• [Cek Fakta] Terbongkar 200 Juta WN Tiongkok Masuk ke Indonesia? Ini Faktanya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/06/2020

    Berita

    Beredar narasi bahwa sebanyak 200 juta Warga Negara (WN) Tiongkok masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Narasi ini tampak pada judul sebuah video yang diunggah di sebuah kanal Youtube.

    Adalah akun facebook Dewa Mujur yang membagikan link video pada Jumat 24 April 2020.

    Terungkap soal TKA asal CHINA.
    BAHWA 200 JUTA RAKYAT CINA AKAN PINDAH KE INDONESIA.

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa sebanyak 200 juta Warga Negara (WN) Tiongkok masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah salah. Faktanya itu merupakan video lama.

    Kami menelusuri video dengan nama akunkont olahoak itu diunggah pada Sabtu 19 November 2016. Dalam video berdurasi 3 menit 38 detik itu tidak dijelaskan fakta pendukung yang menunjukkan bahwa benar sebanyak 200 juta WN Tiongkok sudah masuk ke Indonesia.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa sebanyak 200 juta Warga Negara (WN) Tiongkok masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah salah. Faktanya itu merupakan video lama dan judul pada video tidak sesuai dengan isi video.
    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false connection (koneksi yang salah).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “Kadrun kalo lihat foto ini panas dingin”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/06/2020

    Berita

    Beredar foto yang menampilkan wajah Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan jaket dan beberapa gelas kopi berlogo Kopi Nako.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Kadrun kalo lihat foto ini panas dingin . . 😂😂😀😁”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut hasil suntingan. Diketahui bahwa foto aslinya merupakan foto karya Jannik Diefenbach, fotografer asal Mainz, Jerman. Hal itu diketahui dari akun Instagram resmi milik Jannik (@jaadiee).

    Foto aslinya menampilkan foto seorang pemuda dan seorang kakek tengah duduk bersama. Dalam foto tersebut juga tidak ditemukan gambar kopi dengan merk Kopi Nako. Dilansir dari laman pribadinya, yakni jaadiee.com, model kakek-kakek dalam foto merupakan Kakek Jannik sendiri.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka foto sumber terbukti hasil suntingan. Oleh sebab itu, foto tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Tahapan Pelaksanaan SKB CPNS oleh BKN

    Sumber: Surat
    Tanggal publish: 24/06/2020

    Berita

    Tahapan Pelaksanaan SKB CPNS 2019 1. Penentuan jumlah peserta SKB/verifikasi peserta SKB CPNS 2019: 15-20 Juni 2020 2. Pengumuman dan penentuan jenis soal/type soal SKB CPNS 2019 sesuai jumlah peserta, formasi jabatan, dan pendidikan peserta: 22-30 Juni 2020 3. Entry data peserta SKB CPNS 2019 ke dalam database/server sscasn.bkn.go.id: 1-10 Juli 2020

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah tangkapan layar berupa surat edaran yang berisikan tahapan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019 beredar. Dalam surat yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut, dijelaskan beberapa jadwal tahapan seleksi yang akan dimulai pada 15 Juni hingga 20 Juni 2020.

    Menanggapi informasi yang beredar, pihak BKN menegaskan bahwa surat tersebut bukanlah produk dari BKN. Melansir dari akun Twitter resmi milik BKN @BKNgoid, dijelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memutuskan jadwal pelaksanaan SKB pada seleksi CPNS Formasi Tahun 2019. Lebih lanjut BKN menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengkalkulasikan metode yang tepat dalam pelaksanaan SKB dalam situasi new normal.

    Kesimpulan

    Edaran tersebut tidak benar. Badan Kepegawaian Negara melalui akun Twitter resminya menyatakan bahwa edaran tersebut bukanlah produk dari BKN.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Gubernur Jakarta Anies Baswedan mendapat penghargaan terbaik di seluruh dunia dalam penanganan COVID-19”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/06/2020

    Berita

    Akun Ayu Prasetyaningrum (fb.com/ayu.prasetyaningrum.5) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “GUBERNUR JAKARTA ANIES BASWEDAN MENDAPAT PENGHARGAAN TERBAIK DI SELURUH DUNIA DALAM PENANGANAN COVID-19”

    Video tersebut memperlihatkan salah satu acara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Global Cities Against Covid-19 (CAC) pada 2 Juni 2020.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa Gubernur Jakarta Anies Baswedan mendapat penghargaan terbaik di seluruh dunia dalam penanganan COVID-19 adalah klaim yang keliru.

    Tidak ada sesi pemberian penghargaan gubernur terbaik dalam penanganan Covid-19, termasuk kepada Anies Baswedan di acara Mayoral Meeting, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Global Cities Against Covid-19 (CAC) GLOBAL SUMMIT 2020-Virtual yang diselenggarakan Selasa, 2 Juni 2020.

    Dalam KTT itu, Anies memang didaulat sebagai salah satu pembicara utama bersama Wali Kota London, Gubernur Maryland, dan Wali Kota Moskow.

    Video dengan durasi yang lebih panjang pernah diunggah oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Instagram-nya, @aniesbaswedan, pada 6 Juni 2020. Dalam KTT CAC ini, Anies memang didaulat sebagai pembicara utama dalam Mayoral Meeting.

