• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Jokowi Berharap Rakyat Terima TKA Cina sebagai Saudara yang Mencari Nafkah?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/09/2020

    Berita


    Gambar tangkapan layar judul sebuah artikel di situs Swarakyat yang berbunyi "Jokowi Berharap, Kita Semua Dapat Menerima Kehadiran TKA Cina sebagai Saudara Yang Mencari Nafkah Disini" beredar di media sosial. Dalam gambar itu, tertulis bahwa artikel tersebut dipublikasikan pada 27 Agustus 2020.
    Di bawah judul artikel itu, terdapat pula foto Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan sedang memegang sebuah kertas. Dalam foto itu, Jokowi tengah bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang juga mengenakan pakaian berwarna putih.
    Gambar berisi narasi tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Isma pada 28 Agustus 2020. Akun ini pun menulis, "Saudara ?? Yang ada aja disini blm pada kerja..." Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah direspons lebih dari 400 kali dan dibagikan sebanyak 166 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Isma.
    Apa benar Jokowi berharap rakyat menerima TKA Cina sebagai saudara yang mencari nafkah di sini?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri artikel dengan judul "Jokowi Berharap, Kita Semua Dapat Menerima Kehadiran TKA Cina sebagai Saudara Yang Mencari Nafkah Disini" di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan artikel di situs Swarakyat maupun media kredibel dengan judul tersebut.
    Tempo pun menelusuri foto Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam unggahan akun Isma tersebut untuk menemukan jejak digitalnya. Hasilnya, ditemukan bahwa situs Swarakyat memang pernah memuat foto tersebut pada tanggal yang sesuai dengan yang tertera dalam unggahan akun Isma, yakni 27 Agustus 2020. Namun, judul artikel aslinya adalah “Jokowi Berharap Masyarakat Takut Kepada Allah dan Api Neraka”.
    Artikel ini diambil dari berita di situs Jawapos.com dengan judul yang sama yang dimuat pada 26 Agustus 2020. Dalam berita itu, disebutkan bahwa Presiden Jokowi meminta semua pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk terus melakukan sosialisasi pencegahan korupsi. Dengan demikian, masyarakat semakin sadar dan tidak melakukan tindakan yang terkait dengan korupsi.
    “Gerakan budaya anti korupsi harus terus kita galakkan. Masyarakat harus tahu apa itu korupsi. Kita semua tahu apa itu gratifikasi, masyarakat harus menjadi bagian untuk mencegah korupsi. Antikorupsi itu sudah seharusnya jadi kepantasan dan kepatutan yang harus menjadi budaya,” ujar Jokowi dalam pidatonya dalam Aksi Nasional Pencegahan Korupsi di Istana Bogor pada 26 Agustus 2020.
    Jokowi pun berharap hal baik itu terus disosialisasikan hingga masyarakat menolak korupsi bukan karena adanya hukuman penjara ata sanksi lainnya, melainkan karena takut pada Allah dan siksa api neraka. “Takut melakukan korupsi bukan hanya terbangun atas ketakutan terhadap denda dan terhadap penjara. Takut melakukan korupsi juga bisa didasarkan pada ketakutan kepada sanksi sosial. Takut dan malu pada keluarga kepada tetangga dan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan api neraka,” katanya.
    Dalam berita ini, tidak ada satu pun pernyataan Presiden Jokowi soal harapannya agar rakyat menerima TKA Cina. Dengan demikian, gambar tangkapan layar yang diunggah oleh akun Isma merupakan hasil suntingan.
    Foto dalam gambar tangkapan layar itu pun tidak terkait dengan TKA Cina. Foto itu diabadikan oleh fotografer kantor berita Antara Wahyu Putro pada 27 Juni 2019. Foto tersebut pernah dimuat oleh sejumlah situs media, salah satunya Tirto.id pada 3 Juli 2019 dalam berita yang berjudul "Pengusaha Usul Jokowi Ambil Menteri dari Kalangan Pebisnis".
    Foto tersebut diberi keterangan: “Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.”

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Presiden Jokowi berharap rakyat menerima TKA Cina sebagai saudara yang mencari nafkah di sini, keliru. Gambar tangkapan layar yang memuat klaim tersebut merupakan hasil suntingan dari judul artikel situs Swarakyat pada 27 Agustus 2020 yang berbunyi “Jokowi Berharap Masyarakat Takut Kepada Allah dan Api Neraka”. Artikel ini berasal dari berita di situs Jawapos.com dengan judul yang sama yang dimuat pada 26 Agustus 2020.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Rizieq Shihab Bersumpah Tak Akan Masuk Indonesia Seumur Hidup?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/09/2020

    Berita


    Klaim bahwa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bersumpah tidak akan masuk ke Indonesia seumur hidupnya beredar di media sosial. Klaim itu terdapat dalam foto Rizieq dengan teks yang berbunyi "Ingat..! Saya bersumpah..! Tdk akan masuk ke Indonesia seumur hidup saya..!".
    Di Facebook, foto dengan tulisan tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Tokoh Nasional Indonesia pada 31 Agustus 2020. Akun ini pun memberikan narasi, "Benar nggak sih ucapan Habibana yang mulia Rizieq ini?" Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dikomentari sebanyak 100 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Tokoh Nasional Indonesia.
    Apa benar Imam Besar FPI Rizieq Shihab bersumpah tidak akan masuk ke Indonesia seumur hidup?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri informasi dan pemberitaan terkait dengan kata kunci "Rizieq bersumpah tidak ke Indonesia" di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi ataupun pemberitaan tentang Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang bersumpah tidak akan masuk ke Indonesia seumur hidup.
    Penelusuran Tempo hanya menemukan berita bahwa Rizieq pernah bersumpah tidak akan meminta bantuan kepada pemerintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam proses kepulangannya ke Indonesia pasca menetap di Mekkah, Arab Saudi. Berita itu salah satunya pernah dimuat oleh situs media CNN Indonesia pada 24 Agustus 2019.
    Berita itu berjudul "Rizieq Bersumpah Tak Mengemis ke Rezim Zalim soal Pencekalan". Menurut berita itu, Rizieq Shihab telah melampaui izin tinggal di Tanah Suci sejak 21 Juli 2018. Ia pun resmi dicekal pemerintah Arab Saudi. "Demi Allah, saya tidak akan meminta bantuan rezim zalim Indonesia, apalagi mengemis untuk cabut cekal saya di Saudi," ujar Rizieq.
    Pria yang kerap disapa Habib Rizieq  ini pun belakangan justru menyatakan harapannya untuk bisa pulang ke Indonesia. Hal tersebut diberitakan oleh situs media Suara.com pada 1 September 2020 dengan judul "Rizieq Blak-Blakan, Walau Nyaman di Arab, Tetap Ingin Pulang ke Indonesia". Suara.com mengutip informasi ini dari kanal YouTube Hendri Official yang tayang bulan lalu.
    Rizieq Shihab mengatakan, selama tiga tahun tinggal di Arab Saudi, dia mendapat sejumlah fasilitas terkait peribadahan serta bisa bepergian ke mana pun yang dia mau. “Saya berterima kasih kepada pemerintah Saudi, mereka tak pernah mengganggu saya, mereka memperlakukan saya dengan baik, mereka menghormati kita, menghargai hak-hak kita,” ujarnya.
    Kendati hidup nyaman di Arab Saudi, Rizieq tetap berharap bisa pulang ke Indonesia. Hingga kini, segala hal terus diupayakan olehnya supaya proses kepulangannya bisa berjalan lebih cepat. “Paling tidak sekarang sudah ada green light, lampu hijau. Jadi, kalau pencekalan itu dicabut, saya langsung pulang, Saudara,” katanya.
    Sejumlah organisasi cek fakta juga telah memverifikasi klaim "Rizieq Shihab bersumpah tidak akan masuk Indonesia seumur hidup" dan menyatakannya sebagai hoaks. Mafindo, dalam situsnya Turnbackhoax.id misalnya, menjelaskan bahwa tidak ada informasi valid mengenai hal tersebut. Justru, baru-baru ini, Rizieq Shihab menyatakan ingin kembali ke Indonesia.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Imam Besar FPI Rizieq Shihab bersumpah tidak akan masuk ke Indonesia seumur hidup keliru. Tidak ditemukan informasi ataupun pemberitaan tentang Rizieq yang bersumpah tidak akan masuk ke Indonesia seumur hidup. Justru, baru-baru ini, Rizieq menyatakan harapannya untuk bisa pulang ke Indonesia.
    IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Perdana Menteri Jepang Mundur Karena Terkait Virus Corona

