Bersama Lawan COVID-19.
Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
Sebagai Insentif Pemerintah Akan Gratiskan Akses Internet.
Baca Selengkapnya Di
https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.rcti.asia/daftar/
*Bersama Lawan COVID-19.*
Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
*Sebagai Insentif Pemerintah Gratiskan Akses Internet.*
Baca Selengkapnya Di
https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.sctv.asia/daftar
"*Pemerintah Berikan Internet Gratis*.
Akibat Corona Virus Pemerintah Gratiskan Internet.
*Baca Selengkapnya Di*
https://www.bantuan.pemerintah.co.id.youtubercam.com/corona"
*Bersama Lawan COVID-19*.
Pesan Pemerintah Tetap Dirumah & Jaga Jarak.
*Sebagai Insentif Pemerintah Gratiskan Akses Internet*.
Baca Selengkapnya Di
https://www.internet.gratis.pemerintah.go.id.berita.sctv.asia/daftar
*Pemerintah Berikan Internet Gratis*.
Akibat Corona Virus Pemerintah Gratiskan Internet.
*Baca Selengkapnya Di*
https://www.bantuan.pemerintah.co.id.youtubercam.com/CORONA
[SALAH] Insentif Virus Corona, Pemerintah Gratiskan Akses Internet
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/06/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan berantai melalui WhatsApp berisi tautan tentang pemerintah yang memberikan insentif akses internet gratis akibat virus Corona. Isi tautan berisi narasi bahwa untuk mengaktifkan internet gratis harus mengisi surveis di dalam laman tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari kompas.com, Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli menegaskan informasi dalam pesan berantai tersebut hoaks. “Jangan percaya dengan viral ini karena itu adalah hoaks,” kata Ahmad Ramli
Dia mengatakan, program yang berasal dari pemerintah adalah berupa kerja sama dengan operator telekomunikasi dengan memberikan layanan internet gratis melalui platform dunia pendidikan. “Nilainya sekitar Rp 1,9 triliun per bulan,” ujar dia.
Menurut dia, ada lagi modus penipuan lain yang muncul seperti pengiriman pesan penipuan agar orang masuk ke tautan atau mengakses hal tertentu. Ia berpesan, agar tak mengikuti tautan tersebut, dan melaporkannya ke BRTI.
Dalam penelusuran lain, melansir dari data.jakarta.go.id, hoaks yang beredar memiliki karakteristik yang mirip dengan hoaks yang sudah pernah dilaporkan pada artikel analisaaceh.com (06/06/2020), namun terdapat perbedaan di bagian “berita.rcti.asia” menjadi “mnctv.club”. Pesan berantai tersebut diduga sebagai pesan yang dibuat oleh para peretas. Tim Jalahoaks DKI juga menemukan hoaks terkait dengan domain akhir yang berbeda yaitu “metro.biz.id.”
Berdasarkan penjelasan tersebut, informasi mengenai pemerintah memberikan akses internet gratis akibat virus Corona tidak benar. Oleh sebab itu, informasi tersebut masuk dalam Fabricated Content/Konten Palsu.
Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari kompas.com, Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli menegaskan informasi dalam pesan berantai tersebut hoaks. “Jangan percaya dengan viral ini karena itu adalah hoaks,” kata Ahmad Ramli
Dia mengatakan, program yang berasal dari pemerintah adalah berupa kerja sama dengan operator telekomunikasi dengan memberikan layanan internet gratis melalui platform dunia pendidikan. “Nilainya sekitar Rp 1,9 triliun per bulan,” ujar dia.
Menurut dia, ada lagi modus penipuan lain yang muncul seperti pengiriman pesan penipuan agar orang masuk ke tautan atau mengakses hal tertentu. Ia berpesan, agar tak mengikuti tautan tersebut, dan melaporkannya ke BRTI.
Dalam penelusuran lain, melansir dari data.jakarta.go.id, hoaks yang beredar memiliki karakteristik yang mirip dengan hoaks yang sudah pernah dilaporkan pada artikel analisaaceh.com (06/06/2020), namun terdapat perbedaan di bagian “berita.rcti.asia” menjadi “mnctv.club”. Pesan berantai tersebut diduga sebagai pesan yang dibuat oleh para peretas. Tim Jalahoaks DKI juga menemukan hoaks terkait dengan domain akhir yang berbeda yaitu “metro.biz.id.”