    Selain Anies, terdapat pula pembicara utama lain, yakni Gubernur Maryland (Amerika Serikat), Wali Kota London (Inggris), dan Wali Kota Moskow (Rusia), serta pembicara kunci, yakni Wali Kota Seoul (Korea Selatan), Park Wonsoon. Namun, dalam KTT CAC itu, tidak disebutkan bahwa terdapat pemberian penghargaan gubernur terbaik, termasuk kepada Anies.

    Berikut keterangan lengkap yang diunggah oleh Anies:
    “Together We Stand. Itulah topik Mayoral Meeting, Cities Against Covid-19 Global Summit 2020-Virtual yang diselenggarakan Selasa, 2 Juni 2020. Pertemuan Tingkat Tinggi ini dihadiri oleh wali kota dan gubernur di 40 kota/provinsi/negara bagian dari berbagai benua. Sebagai pembicara kunci adalah Wali Kota Seoul, Mr. Park Wonsoon, dilanjutkan dengan empat pembicara utama yaitu 1) Wali Kota London, Mr. Sadiq Khan, 2) Gubernur Maryland, Mr. Larry Hogan, 3) Gubernur Jakarta, Mr. Anies Baswedan, 4) Wali Jota Moscow, Mr. Sergei Sobyanin. Gubernur DKI Jakarta mengajak semua untuk melihat ke depan. Mengantisipasi perubahan yang perlu dilakukan oleh para pemimpin di seluruh dunia dalam memandang tata ruang, menjadikan kota yang tangguh, dan membangun kolaborasi sosial. #TogetherWeStand eng.cac2020.or.kr”

    Tempo pun menelusuri situs resmi KTT CAC yang tautannya terdapat dalam unggahan Anies tersebut. Hasilnya, diketahui bahwa dalam acara Mayoral Meeting KTT CAC memang tidak terdapat sesi pemberian penghargaan gubernur terbaik dalam penanganan Covid-19. Dalam acara itu, hanya terdapat presentasi mengenai penanganan Covid-19 oleh beberapa gubernur dan wali kota, termasuk Anies. Terdapat pula sesi diskusi terbuka yang juga diikuti oleh gubernur dan wali kota dari wilayah-wilayah lainnya serta inisiasi kerja sama antar wilayah yang dinamai “Deklarasi Seoul”.

    Dikutip dari Prnewswire.com, KTT CAC berlangsung pada 1-5 Juni 2020 dan melibatkan gubernur serta wali kota dari 42 wilayah di seluruh dunia. Pada 2 Juni 2020, acara Mayoral Meeting dibuka dengan presentasi dari pembicara kunci Wali Kota Seoul. Lalu, acara dilanjutkan dengan presentasi dari pembicara utama, mulai dari Wali Kota London, Gubernur Maryland, Gubernur DKI Jakarta, hingga Wali Kota Moskow.

    Setelah presentasi dari empat wilayah tersebut, wali kota dari 14 kota, termasuk Toronto (Kanada), New Delhi (India), Budapest (Hungaria), dan Hanoi (Vietnam), berbagi mengenai upaya yang dilakukannya dalam menangani pandemi Covid-19. Ada pula wali kota dari Istanbul (Turki), Teheran (Iran), Tel Aviv (Israel), Buenos Aires (Argentina), Vancouver (Kanada), serta Chongqing (Cina).

    Kehadiran Anies dalam KTT CAC pun diberitakan oleh beberapa media dalam negeri. Dalam situsnya, tvOne menayangkan video yang diunggah oleh Anies di Instagram pada 7 Juni 2020. Video berita itu diberi judul “Anies Jadi Pembicara Utama di Forum ‘Cities Against Covid-19 Global Summit 2020′”. Namun, dalam video berita ini, juga tidak disinggung bahwa Anies mendapat penghargaan dalam KTT CAC tersebut.

    Adapun dilansir dari situs Viva.co.id, dalam presentasinya, Anies mengajak semua pihak untuk melihat ke depan. “Selama lebih dari enam bulan, banyak dari kita berjuang untuk menyelamatkan warga kita, untuk memastikan kita bisa kembali ke kehidupan normal lagi,” kata Anies.

    Menurut Anies, akhir pekan pertama Juni 2020, Jakarta mulai melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, selama tiga bulan terakhir, Jakarta tidak hanya mengalami masalah, tapi juga kesempatan. Jakarta menghadapi dua masalah, yaitu kesehatan dan ekonomi. Di sisi lain, Jakarta juga mengalami terobosan di bidang digital dan lingkungan yang lebih asri.

    “Krisis kesehatan dan ekonomi ini menjadi tantangan yang harus kami hadapi, tapi penduduk kami juga mengalami transformasi. Pada masa pendemi ini, yang diperlukan tidak hanya pelayanan yang baik tapi juga layanan perkotaan yang tangguh,” kata Anies.

    Kesimpulan

    Tidak ada sesi pemberian penghargaan gubernur terbaik dalam penanganan Covid-19, termasuk kepada Anies Baswedan di acara Mayoral Meeting, KTT Global Cities Against Covid-19 (CAC) yang diselenggarakan Selasa, 2 Juni 2020. Dalam KTT itu, Anies memang didaulat sebagai salah satu pembicara utama bersama Wali Kota London, Gubernur Maryland, dan Wali Kota Moskow.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini