[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kim Jong Un yang Eksekusi Mati Koruptor di Korea Utara?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/06/2020
Berita
Video Presiden Korea Utara Kim Jong Un yang sedang bergandengan tangan dengan seorang pria berjas hitam beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertai video itu, pria tersebut merupakan seorang koruptor yang akan dieksekusi mati dengan dimasukkan ke kandang buaya.
Dalam video itu, Kim Jong Un dan pria tersebut terlihat melangkah bersama untuk melewati sebuah pembatas. Sesaat setelah melompati pembatas itu, tanah di bawah pria tersebut terbuka, dan pria itu masuk ke dalam lubang yang tak lama kemudian tertutup.
Di bagian atas dan bawah video tersebut, terdapat pula tulisan yang berbunyi: "Hukuman mati bagi koruptor uang negara di Korea Utara. di bawah ada kandang buaya. Presiden Korea Utara menggandeng pejabatnya yang terlibat korupsi."
Salah satu akun yang membagikan video itu adalah akun Facebook Nur Budi, yakni pada 17 Juni 2020. Hingga artikel ini dimuat, video unggahan akun Nur Budi tersebut telah ditonton lebih dari 8 ribu kali dan dibagikan lebih dari 200 kali.
Unggahan itu pun menuai 29 komentar. Beberapa di antaranya percaya bahwa video tersebut adalah video eksekusi koruptor di Korea Utara, seperti "Ni baru tegas biar jera yg mau korup", "Boleh juga diterapkan di sini, dan "Klo di 62 (kode telepon internasional Indonesia) sprti ini bkal aman dri korup".
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Nur Budi.
Apa benar video di atas adalah video Kim Jong Un yang eksekusi mati koruptor di Korea Utara?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakata Tempo mula-mula memfragmentasi video unggahan akun Nur Budi di atas menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri asal-usulnya denganreverse image toolGoogle dan Yandex.
Hasilnya, diketahui bahwa video tersebut bukanlah video eksekusi mati pejabat Korea Utara yang korupsi oleh Kim Jong Un. Pria berjas hitam yang bergandengan tangan dengan Kim Joung Un dalam video itu juga tidak masuk ke dalam sebuah lubang.
Video yang identik pernah diunggah oleh CNN pada 27 April 2018 dengan judul “Momen ketika Kim Jong Un menyeberang ke Korea Selatan”. Video itu merupakan video ketika Kim Jong Un bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae In bertemu untuk mendiskusikan perjanjian perdamaian Korea dan denuklirisasi.
Video dari peristiwa yang sama juga pernah diunggah oleh kanal YouTube ABC News pada 27 April 2018. Video itu diberi judul "Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk mengakhiri perang" dan diberi keterangan: "Dua negara ini telah sepakat untuk melakukan denuklirisasi semenanjung (Korea) dan secara resmi mengakhiri perang yang dimulai pada 1950."
Tempo pun pernah mengunggah video peristiwa bersejarah tersebut di kanal YouTube Tempodotco dengan judul "Kim Jong Un Genggam Tangan Moon Jae In Lewati Perbatasan Korea" dan keterangan "Kim juga mengundang Moon untuk melangkah sebentar melintasi garis demarkasi ke Korea Utara, sebelum mereka kembali ke Korea Selatan".
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 27 April 2018, Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang masuk ke wilayah Korea Selatan sejak berakhirnya perang Korea pada 1953 guna menghadiri pertemuan bersejarah antar kedua negara.
Moon Jae In secara pribadi menyambut Kim Jong Un dengan jabatan tangan di desa perbatasan Panmunjom di wilayah demiliterasi (DMZ) antar kedua negara. Keduanya berfoto bersama sebelum kemudian melintas batas demarkasi sambil bergandengan tangan, guna memulai pertemuan antar kedua negara yang dilakukan pertama kali dalam lebih dari 10 tahun terakhir.
Pertemuan yang dimaksudkan untuk mengakhiri konflik antar kedua negara dan mengurangi ketegangan akan proram nuklir Korea Utara itu dilakukan beberapa pekan sebelum Kim Jong Un bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Moon Jae In menyambut Kim Jong Un di garis batas demarkasi sekitar pukul 9.30 pada 27 April 2018.
Pembicaraan resmi dijadwalkan dimulai pukul 10.30 di Peace House, yang baru-baru ini direnovasi untuk pertemuan tersebut. Kim Jong Un didampingi sembilan pejabat, termasuk adiknya, Kim Yo Jong, yang memimpin delegasi Korea Utara ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada Februari 2018. Adapun Moon Jae In didampingi oleh menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan menteri penyatuan Korea.
Dilansir dari arsip berita Tempo pada 13 Desember 2019, Korea Utara sangat tertutup tentang penerapan hukuman mati. Menurut sebuah laporan, kerahasiaan ini meningkat ketika Kim Jong Un mengambil alih kepemimpinan Korea Utara. Sulit untuk mengkonfirmasi laporan yang beredar karena Korea Utara biasanya tidak mengumumkan eksekusi. Media internasional umumnya bergantung pada sumber-sumber internal di Korea Selatan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video Presiden Korea Utara Kim Jong Un yang eksekusi mati koruptor keliru. Video itu merupakan suntingan dari video Kim Jong Un yang sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In di wilayah demiliterasi (DMZ) antar kedua negara pada 27 April 2018. Keduanya melintasi batas demarkasi sambil bergandengan tangan guna memulai pertemuan untuk mengakhiri konflik antar kedua negara dan mengurangi ketegangan akan proram nuklir Korea Utara.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/YFB4T
- https://edition.cnn.com/videos/world/2018/04/27/kim-jong-un-moon-meet-moment-lon-orig-bks.cnn/video/playlists/north-south-koreas-summit/
- https://www.youtube.com/watch?v=pwojfciXfVs
- https://www.youtube.com/watch?v=I4YQsPpBAq0
- https://www.tempo.co/abc/1727/pemimpin-korea-utara-dan-korea-selatan-bertemu-di-panmunjom
- https://dunia.tempo.co/read/1283391/negara-negara-yang-menerapkan-hukuman-mati-bagi-koruptor/full&view=ok
[SALAH] “RIPKA TJIPTANING : SAYA SENANG PKI BANGKIT LAGI, KAMI PASTI BISA…”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/06/2020
Berita
Akun Facebook Haris Ibnusabil atau @haris.ibnusabil mengunggah tangkapan layar dari SEPUTARBERITAINDONESIABLOGSPOT.COM dengan judul artikel “RIPKA TJIPTANING : SAYA SENANG PKI BANGKIT LAGI, KAMI PASTI BISA…,” pada, Senin (22/6).
Hasil Cek Fakta
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan tangkapan layar dari akun Facebook Haris Ibnusabil tersebut adalah salah atau keliru.
Dengan mengetikan kata yang serupa dari tangkapan layar pada mesin pencari, tidak ditemukan artikelnya. Media daring atau online pun tidak menayangkan berita yang sama dengan judul tersebut.
Selain itu, foto Politisi Partai Indonesia Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga anggota DPR RI, Ribka Tjiptaning aslinya adalah karya Jurnalis Kompas yakni, Alsadad Rudi. Foto Ribka ini dipakai sebagai sampul dalam artikel berjudul “PDI-P Tak Permasalahkan Adanya Politik Dinasti” yang ditayangkan pada 13 Juli 2015 lalu.
Sebelumnya Ribka juga sudah membantah jika dirinya disebut membangkitkan PKI kembali. “Di PDI-P saja aku ditugasin Mbak Mega untuk masalah sosial aja waktunya sudah tersita banyak, apalagi mau bikin PKI,” kata Ribka.
Ribka mengaku tidak mau mempermasalahkan pernyataan Kivlan Zen yang menudingnya sebagai anggota PKI yang masuk parlemen.
Selama ini, ia sering mendapat cibiran negatif dari sejumlah pihak terkait status orangtuanya yang merupakan anggota PKI. “Malah membuat saya terkenal, kampanye gratis,” ujar Ribka.
Dengan mengetikan kata yang serupa dari tangkapan layar pada mesin pencari, tidak ditemukan artikelnya. Media daring atau online pun tidak menayangkan berita yang sama dengan judul tersebut.
Selain itu, foto Politisi Partai Indonesia Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga anggota DPR RI, Ribka Tjiptaning aslinya adalah karya Jurnalis Kompas yakni, Alsadad Rudi. Foto Ribka ini dipakai sebagai sampul dalam artikel berjudul “PDI-P Tak Permasalahkan Adanya Politik Dinasti” yang ditayangkan pada 13 Juli 2015 lalu.
Sebelumnya Ribka juga sudah membantah jika dirinya disebut membangkitkan PKI kembali. “Di PDI-P saja aku ditugasin Mbak Mega untuk masalah sosial aja waktunya sudah tersita banyak, apalagi mau bikin PKI,” kata Ribka.
Ribka mengaku tidak mau mempermasalahkan pernyataan Kivlan Zen yang menudingnya sebagai anggota PKI yang masuk parlemen.
Selama ini, ia sering mendapat cibiran negatif dari sejumlah pihak terkait status orangtuanya yang merupakan anggota PKI. “Malah membuat saya terkenal, kampanye gratis,” ujar Ribka.
Rujukan
[SALAH] Minggu 21 Juni 2020 Baim Wong Rilis Hadiah Buat 500 Orang Pemenang
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/06/2020
Berita
Beredar postingan Facebook dengan gambar poster artis Baim Wong dengan logo Si Cepat Syariah dan Dompet Dhuafa. Dalam narasi yang beredar disebutkan bahwa Baim Wong tengah membagi-bagikan hadiah untuk 500 orang pemenang.
Berikut kutipan narasinya:
“Minggu, 21 Juni 2020
BUAT 500 ORANG PEMENANG
Rilis Hadiah!
1.Uang 5jt
2.Iphone Max Pro
3. Satu Buah Mobil
Caranya gampang
1. Spam >>P<< sampe 100k
2. Share ke 5 grup
3. Daftarkan .untuk menang👇:👉https://linktr[dot]ee/Baimwong
🔗🔗👆👆👆
Caranya gampangkan bossquee??
Pengumuman pemenang tonton live streaming post selanjutnya ..”
Berikut kutipan narasinya:
“Minggu, 21 Juni 2020
BUAT 500 ORANG PEMENANG
Rilis Hadiah!
1.Uang 5jt
2.Iphone Max Pro
3. Satu Buah Mobil
Caranya gampang
1. Spam >>P<< sampe 100k
2. Share ke 5 grup
3. Daftarkan .untuk menang👇:👉https://linktr[dot]ee/Baimwong
🔗🔗👆👆👆
Caranya gampangkan bossquee??
Pengumuman pemenang tonton live streaming post selanjutnya ..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim narasi tidak benar. Dilansir dari liputan6.com, Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumberdaya Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan, unggahan tersebut tidak benar.
Dompet Dhuafa tidak menjalin kerja sama dengan Baim Wong untuk program seperti klaim tersebut. Akun Facebook yang mengatasnamakan Baim Wong pun palsu.
"Ini akun Baim palsu dan Dompet Dhuafa tidak ada kerja sama dengan Baim untuk hal tersebut," kata Bambang
Adapun, diketahui program sebenarnya antara Baim Wong dengan Dompet Dhuafa dan Si Cepat Syariah ialah program sedekah 2,5 persen. Hal itu diketahui dari akun Instagram resmi milik Baim Wong (@Baim Wong). Berikut narasi pada akun Instagram resmi Baim Wong:
[…] Halo Bosquee
Udah bersyukur blum hari ini?
Yuk sharing rasa syukur kamu dengan berbagi rejeki bersama SiCepat Syariah dan Dompet Dhuafa. Kamu bisa menyumbangkan 2,5% dari rejeki kamu dan nantinya akan diberikan kepada anak-anak sekolah Literasi Indonesia dan Pondok Pesantren Wilayah Lombok dan Cilacap.