Berdasarkan penjelasan tersebut, informasi mengenai pemerintah memberikan akses internet gratis akibat virus Corona tidak benar. Oleh sebab itu, informasi tersebut masuk dalam Fabricated Content/Konten Palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Auliyaa Muhammad Hesa (Anggota Komisariat MAFINDO UI & FC UI)
Pesan berantai melalui WhatsApp berisi tautan bahwa pemerintah akan berikan internet gratis sebagai insentif virus Corona tidak benar. “Jangan percaya dengan viral ini karena itu adalah hoaks,” kata Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli.
Pesan berantai melalui WhatsApp berisi tautan bahwa pemerintah akan berikan internet gratis sebagai insentif virus Corona tidak benar. “Jangan percaya dengan viral ini karena itu adalah hoaks,” kata Direktur Jenderal Pos dan Penyelenggaraan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/12/091300465/-hoaks-link-pemerintah-berikan-internet-gratis-
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/11/200100765/hati-hati-jangan-klik-link-pemerintah-berikan-internet-gratis-yang-menyebar
- https://data.jakarta.go.id/jalahoaks/detail/HOAKS-Bersama-Lawan-Covid-19-Sebagai-Insentif-Pemerintah-Akan-Gratiskan-Akses-Internet
- https://analisaaceh.com/awas-hoaks-internet-gratis-di-whatsapp-berpotensi-pencurian-data-pribadi/
[SALAH] “Corona Virus adalah BOHONG. bukan dari Virus tapi dari Bakteri. semua ini diketahui oleh negara Itali”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/06/2020
Berita
menurut para ahli italia, corona bukan virus..??
Itali buktikan covid
Itali buktikan covid
Hasil Cek Fakta
Beredasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Italia mengetahui Corona Virus adalah bohong bukan dari virus tapi dari bakteri adalah klaim yang salah.
Menurut situs resmi Kementerian Kesehatan Italia , dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Covid-19 adalah virus RNA untai positif dengan penampilan seperti mahkota di bawah mikroskop elektron. Orthocoronavirinae subfamili dari keluarga Coronaviridae selanjutnya diklasifikasikan ke dalam empat genera coronavirus (CoV): Alpha-, Beta-, Delta-, dan Gammacoronavirus. Genus Betacoronavirus selanjutnya dibagi menjadi lima subgenera (termasuk Sarbecovirus)
Virus korona diidentifikasi pada pertengahan 1960-an dan diketahui menginfeksi manusia dan berbagai hewan (termasuk burung dan mamalia). Sel epitel di saluran pernapasan dan saluran pencernaan adalah sel target utama. Sampai saat ini, ada tujuh jenis virus korona yang telah terbukti menginfeksi manusia.
Merujuk USA Today, setelah virus Korona baru diidentifikasi oleh otoritas Tiongkok pada 7 Januari 2020, sejak itu Kementerian Kesehatan Italia belum mengumumkan penemuan obat atau mengubah pendiriannya tentang apa yang menyebabkan covid-19. Covid-19 dianggap sebagai penyakit yang disebabkan virus dan menjelaskan bahwa antibiotik adalah pengobatan yang tidak efektif karena covid-19 disebabkan oleh virus bukan bakteri.
Masih dari sumber yang sama, WHO juga tidak melarang otopsi pasien covid-19. WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis pedoman bagi petugas kesehatan untuk melakukan otopsi secara aman terhadap pasien COVID-19 yang terkonfirmasi.
Untuk klaim bahwa “DI ITALIA Obat untuk CORONA VIRUS AKHIRNYA DITEMUKAN dan seterusnya, pada tanggal 26 Mei 2020, sudah pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id di artikel berjudul “[SALAH] “Italia mengalahkan COVID-19 “Koagulasi intravaskular diseminata” (Trombosis)”.
Antibiotik, di sisi lain, tidak direkomendasikan pada pasien dengan Covid-19 karena penyakit ini disebabkan oleh virus dan antibiotik digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri.
Namun, akan salah untuk menyarankan bahwa perawatan untuk trombosis saja dapat membantu menyembuhkan Covid-19 . Banyak yang masih belum diketahui tentang virus dan sejauh ini tidak ada pengobatan atau antivirus yang telah dikenal luas sebagai efektif terhadap Covid-19.
Beberapa penelitian memang menemukan pasien Covid-19 yang mengalami trombosis. Namun, menyimpulkan bahwa pasien Covid-19 meninggal hanya karena trombosis keliru. Selain trombosis, pasien Covid-19 kebanyakan meninggal karena pneumonia dan gagal napas.
Menurut WHO, sekitar 80 persen penderita Covid-19 akan sembuh tanpa memerlukan perawatan rumah sakit. Tapi satu dari enam penderita bakal mengalami sakit yang parah. Dikutip dari BBC, dalam kasus yang parah ini, virus akan menyebabkan kerusakan pada paru-paru sehingga kadar oksigen dalam tubuh menurun dan membuat penderita sulit bernapas. Untuk meringankan kasus ini, ventilator digunakan untuk mendorong udara, dengan meningkatkan kadar oksigen, ke paru-paru.
Selain itu, ventilator memiliki pelembab udara, yang menambah panas dan kelembaban pada pasokan udara sehingga sesuai dengan suhu tubuh pasien. Pasien pun diberi obat untuk mengendurkan otot-otot pernapasan sehingga napas mereka dapat sepenuhnya diatur oleh mesin. Pasien dengan gejala lebih ringan dapat diberi corong yang dikenal sebagai ventilasi non-invasif, karena tidak memerlukan pipa internal. Bentuk ventilasi lainnya adalah tekanan saluran napas positif kontinyu (CPAP).
Dilansir dari India Today, berdasarkan penjelasan para praktisi kesehatan senior, tidak semua pasien Covid-19 membutuhkan ventilator dan ICU. Mereka yang membutuhkan ventilator dan ICU adalah pasien Covid-19 dengan kondisi kritis atau mengalami kegagalan multi-organ. Sergio Harasi, Direktur Unit Operasi Pneumologi Rumah Sakit San Giuseppe Italia, mengatakan, “Sebagian besar kematian Covid-19 disebabkan oleh pneumonia interstisial dan gagal napas. Klaim bahwa pasien tidak seharusnya diintubasi patut dipertanyakan.”
Menurut situs resmi Kementerian Kesehatan Italia , dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Covid-19 adalah virus RNA untai positif dengan penampilan seperti mahkota di bawah mikroskop elektron. Orthocoronavirinae subfamili dari keluarga Coronaviridae selanjutnya diklasifikasikan ke dalam empat genera coronavirus (CoV): Alpha-, Beta-, Delta-, dan Gammacoronavirus. Genus Betacoronavirus selanjutnya dibagi menjadi lima subgenera (termasuk Sarbecovirus)
Virus korona diidentifikasi pada pertengahan 1960-an dan diketahui menginfeksi manusia dan berbagai hewan (termasuk burung dan mamalia). Sel epitel di saluran pernapasan dan saluran pencernaan adalah sel target utama. Sampai saat ini, ada tujuh jenis virus korona yang telah terbukti menginfeksi manusia.
Merujuk USA Today, setelah virus Korona baru diidentifikasi oleh otoritas Tiongkok pada 7 Januari 2020, sejak itu Kementerian Kesehatan Italia belum mengumumkan penemuan obat atau mengubah pendiriannya tentang apa yang menyebabkan covid-19. Covid-19 dianggap sebagai penyakit yang disebabkan virus dan menjelaskan bahwa antibiotik adalah pengobatan yang tidak efektif karena covid-19 disebabkan oleh virus bukan bakteri.
Masih dari sumber yang sama, WHO juga tidak melarang otopsi pasien covid-19. WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis pedoman bagi petugas kesehatan untuk melakukan otopsi secara aman terhadap pasien COVID-19 yang terkonfirmasi.
Untuk klaim bahwa “DI ITALIA Obat untuk CORONA VIRUS AKHIRNYA DITEMUKAN dan seterusnya, pada tanggal 26 Mei 2020, sudah pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id di artikel berjudul “[SALAH] “Italia mengalahkan COVID-19 “Koagulasi intravaskular diseminata” (Trombosis)”.
Antibiotik, di sisi lain, tidak direkomendasikan pada pasien dengan Covid-19 karena penyakit ini disebabkan oleh virus dan antibiotik digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri.
Namun, akan salah untuk menyarankan bahwa perawatan untuk trombosis saja dapat membantu menyembuhkan Covid-19 . Banyak yang masih belum diketahui tentang virus dan sejauh ini tidak ada pengobatan atau antivirus yang telah dikenal luas sebagai efektif terhadap Covid-19.
Beberapa penelitian memang menemukan pasien Covid-19 yang mengalami trombosis. Namun, menyimpulkan bahwa pasien Covid-19 meninggal hanya karena trombosis keliru. Selain trombosis, pasien Covid-19 kebanyakan meninggal karena pneumonia dan gagal napas.
Menurut WHO, sekitar 80 persen penderita Covid-19 akan sembuh tanpa memerlukan perawatan rumah sakit. Tapi satu dari enam penderita bakal mengalami sakit yang parah. Dikutip dari BBC, dalam kasus yang parah ini, virus akan menyebabkan kerusakan pada paru-paru sehingga kadar oksigen dalam tubuh menurun dan membuat penderita sulit bernapas. Untuk meringankan kasus ini, ventilator digunakan untuk mendorong udara, dengan meningkatkan kadar oksigen, ke paru-paru.
Selain itu, ventilator memiliki pelembab udara, yang menambah panas dan kelembaban pada pasokan udara sehingga sesuai dengan suhu tubuh pasien. Pasien pun diberi obat untuk mengendurkan otot-otot pernapasan sehingga napas mereka dapat sepenuhnya diatur oleh mesin. Pasien dengan gejala lebih ringan dapat diberi corong yang dikenal sebagai ventilasi non-invasif, karena tidak memerlukan pipa internal. Bentuk ventilasi lainnya adalah tekanan saluran napas positif kontinyu (CPAP).
Dilansir dari India Today, berdasarkan penjelasan para praktisi kesehatan senior, tidak semua pasien Covid-19 membutuhkan ventilator dan ICU. Mereka yang membutuhkan ventilator dan ICU adalah pasien Covid-19 dengan kondisi kritis atau mengalami kegagalan multi-organ. Sergio Harasi, Direktur Unit Operasi Pneumologi Rumah Sakit San Giuseppe Italia, mengatakan, “Sebagian besar kematian Covid-19 disebabkan oleh pneumonia interstisial dan gagal napas. Klaim bahwa pasien tidak seharusnya diintubasi patut dipertanyakan.”
Kesimpulan
Menurut situs resmi Kementerian Kesehatan Italia , dijelaskan bahwa virus korona baru (covid-19) adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih serius seperti MERS dan SARS.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/zNAYn8eN-cek-fakta-italia-buktikan-covid-19-bukan-virus-melainkan-bakteri
- http://www.salute.gov.it/portale/nuovocoronavirus/dettaglioFaqNuovoCoronavirus.jsp?lingua=english&id=230#1
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/05/29/fact-check-covid-19-caused-virus-not-bacteria/5277398002/
- https://turnbackhoax.id/2020/05/26/salah-italia-mengalahkan-covid-19-koagulasi-intravaskular-diseminata-trombosis/
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/798/fakta-atau-hoaks-benarkah-dokter-italia-temukan-sebab-kematian-covid-19-adalah-bakteri-bukan-virus
Buka Peti Jenazah Pasien COVID-19, Ini 3 Fakta 15 Warga Sidoarjo Tertular Corona
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/06/2020
Berita
mayat corona menularkan ke 12 orang yg membuka peti nya
Hasil Cek Fakta
Sebanyak 15 warga Sidoarjo positif terjangkit virus corona setelah membuka peti jenazah pasien positif COVID-19. Padahal sesuai protokol kesehatan yang berlaku, peti jenazah pasien COVID-19 tidak boleh dibuka. Bahkan dalam proses pemakamannya pun, para petugas tidak diperkenankan membuka peti jenazah.
Dikutip dari liputan6.com, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengakui ada kesalahan proses pemakaman salah satu pasien positif COVID-19 di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Buntutnya menyebabkan sebagian warganya positif COVID-19.
Dikutip dari liputan6.com, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengakui ada kesalahan proses pemakaman salah satu pasien positif COVID-19 di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Buntutnya menyebabkan sebagian warganya positif COVID-19.
Kesimpulan
Menurut penjelasan Syaifuddin, begitu jenazah salah satu warga yang merupakan pasien positif COVID-19 sampai di rumah duka, peti jenzah dibuka. Akibat dari peristiwa itu, belasan warga Desa Waru, Kabupaten Sidoarjo terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19.
Rujukan
[SALAH] Pernyataan Ekstrim Menteri Kesehatan Letjen TNI dr. Terawan Agus Putranto Sp. Rad
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/06/2020
Berita
Beredar pesan berantai Whatsapp yang diklaim sebagai pernyataan dari Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto. Pernyataan tersebut terkait kesehatan.
Berikut kutipan narasinya:
“Mungkin pernah di share disini, reposting spy hapal
INI PERNYATAAN EKSTRIM MENTRI KESEHATAN : Letjen TNI Dr. Terawan Agus Putranto Sp. Rad ( K) , .
Di bawah ini patut menjadi renungan !
01. Masuk ke RS orangnya belum mati, diobati beberapa bulan kemudian mati,
coba kamu pikirkan ini diobati hingga sembuh, atau diobati hingga mati ?
02. Diabetes :
Mula mula satu tanda plus, selama 10 tahun pengobatan berubah menjadi empat tanda plus,
coba kamu katakan setelah pengobatan jadi ringan atau tambah berat, serta apakah masih bisa bertahan 10 tahun lagi ...
03. Dokter sendiri berdarah tinggi 10 tahun, dia sendiri tidak dapat mengobati dirinya, tapi bisa bisa buka resep untuk pasien darah tinggi.
Dokter itu sendiri diabetes 5 tahun, asam urat 8 tahun, membuka resep mengobati pasien yg sakit 1-2 tahun
Apakah Ini Tidak Lucu ?
04. Gedung RS makin bangun makin besar, pasien sakit makin hari makin banyak, apabila dokter benar benar dapat menyembuhkan pasien, seharusnya pasien makin hari makin sedikit.
05. Penderita kanker di operasi, radioterapi, kemoterapi, setelah 2-3 bulan mati, bahkan bangkrut melarat.
Andai tidak masuk RS malah bisa hidup 2 tahun, bahkan bisa lebih lama, apakah itu prestasi medis atau hal yg menyedihkan ?
06. Jadi seharusnya orang macam apa yang harus ke rumah sakit ?
Pertama ==> orang yang butuh pertolongan darurat,
Kedua ==> orang yang butuh hemostasis darurat (menghentikan pendarahan).
Ketiga ==> orang yang patah tulang tangan / kaki
Keempat ==> ibu hamil yang akan melahirkan.
Bagi orang orang selain di atas, asal mengatur mentalitas hidup, berolahraga, ubah kebiasaan buruk, gizi seimbang, perawatan dengan herbal sudah un cukup !
07. Kesimpulan :
Manusia sudah kehilangan pola pikir logis
Sakit → Makan obat
Ke dokter → Masuk RS
Akibatnya :
→Jual rumah
→ Pinjam uang
→ Diobati sampai mati
Inilah kesedihan pola pikir inersial manusia!Manusia demikian galau dan tersesat !
Ingat :‼️
Kunci sehat berada di tangan diri sendiri!!!
Engkau sesungguhnya tidak sakit, hanya punya kebiasaan ke dokter periksa penyakit.
Jadi otaknya lah yang berpenyakit.
Mahatir Muhamad (usia ±92th ) mengatakan :
Saya akan menyarankan orang untuk tidak beristirahat ketika mereka menjadi tua karena jika anda beristirahat, anda akan segera menjadi sangat lemah dan tidak mampu, dan mungkin menjadi pikun.
Jadilah aktif setelah anda mencapai usia pensiun, kata Dr Mahathir( Perdana Menteri Malaysia)
Ini sama dengan otot ototmu, Jika anda tidak menggunakan otot dan berbaring sepanjang waktu, otot-otot bahkan tidak dapat membawa berat badan anda. Anda tidak bisa berdiri, anda tidak bisa berjalan.
Otak juga sama. Jika anda tidak menggunakan otak anda, anda tidak berpikir, anda tidak menyelesaikan masalah, anda tidak membaca, anda tidak menulis, otak mundur dan anda menjadi pikun. Jadi selalu aktiflah, tambahnya.
Jangan Pernah Merasa Sudah Tua,.. Tetaplah Muda dan Aktif.
Hadapi Hidup ini dengan semangat, jangan pernah berpikir menyerah dan ingat kekayaan yang kita punya tdk ada yg abadi.
Salam
Bahagia.
SILAHKAN DI SHAREE JIKA ITU BERMANFAAT....❤🙏🙏💪💪🤝”
Berikut kutipan narasinya:
“Mungkin pernah di share disini, reposting spy hapal
INI PERNYATAAN EKSTRIM MENTRI KESEHATAN : Letjen TNI Dr. Terawan Agus Putranto Sp. Rad ( K) , .
Di bawah ini patut menjadi renungan !
01. Masuk ke RS orangnya belum mati, diobati beberapa bulan kemudian mati,
coba kamu pikirkan ini diobati hingga sembuh, atau diobati hingga mati ?
02. Diabetes :
Mula mula satu tanda plus, selama 10 tahun pengobatan berubah menjadi empat tanda plus,
coba kamu katakan setelah pengobatan jadi ringan atau tambah berat, serta apakah masih bisa bertahan 10 tahun lagi ...
03. Dokter sendiri berdarah tinggi 10 tahun, dia sendiri tidak dapat mengobati dirinya, tapi bisa bisa buka resep untuk pasien darah tinggi.
Dokter itu sendiri diabetes 5 tahun, asam urat 8 tahun, membuka resep mengobati pasien yg sakit 1-2 tahun
Apakah Ini Tidak Lucu ?
04. Gedung RS makin bangun makin besar, pasien sakit makin hari makin banyak, apabila dokter benar benar dapat menyembuhkan pasien, seharusnya pasien makin hari makin sedikit.
05. Penderita kanker di operasi, radioterapi, kemoterapi, setelah 2-3 bulan mati, bahkan bangkrut melarat.
Andai tidak masuk RS malah bisa hidup 2 tahun, bahkan bisa lebih lama, apakah itu prestasi medis atau hal yg menyedihkan ?
06. Jadi seharusnya orang macam apa yang harus ke rumah sakit ?
Pertama ==> orang yang butuh pertolongan darurat,
Kedua ==> orang yang butuh hemostasis darurat (menghentikan pendarahan).
Ketiga ==> orang yang patah tulang tangan / kaki
Keempat ==> ibu hamil yang akan melahirkan.
Bagi orang orang selain di atas, asal mengatur mentalitas hidup, berolahraga, ubah kebiasaan buruk, gizi seimbang, perawatan dengan herbal sudah un cukup !
07. Kesimpulan :
Manusia sudah kehilangan pola pikir logis
Sakit → Makan obat
Ke dokter → Masuk RS
Akibatnya :
→Jual rumah
→ Pinjam uang
→ Diobati sampai mati
Inilah kesedihan pola pikir inersial manusia!Manusia demikian galau dan tersesat !
Ingat :‼️
Kunci sehat berada di tangan diri sendiri!!!
Engkau sesungguhnya tidak sakit, hanya punya kebiasaan ke dokter periksa penyakit.
Jadi otaknya lah yang berpenyakit.
Mahatir Muhamad (usia ±92th ) mengatakan :
Saya akan menyarankan orang untuk tidak beristirahat ketika mereka menjadi tua karena jika anda beristirahat, anda akan segera menjadi sangat lemah dan tidak mampu, dan mungkin menjadi pikun.
