• [SALAH] “Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona, kecuali TKA China”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/09/2020

    Berita

    Akun Reyna Shasmeca (fb.com/kyara.svt) mengunggah sebuah gambar dengan narasi “Kecuali sesama Komunis…”

    Di gambar yang diunggah, terdapat judul artikel “Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona, kecuali TKA China”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya artikel berjudul “Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona, kecuali TKA China” adalah klaim yang salah.

    Faktanya, judul di gambar itu adalah judul hasil editan atau suntingan. Judul asli atikel itu hanya “Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona” tanpa disertai “kecuali TKA China”.

    Dilansir dari Jawa Pos dan Liputan6, artikel di situs GeloraNews itu sama persis dengan yang diunggah situs berita news.detik.com pada Rabu (9/9). Dalam penjelasannya, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar telah mengingatkan Indonesia untuk melarang kedatangan warga negara asing (WNA) selama pandemi virus korona.

    Dia menganggap pelarangan WNI masuk negara asing wajar dilakukan di masa pandemi Covid-19. ”Tapi, saya menanggapinya dalam konteks bahwa kondisi itu wajar saja karena Indonesia sendiri juga melarang seluruh warga asing masuk ke Indonesia. Tidak terbatas dari negara mana pun,” jelasnya.

    Sementara itu, foto tanpa keterangan yang diunggah situs Gelora tersebut juga tidak sesuai dengan isi pemberitaan. Foto puluhan TKA Tiongkok yang tidak mengenakan masker itu ada sejak 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. Jawa Pos menemukan foto tersebut diunggah aceh.antaranews.com pada 21 Januari 2019 dengan judul Imigrasi: 51 pekerja Tiongkok legal di Aceh.

    Saat itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menyatakan bahwa 51 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Lafarge Cement Indonesia Lhok Nga, Aceh Besar, legal dan tidak melanggar ketentuan hukum di Indonesia.

    Kesimpulan

    Judul editan / suntingan. Judul asli atikel itu hanya “Sejumlah Negara Tak Izinkan WNI Datang, Wamenlu: RI Juga Larang WNA Masuk Saat Corona” tanpa disertai “kecuali TKA China”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “Dalam Lingkaran merah JACK MA Saat Masih Kecil”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/09/2020

    Berita

    Akun Edyk T S (fb.com/edyks3) mengunggah beberapa gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “Anak kecil yang dilingkari ini dari keluarga miskin. Saat melamar kerja di rest siap saji dari 24 pelamar, 23 diterima kerja dan dia sendiri tidak diterima. Waktu terus berjalan, Jack Ma dengan modal pinjaman mendirikan Market Placed Alibaba. Saat ini Perusahaan Yang didirikan anak kecil yg dilingkari ini memiliki Aset Rp.7.300.000.000.000,00 (Tujuh Ribu Tiga Ratus Trilyun). TUHAN Berkuasa Meninggikan dan Merendahkan derajat manusia. Apapun yang ditanam manusia itu yang akan dituai. #jackma #alibaba @jackma @alibaba”

    Di salah satu gambar, terdapat narasi “Dalam Lingkaran merah JACK MA Saat Masih Kecil. Tidak ada yg menduga saat itu Jack Ma akan menjadi Salah Satu Orang Terkaya di Dunia”

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, bukan Jack Ma. Anak di foto itu bernama Fan Xiaoqin, berusia 8 tahun, dan tinggal di daerah Yongfeng, Provinsi Jiangxi, Tiongkok dan tidak ada sangkut pautnya dengan pendiri Alibaba itu.

    Dilansir dari AFP, foto yang sama pernah dimuat di dalam laporan tanggal 14 November 2016 oleh China Daily, koran berbahasa Inggris yang dimiliki pemerintah Tiongkok. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, judul laporan berita berbahasa Inggris itu adalah: “Pendiri Alibaba akan mendukung ‘Jack Ma kecil’ hingga tamat kuliah.”

    Paragraf pertama dan kedua berita itu berbunyi: “Seorang anak yang mirip Jack Ma telah menarik simpati pendiri Alibaba Group, Jack Ma yang asli. Fan Xiaoqin, atau ‘Jack Ma kecil’, berusia 8 tahun dan tinggal di daerah Yongfeng, Provinsi Jiangxi di timur Tiongkok. Kondisi keluarganya memprihatinkan karena ibunya menderita Poliomielitis, ayahnya kehilangan kaki dan neneknya menderita penyakit Alzheimer, seperti dilansir jxnews.com.cn pada tanggal 12 November.”

    Namun, menurut laporan BBC tanggal 27 November 2016, Alibaba Group sempat membantah klaim tentang donasi Ma untuk membiayai pendidikan anak kecil tersebut. Pernyataan itu muncul sebagai respons atas pertanyaan wartawan.

    Seperti dikutip BBC, perusahaan itu mengatakan: “Semua pemberitaan tentang Jack Ma kecil jangan dianggap sebagai lelucon … membiayai pendidikan satu anak adalah perkara mudah, namun untuk membantu jutaan anak-anak miskin, diperlukan lebih banyak sumber daya.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rumah DP 0% DKI Jakarta dengan Foto Peti Mati

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/09/2020

    Berita

    Laman Facebook bernama “Tetap Jokowi 2019” mengunggah status pada tanggal 10/9/2020 berupa gambar pekerja membuat peti dengan narasi rumah DP 0% DKI Jakarta bukan sekedar janji.

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, diketahui foto tersebut adalah proses pembuatan peti mati yang ada di Bogor. Dilansir dari kompas.com, seorang pengusaha dekorasi pernikahan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat bernama Ranky Safitri beralih profesi menjadi pembuat peti jenazah. Hal itu dilakukan untuk dapat bertahan hidup dan tetap dapat menggaji karyawan di tengah pandemi.

    Pada pemberitaan tribunnews.com diperlihatkan rekaman pembuatan peti mati tersebut. Dalam video yang diunggah pada 04/5/2020 itu dijelaskan jika pembuatan peti berlokasi di lahan bekas pencucian mobil dan pemilik usaha belajar membuat peti dari internet.

    Sementara itu dilansir dari website resmi rumah DP 0 Rupiah Jakarta, samawa.jakarta.go.id disebutkan pembangunan proyek tersebut berupa rusun (rumah susun) ‘SAMAWA’ yang bertempat di Klapa Village, Duren Sawit, Jakarta Timur. Proyek ini telah dibuka dari tahun 2019 lalu dan menurut kontan.co.id sudah ada 168 unit terjual di awal bulan Juli 2020. Dari penelusuran di atas, status tersebut masuk kategori Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Siswi Menulis Kalimat Berbahasa Indonesia di Papan Tulis

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/09/2020

    Berita

    Akun Facebook Kenanga Vadis Pinso mengunggah foto pada grup Facebook MANUSIA MERDEKA. Di dalam foto yang diunggah pada 8 September itu, terdapat seorang siswi yang sedang menulis kalimat berbahasa Indonesia di papan tulis menggunakan kapur.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan foto hasil suntingan/editan. Ditemukan foto asli dari unggahan tersebut di beberapa situs penyedia stok fotografi. Foto asli unggahan itu merujuk pada foto siswi sekolah asal Laos yang sedang menggambar di papan tulis menggunakan kapur.

    Dengan demikian, foto unggahan yang diunggah oleh akun Facebook Kenangan Vadis Pinso pada grup Facebook MANUSIA MERDEKA dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi karena foto tersebut telah melalui proses penyuntingan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini