[Fakta atau Hoaks] Benarkah Campuran Air Hangat dan Garam Bisa Hilangkan Virus Corona Covid-19?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/05/2020
Berita
Narasi bahwa virus Corona Covid-19 bisa dihilangkan dengan meminum campuran air hangat dan garam beredar di media sosial. Di Facebook, salah satu akun yang membagikan narasi itu adalah akun Rizan Dwi Herlianto, yakni pada 22 Mei 2020. Unggahan akun ini diawali dengan narasi, "Corona kalah dg Garam dapur. Gak perlu vaksin vaksinan yg mau di drop oleh yahudi ato Cina."
Adapun isi unggahan itu adalah sebagai berikut:
"Ini bukan HOAKs.Baca sampai tuntas. Ini dari teman yg baru kena CoronaSaudara Percaya beruntung. Tidak percaya saya tdk rugi.
Barusan kejadian, 2hari yg lalu. Dia lagi enak2 tidur kaget bangun karena Batuk mendadak menyerang tanpa pemberitahuan/aba2/ternyata batuk berdahak lumayan banyak, dan sepertinya Nafas terasa agak terganggu. Padahal sebelumnya tdk ada tanda2 mau batuk.Apa yg dia lakukan?
1. Buang dahak yg ada.2. Minum air hangat yg banyak/1gelas.3. Ambil GARAM DAPUR/MEJA SEDIKIT seujung sendok teh, masukan ke mulut, biarkan garam larut didlm mulut dan telan dikit dikit biar tenggorokan kita dipenuhi suasana garam.4. Ambil Tisu kasih minyak angin. Terus ditutup ke Hidung jadi masker. Rasakan tarikan nafas yg hangat oleh aroma minyak angin. Sampai saya tertidur kembali.5. BANGUN tidur tdk terasa lagi dahak dileher dan batuknyapun bables kena garam.Demikian kesaksian dari saya. Semoga Musim CORONA BISA KITA LAWAN DG GARAM YG MURAH MERIAH.SELAMAT MENCOBA DAN BAGIKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG LAIN.
SEMOGA SURABAYA DAN INDONESIA SEGERA TERBEBAS DARI CORONA. HANYA MODAL GARAM DAPUR.
Garam dapur/NaCl Vs Corona. sudah dicoba dan berhasil.Saudara2, kalau terasa leher tidak enak, tenggorokan terasa kering, reak spt lengket tdk bisa keluar, cepat ambil Garam dapur sedikit saja. Masukkan ke mulut. Biarkan larut dimulut. Kemudian telan sedikit-sedikit. Biarkan di tenggorokan.Saya sudah coba dan berhasil. Virus yg coba2 mampir di tenggorokan keok.Oleh Garam dapur/NaCl. Yg murah meriah.Sering2 lah kumur air garam.Bagikan resep yg murah meriah ini. Kesemua Kontak dan group WA, FB. Dll. Semoga kita menang lawan Corona."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Rizan Dwi Herlianto.
Apa benar campuran air hangat dan garam bisa menghilangkan virus Corona Covid-19 dari dalam tubuh?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo melakukan penelusuran informasi di situs-situs kredibel lewat mesin pencarian Google. Tempo juga menghubungi pakar epidemiologi, Dicky Budiman.
Dikutip dari Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa air garam bisa menghilangkan virus Corona di dalam tubuh. WHO mengakui ada sedikit bukti bahwa membilas hidung dengan saline atau air garam bisa membantu seseorang pulih lebih cepat dari flu biasa. Namun, membilas hidung secara teratur belum terbukti dapat mencegah infeksi pernapasan.
Dilansir dari Express, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) juga menyatakan bahwa membilas hidung dengan air garam secara rutin belum terbukti bisa melindungi dari virus Corona. Dokter spesialis paru Cina, Zhong Nanshan, pun menyatakan, "Tidak ada temuan saat ini yang menyarankan bahwa air garam dapat membunuh virus Corona baru."
Hal serupa diungkapkan oleh John Hopkins Medicine. Mereka membantah bahwa berkumur dengan air garam bisa membantu melindungi dari virus Corona. Menurut John Hopkins Medicine, berkumur dengan air garam memang bisa meredakan sakit tenggorokan, yang merupakan salah satu gejala Covid-19. Namun, pasien Covid-19 tidak hanya mengalami gejala tersebut.
Adapun menurut ahli epidemiologi, Dicky Budiman, saat dihubungi Tempo melalui pesan singkat, klaim bahwa air garam dapat membunuh virus Corona adalah klaim yang salah. Dia menjelaskan, ketika virus menempel pada reseptor ACE2 di tubuh manusia, virus tersebut akan masuk ke dalam sel. "Artinya, mau minum air garam atau alkohol tidak akan berpengaruh," katanya,
Dikutip dari situs resmi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, ACE2 atau Angiotensin Converting Enzyme 2 adalah suatu reseptor di permukaan sel yang menjadi pintu masuk virus Corona Covid-19. Enzim ini menempel pada permukaan atau membran sel-sel di beberapa organ, seperti paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus.
Hingga kini, menurut WHO, walaupun terdapat pengobatan Barat, tradisional, atau rumahan yang bisa memberikan kenyamanan dan mengurangi gejala ringan Covid-19, belum ada obat khusus untuk mencegah atau menyembuhkan Covid-19. WHO tidak merekomendasikan pengobatan mandiri apa pun, termasuk dengan antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan Covid-19.
WHO pun menyatakan, saat ini, terdapat beberapa uji klinis pengobatan Covid-19 yang sedang berlangsung, baik obat-obatan Barat maupun tradisional. WHO sedang mengkoordinasikan upaya pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah serta mengobati Covid-19 dan akan memberikan informasi terbaru segera setelah hasil penelitian tersedia.
Menurut WHO, cara paling efektif untuk melindungi dari Covid-19 adalah mencuci tangan dengan sabun secara teratur, menghindari menyentuh mata, mulut dan hidung, serta mempertahankan jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Seseorang yang mengalami batuk atau bersin disarankan untuk menutupinya dengan siku atau tisu. Tisu yang digunakan mesti segera dibuang.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa virus Corona Covid-19 bisa dihilangkan dengan meminum campuran air hangat dan garam adalah klaim yang keliru. Berkumur dengan air garam memang bisa meredakan sakit tenggorokan, yang merupakan salah satu gejala Covid-19. Namun, pasien Covid-19 tidak hanya mengalami gejala tersebut. Menurut WHO, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa air garam bisa menghilangkan virus Corona di dalam tubuh.
IBRAHIM ARSYAD
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/BfQ0F
- https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-coronavirus-salt-vinegar-idUSKBN2142MW
- https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
- https://www.express.co.uk/life-style/health/1252003/coronavirus-UK-rinsing-nose-salt-water-saline-solution-coronavirus-cure-news
- https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-coronavirus-salt-vinegar-idUSKBN2142MW
- https://farmasi.ugm.ac.id/id/mengenal-reseptor-ace2-pintu-masuk-virus-covid-19
- https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/q-a-coronaviruses
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Gereja Italia yang Hampir Semua Jemaatnya Meninggal Akibat Covid-19 Saat Dibuka Kembali?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/05/2020
Berita
Video berdurasi 3 menit 17 detik yang memperlihatkan seorang pastor sedang memasuki sebuah gereja yang kosong, di mana di setiap kursinya terpasang foto jemaatnya, beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertai video tersebut, gereja yang kosong itu merupakan gereja di Italia yang hampir semua jemaatnya telah meninggal karena virus Corona Covid-19 saat dibuka kembali.
Salah satu akun di Facebook yang membagikan video dengan narasi tersebut adalah akun Asbond S. Manurung, yakni pada 27 Mei 2020. Narasi yang ditulis oleh akun ini berbunyi: "Video mengharukan. Kisah video ini terjadi di Italia, Dianna ketika gereja dibuka kembali, ternyata hampir semua jemaatnya telah meninggal disebabkan Covid-19."
Hingga artikel ini dimuat, video unggahan akun tersebut telah ditonton lebih dari 16 ribu kali, dibagikan lebih dari 350 kali, dan direspons lebih dari 250 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Asbond S. Manurung.
Apa benar video di atas merupakan video gereja di Italia yang hampir semua jemaatnya telah meninggal karena virus Corona Covid-19 saat dibuka kembali?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video unggahan akun Facebook Asbond S. Manurung itu menjadi beberapa gambar dengantool InVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, Tempo terhubung dengan akun yang pertama kali mengunggah video itu pada 12 April 2020, yakni akun Salem Baptist Church.
Akun milik sebuah gereja ini memberikan keterangan pada video unggahannya itu, bahwa video tersebut direkam oleh T&T Creative Media saat umat Salem Baptist Church memberikan kejutan kepada Brother (sebutan bagi pastor dalam Gereja Baptis) Larry dalam rangka Paskah pada 12 April 2020. Kejutan yang dimaksud adalah foto-foto jemaat yang terpasang di kursi gereja.
"To our Salem family: we want to share with you the video of us surprising Bro. Larry with all your pictures for the Easter service. It was such a special, moving time. You can tell by this video how much he loves you all. This video is exclusively managed by T&T Creative Media. For licensing / permission to use please contact licensing@tt-creative.com," demikian narasi yang diunggah oleh akun Salem Baptist Church.
Video unggahan akun Salem Baptist Church ini telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali dan dibagikan lebih dari 30 ribu kali. Video itu pun mendapatkan lebih dari 4 ribu komentar yang sebagian besar berasal dari akun milik jemaat Salem Baptist Church. Dari komentar-komentar itu, Tempo mendapatkan petunjuk bahwa jemaat tidak bisa mengikuti ibadah Paskah di gereja di tengah pandemi Covid-19. Sebagai gantinya, para jemaat memasang foto di setiap kursi gereja.
“Ini persis seperti yang saya rasakan, kita semua akan terlihat seperti ketika kita sampai di surga. Hanya dengan kagum. Bro. Larry memimpin umatnya tidak seperti yang lain. Kami mencintaimu Bro. Larry dan rindu beribadah dengan keluarga gereja kami! Tidak sabar untuk kembali ke gereja kami,” demikian komentar dari salah satu akun milik jemaat Salem Baptist Church, Diane Moody Savell.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Salem Baptist Church.
Tempo juga memperoleh petunjuk pada unggahan akun Salem Baptist Church sebelumnya yang memuat foto Brother Larry sedang berdiri di tengah gereja dengan foto para jemaat di setiap kursinya. “Terima kasih kepada semua umat Salem atas foto-foto Anda yang membuat ibadah Paskah kami begitu istimewa. Bro. Larry gembira melihat semua wajah Anda yang tersenyum!”
Di tengah pandemi Covid-19, Salem Baptist Church memang tetap memberikan ibadah Paskah secara online bagi jemaatnya melalui Facebook. Dalam video yang diunggah akun Salem Baptist Church, terlihat sejumlah umat yang membuka ibadah Paskah itu dengan menyanyikan lagu-lagu rohani. Video tersebut bisa diakses di tautan ini.
Selain itu, Salem Baptist Church bukan berlokasi di Italia, melainkan di Amerika Serikat. Di akun Salem Baptist Church, tertulis bahwa gereja ini beralamat di 2380 Salem Road, Lake, Mississippi, Amerika Serikat. Saat dicek dengan Google Maps, memang benar gereja ini berada di Lake, Mississippi, Amerika Serikat.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang menyertai video di atas, bahwa video itu adalah video gereja di Italia yang hampir semua jemaatnya telah meninggal karena virus Corona Covid-19 saat dibuka kembali, keliru. Gereja itu adalah Salem Baptist Church yang berlokasi di Lake, Mississippi, Amerika Serikat, bukan di Italia. Video itu pun direkam saat pastor Salem Baptist Church, Larry, menerima kejutan berupa foto-foto jemaat yang dipasang di setiap kursi gereja saat ibadah Paskah pada 12 April 2020. Foto-foto itu merupakan pengganti di saat jemaat tidak bisa berkumpul di gereja karena pandemi Covid-19.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/UTtRp
- https://web.facebook.com/salembaptists/videos/208905287200573/
- https://www.facebook.com/salembaptists/photos/a.1827955070553829/3396544670361520/?type=3&theater
- https://www.facebook.com/watch/?v=218005416090535
- https://www.google.com/maps/@32.4187835,-89.3557178,3a,75y,284.65h,90t/data=!3m6!1e1!3m4!1sG03aWKrWAV5AYtDjHYeRPQ!2e0!7i3328!8i1664
[SALAH] “KRN PEMERINTAHNYA NGEYEL & RAKYATNYA BANDEL AKHIRNYA INDONESIA DILOCKDOWN DUNIA”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 26/05/2020
Berita
Beredar pesan berantai melalui Whatsapp yang menyatakan bahwa Indonesia di-lockdown dunia lantaran sikap Pemerintah Indonesia yang ngeyel dan kebandelan rakyatnya. Dalam pesan berantai tersebut tercantum beberapa negara yang diklaim melakukan pelarangan kepada WNI untuk masuk negaranya, yakni Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, serta Australia dan Selandia Baru.
Berikut kutipan narasinya:
“REZIM PLANGA PLONGO
KRN PEMERINTAHNYA NGEYEL & RAKYATNYA BANDEL AKHIRNYA INDONESIA DILOCKDOWN DUNIA.
Info Kedubes:
1. SINGAPURA
Kedutaan Singapura Jkt, Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Singapura, saat ini tidak di perbolehkan sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
(pengisian form kesehatan dll , saat ini di tangguhkan sampai ada kebijakan baru dari pemerintah Singapura).
2. JEPANG
Kedubes Jepang, Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Jepang, saat ini tidak di perbolehkan sampai dengan Awal Juni.
(namun larangan ini akan di perpanjang atau tidak, tergantung kebijakan pemerintah Jepang)
3. KOREA SELATAN
Bagian Korea Visa Application Center (KVAC) Jakarta, menginformasikan Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Korea, saat ini tidak di perbolehkan sampai dengan batas waktu yang tidak di tentukan.
4. TAIWAN
Konsulat Taiwan Jakarta, Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Taiwan, saat ini tidak di perbolehkan sampai batas waktu yang tidak di tentukan
5. HONGKONG
Info dari CX, WNI tidak di perbolehkan transit ataupun masuk ke Hongkonh sampai batas waktu yang tidak di tentukan
6. AUSTRALIA & NEW ZEALAND
Info dari Kedubes Australia dan NZ Jkt, saat ini WNI Indonesia belum bisa berkunjung ke Australia & NZ sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
Mana lagi negara yg akan menyusul melockdown Indonesia ❓”
Berikut kutipan narasinya:
“REZIM PLANGA PLONGO
KRN PEMERINTAHNYA NGEYEL & RAKYATNYA BANDEL AKHIRNYA INDONESIA DILOCKDOWN DUNIA.
Info Kedubes:
1. SINGAPURA
Kedutaan Singapura Jkt, Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Singapura, saat ini tidak di perbolehkan sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
(pengisian form kesehatan dll , saat ini di tangguhkan sampai ada kebijakan baru dari pemerintah Singapura).
2. JEPANG
Kedubes Jepang, Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Jepang, saat ini tidak di perbolehkan sampai dengan Awal Juni.
(namun larangan ini akan di perpanjang atau tidak, tergantung kebijakan pemerintah Jepang)
3. KOREA SELATAN
Bagian Korea Visa Application Center (KVAC) Jakarta, menginformasikan Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Korea, saat ini tidak di perbolehkan sampai dengan batas waktu yang tidak di tentukan.
4. TAIWAN
Konsulat Taiwan Jakarta, Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Taiwan, saat ini tidak di perbolehkan sampai batas waktu yang tidak di tentukan
5. HONGKONG
Info dari CX, WNI tidak di perbolehkan transit ataupun masuk ke Hongkonh sampai batas waktu yang tidak di tentukan
6. AUSTRALIA & NEW ZEALAND
Info dari Kedubes Australia dan NZ Jkt, saat ini WNI Indonesia belum bisa berkunjung ke Australia & NZ sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
Mana lagi negara yg akan menyusul melockdown Indonesia ❓”
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa pelarangan untuk masuk ke dalam negara-negara yang tercantum dalam pesan berantai tersebut tidak hanya khusus untuk Indonesia. Di Singapura, dilansir dari liputan6.com, Pemerintah Singapura memang sudah lama menolak kedatangan pendatang internasional short term akibat Virus Corona COVID-19. Ini tak hanya berlaku untuk WNI.
"Ini ketentuan sudah lama dan masih berlaku. Kita sudah pernah sampaikan press release. Setiap negara (termasuk Indonesia) juga masih melarang kunjungan WNA, kecuali mereka sudah punya ijin tinggal di Indonesia," ucap Duta Besar RI di Singapura, Ngurah Swajaya.
Lalu, untuk Jepang, negara tersebut melarang masuk warga asing kepada lebih dari 100 negara. Bukan hanya Indonesia, melainkan juga Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan hampir seluruh negara Eropa. Tempat wisata di Jepang pun juga banyak ditutup, seperti Menara Tokyo, Disneyland Tokyo, dan Istana Kekaisaran.
Begitu juga Korea Selatan yang kini membatasi kedatangan warga negara dari berbagai negara, bukan hanya Indonesia. Dilansir dari liputan6.com, situs imigrasi Korea Selatan menjelaskan visa short-term C-1 dan C-3 yang dikeluarkan sebelum 5 April telah disuspens. Visa-free entry yang diberikan Korsel juga disuspens apabila negara itu menerapkan pelarangan masuk bagi Korsel, contohnya seperti yang terjadi dengan Jepang.
