[SALAH] Minum Minuman Energi Berlebihan Sebabkan Lubang Besar pada Tengkorak Kepala
Sumber: instagram.comTanggal publish: 15/09/2020
Berita
“Pria bernama Austin ini mempunyai lubang besar pada tengkorak kepalanya yang di sebabkan karena mengkonsumsi minuman energi yang berlebihan.”
Hasil Cek Fakta
Akun Instagram WOW DUNIA (@wow.dunia) mengunggah foto dengan disertai narasi yang menginformasikan bahwa di tengkorak kepala seorang pria bernama Austin terdapat lubang besar akibat mengkonsumsi minuman energi secara berlebihan pada 14 Agustus 2020. Unggahan tersebut telah disukai sebanyak 72,232 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi mengenai minum minuman energi secara berlebihan menyebabkan lubang besar pada tengkorak kepala tidak tepat. Mengutip dari hasil periksa fakta Snopes, dijelaskan bahwa terdapat pula klaim terkait minuman energi menyebabkan pendarahan otak yang kemungkinan besar berasal dari efek kafein pada tekanan darah. Namun, penelitian lebih lanjut telah menghasilkan informasi yang bertentangan mengenai kemungkinan kejadian tersebut dapat terjadi.
Selain itu, tidak ada pernyataan dari dokter yang memverifikasi bahwa minum minuman energi berlebihan sebabkan lubang pada tengkorak kepala ataupun masuk akal secara medis.
Dengan demikian, unggahan akun Instagram WOW DUNIA (@wow.dunia) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena tidak ada pernyataan resmi secara ilmiah dan medis apakah kejadian tersebut terjadi disebabkan meminum minuman energi secara berlebihan atau tidak.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi mengenai minum minuman energi secara berlebihan menyebabkan lubang besar pada tengkorak kepala tidak tepat. Mengutip dari hasil periksa fakta Snopes, dijelaskan bahwa terdapat pula klaim terkait minuman energi menyebabkan pendarahan otak yang kemungkinan besar berasal dari efek kafein pada tekanan darah. Namun, penelitian lebih lanjut telah menghasilkan informasi yang bertentangan mengenai kemungkinan kejadian tersebut dapat terjadi.
Selain itu, tidak ada pernyataan dari dokter yang memverifikasi bahwa minum minuman energi berlebihan sebabkan lubang pada tengkorak kepala ataupun masuk akal secara medis.
Dengan demikian, unggahan akun Instagram WOW DUNIA (@wow.dunia) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena tidak ada pernyataan resmi secara ilmiah dan medis apakah kejadian tersebut terjadi disebabkan meminum minuman energi secara berlebihan atau tidak.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Informasi yang tidak tepat. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi secara ilmiah dan medis apakah kejadian tersebut terjadi disebabkan meminum minuman energi secara berlebihan atau tidak.
Informasi yang tidak tepat. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi secara ilmiah dan medis apakah kejadian tersebut terjadi disebabkan meminum minuman energi secara berlebihan atau tidak.
Rujukan
[SALAH] Selama Covid19 Ada, Tidak ada Orang Gila Yang Kena Covid19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/09/2020
Berita
“Vaksin yang ampuh darahnya orang gila,
Selama covid19 ada orang gila smp sekarang tdk pernah kena covid19.”
Selama covid19 ada orang gila smp sekarang tdk pernah kena covid19.”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun facebook bernama Shiwa mengunggah status berisi klaim yang menyebutkan bahwa vaksin yang ampuh adalah darahnya orang gila. Sebab, selama pandemi ada sampai sekarang tidak perna ada orang gila yang terkena covid-19.
Berdasarkan penelusuruan, dilansir dari pemberitaan detik.com pada 12/06/2020, terdapat 7 orang gangguang jiwa yang terdeteksi positif corona di Jatim. Dirut RSJ Menur dr M Hafidin Ilham di Surabaya mengatakan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjadi pasien positif COVID-19 di Jawa Timur hingga hari ini ada 7. Pasien ODGJ dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur.
Sementara itu, dilansir dari indopolitika.com, Seorang perempuan paruh baya berusia 54 tahun yang memiliki gangguan jiwa yang berstatus positif corona atau covid-19 sempat melarikan diri dari rumah, saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2020).
Pasien tersebut kabur diduga bosan karena seminggu terus menerus di dalam rumah. Warga sekitar sudah mengetahui yang bersangkutan positif terinfeksi corona, sehingga bisa dipastikan dia tak melakukan kontak dekat dengan warga sekitar.
Berita lainnya dilansir dari iniriau.com, Dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kampar, Riau pada senin, 20 juli 2020.
“Dari 15 kasus baru di Riau hari ini, dua diantaranya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” kata Juru Bicara Percepatan Penanggulangan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (20/7/20).
Dua ODGJ positif Covid-19 ini menjadi pasien Covid-19 ke-286 dan ke-287. Ia menjelaskan, bahwa pasien kr-286 positif covid-19 di Riau adalah nyonya AN (53) yang merupakan warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.
Berdasarkan penelusuruan, dilansir dari pemberitaan detik.com pada 12/06/2020, terdapat 7 orang gangguang jiwa yang terdeteksi positif corona di Jatim. Dirut RSJ Menur dr M Hafidin Ilham di Surabaya mengatakan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjadi pasien positif COVID-19 di Jawa Timur hingga hari ini ada 7. Pasien ODGJ dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur.
Sementara itu, dilansir dari indopolitika.com, Seorang perempuan paruh baya berusia 54 tahun yang memiliki gangguan jiwa yang berstatus positif corona atau covid-19 sempat melarikan diri dari rumah, saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2020).
Pasien tersebut kabur diduga bosan karena seminggu terus menerus di dalam rumah. Warga sekitar sudah mengetahui yang bersangkutan positif terinfeksi corona, sehingga bisa dipastikan dia tak melakukan kontak dekat dengan warga sekitar.
Berita lainnya dilansir dari iniriau.com, Dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Kampar, Riau pada senin, 20 juli 2020.
“Dari 15 kasus baru di Riau hari ini, dua diantaranya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” kata Juru Bicara Percepatan Penanggulangan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (20/7/20).
Dua ODGJ positif Covid-19 ini menjadi pasien Covid-19 ke-286 dan ke-287. Ia menjelaskan, bahwa pasien kr-286 positif covid-19 di Riau adalah nyonya AN (53) yang merupakan warga Kabupaten Kampar dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.
Kesimpulan
Klaim bahwa selama pandemi tidak ada orang ganggguan jiwa yang terkena covid-19 adalah salah. Dari penelusuran beberapa pemberitaan media, terdapat orang dengan gangguan jiwa di beberapa daerah yang positif terinfeksi covid-19.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5051609/7-orang-gangguan-jiwa-positif-corona-di-jatim-bagaimana-mereka-tertular
- https://indopolitika.com/nih-bukti-orang-dengan-gangguan-jiwa-bisa-terinfeksi-corona-malah-sempat-kabur-saat-diperiksa/
- https://megapolitan.kompas.com/read/2020/04/01/08050511/4-fakta-pasien-positif-covid-19-yang-gangguan-jiwa-kabur-saat-diisolasi?page=all
- https://iniriau.com/berita/20506-Dua-Orang-Gila-di-Kampar-Positif-Covid-19.html
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Demi Sekolah Online Pria Ini Seberangkan Anaknya Lewat Sungai dengan Plastik?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/09/2020
Berita
Kolase foto seorang pria tengah memasukkan bocah laki-laki ke dalam kantong plastik dan menyeberangkan bocah laki-laki dengan pakaian yang berbeda melewati sebuah sungai beredar di media sosial. Kolase foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul "Karna Tak Punya HP Seorang Ayah Ini Sebrangkan Anak Nya di Sungai Agar Bisa Pinjam Hp Temen Nya Untuk Sekolah Online".
Arikel tersebut berasal dari situs Detikinfo.xyz. Di Facebook, artikel ini salah satunya dibagikan oleh akun Ozi pada 9 September 2020. Akun itu pun menulis narasi, "Jangan lupa bersyukur. Karna Tak Punya HP Seorang Ayah Ini Sebrangkan Anak Nya di Sungai Agar Bisa Pinjam Hp Temen Nya Untuk Sekolah Online."
Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah direspons lebih dari 5 ribu kali, dikomentari sebanyak 217 kali, dan dibagikan lebih dari 250 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ozi.
Apa benar pria dalam foto tersebut menyeberangkan anaknya melewati sebuah sungai dengan plastik agar bisa meminjam ponsel untuk sekolah daring?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto-foto tersebut dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, foto-foto tersebut telah beredar di internet sejak September 2018, jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebabkan masyarakat mesti bekerja dan bersekolah dari rumah secara online.
Foto-foto itu merupakan gambar tangkapan layar sebuah video milik media Vietnam, The Voice of Vietnam (VOV), pada 5 September 2018. Video ini pernah diunggah oleh situs media Tienphong dengan judul “Penampakan siswa Dien Bien yang membawa kantong plastik untuk melintasi sungai dan banjir demi ke sekolah”.
Video ini diberi keterangan sepanjang satu paragraf yang berbunyi, "Banyak siswa di desa Huoi Ha (Na Sang, Muong Cha, Dien Bien, Vietnam) harus membawa kantong plastik untuk orang dewasa yang akan menyeberangkan mereka melintasi sungai banjir dan hutan selama lebih dari 5 jam ke sekolah.”
Dilansir dari VOV, banyak siswa di desa Huoi Ha, Dien Bien, Vietnam, yang harus membawa kantong plastik dan meminta orang dewasa untuk mengantar mereka menyeberangi sungai banjir dan hutan dengan plastik tersebut. Hal ini dilakukan demi bersekolah yang jaraknya sekitar 15 kilometer, dengan waktu tempuh lebih dari 5 jam.
Huoi Ha adalah salah satu desa paling terpencil dan sulit di Komune Na Sang, Distrik Muong Cha, Provinsi Dien Bien, Vietnam. Desa tersebut dihuni oleh 75 rumah tangga dengan sekitar 500 penduduk. Karena musim banjir, permukaan air aliran Nam Chim naik, jembatan bambu tersapu, dan warga harus menggunakan rakit dengan tali yang direntangkan melintasi sungai untuk bepergian.
Bagi orang dewasa, bepergian dengan cara ini sangatlah sulit. Apalagi anak-anak, para siswa, yang mesti bersekolah. Lebih dari 50 siswa di desa itu harus membawa kantong plastik dan meminta orang dewasa untuk menyeret mereka menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah pada tahun ajaran baru 2018/2019. Meskipun ketakutan, hal itu mereka tempuh demi mencapai pendidikan yang tinggi dan keluar dari kemiskinan.
Penduduk pria yang masih kuat dan pandai berenang diberi tugas menyeberangkan para siswa ini. Kesalahan kecil saja bisa membuat mereka tersapu oleh arus air yang deras. Mata yang cemas selalu mengikuti setiap kantong itu dibawa melintasi sungai. Setiap kali seorang siswa pergi ke sekolah, seluruh desa akan berkumpul untuk mendukung pria yang membawa siswa tersebut menyeberangi sungai.
Dilansir dari stasiun televisi Vietnam Bac Giang TV, Ketua Komune Na Sang, Vang A Po, mengatakan bahwa memang banyak siswa di Desa Huoi Ha yang harus pergi ke sekolah dengan kantong plastik. Saat ini, terdapat sekitar 40 siswa kelas 2, 4, dan 5 di Desa Huoi Ha yang bersekolah di pusat Komune Na Sang, yang berjarak sekitar 17 kilometer dari desa tersebut.
Para siswa tinggal di asrama, namun mereka pulang setiap akhir pekan. Jalan dari Desa Huoi Ha ke pusat Komune Na Sang bisa diakses dengan motor. Tapi, pada musim hujan, jalan yang masih berupa tanah ini hanya selebar 1 meter sehingga sulit dilalui. Setidaknya, butuh waktu sekitar 5 jam untuk berjalan kaki melewati lereng yang licin.
Untuk mencapai pusat komune, para siswa itu pun harus melalui sungai Nam Chim dengan lebar lebih dari 20 meter. Ketika musim kemarau, terdapat jembatan dari kayu dan batu untuk memudahkan perjalanan. Namun, saat musim hujan (Juni-Oktober), jembatan itu hanyut sehingga para siswa harus menggunakan rakit atau diseberangkan dengan kantong plastik.
“Kita sudah sering menyerukan bahayanya menyeberangi sungai dengan kantong plastik. Namun, sebenarnya tidak ada jalan lain karena anak-anak itu belum bisa berenang. Rakit tersapu karena sungai mengalir deras. Ada kasus anak-anak tenggelam saat menyeberangi sungai dengan menunggang kerbau dan berenang. Seorang pejabat distrik yang memakai rakit terguling sehingga menimbulkan luka-luka," kata Vang A Po.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto seorang pria yang menyeberangkan anaknya melewati sebuah sungai dengan plastik agar bisa meminjam ponsel untuk sekolah daring, menyesatkan. Foto itu diambil pada 2018, jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebabkan masyarakat mesti bekerja dan bersekolah dari rumah secara online. Foto tersebut memperlihatkan para siswa di Desa Huoi Ha, Dien Bien, Vietnam, yang membawa kantong plastik untuk orang dewasa yang akan menyeberangkan mereka melintasi sungai untuk pergi ke sekolah.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://archive.ph/1rWmv#selection-1091.0-1103.117
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.tienphong.vn/video-clip/can-canh-hoc-sinh-dien-bien-chui-tui-nilon-vuot-suoi-lu-toi-truong-1320560.tpo
- https://bit.ly/33pCRhg
- https://www.tempo.co/tag/vietnam
- http://www.bacgiangtv.vn/tin-tuc/11/64989/hoc-sinh-chui-tui-nilon-vuot-lu-toi-truong-gay-xuc-dong-manh
- https://www.tempo.co/tag/sekolah-daring
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Wamenlu Sebut WNA Juga Dilarang Masuk Kecuali TKA Cina Saat Pandemi Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/09/2020
Berita
Gambar tangkapan layar sebuah judul artikel yang berbunyi "Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona, Kecuali TKA China" beredar di Facebook. Gambar ini beredar tak lama setelah munculnya pemberitaan bahwa sedikitnya 59 negara melarang warga Indonesia masuk ke negaranya karena tingginya kasus Covid-19 di Tanah Air.
Dalam gambar itu, terdapat logo situs Gelora.co serta teks yang berisi tanggal artikel tersebut dimuat, yakni "9 September 2020". Di bawah judul, terdapat pula sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah pria Tionghoa sedang duduk di sebuah ruang tunggu. Salah satu akun yang membagikan gambar tangkapan layar itu adalah akun Jamal, yakni pada 12 September 2020.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Jamal.
Apa benar Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan bahwa RI juga melarang WNA masuk ke Indonesia saat pandemi Covid-19 kecuali TKA Cina?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memasukkan kata kunci “Wamenlu RI juga larang WNA masuk saat Corona kecuali TKA China site:Gelora.co” di mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan artikel dengan judul tersebut di situs itu.
Tempo pun mengubah kata kunci menjadi "Wamenlu RI juga larang WNA masuk saat Corona site:Gelora.co", dan ditemukan bahwa artikel asli di situs Gelora.co berjudul "Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona", tanpa kata-kata "Kecuali TKA China".
Hal ini terlihat dari kesamaan tanggal dimuatnya artikel itu, yakni 9 September 2020, serta foto yang digunakan dalam artikel tersebut. Foto dalam artikel itu juga merupakan foto yang memperlihatkan sejumlah pria Tionghoa sedang duduk di sebuah ruang tunggu.
Artikel di situs Gelora.co itu sama dengan berita yang dimuat oleh situs Detik.com pada 9 September 2020. Judul berita Detik.com pun sama, yakni "Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona". Bedanya, foto yang digunakan Detik.com adalah foto Wamenlu Mahendra Siregar dan foto Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu Judha Nugraha.
Dalam berita tersebut, tidak ditemukan pula pernyataan Mahendra bahwa Indonesia juga melarang WNA masuk saat pandemi Covid-19 kecuali TKA Cina. Dalam berita itu, Mahendra menuturkan bahwa Indonesia juga melarang kedatangan WNA selama pandemi Covid-19 ketika sejumlah negara melarang WNI masuk ke negaranya.
Mahendra menganggap wajar pelarangan WNI untuk masuk negara lain di masa pandemi Covid-19. "Saya menanggapinya dalam konteks bahwa kondisi itu wajar saja, karena Indonesia sendiri juga melarang seluruh warga asing masuk ke Indonesia, tidak terbatas dari negara mana pun," katanya.
Menurut Mahendra, kebijakan pelarangan WNA untuk masuk ke Indonesia telah diterapkan sejak April 2020. "Kalau negara lain menerapkan hal yang sama, pertama, saya tidak menghitung satu per satu, kedua, saya menganggap hal yang wajar karena Indonesia pun memberlakukan hal yang serupa dalam kondisi pandemi ini, dan tidak ada yang istimewa, biasa saja," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Direktur PWNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha mengatakan kebijakan suatu negara yang melarang warga negara lain masuk tidak secara khusus ditujukan ke Indonesia. Di masa pandemi ini, menurut dia, sejumlah negara menerapkan kebijakannya masing-masing guna mencegah penyebaran Covid-19.
"Kebijakan tersebut pada dasarnya diterapkan untuk melarang warga negara asing masuk ke wilayah nasionalnya. Jadi, tidak ditujukan khusus kepada Indonesia," ujar Judha. "Dalam konteks ini, kita pahami bahwa tingkat penyebaran Covid-19 di dunia ini saat ini sudah lebih dari 2,7 juta sehingga masing-masing negara menerapkan kebijakan untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.
Berdasarkan arsip berita Tempo, sedikitnya 59 negara melarang warga negara Indonesia datang ke negaranya. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus Covid-19 di Tanah Air. Hingga 7 September 2020, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 196.989 orang, dengan 8.130 pasien meninggal. Adapun jumlah pasien sembuh mencapai 140.652 orang.
Seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 5 September 2020, salah satu negara yang membatasi kunjungan WNI adalah Malaysia. Larangan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada 1 September 2020 dan berlaku mulai 7 September 2020. Selain dari Indonesia, Malaysia juga membatasi kunjungan dari Filipina dan India. Pemerintah setempat menilai kasus positif Covid-19 di tiga negara ini meningkat tajam.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menganggap larangan tersebut adalah hak pemerintah setempat. Retno mengatakan pemerintah juga menerapkan kebijakan serupa, yaitu membatasi akses masuk secara umum bagi WNA demi mencegah penularan Covid-19. "Kami juga mengimbau WNI tidak melakukan perjalanan ke luar negeri kecuali kebutuhan mendesak," katanya dalam wawancara khusus dengan Tempo pada 4 September 2020.
Negara lain yang membatasi kunjungan dari Indonesia antara lain Hungaria, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan. Duta Besar Indonesia untuk Hungaria Abdurachman Hudiono Dimas Wahab mengatakan larangan tersebut sempat dilonggarkan pada Agustus 2020 lalu dengan syarat pendatang melakukan dua kali tes PCR. Namun, mulai September 2020, larangan tersebut kembali diperketat.
Terkait foto artikel
Foto yang dimuat oleh Gelora.co dalam artikelnya yang berjudul "Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona", yang memperlihatkan sejumlah pria Tionghoa sedang duduk di sebuah ruang tunggu, tidak sesuai dengan judul serta isi artikel.
Foto tersebut pernah dimuat oleh kantor berita Antara dalam beritanya yang berjudul "Imigrasi: 51 pekerja Tiongkok legal di Aceh" pada 21 Januari 2019. Menurut keterangannya, foto itu merupakan foto TKA asal Tiongkok yang didokumentasikan oleh Dinas Tenaga Kerja.
Dilansir dari Antara, pada awal 2019, ditemukan 51 TKA Cina yang bekerja di PT Shandong Licun Power Plant Technology, pihak ketiga yang ditunjuk oleh PT Lafarge Cement Indonesia Lhok Nga, Aceh Besar, yang bergerak di bidang konstruksi. Namun, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menyatakan 51 TKA Cina itu legal dan tidak melanggar ketentuan hukum.
"Secara keimigrasian, mereka itu legal di Aceh dan mereka semua pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas atau KITAS. Dari awal sampai pemberangkatan pekerja asing itu ke Jakarta, mereka (Disnaker Mobduk Aceh) tidak ada koordinasi dengan Imigrasi," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Irawan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Wamenlu mengatakan RI juga melarang WNA masuk ke Indonesia saat pandemi Covid-19 kecuali TKA Cina, keliru. Klaim itu berasal dari judul artikel yang telah disunting. Judul aslinya berbunyi “Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona”.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://archive.ph/r7VMy
- https://www.gelora.co/2020/09/sejumlah-negara-tak-izinkan-wni-datang.html
- https://news.detik.com/berita/d-5166286/sejumlah-negara-tak-izinkan-wni-datang-wamenlu-ri-juga-larang-wna-masuk-saat-corona
- https://www.tempo.co/tag/wna
- https://www.tempo.co/tag/kemenlu
- https://bit.ly/2DWMknp
- https://aceh.antaranews.com/berita/53902/imigrasi-51-pekerja-tiongkok-legal-di-aceh
- https://www.tempo.co/tag/tka-cina
Halaman: 7377/8695



