Beredar informasi yang menyebutkan ada sekitar 47 hotel di Bali yang dijual. Dalam informasi yang tersebar melalui Whatsapp dan Facebook itu, disertakan harga dari masing-masing hotelnya. Berikut kutipan narasinya:
“Daftar list hotel di bali yg di jual
Hotel for SALE in BALI april 2020
1. Hotel Premium Legian Bali - IDR22,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
2. Everyday Smart Hotel - Kuta Bali - IDR 60,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
3. The Segara Suites Nusa Dua Bali - IDR 55,000,000,000
4-stars Condotel / *DIRECT KUASA OWNER*
4. Berry Biz Hotel Sunset road Kuta Bali - IDR110,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
5. The Royal Beach Seminyak Bali - IDR1.500,000,000,000
5-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
6.PoP! Harris Dewi Sri Kuta Bali - IDR150,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
7.The Sintesa Jimbaran - IDR950,000,000,000
5-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
8. Hotel Keraton Jimbaran - IDR600,000,000,000
4-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
9. Swiss-belexpress Legian Kuta Bali - IDR125,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
10. Swiss-belhotel Segara Nusa Dua Bali - IDR300,000,000,000
4-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
11.PoP! Harris Teuku Umar Denpasar - IDR110,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
12.Santosa City Hotel Denpasar - IDR40,000,000,000
2-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
13.Aston Canggu Beach Resort - Bali - IDR200,000,000,000
4-stars Resort / *DIRECT KUASA OWNER*
14.Jimbaran Bay Beach Resort & Spa - IDR185,000,000,000
4-stars Resort / *DIRECT OWNER*
15.Ibis Bali Legian Street Hotel - IDR150,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
16.Bali Relaxing Resort & Spa Tanjung Benoa - USD 50.000.000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
17.Aston Denpasar Gatot Subroto - IDR400,000,000,000
4-stars Hotel / *DKK*
18.Hanging Gardens of Ubud - IDR1,000,000,000,000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
19.THE Sterling - World hotel @Dreamland Resort - IDR 750,000,000,000
5-stars Resort / *DIRECT OWNER*
20.Jungle Fish - Ubud - IDR400,000,000,000
5-stars Hotel & Villa / *DIRECT KUASA OWNER*
21.Hotel Bintang 4 - Kartika Plaza Street Kuta - IDR400,000,000,000 / *DIRECT OWNER*
22.Art Resort Ubud - IDR 85,000,000,000
3-stars Boutique Resort / *DKK*
23.Swiss belresort Pecatu - IDR 500,000,000,000 / *DIRECT KUASA OWNER*
4-stars Resort
24.Hotel Bintang 3 - Tuban - Kuta Bali IDR185,000,000,000 / *DIRECT KUASA OWNER*
25.Summer home Umasari - IDR15,000,000,000
3-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
26.Sing Ken Ken Boutique Hotel - IDR350,000,000,000
4-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
27.Grand Livio Hotel - IDR175,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
28.Zia Bali Seminyak / Daun Bali Seminyak - IDR160,000,000,000
3-stars Boutique Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
29.L Hotel Seminyak - IDR 145,000,000,000
4-stars Luxury Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
30.Swiss-belhotel Petitenget - IDR 250,000,000,000 4-stars Hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
31.Kanvaz Village Resort Seminyak - IDR700,000,000,000
4-stars Boutique Hotel / *DIRECT OWNER*
32.Hotel d’Sri Saren Legian - Bali - IDR45,000,000,000
3-stars Hotel / *DIRECT OWNER*
33.Legian Sunset Residence Bali
IDR 70.000.000.000 / *DIRECT OWNER*
3-star hotel
34.pandawa Hill Resort
IDR 160.000.000.000
4 star hotel / *DIRECT OWNER*
35.Berry Glee Raya Kuta bali
IDR 150.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
36.Ion Hotel Nusa dua Bali
IDR 185.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
37.Bedrock Hotel tuban bali
IDR 300.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
38.Pullman hotel kuta 60% Saham
IDR 1.500.000.000.000.000
5 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
39.Lee Grande pecatu graha bali
IDR 650.000.000.000
5 star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
40.Suris Hotel kuta bali
IDR 55.000.000.000
2 Star hotel / *DIRECT OWNER*
41.Sun island legian kuta bali
IDR 250.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
42.Mercure pantai kuta bali
IDR 270.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
43.Rivavi hotel kuta
IDR 200.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
44.J hotel raya kuta
IDR 120.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT KUASA OWNER*
45.Saris hotel raya kuta bali
IDR 200.000.000.000
3 Star hotel / *DIRECT OWNER*
46.Souverigh Hotel tuban kuta bali
IDR 270.000.000.000
4 Star hotel / *DIRECT OWNER*
47.Kuta anggel hotel kuta bali
IDR 55.000.000.000
2 St
ar hotel
siapa tau berminat ????”
[SALAH] “Daftar list hotel di bali yg di jual, Hotel for SALE in BALI april 2020”
Sumber: whatsapp.com & facebook.comTanggal publish: 08/04/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Ketua Bali Hotel Association I Made Ricky Darmika Putra menyatakan bahwa kabar puluhan hotel di Bali dijual karena terdampak pandemi virus corona (COVID-19) beredar ramai media sosial dalam beberapa hari terakhir. Informasi itu dipastikan hoaks.
"Ada informasi yang kami terima tentang hotel-hotel di Bali dijual. Kami pastikan informasi itu tidak benar," katanya pada Minggu (5/4/2020).
Dia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah sebagian besar manajamen menutup sementara operasional hotel dalam rangka melaksanakan imbauan pemerintah terkait pandemi COVID-19. Di sisi lain, tingkat okupansi hampir semua hotel di Bali sedang anjlok akibat larangan warga negara asing berkunjung ke Indonesia untuk mencegah penyebaran COVID-19 Jika pun ada hotel yang masih beroperasi, maka tingkat okupansinya di bawah 10 persen.
"Jam operasional restoran juga kita batasi sesuai imbauan pemerintah," ujar Ricky.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, pihaknya lebih mengutamakan pencegahan penyebaran COVID-19 agar pandemi ini bisa segera berlalu. "Dengan komitmen itu kami optimistis pandemi ini akan segera berakhir dan pariwisata kembali bangkit," tandasnya.
Ricky pun berharap kepada semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa di situasi saat ini. "Kami berharap semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa situasi ini segera pulih," kata Ricky.
Hal senada disampaikan pula oleh asosiasi profesi para general manager hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali. Wakil Ketua IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan terhadap informasi soal puluhan hotel di Bali yang akan dijual itu merupakan hoaks.
"Contohnya saja hotel H Sovereign Bali, yang masuk dalam daftar informasi hoaks itu. H Sovereign Bali tidak sedang dalam kondisi dijual. Kami masih buka, walaupun ada wisatawan hanya 5-10 kamar," ujar Ramia yang juga GM hotel H Sovereign Bali itu.
Untuk menyikapi situasi yang sulit ini, pihaknya telah melakukan efisiensi di semua lini, termasuk menjadwalkan karyawan untuk mengambil libur, cuti dan "extra off" mereka mulai dari pertengahan Februari 2020.
"Selain itu, juga menunda semua rencana perbaikan produk, menunda semua Purchase Request (PR) dan Purchase Order (PO), melakukan negosiasi pembayaran ke vendor dengan termin yang lebih panjang, serta menagih semua piutang untuk mendapatkan uang tunai," ucapnya.
Di samping itu, melakukan pemasaran yang lebih kreatif dengan menambahkan keuntungan lebih banyak dan menjual voucher yang bisa berlaku setahun ke depan untuk diambil dikemudian hari dengan "open voucher".
"Kami tidak ada rencana melakukan PHK, tetapi kami melakukan giliran kerja yang adil untuk semua karyawan," ujar Ramia.
"Ada informasi yang kami terima tentang hotel-hotel di Bali dijual. Kami pastikan informasi itu tidak benar," katanya pada Minggu (5/4/2020).
Dia menjelaskan bahwa yang terjadi adalah sebagian besar manajamen menutup sementara operasional hotel dalam rangka melaksanakan imbauan pemerintah terkait pandemi COVID-19. Di sisi lain, tingkat okupansi hampir semua hotel di Bali sedang anjlok akibat larangan warga negara asing berkunjung ke Indonesia untuk mencegah penyebaran COVID-19 Jika pun ada hotel yang masih beroperasi, maka tingkat okupansinya di bawah 10 persen.
"Jam operasional restoran juga kita batasi sesuai imbauan pemerintah," ujar Ricky.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, pihaknya lebih mengutamakan pencegahan penyebaran COVID-19 agar pandemi ini bisa segera berlalu. "Dengan komitmen itu kami optimistis pandemi ini akan segera berakhir dan pariwisata kembali bangkit," tandasnya.
Ricky pun berharap kepada semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa di situasi saat ini. "Kami berharap semua general manager dan pemilik hotel sebisanya menghindari PHK sembari tetap berdoa situasi ini segera pulih," kata Ricky.
Hal senada disampaikan pula oleh asosiasi profesi para general manager hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali. Wakil Ketua IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana mengatakan terhadap informasi soal puluhan hotel di Bali yang akan dijual itu merupakan hoaks.
"Contohnya saja hotel H Sovereign Bali, yang masuk dalam daftar informasi hoaks itu. H Sovereign Bali tidak sedang dalam kondisi dijual. Kami masih buka, walaupun ada wisatawan hanya 5-10 kamar," ujar Ramia yang juga GM hotel H Sovereign Bali itu.
Untuk menyikapi situasi yang sulit ini, pihaknya telah melakukan efisiensi di semua lini, termasuk menjadwalkan karyawan untuk mengambil libur, cuti dan "extra off" mereka mulai dari pertengahan Februari 2020.
"Selain itu, juga menunda semua rencana perbaikan produk, menunda semua Purchase Request (PR) dan Purchase Order (PO), melakukan negosiasi pembayaran ke vendor dengan termin yang lebih panjang, serta menagih semua piutang untuk mendapatkan uang tunai," ucapnya.
Di samping itu, melakukan pemasaran yang lebih kreatif dengan menambahkan keuntungan lebih banyak dan menjual voucher yang bisa berlaku setahun ke depan untuk diambil dikemudian hari dengan "open voucher".
"Kami tidak ada rencana melakukan PHK, tetapi kami melakukan giliran kerja yang adil untuk semua karyawan," ujar Ramia.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka informasi yang menyebutkan sekitar puluhan hotel di Bali dijual tidak benar. Maka, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1155211464811387/
- https://turnbackhoax.id/2020/04/08/salah-daftar-list-hotel-di-bali-yg-di-jual-hotel-for-sale-in-bali-april-2020/
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/4220169/asosiasi-tegaskan-informasi-puluhan-hotel-di-bali-dijual-hoaks
- https://daerah.sindonews.com/read/1579645/174/hoaks-kabar-puluhan-hotel-di-bali-dijual-1586099622
- https://bali.bisnis.com/read/20200405/538/1222708/beredar-hoaks-puluhan-hotel-di-bali-dijual-dampak-corona
- https://www.nusabali.com/berita/71514/bha-bali-tepis-puluhan-hotel-bakal-dijual
- https://www.merdeka.com/uang/asosiasi-kabar-puluhan-hotel-di-bali-akan-dijual-tidak-benar.html
- https://bali.inews.id/berita/viral-puluhan-hotel-dijual-ketua-bali-hotel-kami-pastikan-tidak-benar
[SALAH] Menag Izinkan Masjid Gelar Salat Tarawih Saat Pandemi Covid-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/04/2020
Berita
Beredar sebuah potongan video yang memperlihatkan Menteri Agama Fachrul Razi memberikan izin untuk salat tarawih bersama pada bulan Ramadan. Berikut kutipan narasinya:
“LEMBAGA PEDULI SOSIAL MAKASSAR (LPSM)
BERITA GEMBIRA
Menteri Agama Fahrur Rozi mengizinkan masjid2 untuk melaksanakan sholat tarawih, buka puasa bersama dll di bulan Ramadan tahun ini dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan.”
Apakah tarawih tetap diadakan padahal masih ada corona?
Berita terkait sholat tarawih di rumah masing masing
“LEMBAGA PEDULI SOSIAL MAKASSAR (LPSM)
BERITA GEMBIRA
Menteri Agama Fahrur Rozi mengizinkan masjid2 untuk melaksanakan sholat tarawih, buka puasa bersama dll di bulan Ramadan tahun ini dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan.”
Apakah tarawih tetap diadakan padahal masih ada corona?
Berita terkait sholat tarawih di rumah masing masing
Hasil Cek Fakta
Namun setelah melakukan penelusuran, potongan video tersebut diunggah oleh beritasatu.com pada tanggal 13 Maret 2020. Saat itu Menag Fachrul Razi usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kegiatan bersih-bersih istiqlal, tepatnya 40 hari menjelang Ramadan.
Dalam video tersebut Menag juga menyampaikan dua hal terkait penyambutan Ramadan. Pertama, tentang imbauan berwudhu dengan air mengalir dan masjid siapkan alat pembersih tangan. Kedua, Menag menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan akan berjalan seperti biasa, kecuali jika keadaan berubah menjadi lebih buruk.
“Mengambil air wudhu betul-betul yakinkan air itu mengalir dengan baik, kemudian di tiap-tiap tempat wudhu tersebut kami siapkan sabun dan antiseptik, mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit menjadi lebih kecil. Kemudian hal lain kami informasikan juga bahwa sebentar lagi akan Ramadan, kami sepakat, Ramadan tarawih maupun buka puasa bersama tetap kita adakan sebagaimana biasa, kecuali ada perubahan situasi yang membuat situasi sangat jelek, kecuali itu ya. Mudah-mudahan tidak akan terjadi. Kalau itu kita akan ambil langkah-langkah lain,” ujar Menag.mengutip dari kemenag.go.id.
Pernyataan lengkap Menag saat wawancara pun telah dimuat dalam berita yang dirilis melalui laman kemenag.go.id dengan judul “Cegah Penyebaran Korona, Menag Galakkan Bersih-Bersih Rumah Ibadah” pada tanggal 13 Maret 2020.
Merespon perkembangan saat ini, Menag kemudian mengeluarkan SE No 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah COVID-19. Dalam panduan yang bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat muslim di Indonesia untuk melakukan tarawih dan tadarus di rumah selama Ramadan.
“Salat Tarawih cukup dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah,” ujar Menag Fachrul di Jakarta, Senin kemarin. Dikutip dari celebesmedia.com.
Dalam video tersebut Menag juga menyampaikan dua hal terkait penyambutan Ramadan. Pertama, tentang imbauan berwudhu dengan air mengalir dan masjid siapkan alat pembersih tangan. Kedua, Menag menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan akan berjalan seperti biasa, kecuali jika keadaan berubah menjadi lebih buruk.
“Mengambil air wudhu betul-betul yakinkan air itu mengalir dengan baik, kemudian di tiap-tiap tempat wudhu tersebut kami siapkan sabun dan antiseptik, mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit menjadi lebih kecil. Kemudian hal lain kami informasikan juga bahwa sebentar lagi akan Ramadan, kami sepakat, Ramadan tarawih maupun buka puasa bersama tetap kita adakan sebagaimana biasa, kecuali ada perubahan situasi yang membuat situasi sangat jelek, kecuali itu ya. Mudah-mudahan tidak akan terjadi. Kalau itu kita akan ambil langkah-langkah lain,” ujar Menag.mengutip dari kemenag.go.id.