Taiwan sudah melarang masuknya warga asing sejak Maret lalu, dan ini tak hanya berlaku bagi WNI saja.
"Untuk sementara ini tidak semua orang Indonesia bisa masuk ke Taiwan, kecuali bagi yang dapat visa khusus baru bisa masuk," ucap pihak Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta kepada Liputan6.com.
Hong Kong diketahui melarang semua orang yang bukan warga negaranya untuk masuk ke wilayahnya. Ada beberapa pengecualian, contohnya untuk suami atau istri warga Hong Kong, serta petugas diplomatik.
Lalu, dilansir dari cnnindonesia.com, Mulai 20 Maret 2020 pemerintah Australia tidak lagi mengizinkan penduduk non-Australia masuk ke negara mereka, kecuali anggota keluarga langsung warga Australia. Warga Australia di luar negeri masih dapat kembali ke negara itu, tetapi akan dikenakan isolasi 14 hari pada saat kedatangan. Pada 18 Maret 2020, pemerintah Australia menerbitkan larangan perjalanan Level 4 yang berarti "jangan bepergian" sehingga tidak ada lagi kasus baru yang masuk.
Dan, Selandia Baru diketahui melarang masuk pendatang kecuali warga negara, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan dalam konferensi pers pada hari Rabu (18/3). Larangan perjalanan juga berlaku bagi mereka yang datang dari Kepulauan Pasifik, yang sebelumnya telah dibebaskan dari pembatasan ini.
Aturan ini juga mempengaruhi perjalanan penduduk antara Selandia Baru dan Australia, yang biasanya dapat melakukan perjalanan bolak-balik tanpa visa. "Yang bisa dimaklumi ialah perjalanan dari dan ke Samoa dan Tonga untuk urusan kemanusiaan," kata Ardern.
Pasangan warga Selandia Baru, wali sah atau anak-anak tanggungan yang bepergian bersama mereka juga dapat pulang ke Negara Kiwi.
"Ini ketentuan sudah lama dan masih berlaku. Kita sudah pernah sampaikan press release. Setiap negara (termasuk Indonesia) juga masih melarang kunjungan WNA, kecuali mereka sudah punya ijin tinggal di Indonesia," ucap Duta Besar RI di Singapura, Ngurah Swajaya.
Lalu, untuk Jepang, negara tersebut melarang masuk warga asing kepada lebih dari 100 negara. Bukan hanya Indonesia, melainkan juga Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan hampir seluruh negara Eropa. Tempat wisata di Jepang pun juga banyak ditutup, seperti Menara Tokyo, Disneyland Tokyo, dan Istana Kekaisaran.
Begitu juga Korea Selatan yang kini membatasi kedatangan warga negara dari berbagai negara, bukan hanya Indonesia. Dilansir dari liputan6.com, situs imigrasi Korea Selatan menjelaskan visa short-term C-1 dan C-3 yang dikeluarkan sebelum 5 April telah disuspens. Visa-free entry yang diberikan Korsel juga disuspens apabila negara itu menerapkan pelarangan masuk bagi Korsel, contohnya seperti yang terjadi dengan Jepang.
Taiwan sudah melarang masuknya warga asing sejak Maret lalu, dan ini tak hanya berlaku bagi WNI saja.
"Untuk sementara ini tidak semua orang Indonesia bisa masuk ke Taiwan, kecuali bagi yang dapat visa khusus baru bisa masuk," ucap pihak Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta kepada Liputan6.com.
Hong Kong diketahui melarang semua orang yang bukan warga negaranya untuk masuk ke wilayahnya. Ada beberapa pengecualian, contohnya untuk suami atau istri warga Hong Kong, serta petugas diplomatik.
Lalu, dilansir dari cnnindonesia.com, Mulai 20 Maret 2020 pemerintah Australia tidak lagi mengizinkan penduduk non-Australia masuk ke negara mereka, kecuali anggota keluarga langsung warga Australia. Warga Australia di luar negeri masih dapat kembali ke negara itu, tetapi akan dikenakan isolasi 14 hari pada saat kedatangan. Pada 18 Maret 2020, pemerintah Australia menerbitkan larangan perjalanan Level 4 yang berarti "jangan bepergian" sehingga tidak ada lagi kasus baru yang masuk.
Dan, Selandia Baru diketahui melarang masuk pendatang kecuali warga negara, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan dalam konferensi pers pada hari Rabu (18/3). Larangan perjalanan juga berlaku bagi mereka yang datang dari Kepulauan Pasifik, yang sebelumnya telah dibebaskan dari pembatasan ini.
Aturan ini juga mempengaruhi perjalanan penduduk antara Selandia Baru dan Australia, yang biasanya dapat melakukan perjalanan bolak-balik tanpa visa. "Yang bisa dimaklumi ialah perjalanan dari dan ke Samoa dan Tonga untuk urusan kemanusiaan," kata Ardern.
Pasangan warga Selandia Baru, wali sah atau anak-anak tanggungan yang bepergian bersama mereka juga dapat pulang ke Negara Kiwi.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pesan berantai tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, pesan berantai itu masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1193600437639156/
- https://turnbackhoax.id/2020/05/26/salah-krn-pemerintahnya-ngeyel-rakyatnya-bandel-akhirnya-indonesia-dilockdown-dunia/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4262307/cek-fakta-tidak-benar-indonesia-di-lockdown-dunia-karena-rakyatnya-bandel
- https://www.liputan6.com/global/read/4261149/indonesia-kena-lockdown-dunia-akibat-warga-tak-patuh-psbb-corona-covid-19-ini-faktanya#
- https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200316113353-269-483777/daftar-negara-yang-terapkan-travel-ban-akibat-virus-corona
- https://data.jakarta.go.id/jalahoaks/detail/HOAKS-Karena-Rakyatnya-Bandel-Akhirnya-Indonesia-di-Lockdown-Dunia
[Salah] Menusuk Ujung Jari Merupakan Pertolongan Pertama untuk Penderita Stroke
Sumber: FacebookTanggal publish: 26/05/2020
Berita
Beredar cara pertolongan pertama penderita stroke berupa pelepasan darah dengan cara menusuk ujung jari.
Kabar tersebut diunggah akun Facebook bernama Yalianus Kale pada 8 Januari 2020.
Berikut isinya:
"METODE PERTOLONGAN PERTAMA MELALUI "PELEPASAN DARAH" BAGI PENDERITA STROKE# Jika ada di antara keluarga kita yang terkena stroke, jangan panik. itu kuncinya. Sebab, jika Anda panik, justru akan memperparah stroke yang dideritanya.
Ada pertolongan pertama yang dijamin sangat efektif. Dan cara ini sudah diperkenalkan secara luas, agar menjadi pertimbangan masyarakat sebagai alternatif pertolongan pertama bagi orang yang terkena stroke.
Cara ini merupakan metode penyembuhan melalui "PELEPASAN DARAH". Tujuannya adalah untuk menolong si penderita agar tidak fatal. Bahkan dipastikan hampir tidak ada efek sampingnya. Perlu diketahui, orang yang terkena stroke, pembuluh darah di bagian otak lambat laun akan menuju pada PROSES PERPECAHAN. Bila menghadapi keadaan demikian, jangan panik... sekali lagi jangan panik.
Dimana pun penderita berada (kamar mandi, kamar tidur, atau ruang tamu), "JANGAN DIPINDAHKAN TERBURU-BURU. KARENA BILA DIPINDAHKAN, AKAN MEMEPERCEPAT PROSES PECAHNYA PEMBULUH DARAH".Di tempat kejadian itu, topanglah si penderita supaya dalam posisi duduk, agar tidak terjatuh lagi.
Setelah posisi duduk, kini saatnya untuk melepaskan darah. Bila di rumah ada jarum suntik, itu paling baik. Bila tidak ada, pakailah jarum jahit atau jarum pentul. Namun sebelumnya jarum harus disterilkan dengan cara dibakar api sejenak. (pakai korek api, kompor).
Kemudian tusuklah kesepuluh ujung jari di kedua tangan agar berdarah. Bila darah tidak keluar, bisa dipencet atau dipijit, hingga kesepuluh jari itu meneteskan darah ("setiap jari setetes"). Beberapa menit kemudian, si penderita dengan sendirinya akan sadar kembali.
Bila mulutnya bengkok atau miring, tariklah telinganya sampai merah, dan di bagian daun telinganya juga ditusuk masing-masing dua tusukan jarum, sehingga masing-masing telinga menetes dua tetes darah. Beberapa menit kemudian mulutnya akan kembali normal.
Setelah semuanya dirasakan normal, tanpa gejala lain, barulah si penderita diantarkan ke tempat pengobatan. maka masa krisis sudah bisa dilewati.Sebaliknya, bila buru-buru mengangkut dengan ambulans, maka sepanjang jalan akan terjadi goncangan. Sesampainya ke rumah sakit, hampir semua pembuluh darahnya akan pecah, dan akan terjadi pendarahan yang hebat di dalam otaknya. Jika itu terjadi, jangan lagi mengatakan bisa tertolong oleh pengobatan medis, ada mujizat pun sulit untuk mempertahankan nyawanya.
Umumnya, reaksi dari anggota keluarga atau masyarakat akan buru-buru membawa penderita stroke ke rumah sakit untuk pengobatan. Padahal, goncangan sepanjang jalan akan mempercepat pecahnya pembuluh darah. Sehingga banyak penderita yang mengalami kerusakan fatal di bagian pembuluh darahnya.
Maka, pendarahan otak menduduki peringkat kedua dalam ranking penyebab kematian. Mungkin ada yang mujur karena tidak fatal. Akan tetapi yang terjadi adalah KELUMPUHAN SEUMUR HIDUP. Sungguh suatu kerugian besar bagi pribadi si penderita, maupun anggota keluarga.
Pendarahan otak adalah sungguh mengerikan.Andai kita dapat mengingat cara "PELEPASAN DARAH" ini, maka akan dapat memberi pertolongan pertama, dan dalam waktu singkat dapat menolong si penderita supaya tidak terjadi kerusakan yang FATAL dan KEMATIAN... Simpanlah dan ingat artikel ini... Sekian !"
Kabar tersebut diunggah akun Facebook bernama Yalianus Kale pada 8 Januari 2020.
Berikut isinya:
"METODE PERTOLONGAN PERTAMA MELALUI "PELEPASAN DARAH" BAGI PENDERITA STROKE# Jika ada di antara keluarga kita yang terkena stroke, jangan panik. itu kuncinya. Sebab, jika Anda panik, justru akan memperparah stroke yang dideritanya.
Ada pertolongan pertama yang dijamin sangat efektif. Dan cara ini sudah diperkenalkan secara luas, agar menjadi pertimbangan masyarakat sebagai alternatif pertolongan pertama bagi orang yang terkena stroke.
Cara ini merupakan metode penyembuhan melalui "PELEPASAN DARAH". Tujuannya adalah untuk menolong si penderita agar tidak fatal. Bahkan dipastikan hampir tidak ada efek sampingnya. Perlu diketahui, orang yang terkena stroke, pembuluh darah di bagian otak lambat laun akan menuju pada PROSES PERPECAHAN. Bila menghadapi keadaan demikian, jangan panik... sekali lagi jangan panik.
Dimana pun penderita berada (kamar mandi, kamar tidur, atau ruang tamu), "JANGAN DIPINDAHKAN TERBURU-BURU. KARENA BILA DIPINDAHKAN, AKAN MEMEPERCEPAT PROSES PECAHNYA PEMBULUH DARAH".Di tempat kejadian itu, topanglah si penderita supaya dalam posisi duduk, agar tidak terjatuh lagi.
Setelah posisi duduk, kini saatnya untuk melepaskan darah. Bila di rumah ada jarum suntik, itu paling baik. Bila tidak ada, pakailah jarum jahit atau jarum pentul. Namun sebelumnya jarum harus disterilkan dengan cara dibakar api sejenak. (pakai korek api, kompor).
Kemudian tusuklah kesepuluh ujung jari di kedua tangan agar berdarah. Bila darah tidak keluar, bisa dipencet atau dipijit, hingga kesepuluh jari itu meneteskan darah ("setiap jari setetes"). Beberapa menit kemudian, si penderita dengan sendirinya akan sadar kembali.
Bila mulutnya bengkok atau miring, tariklah telinganya sampai merah, dan di bagian daun telinganya juga ditusuk masing-masing dua tusukan jarum, sehingga masing-masing telinga menetes dua tetes darah. Beberapa menit kemudian mulutnya akan kembali normal.
Setelah semuanya dirasakan normal, tanpa gejala lain, barulah si penderita diantarkan ke tempat pengobatan. maka masa krisis sudah bisa dilewati.Sebaliknya, bila buru-buru mengangkut dengan ambulans, maka sepanjang jalan akan terjadi goncangan. Sesampainya ke rumah sakit, hampir semua pembuluh darahnya akan pecah, dan akan terjadi pendarahan yang hebat di dalam otaknya. Jika itu terjadi, jangan lagi mengatakan bisa tertolong oleh pengobatan medis, ada mujizat pun sulit untuk mempertahankan nyawanya.
Umumnya, reaksi dari anggota keluarga atau masyarakat akan buru-buru membawa penderita stroke ke rumah sakit untuk pengobatan. Padahal, goncangan sepanjang jalan akan mempercepat pecahnya pembuluh darah. Sehingga banyak penderita yang mengalami kerusakan fatal di bagian pembuluh darahnya.
Maka, pendarahan otak menduduki peringkat kedua dalam ranking penyebab kematian. Mungkin ada yang mujur karena tidak fatal. Akan tetapi yang terjadi adalah KELUMPUHAN SEUMUR HIDUP. Sungguh suatu kerugian besar bagi pribadi si penderita, maupun anggota keluarga.
Pendarahan otak adalah sungguh mengerikan.Andai kita dapat mengingat cara "PELEPASAN DARAH" ini, maka akan dapat memberi pertolongan pertama, dan dalam waktu singkat dapat menolong si penderita supaya tidak terjadi kerusakan yang FATAL dan KEMATIAN... Simpanlah dan ingat artikel ini... Sekian !"
Hasil Cek Fakta
Liputan6.com menelusuri kebenaran cara pertolongan pertama penderita stroke berupa pelepasan darah dengan cara menusuk ujung jari menggunakan Google Search, dengan kata kunci 'pertolongan pertama stroke tusuk jari sampai keluar darah'.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Bohong, Saat Stroke Menyerang Lalu Harus Tusuk Jari Sampai Keluar Darah" yang dimuat situs liputan6.com, pada 23 Februari 2018.
Dalam situs tersebut spesialis saraf dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Dr.dr. Yuda Turana, Sp.S menyatakan, melepas darah dengan cara menusk ujung jari untuk pertolongan pertama penderita stroke tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke.
Penegasan bahwa metode ini tidak tepat juga diungkapkan oleh spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak membawa hasil apapun.
"Tidak ada gunanya sama sekali. Ada risiko infeksi, apalagi kalau jarumnya tidak steril atau bersih," kata dia.
Ketimbang memberikan pertolongan pertama di rumah, kedua dokter spesialis ini menyarankan agar kita segera melarikan penderita ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.
"Keluarga harus langsung bawa ke rumah sakit," kata Yuda.
Stroke muncul karena pembuluh darah yang tersumbat atau pendarahan di otak. Sejumlah tanda yang bisa dikenali antara lain sakit kepala yang tiba-tiba parah, lemah, mati rasa, masalah penglihatan, kebingungan, kesulitan berjalan atau berbicara, pusing, dan ucapan yang tidak jelas.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Bohong, Saat Stroke Menyerang Lalu Harus Tusuk Jari Sampai Keluar Darah" yang dimuat situs liputan6.com, pada 23 Februari 2018.
Dalam situs tersebut spesialis saraf dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Dr.dr. Yuda Turana, Sp.S menyatakan, melepas darah dengan cara menusk ujung jari untuk pertolongan pertama penderita stroke tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke.
Penegasan bahwa metode ini tidak tepat juga diungkapkan oleh spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak membawa hasil apapun.
"Tidak ada gunanya sama sekali. Ada risiko infeksi, apalagi kalau jarumnya tidak steril atau bersih," kata dia.
Ketimbang memberikan pertolongan pertama di rumah, kedua dokter spesialis ini menyarankan agar kita segera melarikan penderita ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.
"Keluarga harus langsung bawa ke rumah sakit," kata Yuda.
Stroke muncul karena pembuluh darah yang tersumbat atau pendarahan di otak. Sejumlah tanda yang bisa dikenali antara lain sakit kepala yang tiba-tiba parah, lemah, mati rasa, masalah penglihatan, kebingungan, kesulitan berjalan atau berbicara, pusing, dan ucapan yang tidak jelas.
Kesimpulan
Cara pertolongan pertama penderita stroke berupa pelepasan darah dengan cara menusuk ujung jari tidak dibenarkan oleh dokter, cara tersebut justru berisiko menimbulkan infeksi jika jarum yang digunakan tidak steril.
Rujukan
Halaman: 7442/8507




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3137007/original/048114400_1590482977-pertolongan_pertama_stroke.jpg)