Akun Facebook Sam Budi membagikan gambar yang berisikan tangkapan layar pemberitaan dengan judul Ini “Dosa-Dosa Jokowi di Mata Ridwan Saidi disandingan dengan foto Ridwan Saidi mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Dalam gambar tersebut terdapat narasi “SIBUK MENGHITUNG DOSA PAK JOKOWI, MALAH DIBALAS DENGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN. ITULAH AKHLAK SEORANG PRESIDEN JOKOWI.”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Di taruh mana muka Ridwan saidi 🤣🤣🤣”
Narasi pada gambar:
“Pak Jokowi hanya mempraktekkan ajaran yang beliau anut, “Balaslah keburukan dengan kebaikan.””
“SIBUK MENGHITUNG DOSA PAK JOKOWI, MALAH DIBALAS DENGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN. ITULAH AKHLAK SEORANG PRESIDEN JOKOWI”
[SALAH] “Di taruh mana muka Ridwan saidi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/09/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto Ridwan Saidi mendapat penghargaan dalam gambar tersebut hasil suntingan dari dua foto yang berasal dari antarafoto.com. Foto pertama ialah foto Ketua Mahkamah Agung periode 2009-2012 Harifin Andi Tumpa mendapatkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama di Istana Negara Jakarta, Kamis 15 Agustus 2019. Foto tersebut merupakan karya fotografi dari Wahyu Putro A dari antarafoto.
Lalu, foto kedua ialah foto Ridwan Saidi saat menghadiri Diskusi Polemik bertajuk Kata Survey, Partai Islam Melorot, di Jakarta, Sabtu pada 20 Oktober 2012. Foto tersebut merupakan hasil karya Rosa Panggabean dari antarafoto.
Melalui penelusuran lebih lanjut, penghargaan yang pernah diraih oleh Ridwan Saidi kisaran tahun 1971 hingga terakhir 2008. Berikut beberapa penghargaan kepada Ridwan Saidi yang dilansir dari merdeka.com:
[…] Karya Penerbitan:
Golkar Pascapemilu 1992, 1993
Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, 1996
Profil Orang Betawi: Asal muasal, kebudayaan, dan adat istiadatnya, 1997
Status Piagam Jakarta: Tinjauan hukum dan sejarah, 2007
Fakta dan Data Yahudi di Indonesia, 2008
Kegiatan Lain:
White House Conference on Youth, Colorado, Amerika Serikat, 1971
Australia-Indonesia Dialogue, Canberra, Australia, 1981
International Parliament Union Conference, Manila, Filipina, 1982
ASEAN Parliament Conference, Singapura, 1983
Muktamar Rakyat Islam se-Dunia, Irak, 1993
Babylonian Cultural Festival, Irak, 1994 […]
Lalu, foto kedua ialah foto Ridwan Saidi saat menghadiri Diskusi Polemik bertajuk Kata Survey, Partai Islam Melorot, di Jakarta, Sabtu pada 20 Oktober 2012. Foto tersebut merupakan hasil karya Rosa Panggabean dari antarafoto.
Melalui penelusuran lebih lanjut, penghargaan yang pernah diraih oleh Ridwan Saidi kisaran tahun 1971 hingga terakhir 2008. Berikut beberapa penghargaan kepada Ridwan Saidi yang dilansir dari merdeka.com:
[…] Karya Penerbitan:
Golkar Pascapemilu 1992, 1993
Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, 1996
Profil Orang Betawi: Asal muasal, kebudayaan, dan adat istiadatnya, 1997
Status Piagam Jakarta: Tinjauan hukum dan sejarah, 2007
Fakta dan Data Yahudi di Indonesia, 2008
Kegiatan Lain:
White House Conference on Youth, Colorado, Amerika Serikat, 1971
Australia-Indonesia Dialogue, Canberra, Australia, 1981
International Parliament Union Conference, Manila, Filipina, 1982
ASEAN Parliament Conference, Singapura, 1983
Muktamar Rakyat Islam se-Dunia, Irak, 1993
Babylonian Cultural Festival, Irak, 1994 […]
Kesimpulan
Foto Ridwan Saidi menerima penghargaan merupakan hasil suntingan dari dua foto dari antarafoto, yakni foto Pemberian Penghargaan Kepada Ketua Mahkamah Agung Periode 2009-2012 Harifin Andi Tumpa pada 15 Agustus 2019 dan foto Ridwan Saidi dalam diskusi “Kata Survey, Partai Islam Melorot pada 20 Oktober 2012. Adapun, penghargaan yang pernah diterima oleh Ridwan Saidi ialah pada kisaran tahun 1971 dan terakhir 2008.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1279392082393324/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/05/salah-di-taruh-mana-muka-ridwan-saidi/
- https://www.antarafoto.com/seni-budaya/v1565857206/penganugerahan-tanda-gelar-kehormatan
- https://www.antarafoto.com/mudik/v1350712201/ridwan-saidi
- https://www.merdeka.com/ridwan-saidi/profil/
[SALAH] Tangkapan Layar “Tentara Merah RRC Berkamuflase Jadi Banser”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/09/2020
Berita
Akun Facebook Anto Lay mengunggah tangkapan layar kartu anggota Banser atas nama Lie Tjin Kiong klaim mengenai tentara merah RRC berkamuflase menjadi Banser dan Ansor. Menyertai unggahan itu, Anto menuliskan narasi “yang perlu tuk di waspadai.”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“yang perlu tuk di waspadai”
Narasi pada gambar:
“TENTARA MERAH RRC..
BERKAMUFLASE JADI BANSER dan ANSOR..
SASARANNYA mengadu domba unat ISLAM..
WASPADA...
INI BERITA FIX dan bisa DI PERTANGGUNG JAWABKAN..”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“yang perlu tuk di waspadai”
Narasi pada gambar:
“TENTARA MERAH RRC..
BERKAMUFLASE JADI BANSER dan ANSOR..
SASARANNYA mengadu domba unat ISLAM..
WASPADA...
INI BERITA FIX dan bisa DI PERTANGGUNG JAWABKAN..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isu tentara merah RRC berkamuflase menjadi Banser dan Ansor sudah terklarifikasi pada artikel periksa fakta berjudul [SALAH] “Tentara Merah RRC Berkamuflase Jadi Banser” yang tayang di turnbackhoax.id pada 17 September 2018.
Dilansir dari nu.or.id (4 Mei 2017), Ketua PW GP Ansor Jatim H Rudi Triwahid meluruskan seputar hoax yang menyebar luas di dunia maya itu. Ia membenarkan isi KTA Lie Tjin Kiong namun membantah bahwa Lie adalah non-Muslim. “Benar KTA itu. Dia seorang mualaf. Dia ikut Diklatsar Banser pada tahun 2001. Siapa pun boleh menjadi anggota Banser,” katanya.
Kepala Satkorwil Banser Jatim Gus Abid Umar menegaskan, Lie Tjin Kiong ini merupakan salah seorang pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah mengikuti Diklatsar Banser. “KTA memang benar diteken oleh Kasatkorwil Banser Jatim yang lama, dr Umar Usman. Banser juga punya yang Londho. Tapi mereka beragama Islam,” jelasnya.
Dilansir dari nu.or.id (4 Mei 2017), Ketua PW GP Ansor Jatim H Rudi Triwahid meluruskan seputar hoax yang menyebar luas di dunia maya itu. Ia membenarkan isi KTA Lie Tjin Kiong namun membantah bahwa Lie adalah non-Muslim. “Benar KTA itu. Dia seorang mualaf. Dia ikut Diklatsar Banser pada tahun 2001. Siapa pun boleh menjadi anggota Banser,” katanya.
Kepala Satkorwil Banser Jatim Gus Abid Umar menegaskan, Lie Tjin Kiong ini merupakan salah seorang pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah mengikuti Diklatsar Banser. “KTA memang benar diteken oleh Kasatkorwil Banser Jatim yang lama, dr Umar Usman. Banser juga punya yang Londho. Tapi mereka beragama Islam,” jelasnya.
Kesimpulan
Isu lama yang sudah terklarifikasi pada tahun 2017 dan 2018. Kepala Satkorwil Banser Jatim Gus Abid Umar menegaskan, Lie Tjin Kiong ini merupakan salah seorang pengurus Masjid Cheng Ho Surabaya yang telah mengikuti Diklatsar Banser.”