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 03/09/2020

    Berita

    Akun Twitter Roland Kamal (@KamalRoland) mengunggah cuitan berupa narasi untuk membalas cuitan akun Twitter resmi Presiden Joko Widodo tentang Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo pada 28 Agustus 2020. Cuitan yang mengklaim bahwa perdana menteri Jepang mundur terkait virus Corona dan menteri-menteri di Indonesia yang pernah terkena virus Corona kembali menjabat itu telah mendapat respon sebanyak 1 retweet, 5 tweet kutipan, dan 15 suka.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mundur karena virus Corona tidak tepat. Melalui utas yang dibuat pada akun Twitter resminya, Perdana Menteri Shinzo Abe memohon maaf atas keputusan mundurnya itu dan mengungkapkan penyakit kolitis ulseratif yang telah lama dideritanya kembali kambuh sehingga kondisi kesehatan fisiknya terus menurun. Ia juga menyebutkan bahwa kondisi seperti ini akan berpengaruh dalam pengambilan keputusan politik yang penting.

    Dikutip dari BBC, perdana menteri yang telah menjabat sejak 2012 itu pernah mendadak mundur dari jabatan sebelumnya sebagai perdana menteri pada tahun 2007 karena terbelit penyakit yang sama sejak Ia masih remaja. Abe punya reputasi sebagai seorang konservartif dan nasionalis, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi melakui kebijakannya yang agresif, yaitu “Abenomics”.

    Mengenai kolitis ulseratif, penyakit itu adalah peradangan kronis yang terjadi pada usus besar (kolon) dan rektum. Pada penyakit ini, terdapat tukak atau luka di dinding usus besar, sehingga menyebabkan tinja bercampur dengan darah. Penyebab kolitis ulseratif belum diketahui secara pasti, tetapi diduga disebabkan oleh respons autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh yang bekerja secara tidak normal yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sistem pencernaan itu sendiri.

    Sebagai tambahan, klaim mengenai menteri-menteri Indonesia yang pernah terkena virus Corona kembali menjabat dalam cuitan tersebut kurang tepat. Hanya ada satu menteri Indonesia yang pernah terkena virus Corona, yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia dinyatakan sembuh 31 Maret 2020 setelah setelah 17 hari dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dan kembali menjalankan tugasnya sebagai Menteri Perhubungan.

    Dengan demikian, narasi cuitan balasan akun Twitter Roland Kamal (@KamalRoland) itu dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan. Hal ini dikarenakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mundur karena penyakit kolitis ulseratif yang dideritanya sejak bertahun-tahun dan hanya ada satu menteri Indonesia yang pernah terkena virus Corona.

    Kesimpulan


    Narasi yang salah. Akun Twitter Roland Kamal mengirimkan narasi tersebut sebagai balasan dari cuitan akun Twitter resmi Presiden Joko Widodo. Faktanya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mundur dari jabatannya karena penyakit kolitis ulseratif yang telah bertahun-tahun ia derita.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Siap-siap Tambah blangsak! Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/09/2020

    Berita

    Akun News Bandar Tangerang (fb.com/anjas8101) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “Siap-siap Tambah blangsak! Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite”
    berita tentang premium

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6, klaim bahwa Pertamina akan hapus Premium dan Pertalite adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, PT Pertamina (Persero) memastikan tetap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite. Hal ini sesuai penugasan dari Pemerintah untuk menyalurkan BBM tersebut.

    Dilansir dari Liputan6.com, dalam keterangan tertulisnya, Pertamina berkomitmen penuh untuk melaksanakan penugasan sebaik-baiknya dengan menyalurkan dan menyediakan Premium di 4.700 outlet atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, disamping jenis BBM lainnya.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, sampai saat ini Pertamina masih tetap menyediakan dan menyalurkan Premium atau BBM RON 88 atau Premium yang merupakan penugasan dari Pemerintah. Sepanjang peraturan berlaku, maka penugasan pun tetap dijalankan Pertamina dengan sebaik-baiknya.

    Selain Premium, Pertamina juga menyediakan jenis BBM Umum yang meliputi Perta Series terdiri dari Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo dan Dex Series terdiri dari Pertamina Dex dan Dexlite. Penugasan penyaluran BBM jenis Premium tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018.

    Namun dalam rangka mendukung agenda global untuk mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dan sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 20 Tahun 2017, Pertamina terus konsisten mengedukasi konsumen dan mendorong penggunaan BBM dengan kualitas lebih baik serta lebih ramah lingkungan.

    Kesimpulan

    PT Pertamina (Persero) memastikan tetap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite. Hal ini sesuai penugasan dari Pemerintah untuk menyalurkan BBM tersebut.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini