi merek Gawat itu, Saya sudah pasti bela Negara.
Hotman Paris”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, akun Instagram resmi milik Hotman Paris Hutapea (@hotmanparisofficial) membantah telah mengeluarkan pernyataan tersebut. “Ini berita Bohong! Tangkap para pelaku yg edarkan berita bohong ini!! Hotman tdk tau ttg selebaran ini,” tulis Hotman di akun Instagram resminya.
Kesimpulan
Melalui akun Instagram resminya (@hotmanparisofficial), Hotman Paris membantah telah mengeluarkan pernyataan mengenai keluarga Cendana dan Cikeas. “Ini berita Bohong! Tangkap para pelaku yg edarkan berita bohong ini!! Hotman tdk tau ttg selebaran ini,” tulis Hotman di akun Instagram resminya.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1302966053369260/
- https://turnbackhoax.id/2020/10/01/salah-pernyataan-hotman-paris-hutapea-hati-hati-saja-keluarga-cendana-d-keluarga-cikeas-harta-gono-gini-kalianlah-jadi-pertaruhannya-kpk-intelijen-sudah-dari-2014/
- https://www.instagram.com/p/CFvohDWFcIj/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ob33n0Ab-hotman-paris-minta-keluarga-cendana-dan-cikeas-berhati-hati-ini-faktanya
[SALAH] “menghilangkan virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman alkali diatas tingkat keasaman virus”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/10/2020
Berita
Akun Facebook Muhlisin Lombok Ntb mengunggah gambar laporan mengenai pH virus Corona atau Covid-19. Menyertai postingan tersebut, Akun Muhlisin menuliskan narasi yang menyatakan bahwa untuk menghilangkan virus ialah dengan mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman alkali di atas tingkat kesamaan virus.
Berikut kutipan narasinya:
“Media covid...Perhatikan bahwa pH virus corona bervariasi dari 5,5 hingga 8,5...karena itu, yang harus kita lakukan untuk menghilangkan virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman alkali diatas tingkat keasaman virus...”
covid dan PH
Alpukat PH 15,6
Perlu diingat bahwa pH virus corona berkisar antara 5,5 hingga 8,5.
Jadi yang harus kita lakukan untuk membasmi virus adalah makan lebih banyak makanan yang bersifat basa, di atas tingkat asam virus.
Sebagai
Berikut kutipan narasinya:
“Media covid...Perhatikan bahwa pH virus corona bervariasi dari 5,5 hingga 8,5...karena itu, yang harus kita lakukan untuk menghilangkan virus adalah mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman alkali diatas tingkat keasaman virus...”
covid dan PH
Alpukat PH 15,6
Perlu diingat bahwa pH virus corona berkisar antara 5,5 hingga 8,5.
Jadi yang harus kita lakukan untuk membasmi virus adalah makan lebih banyak makanan yang bersifat basa, di atas tingkat asam virus.
Sebagai
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut keliru dan sudah diperiksa faktanya pada artikel di turnbackhoax.id dengan judul [SALAH] “Untuk mengalahkan virus korona adalah mengambil lebih banyak makanan alkali yang berada di atas tingkat pH virus” yang tayang pada 3 April 2020.
Dilansir dari tempo.co, ahli virus Shaheed Jameel mengatakan bahwa virus tidak memiliki derajat keasaman atau pH. Oleh karena itu, pernyataan yang mengaitkan makanan yang diklaim memiliki pH tinggi dengan virus Corona Covid-19 tidak berdasar. "Virus tidak memiliki nilai pH. Tidak ada organisme hidup yang memiliki nilai pH," kata Shaheed.
Tanimola Akande, profesor kesehatan masyarakat Universitas Ilorin, Nigeria, virus Corona Covid-19 "tidak memiliki pH sendiri". Namun, virus Corona bertahan dengan baik di lingkungan dengan pH sekitar 6 dan tidak mampu bertahan pada pH di atas 8.
Oyewale Tomori, profesor virologi WHO, juga mengatakan bahwa klaim tentang pH pada virus Corona Covid-19 keliru. "Virus Corona tidak ada hubungannya dengan perut. Jadi, bagaimana 'makanan alkali', seperti lemon, jeruk nipis, alpukat, dan bawang putih, mengalahkan virus? Klaim ini harus diabaikan," ujarnya.
Dilansir dari tempo.co, ahli virus Shaheed Jameel mengatakan bahwa virus tidak memiliki derajat keasaman atau pH. Oleh karena itu, pernyataan yang mengaitkan makanan yang diklaim memiliki pH tinggi dengan virus Corona Covid-19 tidak berdasar. "Virus tidak memiliki nilai pH. Tidak ada organisme hidup yang memiliki nilai pH," kata Shaheed.
Tanimola Akande, profesor kesehatan masyarakat Universitas Ilorin, Nigeria, virus Corona Covid-19 "tidak memiliki pH sendiri". Namun, virus Corona bertahan dengan baik di lingkungan dengan pH sekitar 6 dan tidak mampu bertahan pada pH di atas 8.
Oyewale Tomori, profesor virologi WHO, juga mengatakan bahwa klaim tentang pH pada virus Corona Covid-19 keliru. "Virus Corona tidak ada hubungannya dengan perut. Jadi, bagaimana 'makanan alkali', seperti lemon, jeruk nipis, alpukat, dan bawang putih, mengalahkan virus? Klaim ini harus diabaikan," ujarnya.
Kesimpulan
Hoaks lama yang muncul kembali dan sudah diperiksa faktanya. Ahli virus Shaheed Jameel mengatakan bahwa virus tidak memiliki derajat keasaman atau pH. Oleh karena itu, pernyataan yang mengaitkan makanan yang diklaim memiliki pH tinggi dengan virus Corona Covid-19 tidak berdasar. "Virus tidak memiliki nilai pH. Tidak ada organisme hidup yang memiliki nilai pH," kata Shaheed.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1303039156695283/
- https://turnbackhoax.id/2020/10/01/salah-menghilangkan-virus-adalah-mengkonsumsi-lebih-banyak-makanan-dan-minuman-alkali-diatas-tingkat-keasaman-virus/
- https://turnbackhoax.id/2020/04/03/salah-untuk-mengalahkan-virus-korona-adalah-mengambil-lebih-banyak-makanan-alkali-yang-berada-di-atas-tingkat-ph-virus/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/715/fakta-atau-hoaks-benarkah-virus-corona-bisa-dibunuh-dengan-konsumsi-makanan-alkali
Halaman: 7336/8694