Jadilah aktif setelah anda mencapai usia pensiun, kata Dr Mahathir( Perdana Menteri Malaysia)
Ini sama dengan otot ototmu, Jika anda tidak menggunakan otot dan berbaring sepanjang waktu, otot-otot bahkan tidak dapat membawa berat badan anda. Anda tidak bisa berdiri, anda tidak bisa berjalan.
Otak juga sama. Jika anda tidak menggunakan otak anda, anda tidak berpikir, anda tidak menyelesaikan masalah, anda tidak membaca, anda tidak menulis, otak mundur dan anda menjadi pikun. Jadi selalu aktiflah, tambahnya.
Jangan Pernah Merasa Sudah Tua,.. Tetaplah Muda dan Aktif.
Hadapi Hidup ini dengan semangat, jangan pernah berpikir menyerah dan ingat kekayaan yang kita punya tdk ada yg abadi.
Salam
Bahagia.
SILAHKAN DI SHAREE JIKA ITU BERMANFAAT....❤🙏🙏💪💪🤝”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa Menkes Terawan tidak pernah menuliskan pernyataan tersebut. Dilansir dari medcom.id, diketahui bahwa narasi tersebut pernah beredar pada tahun 26 April 2018 dengan judul “Ucapan menteri kesehatan China, Zhang Wen Kang dibawah ini patut menjadi renungan.” Sedangkan, dr Terawan mulai menjabat sebagai Menkes pada 23 Oktober 2019.
Bantahan serupa juga disampaikan oleh Praktisi Rumah Sakit, Anjari Umarjianto pada akun Twitternya (@anjarisme). Pada twit pada tanggal 6 Januari 2020, Anjar menyatakan bahwa pernyataan itu bukan pernyataan Menkes dr Terawan dan sudah pernah beredar tahun 2018.
Selain itu, matranews.id pada 9 Januari 2020 pernah menerbitkan artikel berjudul “Ucapan Menteri Kesehatan Zhang Wen Kang, Kontroversial.” Isi artikelnya memuat narasi yang sama dengan isi narasi sumber. Namun, pada artikel itu menyebutkan bahwa yang membuat pernyataan itu ialah Menteri Menteri Kesehatan China (1993-2003) Zhang Wen Kang.
Bantahan serupa juga disampaikan oleh Praktisi Rumah Sakit, Anjari Umarjianto pada akun Twitternya (@anjarisme). Pada twit pada tanggal 6 Januari 2020, Anjar menyatakan bahwa pernyataan itu bukan pernyataan Menkes dr Terawan dan sudah pernah beredar tahun 2018.
Selain itu, matranews.id pada 9 Januari 2020 pernah menerbitkan artikel berjudul “Ucapan Menteri Kesehatan Zhang Wen Kang, Kontroversial.” Isi artikelnya memuat narasi yang sama dengan isi narasi sumber. Namun, pada artikel itu menyebutkan bahwa yang membuat pernyataan itu ialah Menteri Menteri Kesehatan China (1993-2003) Zhang Wen Kang.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan itu, klaim bahwa Menkes dr Terawan membuat pernyataan ekstrim tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1212152739117259/
- https://turnbackhoax.id/2020/06/18/salah-pernyataan-ekstrim-menteri-kesehatan-letjen-tni-dr-terawan-agus-putranto-sp-rad/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4160691/cek-fakta-hoaks-7-pernyataan-ekstrem-menkes-terawan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/569/fakta-atau-hoaks-benarkah-menkes-terawan-pernah-sebut-tujuh-pernyataan-ekstrem-soal-rumah-sakit-ini
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/MkMVagDK-viral-tujuh-pernyataan-ekstrem-menkes-soal-rumah-sakit-dan-dokter
- https://twitter.com/anjarisme/status/1214092929679020032
- https://matranews.id/ucapan-menteri-kesehatan-zhang-wen-kang-kontroversial/
- https://archive.fo/fJYLd
- https://id.wikipedia.org/wiki/Terawan_Agus_Putranto
Halaman: 7413/8517




