[SALAH] Akun Facebook Sekda Samarinda “Sugeng Chairuddin”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/06/2020
Berita
Akun facebook Sekda Samarinda "Sugeng Chairuddin"
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah akun Facebook mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Sugeng Chairuddin beberapa hari kebelakang. Akun palsu tersebut juga menggunakan nama yang sama dengan akun Facebook yang dikonfirmasi asli milik Sugeng. Jika dilihat dari unggahan, akun kloningan “Sugeng Chairuddin” diketahui baru mengunggah dua buah foto terhitung sejak 17 Juni 2020, atau dalam kata lain akun kloningan tersebut belum dibuat.
Untuk menghindari adanya unsur penipuan terhadap masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akhirnya angkat bicara. Melansir dari korankaltim.com, melalui Kasubbag Protokol Dinvi Kurniadi masyarakat diimbau untuk tidak mengindahkan segala bentuk hal yang dilakukan oleh akun kloningan tersebut.
“Mohon Izin menyampaikan akun mengatasnamakan Bapak Sugeng Chairuddin tersebut adalah palsu. Mohon untuk tidak ditanggapi. Terima kasih,” jelasnya.
Klarifikasi serupa juga diberikan oleh Dinas Kominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah. Dayat menjelaskan bahwa untuk saat ini banyak oknum yang menyalahgunakan media sosial dengan mengatasnamakan pejabat-pejabat di Samarinda termasuk akun Facebook Sekda Samarinda.
“Jika ada yang mengajak pertemanan dengan nama Sugeng ChairUddin dan hanya ada dua foto, itu tidak benar. Akun pak Sekda masih yang lama,” pungkas Dayat.
Untuk menghindari adanya unsur penipuan terhadap masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akhirnya angkat bicara. Melansir dari korankaltim.com, melalui Kasubbag Protokol Dinvi Kurniadi masyarakat diimbau untuk tidak mengindahkan segala bentuk hal yang dilakukan oleh akun kloningan tersebut.
“Mohon Izin menyampaikan akun mengatasnamakan Bapak Sugeng Chairuddin tersebut adalah palsu. Mohon untuk tidak ditanggapi. Terima kasih,” jelasnya.
Klarifikasi serupa juga diberikan oleh Dinas Kominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah. Dayat menjelaskan bahwa untuk saat ini banyak oknum yang menyalahgunakan media sosial dengan mengatasnamakan pejabat-pejabat di Samarinda termasuk akun Facebook Sekda Samarinda.
“Jika ada yang mengajak pertemanan dengan nama Sugeng ChairUddin dan hanya ada dua foto, itu tidak benar. Akun pak Sekda masih yang lama,” pungkas Dayat.
Kesimpulan
Akun tersebut diketahui adalah palsu. Selain dikonfirmasi langsung oleh Sekda Kota Samarinda. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Kasubbag Protokol dan Kominfo Kota Samarinda. Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengindahkan apapun yang dilakukan oleh pengguna akun tersebut.
Rujukan
- https://korankaltim.com/amp/berita-terkini/read/32284/giliran-sosial-media-sekda-samarinda-dipalsukan
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=3658130247535523&set=a.635648213117090&type=3
- https://sumsel.antaranews.com/nasional/berita/1566184/fb-istri-wali-kota-samarinda-diretas-untuk-minta-sumbangan?
- https://web.facebook.com/profile.php?id=100041462733525
- http://archive.fo/csPdE
Jus Mengkudu Bantu Penyembuhan Pasien Covid-19
Sumber: timesindonesia.co.idTanggal publish: 22/06/2020
Berita
RIAUONLINE - Selama ini, mengkudu dikenal sebagai buah yang kaya manfaat, mulai dari menurunkan demam hingga mencegah kanker. Siapa sangka, buah yang penampilannya tak menarik dan sedikit berbau busuk ini ternyata juga berperan dalam menyembuhkan sebanyak 33 pasien Covid-19 di Makassar.
Ya, dikatakan bahwa sebanyak 33 pasien Covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan, diklaim sembuh setelah mengonsumsi jus mengkudu, seperti dilansir dari Times Indonesia, Jumat (22/5/2020).
Jus Mangkudu untuk menyembuhkan virus Covid -19
Ya, dikatakan bahwa sebanyak 33 pasien Covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan, diklaim sembuh setelah mengonsumsi jus mengkudu, seperti dilansir dari Times Indonesia, Jumat (22/5/2020).
Jus Mangkudu untuk menyembuhkan virus Covid -19
Hasil Cek Fakta
Hasil tes 33 pasien itu langsung negatif setelah masing-masing diberi minum 2 botol jus mengkudu yang mereka namai Jus C-19.
Jus mengkudu diberikan kepada 33 pasien yang telah dinyatakan positif terpapar virus corona dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Dadi di Makassar.
Jus mengkudu diberikan kepada 33 pasien yang telah dinyatakan positif terpapar virus corona dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Dadi di Makassar.
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Anies Baswedan Bakal Jual Gedung Pemerintah Pusat Jika Ibu Kota Pindah?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/06/2020
Berita
Narasi bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal menjual gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah beredar dalam beberapa hari terakhir. Narasi itu terdapat dalam judul sebuah artikel yang dimuat di blog Metro TV-2020 yang berbunyi "Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Jual Gedung Pemerintah Pusat".
Artikel tersebut dipublikasikan pada 19 Juni 2020. Adapun isi artikel itu hanya sebanyak dua kalimat, yakni "Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur takkan menghambat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Malah, dia menyebut kota ini akan menjadi pusat bisnis global."
Gambar tangkapan layar berita di blog Metro TV-2020.
Apa benar Anies Baswedan bakal menjual gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menyalin seluruh isi artikel unggahan blog Metro TV-2020 di atas ke mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan bahwa blog tersebut menyadur berita di situs Dream.co.id yang dimuat pada 31 Agustus 2019. Namun, judul asli berita itu telah diubah oleh blog tersebut.
Judul berita di Dream.co.id adalah "Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat". Dalam berita tersebut, tidak ditemukan pernyataan bahwa Anies akan menjual gedung-gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah. Justru, Anies mengusulkan agar sebagian gedung-gedung itu diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Berikut isi lengkap berita di Dream.co.id:
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur takkan menghambat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Malah, dia menyebut kota ini akan menjadi pusat bisnis global.
“Meskipun Jakarta menjadi atau tidaknya sebagai ibu kota, perekonomian di Jakarta akan tetap maju dan menjadi pusat bisnis global,” kata Anies di Jakarta, Jumat 30 Agustus 2019.
Dia akan menunggu arahan dari pemerintah pusat, terutama untuk area perkantoran instansi pusat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yakin, area itu akan disulap menjadi tempat yang bermanfaat untuk perekonomian.
“Tapi saya percaya, bahwa lahan-lahan yang semula digunakan perkantoran itu akan menjadi tempat kegiatan yang berdampak juga bagi perekonomian dan lingkungan nantinya,” kata Anies di Jakarta.
Dia menyebut bisa saja area perkantoran diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk Jakarta.
“Ini saya juga mengusulkan sebagian bisa menjadi taman kota. Sehingga satu adalah efek lingkungan hidupnya baik, yang kedua yang untuk komersial itu akan menggerakkan perekonomian,” kata dia.
Usulan Anies terkait RTH tersebut juga dimuat di sejumlah media lain. Tirto.id misalnya, memuat pernyataan Anies itu pada 28 Agustus 2019 dalam beritanya yang berjudul "Ibu Kota Pindah, Anies akan Ubah Bekas Gedung Pemerintah Jadi RTH". Dalam berita ini, juga tidak terdapat pernyataan Anies bahwa ia bakal menjual gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah.
Anies menyatakan akan merombak gedung-gedung pemerintahan yang tidak terpakai akibat perpindahan ibu kota menjadi RTH. "Perpindahan itu, lebih banyak ruang terbuka hijau, itu bekas-bekas kantor, mudah-mudahan menjadi taman di tempat-tempat yang strategis, kan bagus taman-taman tempat strategis bisa juga sebagian jadi kantor," kata Anies pada 27 Agustus 2019.
Ia pun memastikan kegiatan ekonomi di Jakarta akan tetap terus berjalan meskipun ibu kota negara pindah. Anies mengakui Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah terkait pembangunan. "Jakarta punya sejarah, dan akan selalu jadi tempat tujuan wisata karena tempat ini punya sejarah yang panjang. Apapun keputusan pemindahan ibu kota, PR pembangunan diteruskan, kemajuan perekonomian jalan terus, dan pariwisata bisnis tetap jalan," katanya.
Lebih lanjut, Anies mengatakan bahwa nantinya Jakarta diarahkan oleh pemerintah menjadi kota pusat perdagangan internasional. "Dan Jakarta diarahkan menjadi pintu gerbang Indonesia untuk kegiatan bisnis global, jadi pusatnya ke sini," ujar Anies.
Bukan media kredibel
Blog Metro TV-2020 bukanlah situs media kredibel karena hanya mengambil konten dari situs media lain tanpa menyebutkan sumbernya. Selain itu, blog tersebut tidak mencantumkan susunan redaksi, penanggung jawab, serta alamat perusahaan.
Padahal, ketentuan terkait itu diatur dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan."
Selain itu, dalam blog Metro TV-2020, tidak ditemukan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Padahal, kewajiban untuk mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber bagi perusahaan media juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni Pasal 8.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Anies Baswedan bakal menjual gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah adalah klaim yang keliru. Blog yang memuat klaim tersebut menyadur berita dari situs Dream.co.id dan mengubah judul aslinya. Judul asli berita itu adalah "Ibu Kota Pindah, Anies Bakal Manfaatkan Gedung Pemerintah Pusat". Dalam berita tersebut, tidak ditemukan pernyataan bahwa Anies akan menjual gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah. Demikian pula di situs media lain, tidak terdapat berita bahwa Anies bakal menjual gedung pemerintah pusat jika ibu kota pindah.
IBRAHIM ARSYAD
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Tak Sengaja Pakai Dana Haji?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/06/2020
Berita
Klaim bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut pemerintah tidak sengaja memakai dana haji beredar di media sosial. Klaim itu terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah judul artikel di situs Abhynews.com yang berbunyi "Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa".
Dalam gambar tangkapan layar itu, terdapat pula foto Ma'ruf saat diwawancara oleh sejumlah media. Klaim tersebut beredar pasca pemerintah mengumumkan pembatalan pemberangkatan jemaah haji 2020 untuk menghindari penularan virus Corona Covid-19.
Di Facebook, gambar tangkapan layar itu dibagikan salah satunya oleh akun Putra Inka, yakni pada 19 Juni 2020. Akun ini pun menuliskan narasi: "Satu Guru Satu Ilmu'Dilarang Saling Mengganggu Biarpun Bareng"Dungu. Entah JAKSA Fredrik Adhar Yang Berguru Pada Mbah Amin.Atau Mbah Amin Yang Berguru Sama JAKSA Fredrik Adhar,Kalau Dalilnya JAKSA Fredrik Adhar Dari PASAL KUHP. Kalau Si Mbah Kyai Dari Mana Coba Dalilnya Pemirsa Apa Ada Yang Tau ?"
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Putra Inka.
Apa benar pernyataan “Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa” berasal dari Ma’ruf Amin?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memasukkan kata kunci sesuai dengan judul berita di atas ke kolom pencarian situs Abhynews.com. Namun, tidak ditemukan artikel berjudul “Wapres Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa” di situs itu.
Kemudian, Tempo memasukkan kata kunci "Ma'ruf Amin" ke kolom pencarian situs Abhynews.com. Lewat cara ini, ditemukan sebuah artikel di situs tersebut dengan foto yang sama dengan yang terdapat dalam gambar tangkapan layar unggahan akun Putra Inka.
Artikel itu berjudul "Ma'ruf Amin : Jika Jokowi Terpilih Lagi, Ibu Ibu Belanja Cukup Bayar Pakai Kartu". Dalam artikel ini, diketahui bahwa pernyataan Ma’ruf tersebut disampaikan pada 28 Februari 2019. Tidak terdapat penjelasan mengenai dana haji dalam artikel itu.
Ma'ruf yang ketika itu masih menjadi calon wapres menjelaskan tiga kartu sakti yang diusung olehnya dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di hadapan para kiai dan santri di Pangandaran. Kartu itu adalah Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah, dan Kartu Pra Kerja. Tiga kartu ini menambah kartu yang sudah ada, yakni Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.
Pembatalan haji dan isu dana haji
Isu dana haji ramai diperbincangkan belakangan ini setelah pada 2 Juni 2020 Menteri Agama Fachrul Razi mengumumkan pembatalan pemberangkatan jemaah haji 2020. Keputusan tersebut diambil karena hingga kini pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan keputusan resmi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Padahal, waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan keberangkatan jemaah haji cukup panjang, termasuk adanya keharusan penerapan protokol kesehatan berupa karantina di masa pandemi Covid-19.
Pasca pengumuman tersebut, beredar kabar bahwa dana valuta asing sebesar 600 juta dolar AS yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan digunakan untuk memperkuat rupiah yang nilainya sedang naik-turun akibat pandemi Covid-19. Tagar #BalikinDanaHaji pun trending di Twitter Indonesia pada 3 Juni 2020. Namun, hal tersebut telah diklarifikasi oleh BPKH dalam pernyataan resminya.
BPKH menjelaskan bahwa pernyataan terkait dana valuta asing yang digunakan untuk memperkuat rupiah tersebut memang pernah diucapkan oleh Kepala BPKH Anggito Abimanyu dalam acara internal halalbihalal virtual dengan Bank Indonesia pada 26 Mei 2020. Namun, dalam acara itu, Anggito sama sekali tidak memberikan pernyataan terkait pembatalan haji 2020. "Apalagi menyangkut kaitannya dana 600 juta dolar (AS) tersebut," demikian pernyataan BPKH.
"Dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH. Dana konversi rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji. Kepala BPKH menyatakan bahwa seluruh dana kelolaan jemaah haji senilai lebih dari Rp 135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara profesional pada instrumen syariah yang aman dan likuid," ujar BPKH.
Hoaks lainnya juga pernah diunggah oleh akun Putra Inka pada 5 Juni 2020. Hoaks tersebut berupa gambar tangkapan layar berita di situs Viva.co.id yang judulnya telah diubah menjadi “Wapres Ikhlaskan Saja Dana Haji Dipakai Pemerintah Agar Kalian Masuk Surga”. Judul asli berita Viva.co.id adalah “Jokowi Pusing Tangani Corona, Ma’ruf Amin 'Hilang Ditelan Bumi'”.
Terkait dana haji, Ma'ruf Amin menegaskan bahwa dana haji yang sudah dibayar oleh calon jemaah haji yang tidak jadi berangkat tahun ini tidak akan hilang. Dia mengatakan dana pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) boleh ditarik. Jika tidak ditarik, dana tersebut akan dikelola oleh lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengelola sesuai undang-undang, yakni BPKH.
Adapun dana subsidi silang dari BPKH yang nilainya sekitar 50 persen dari total biaya haji sudah menjadi hak dari jemaah dan tidak akan dihilangkan. "Soal dana untuk membantu haji atau subsidi dari pengelolaan dana haji itu kan sudah diatur, dan itu merupakan bagian yang sudah hak dari si jemaah haji itu. Jadi, tidak akan hilang," kata Ma'ruf pada 8 Juni 2020 seperti dilansir dari Bisnis.com.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut pemerintah tidak sengaja memakai dana haji adalah klaim yang keliru. Pernyataan “Pemerintah Gak Sengaja Memakai Dana Haji Jadi Gak Berdosa” dalam gambar tangkapan layar di atas tidak pernah diucapkan oleh Ma'ruf. Gambar tangkapan layar itu merupakan suntingan dari gambar tangkapan layar judul artikel di situs Abhynews.com yang berbunyi “Ma'ruf Amin : Jika Jokowi Terpilih Lagi, Ibu Ibu Belanja Cukup Bayar Pakai Kartu”.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/hjuYT
- https://www.abhynews.com/2019/02/maruf-amin-jika-jokowi-terpilih-lagi.html
- https://www.tempo.co/bbc/6433/haji-polemik-ibadah-haji-batal-tahun-ini-dari-hoaks-dana-haji-sampai-aceh-ingin-berangkatkan-jemaah-haji-sendiri
- https://bpkh.go.id/detail/indeks/siaran-pers/3408-Dana-Haji-600-juta-dolar-AS-tidak-terkait-dengan-Pembatalan-Haji-2020
- https://www.viva.co.id/berita/nasional/1221055-wapres-minta-warga-ikhlaskan-dana-haji-agar-masuk-surga-cek-faktanya
- https://kabar24.bisnis.com/read/20200608/15/1249949/wapres-tegaskan-dana-haji-yang-tidak-jadi-berangkat-tidak-akan-hilang
Halaman: 7406/8517