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1279486962383836/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/06/salah-tangkapan-layar-tentara-merah-rrc-berkamuflase-jadi-banser/
- https://turnbackhoax.id/2018/09/17/salah-tentara-merah-rrc-berkamuflase-jadi-banser/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4348681/cek-fakta-tidak-benar-tentara-merah-rrc-berkamuflase-jadi-banser
- https://www.nu.or.id/post/read/77659/heboh-hoax-non-muslim-tionghoa-jadi-anggota-banser
[SALAH] Covid-19 Singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/09/2020
Berita
Akun Facebook Adrienne Onepancook Holmes mengunggah konten dengan klaim narasi yang menyebutkan bahwa nama Covid-19 merupakan singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence. Unggahan tersebut disertai video seorang dokter menjelaskan mengenai argumentasi tersebut.
Berikut kutipan narasinya:
“🚨*CATCH THIS WHILE YOU CAN, SAVE AND REPOST, TRANSLATE TO OTHER LANGUAGES AND SHARE WITH YOUR FRIENDS/ FAMILY AROUND THE WORLD‼️*🚨
🚨Wow! It was right under our noses the whole time 😵😡🚨
COVID-19 does NOT mean Coronavirus‼️ It means:
Certificate
Of
Vaccination
ID (Identification) [ with artificial intelligence, per report ]
-19 = The year it was created
Lord, bless this physician, watch over him, and keep him in perfect peace, knowing he has done the right thing to warn the people, in Jesus’ name, amen ✝️
🙏🏽🔥❤️✝️❤️🔥🙏🏽
👑👑👑”
Berikut kutipan narasinya:
“🚨*CATCH THIS WHILE YOU CAN, SAVE AND REPOST, TRANSLATE TO OTHER LANGUAGES AND SHARE WITH YOUR FRIENDS/ FAMILY AROUND THE WORLD‼️*🚨
🚨Wow! It was right under our noses the whole time 😵😡🚨
COVID-19 does NOT mean Coronavirus‼️ It means:
Certificate
Of
Vaccination
ID (Identification) [ with artificial intelligence, per report ]
-19 = The year it was created
Lord, bless this physician, watch over him, and keep him in perfect peace, knowing he has done the right thing to warn the people, in Jesus’ name, amen ✝️
🙏🏽🔥❤️✝️❤️🔥🙏🏽
👑👑👑”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari kompas.com, pihak WHO sudah pernah menjelaskan mengenai penamaan virus Corona yang menjadi pendemi saat ini menjadi Covid-19 pada bulan Februari 2020.
Hal itu diketahui dari akun Twitter WHO (@WHO) yang menyematkan video media briefing yang dilakukan oleh Director-General WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros menjelaskan bahwa nama resmi untuk virus corona adalah Covid-19. "CO" merujuk pada corona, "VI" merujuk pada virus, dan "D" merujuk pada disease atau penyakit.
"Di bawah pedoman yang disepakati antara WHO, World Organisation for Animal Health, dan Food and Agriculture Organization of the United Nations, kami harus menemukan sebuah nama yang tidak merujuk pada lokasi geografis, hewan, individu atau kelompok orang, dan nama yang bisa diucapkan dan berhubungan dengan penyakit," kata Tedros.
Sebelum istilah Covid-19 dipublikasikan, penyakit virus corona dinamakan 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.
Hal itu diketahui dari akun Twitter WHO (@WHO) yang menyematkan video media briefing yang dilakukan oleh Director-General WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros menjelaskan bahwa nama resmi untuk virus corona adalah Covid-19. "CO" merujuk pada corona, "VI" merujuk pada virus, dan "D" merujuk pada disease atau penyakit.
"Di bawah pedoman yang disepakati antara WHO, World Organisation for Animal Health, dan Food and Agriculture Organization of the United Nations, kami harus menemukan sebuah nama yang tidak merujuk pada lokasi geografis, hewan, individu atau kelompok orang, dan nama yang bisa diucapkan dan berhubungan dengan penyakit," kata Tedros.
Sebelum istilah Covid-19 dipublikasikan, penyakit virus corona dinamakan 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV.
Kesimpulan
Klaim perihal Covid-19 singkatan dari Certificate of Vaccination Identification with Artificial Intelligence tidak benar. Director-General WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan bahwa nama resmi untuk virus corona adalah Covid-19. "CO" merujuk pada corona, "VI" merujuk pada virus, dan "D" merujuk pada disease atau penyakit.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1279555135710352/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/06/salah-covid-19-singkatan-dari-certificate-of-vaccination-identification-with-artificial-intelligence/
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/05/195225765/hoaks-covid-19-disebut-singkatan-dari-certificate-of-vaccination?page=all
- https://twitter.com/WHO/status/1227246758196998145
- https://www.politifact.com/factchecks/2020/sep/02/viral-image/covid-19-still-stands-coronavirus-disease-2019/
- https://apnews.com/afs:Content:8953510561
- https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-covid-name-abbreviation/false-claim-covid-19-stands-for-certification-of-vaccination-identification-by-artificial-intelligence-idUSKCN2262AS
- https://infotagion.com/factcheck-does-covid-19-stand-for-certificate-of-vaccination-identification-by-artificial-intelligence/
[SALAH] Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/09/2020
Berita
Akun Facebook Ara Sukara Li memposting gambar tangkapan foto dengan judul “Disindir Hanya Hafal Juz Amma, Akhirnya Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda.” Konten tersebut disertai narasi “Pantesan saja makin gemblung, belajar ngajinya juga sama orang Gemblung! 😇😇.” Diketahui bahwa tangkapan layar tersebut berasal dari artikel di laman mozilarain[dot]blogspot[dot]com dengan judul “Disindir Hanya Hafal Juz Amma, Akhirnya Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa artikel pada laman mozilarain[dot]blogspot[dot]com tersebut memelintir konteks pemberitaan dari artikel beritaislam.org berjudul “Menteri Agama Fachrul Razi Foto Bareng Dengan Abu Janda” yang tayang pada 3 November 2019. Dalam artikel di beritaislam.org tidak terdapat pernyataan yang menyatakan Menteri Agama Fachrul Razi belajar mengaji dengan Abu Janda.
Selain itu, dari laman itu diketahui bahwa foto artikel tersebut diambil dari akun media sosial Abu Janda. Setelah ditelusuri lebih lanjut, foto tersebut diunggah di akun IG Abu Janda (@permadiaktivis2) pada 3 November 2019. Unggahan tersebut disertai narasi postingan berikut: “Saya bukan menteri agama islam saja, saya menteri semua agama", seharusnya diucapkan oleh semua Menteri Agama RI ? Saya bilang, semoga bapak benar2 perhatikan kebebasan beribadah bagi semua agama - bebas dari persekusi, selamat bertugas pak ? Selametan di kediaman pak Menag.”
Dari narasi akun @permadiaktivis2 tersebut tidak ditemukan pernyataan Menag belajar mengaji dengan Abu Janda atau Permadi.
Selain itu, dari laman itu diketahui bahwa foto artikel tersebut diambil dari akun media sosial Abu Janda. Setelah ditelusuri lebih lanjut, foto tersebut diunggah di akun IG Abu Janda (@permadiaktivis2) pada 3 November 2019. Unggahan tersebut disertai narasi postingan berikut: “Saya bukan menteri agama islam saja, saya menteri semua agama", seharusnya diucapkan oleh semua Menteri Agama RI ? Saya bilang, semoga bapak benar2 perhatikan kebebasan beribadah bagi semua agama - bebas dari persekusi, selamat bertugas pak ? Selametan di kediaman pak Menag.”
Dari narasi akun @permadiaktivis2 tersebut tidak ditemukan pernyataan Menag belajar mengaji dengan Abu Janda atau Permadi.
Kesimpulan
Gambar tangkapan layar tersebut berasal dari artikel pada laman mozilarain[dot]blogspot[dot]com yang memelintir konteks informasi dari artikel beritaislam.org pada 3 November 2019 berjudul “Menteri Agama Fachrul Razi Foto Bareng Dengan Abu Janda.” Adapun, foto Menag Fachrul Razi dan Abu Janda berasal dari akun Instagram @permadiaktivis2 pada 3 November 2019.
Rujukan
Halaman: 7399/8697