Pernyataan lengkap Menag saat wawancara pun telah dimuat dalam berita yang dirilis melalui laman kemenag.go.id dengan judul “Cegah Penyebaran Korona, Menag Galakkan Bersih-Bersih Rumah Ibadah” pada tanggal 13 Maret 2020.
Merespon perkembangan saat ini, Menag kemudian mengeluarkan SE No 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi Wabah COVID-19. Dalam panduan yang bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat muslim di Indonesia untuk melakukan tarawih dan tadarus di rumah selama Ramadan.
“Salat Tarawih cukup dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah,” ujar Menag Fachrul di Jakarta, Senin kemarin. Dikutip dari celebesmedia.com.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, narasi yang digunakan dalam potongan video Menteri Agama adalah tidak benar. Informasi ini masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://kemenag.go.id/berita/read/513141
- https://kemenag.go.id/berita/read/513003
- https://www.youtube.com/watch?v=zqLAb28UEsg
- https://www.youtube.com/watch?v=JH1xbbl2J2s
- https://celebesmedia.id/celebes/artikel/1007070420/tidak-benar-menag-imbau-masjid-gelar-tarawih-berjamaah-saat-darurat-pandemi-covid-19
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4220901/cek-fakta-tidak-benar-menag-izinkan-masjid-gelar-salat-tarawih-saat-pandemi-covid-19
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/lKYx6Zjk-menteri-agama-izinkan-masjid-gelar-salat-tarawih-dan-buka-puasa-bersama
[SALAH] “SITUBONDO LOCKDOWN”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 08/04/2020
Berita
SITUBONDO LOCKDOWN
Mulai mala mini sudah ada penjagaan gabungan TNI, POLRI dan PEMKAB di 4 Titik
1 , Ujung Barat Hotel Utama Raya
2, Pertigaan Suboh menuju Bondowoso
3, Perbatasan Bondowoso – Situbondo (Desa Kalibagor)
4. Di Wilayah Timu Banyuputih – Banyuwangi (TN. Baluran)
Diberitahukan pada saudara” kita yg diluar kota.
Jangan Mudik…
Karena akan di Isolasi selama 14 hari + 14 hari (28 hari)
Isolasi sudah disiapkan di
Sidomuncul 2 dg penjagaan yg sangat ketat
Demikian Info
Mulai mala mini sudah ada penjagaan gabungan TNI, POLRI dan PEMKAB di 4 Titik
1 , Ujung Barat Hotel Utama Raya
2, Pertigaan Suboh menuju Bondowoso
3, Perbatasan Bondowoso – Situbondo (Desa Kalibagor)
4. Di Wilayah Timu Banyuputih – Banyuwangi (TN. Baluran)
Diberitahukan pada saudara” kita yg diluar kota.
Jangan Mudik…
Karena akan di Isolasi selama 14 hari + 14 hari (28 hari)
Isolasi sudah disiapkan di
Sidomuncul 2 dg penjagaan yg sangat ketat
Demikian Info
Hasil Cek Fakta
Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Situbondo angkat bicara terkait dengan beredarnya informasi yang menyebut bahwa Situbondo akan berlakukan system lockdown. Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa beberapa titik di wilayah Situbondo akan dilakukan penjagaan ketat oleh pihak keamanan.
Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa narasi dalam pesan tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Melansir dari detik.com, Kepala Bagian Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Situbondo Agung Wintoro menyatakan bahwa tidak benar Situbondo memberlakukan system lockdown.
“Terkait berita Situbondo Lockdown, perlu disampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyampaikan tidak ada lockdown. Baik negara maupun daerah,” jelas Agung.
Agung menambahkan, jika saat ini pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun tidak mudah untuk menerapkan aturan itu sendiri. Untuk menjadi daerah PSBB harus melalui keputusan Menteri Kesehatan dengan sejumlah kriteria.