Syaratnya kamu harus join mitra dengan @sicepat_ekspres dulu ya.
Info lengkapnya bisa kamu cek di website resmi @sicepat_ekspres www.sicepat.com
Mari sempurnakan ibadah dan amalmu bersama SiCepat Ekspres #lebihdekatlebihmudah
#sicepatekspres
#sicepatsyariah
#dompetdhuafa
#donasi
#berbagirejeki […]
Selain dari akun Instagram Baim Wong, poster yang sama terkait program sedekah tersebut juga terdapat di akun Instagram resmi milik Si Cepat (@sicepat_ekspres). Berikut kutipan narasi unggahannya:
[…] Yuk berbagi rejeki di Jumat berkah ini sebagai bentuk dari tanda syukur kita.
Bersama SiCepat Syariah dan @dompetdhuafaorg kamu bisa menyumbangkan 2,5% dari potongan ongkir yang kamu terima yang nantinya akan diberikan kepada anak-anak sekolah Literasi Indonesia dan Pondok Pesantren Wilayah Lombok dan Cilacap.
Info lengkapnya bisa tanya di LINE : sicepat (pakai ‘@’ ya)
Mari sempurnakan ibadah dan amalmu bersama SiCepat Ekspres #lebihdekatlebihmudah
#sicepatekspres
#sicepatsyariah
#dompetdhuafa
#donasi
#berbagirejeki […]
Dompet Dhuafa tidak menjalin kerja sama dengan Baim Wong untuk program seperti klaim tersebut. Akun Facebook yang mengatasnamakan Baim Wong pun palsu.
"Ini akun Baim palsu dan Dompet Dhuafa tidak ada kerja sama dengan Baim untuk hal tersebut," kata Bambang
Adapun, diketahui program sebenarnya antara Baim Wong dengan Dompet Dhuafa dan Si Cepat Syariah ialah program sedekah 2,5 persen. Hal itu diketahui dari akun Instagram resmi milik Baim Wong (@Baim Wong). Berikut narasi pada akun Instagram resmi Baim Wong:
[…] Halo Bosquee
Udah bersyukur blum hari ini?
Yuk sharing rasa syukur kamu dengan berbagi rejeki bersama SiCepat Syariah dan Dompet Dhuafa. Kamu bisa menyumbangkan 2,5% dari rejeki kamu dan nantinya akan diberikan kepada anak-anak sekolah Literasi Indonesia dan Pondok Pesantren Wilayah Lombok dan Cilacap.
Syaratnya kamu harus join mitra dengan @sicepat_ekspres dulu ya.
Info lengkapnya bisa kamu cek di website resmi @sicepat_ekspres www.sicepat.com
Mari sempurnakan ibadah dan amalmu bersama SiCepat Ekspres #lebihdekatlebihmudah
#sicepatekspres
#sicepatsyariah
#dompetdhuafa
#donasi
#berbagirejeki […]
Selain dari akun Instagram Baim Wong, poster yang sama terkait program sedekah tersebut juga terdapat di akun Instagram resmi milik Si Cepat (@sicepat_ekspres). Berikut kutipan narasi unggahannya:
[…] Yuk berbagi rejeki di Jumat berkah ini sebagai bentuk dari tanda syukur kita.
Bersama SiCepat Syariah dan @dompetdhuafaorg kamu bisa menyumbangkan 2,5% dari potongan ongkir yang kamu terima yang nantinya akan diberikan kepada anak-anak sekolah Literasi Indonesia dan Pondok Pesantren Wilayah Lombok dan Cilacap.
Info lengkapnya bisa tanya di LINE : sicepat (pakai ‘@’ ya)
Mari sempurnakan ibadah dan amalmu bersama SiCepat Ekspres #lebihdekatlebihmudah
#sicepatekspres
#sicepatsyariah
#dompetdhuafa
#donasi
#berbagirejeki […]
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, konten sumber tidak benar dan mencoba meniru artis Baim Wong. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1214631955536004/
- https://turnbackhoax.id/2020/06/21/salah-minggu-21-juni-2020-baim-wong-rilis-hadiah-buat-500-orang-pemenang/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4284550/cek-fakta-hoaks-baim-wong-dan-dompet-dhuafa-bagikan-hadiah-uang-iphone-serta-mobil
- https://www.instagram.com/p/CBhqpnxnRnl/
- https://www.instagram.com/p/CBUiJ8YHemw/
[SALAH] “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah.Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/06/2020
Berita
Akun Afrizal (fb.com/100035229911489) mengunggah sebuah gambar di grup POSKO RELAWAN JOKOWI-AMIN (fb.com/groups/341947689326057) dengan narasi sebagai berikut:
“Dapat Hidayah”
Di gambar yang diunggah terdapat narasi: “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah.Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI” dan terdapat foto Amien Rais dan Refly Harun.
“Dapat Hidayah”
Di gambar yang diunggah terdapat narasi: “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah.Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI” dan terdapat foto Amien Rais dan Refly Harun.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa ada artikel berjudul “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah.Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI” adalah klaim yang salah.
Faktanya, judul artikel tersebut adalah judul hasil suntingan atau editan. Judul aslinya adalah “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah” tanpa tambahan “Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI”. Artikel asli dimuat di situs suara.com pada Jum’at, 22 Mei 2020.
Di dalam artikel itu, juga tidak menemukan pernyataan bahwa Amien menyebut Presiden Jokowi merupakan sosok terbaik saat ini dan selamanya buat Republik Indonesia (RI).
Berikut artikel selengkapnya:
“Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah
Rendy Adrikni Sadikin | Husna RahmayunitaJum’at, 22 Mei 2020 | 12:10 WIB
“Jangan sampai kita nanti ada presiden turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada preiden,” kata Amien Rais.
Suara.com – Politikus senior Amien Rais menilai sebuah langkah tak elok apabila rakyat mendesak Presiden Jokowi mundur di tengah masa jabatannya. Pasalnya, menurut Amien Rais tindakan tersebut berpotensi merusak konstitusi yang sudah terbentuk. Pendapat itu disampaikan Amien Rais dalam video unggahan kanal YouTube Refly Harun bertajuk “Amien Rais dan Reformasi 21 Mei 1998. Banyak yang Belum Terungkap” pada Kamis (20/5/2020).
Mulanya, Amien Rais menyoroti sistem pergantian presiden pascareformasi di mana berganti setiap lima tahun sekali. Tepatnya tahun 1998-2004, mulai dari pemerintahan Habibie hingga Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya mengingatkan alangkah lucunya, selang lima tahun kita menyaksikan lima presiden,” ucap Amien Rais seperti dikutip Suara.com.
Mengacu pada sistem tersebut, Amien Rais lantas mengimbau agar rakyat menghormati masa jabatan penguasa negara. Sekalipun rakyat menolak kebijakan penguasa tersebut. Hal itu, terang Amien Rais, semata-mata bertujuan untuk mempertahankan konstitusi yang telah ada.
“Jangan sampai kita nanti ada presiden turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada preiden. Kita tunggu sampai akhir. Karena kalau kita turunkan presiden di tengah jalan lagi kambuh nanti nggak ada gunanya konstitusi,” sambungnya. Kepada Refly Harun yang memandu acara, Amien Rais menuturkan, imbauan tersebut juga berlaku sampai sekarang, saat pemerintahan Jokowi.
Sebagai sosok yang dikenal vokal mengkritik pemerintah, Amien Rais berpendapat jika Jokowi dilengserkan maka malah berpotensi memperkeruh situasi.
“Menurut saya, kalau Pak Jokowi sampai diturunkan itu akan jauh lebih parah. Lebih baik sudahlah. Ya sudah kita tunggu jika Allah menghendaki lain kita tidak akan pernah tahu,” imbuhnya. Kendati begitu, mantan ketua MPR tersebut tak menampik klaimnya tersebut bisa saja berubah apabila terjadi skandal politik seperti yang terjadi saat pemerintahan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon.