“Di Situbondo sendiri, saat ini masih dibuat analisis tentang PSBB. Makanya, kabar atau berita Situbondo lockdown itu adalah hoaks,” tegas Agung.
Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa narasi dalam pesan tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Melansir dari detik.com, Kepala Bagian Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Situbondo Agung Wintoro menyatakan bahwa tidak benar Situbondo memberlakukan system lockdown.
“Terkait berita Situbondo Lockdown, perlu disampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyampaikan tidak ada lockdown. Baik negara maupun daerah,” jelas Agung.
Agung menambahkan, jika saat ini pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun tidak mudah untuk menerapkan aturan itu sendiri. Untuk menjadi daerah PSBB harus melalui keputusan Menteri Kesehatan dengan sejumlah kriteria.
“Di Situbondo sendiri, saat ini masih dibuat analisis tentang PSBB. Makanya, kabar atau berita Situbondo lockdown itu adalah hoaks,” tegas Agung.
Kesimpulan
Pesan berantai terkait dengan klaim bahwa Situbondo lockdown akibat persebaran virus corona atau Covid-19 beredar di tengah masyarakat. Menurut narasi yang disampaikan, beberapa titik di wilayah Situbondo akan dijaga ketat oleh pihak keamanan. Menanggapi informasi tersebut, Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Situbondo dengan tegas menyatakan narasi dalam pesan tersebut tidak benar.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4969125/beredar-kabar-situbondo-lockdown-gugus-tugas-covid-19-sebut-hoaks
- https://surabaya.liputan6.com/read/4221990/pemkab-situbondo-kaji-penerapan-pembatasan-sosial-berskala-besar
- https://nasional.tempo.co/read/1328594/delapan-warga-positif-corona-situbondo-pertimbangkan-opsi-psbb
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Erdogan Tak Akan Tutup Masjid di Turki Selama Pandemi Corona?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 07/04/2020
Berita
Narasi bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak akan menutup masjid di Turki selama pandemi virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Narasi itu terdapat dalam sebuah gambar tangkapan layar yang juga memuat foto Erdogan ketika berpidato.
Di Facebook, narasi itu dibagikan salah satunya oleh akun Yoedha Al Ghifari, yakni pada Senin, 6 April 2020. Narasi tersebut diklaim berasal dari pidato Erdogan. Berikut isi lengkap narasi tersebut:
"Tidak ada mesjid yang akan ditutup di Turki dari ancaman virus corona. Penutupan mesjid lebih berbahaya dari virus corona. Siapa saja yang meninggalkan mesjid hari ini, besok dia akan kehilangan iman karena dajjal. Percaya kepada Allah dan hanya Allah pemberi pertolongan," Reccep Tayyip Erdogan (Presiden Turki)
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Yoeda Al Ghifari.
Apa benar Presiden Turki Erdogan tidak akan menutup masjid di Turki selama pandemi Corona?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo terhadap pemberitaan di media-media kredibel, pemerintah Turki telah memberlakukan kebijakan berupa larangan salat berjamaah di masjid untuk memutus rantai penyebaran virus Corona Covid-19.
Dilansir dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat.
Keputusan Direktorat Agama Turki itu pun dipasang di pintu masuk masjid-masjid. Bahkan, di Ankara, ibu kota Turki, petugas kepolisian ditempatkan di depan masjid untuk mencegah warga masuk. Meskipun begitu, azan tetap dikumandangkan.
Setelah azan, sebuah pengumuman dibacakan, "Mari kita berdoa di rumah atau tempat kerja untuk melindungi bangsa kita dari epidemi ini. Semoga Allah melindungi kita, negara kita, bangsa kita, dan seluruh umat manusia dari penyakit dan kemalangan ini."
Salah satu masjid yang dikunjungi oleh Anadolu Agency, Masjid Eyup Sultan di Istanbul, dikunci pada hari Jumat. Langkah-langkah keamanan juga diambil di sekitar masjid. Warga yang mendekati masjid serta makam yang berada di masjid tersebut ditolak oleh penjaga keamanan.
Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas, mengatakan bahwa untuk menggantikan salat Jumat, warga dapat melakukan salat zuhur. Adapun pada 19 Maret 2020, karena ancaman virus semakin besar, Direktorat Agama Turki memutuskan untuk menutup masjid pada malam Isra Miraj.
Dilansir dari Republika.co.id, Erbas mengatakan bahwa penghentian salat berjamaah di masjid ini akan dilakukan hingga risiko wabah virus Corona Covid-19 berakhir. Namun, menurut Erbas, masjid akan tetap terbuka untuk salat pribadi.
Selain masjid-masjid, gereja dan sinagoge di Istanbul juga menghentikan layanan mereka sebagai respons atas penyebaran virus Corona. Menurut laporan media setempat, gereja dan sinagoge terlihat ditutup di distrik Beyoglu, Istanbul.
Dikutip dari kantor berita Antara, pada 18 Maret 2020, Presiden Turki Erdogan meminta warganya tinggal di rumah untuk meminimalkan kontak sosial hingga ancaman virus Corona Covid-19 menurun. Meskipun demikian, Erdogan tidak mengatakan kepada rakyat Turki untuk meninggalkan pekerjaan mereka.
"Tak satu pun dari warga negara kami harus meninggalkan rumah mereka atau melakukan kontak dengan siapa pun, kecuali jika benar-benar diperlukan, sampai ancaman itu hilang," kata Erdogan. "Warga kami yang akan pergi ke kantor harus langsung kembali ke rumah setelah mereka selesai bekerja."
Kemudian, pemerintah Turki juga mengumumkan kematian kedua akibat virus Corona dan jumlah kasus Covid-19 menjadi 191 di saat pemerintah gencar memerangi Covid-19 dengan menutup kafe, melarang salat berjamaah, dan menghentikan penerbangan ke 20 negara.
Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, Presiden Turki Erdogan juga memberlakukan jam malam untuk warga berusia di bawah 20 tahun mulai 3 April 2020 malam untuk mencegah penularan virus Corona Covid-19. "Kami harus memutuskan untuk memberlakukan jam malam sebagian untuk orang-orang berusia di bawah 20 pada Jumat malam ini," kata Erdogan.
Akhir Maret lalu, pemerintah Turki telah menginstruksikan warganya yang berusia lebih dari 65 tahun serta yang menderita sakit kronis untuk tinggal di rumah. Erdogan juga memutuskan untuk menutup perbatasan di 31 kota termasuk Istanbul bagi semua kendaraan, kecuali untuk transit dan pemasokan produk pangan, kesehatan, dan sanitasi untuk mengatasi penyakit ini.
"Penutupan perbatasan kota akan berlaku selama 15 hari. Periode ini dapat diperpanjang jika diperlukan," ujar Erdogan. Selain itu, Turki mewajibkan penggunaan masker di tempat-tempat umum, transportasi umum, toko-toko, dan tempat kerja. Seluruh penerbangan internasional juga dilarang masuk Turki, perjalanan domestik dibatasi, sekolah, bar, dan warung kopi ditutup.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak akan menutup masjid di Turki selama pandemi virus Corona Covid-19 merupakan narasi yang keliru. Sejak 16 Maret 2020, pemerintah Turki telah menutup masjid untuk kegiatan salat berjamaah, termasuk salat Jumat dan Isra Miraj.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/Ess1n
- https://www.aa.com.tr/tr/koronavirus/koronavirus-tedbirleri-kapsaminda-camilerde-toplu-halde-cuma-namazi-kilinmadi/1773089
- https://bit.ly/3aOLUuH
- https://bengkulu.antaranews.com/berita/98326/pidato-erdogan-untuk-rakyat-turki-kafe-tutup-dilarang-shalat-berjemaah-dan-warga-hanya-tinggal-di-rumah
- https://bit.ly/3aQI0l4
Halaman: 7518/8503