“Tapi secara rasional, secara kesadaran politik, kesadaran bernegara sebaiknya memang ya apa seperti di Amerika, kalau ada skandal seperti Nixon ya apa boleh buat, tapi umumnya sejelek-jelek itu kan juga ditunggu,” kata Amien Rais memungkasi.”
Faktanya, judul artikel tersebut adalah judul hasil suntingan atau editan. Judul aslinya adalah “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah” tanpa tambahan “Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI”. Artikel asli dimuat di situs suara.com pada Jum’at, 22 Mei 2020.
Di dalam artikel itu, juga tidak menemukan pernyataan bahwa Amien menyebut Presiden Jokowi merupakan sosok terbaik saat ini dan selamanya buat Republik Indonesia (RI).
Berikut artikel selengkapnya:
“Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah
Rendy Adrikni Sadikin | Husna RahmayunitaJum’at, 22 Mei 2020 | 12:10 WIB
“Jangan sampai kita nanti ada presiden turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada preiden,” kata Amien Rais.
Suara.com – Politikus senior Amien Rais menilai sebuah langkah tak elok apabila rakyat mendesak Presiden Jokowi mundur di tengah masa jabatannya. Pasalnya, menurut Amien Rais tindakan tersebut berpotensi merusak konstitusi yang sudah terbentuk. Pendapat itu disampaikan Amien Rais dalam video unggahan kanal YouTube Refly Harun bertajuk “Amien Rais dan Reformasi 21 Mei 1998. Banyak yang Belum Terungkap” pada Kamis (20/5/2020).
Mulanya, Amien Rais menyoroti sistem pergantian presiden pascareformasi di mana berganti setiap lima tahun sekali. Tepatnya tahun 1998-2004, mulai dari pemerintahan Habibie hingga Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya mengingatkan alangkah lucunya, selang lima tahun kita menyaksikan lima presiden,” ucap Amien Rais seperti dikutip Suara.com.
Mengacu pada sistem tersebut, Amien Rais lantas mengimbau agar rakyat menghormati masa jabatan penguasa negara. Sekalipun rakyat menolak kebijakan penguasa tersebut. Hal itu, terang Amien Rais, semata-mata bertujuan untuk mempertahankan konstitusi yang telah ada.
“Jangan sampai kita nanti ada presiden turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada preiden. Kita tunggu sampai akhir. Karena kalau kita turunkan presiden di tengah jalan lagi kambuh nanti nggak ada gunanya konstitusi,” sambungnya. Kepada Refly Harun yang memandu acara, Amien Rais menuturkan, imbauan tersebut juga berlaku sampai sekarang, saat pemerintahan Jokowi.
Sebagai sosok yang dikenal vokal mengkritik pemerintah, Amien Rais berpendapat jika Jokowi dilengserkan maka malah berpotensi memperkeruh situasi.
“Menurut saya, kalau Pak Jokowi sampai diturunkan itu akan jauh lebih parah. Lebih baik sudahlah. Ya sudah kita tunggu jika Allah menghendaki lain kita tidak akan pernah tahu,” imbuhnya. Kendati begitu, mantan ketua MPR tersebut tak menampik klaimnya tersebut bisa saja berubah apabila terjadi skandal politik seperti yang terjadi saat pemerintahan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon.
“Tapi secara rasional, secara kesadaran politik, kesadaran bernegara sebaiknya memang ya apa seperti di Amerika, kalau ada skandal seperti Nixon ya apa boleh buat, tapi umumnya sejelek-jelek itu kan juga ditunggu,” kata Amien Rais memungkasi.”
Kesimpulan
Judul suntingan / editan. Judul aslinya adalah “Amien Rais: Kalau Jokowi Sampai Diturunkan Akan Lebih Parah” tanpa tambahan “Karena Dia Adalah Yang Terbaik Saat Ini,Dan Selamanya Buat RI”. Artikel asli dimuat di situs suara.com pada Jum’at, 22 Mei 2020.
Rujukan
Halaman: 7407/8517



