• [SALAH] Foto “Di jaman Jokowi… Monumen palu arit boleh berdiri”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/07/2020

    Berita

    Beredar sebuah unggahan melalui media sosial Facebook oleh akun @MujiHaryanto dengan narasi “Di jaman Jokowi… Monumen palu arit boleh berdiri”. Unggahan tersebut disispkan sebuah foto yang diklaim bahwa tugu dalam foto merupakan simbol palu arit. Hingga saat ini unggahan milik @MujiHaryanto telah mendapat 44 komentar dan 74 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa klaim @MujiHaryanto adalah tidak sesuai dengan fakta. Melansir dari idntimes.com, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri menjelaskan bahwa bangunan yang berdiri tepat di Simpang Susun Gerbang Tol Madiun itu bukanlah monumen palu arit melainkan logo perusahaan miliknya. Pembuatan logo sendiri berdasar kepada perubahan nama PT yang sebelumnya Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) menjadi Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) pada 9 Mei 2018 silam.

    “Dilihat dari sisi sudut tertentu tugu iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertical jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf J. Lengkung jalan tol yang melngkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf N. Serta yang terkahir, secara keseluruhan jika dilihat dari SS Madiun ke arah timur akan membentuk huruf K,” pungkas Dirketur Utama PT JNK Dwi Winarsa.

    Lebih lanjut Dwi menjelaskan jika warna tugu juga berdasar pada PT JNK, yakni putih biru, putih dan kuning. Filosofi logo berbentuk lingkaran biru melambangkan perusahaan menjalankan bisnis sesuai dengan kaidah-kaidah universal yang berlaku Tugu putih menjulang melambangkan perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value dan peningkatan prosperity stakeholder dengan memperhatikan prinsip good corporate governance. Lalu untuk lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan perusahaan senantiasa memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan.

    Kesimpulan

    Bukan merupakan monumen palu arit. Tugu yang berdiri di Simpang Susun Gerbang Tol Madiun melambangkan sebuah logo perusahaan yakni PT JNK. Sejak resmi menyandang nama baru pada 9 Mei 2018, PT JNK menjadikan logo tersebut sebagai merek perusahaan, yang baik dari bentuk dan warnanya memiliki arti tersendiri.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] PHK Besar-Besaran BCA Segera Terjadi

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 03/07/2020

    Berita

    Beredarnya postingan dari akun Twitter @85albasrihasan yang membagikan link berita inews.id dengan judul "BCA Prediksi Kantor Cabang Tetap Ada, Mungkin Teller dan CS Akan Hilang" dengan narasi "PHK besar-besaran BCA segera terjadi, Teller dan CS akan dihilangkan. Seluruh Indonesia."

    Berikut kutipan narasinya:

    “PHK besar-besaran BCA segera terjadi, Teller dan CS akan segera dihilangkan. Seluruh Indonesia.”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, dalam berita tersebut tidak terdapat narasi yang mengatakan bahwa BCA akan melakukan PHK secara besar-besaran. Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman mengatakan layanan bank selalu mengikuti kebutuhan nasabah.

    Karena semakin banyaknya perbankan yang semakin serius merambah layanan berbasis digital, Suwignyo Budiman memperkirakan akan ada dua jenis pekerjaan yaitu customer service dan teller akan hilang beberapa tahun ke depan, tapi tidak semua layanan perbankan bisa dilakukan secara digital. Salah satunya yaitu penarikan atau penyetoran uang tunai secara besar.

    "Kalau kita mau setor uang, kalau setornya sedikit Rp1-2 juta dia taruh di ATM setor dan tarik tunai, tapi kalau mau setor Rp100 juta mau nggak mau harus ke cabang, atau mau tarik Rp50 juta mau nggak mau harus datang ke cabang," ujar Suwignyo, Senin (15/6/2020).

    Suwignyo memprediksi fungsi kantor cabang nantinya akan bergeser menjadi fokus layanan-layanan yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi, yang jelas kata dia, pekerjaan yang bisa digantikan dengan teknologi akan hilang dalam dunia perbankan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka diketahui bahwa BCA hanya memperkirakan akan ada dua jenis pekerjaan yaitu customer service dan teller akan hilang beberapa tahun ke depan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Merdeka.com
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “dua matahari Lunar Hunter”

    Sumber: facebook.com dan whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/07/2020

    Berita

    Beredar gambar dua matahari Luner Hunter pada akun “Ayu Rahayu” (facebook.com/ayu.rahayu.50309277, archive.md/TlQq1), sudah dibagikan 1 kali per tangkapan layar dibuat.
    “Hari ini, dua matahari muncul di perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada, satu adalah matahari asli dan yang lainnya adalah bulan.
    Fenomena ini disebut “Lunar Hunter” dan hanya terjadi ketika bumi mengubah porosnya. Bulan dan matahari lahir pada saat yang bersamaan, dan bulan memantulkan sinar matahari dengan intensitas yang kuat, mengingatkan kita pada matahari kedua. Bagikan ini! sangat cantik! ! !”.

    Hasil Cek Fakta

    * Snopes @ 9 Nov 2015: “A Hunter’s Moon tidak menciptakan ilusi dua matahari, bukan keajaiban, dan terjadi setiap tahun.

    Salah satu penanda paling andal dari sebuah kisah yang kemudian dibuat agar sesuai dengan foto yang ada adalah publikasi sebelumnya dari gambar yang sama. Dalam kasus ini, kedua foto “Hunter’s Moon” diterbitkan ke papan pesan berbahasa Arab pada 13 Oktober 2015 (sebelum Hunter’s Moon tahun) dengan penjelasan yang sangat berbeda tentang asal-usul mereka (diterjemahkan secara kasar sebagai berikut):

    Gambar-gambar fenomena aneh yang disiarkan di Kanada menggambarkan munculnya langit Shamseen di Kanada, Inggris, Cina, dan Rusia. Seorang astronom mengatakan bahwa fenomena ini sangat normal dan merupakan hasil konvergensi dengan Jupiter dan pantulan sinar matahari kembali ke Bumi. Fenomena ini terjadi setiap 139 tahun.”

    * arabtvrl.com @ 13 Okt 2015: “Munculnya matahari di langit Kanada, Inggris, dan Cina dalam fenomena global yang langka.Dalam sebuah siaran fenomena aneh oleh saluran swasta Kanada untuk foto menunjukkan para penampilan dari Chamsine langit Kanada, Inggris, Cina dan Rusia, katanya seorang juru bicara untuk tubuh dari astronomi bahwa ini adalah fenomena yang sangat alami adalah hasil dari para konvergensi dari Jupiter dengan para bumi ini tercermin sinar matahari pada itu, menyarankan penduduk dari tanah di sana Chamsine sepak bola tanah dan ini adalah yang normal terlalu Dia tidak mengetahui adanya bahaya bagi penghuni planet ini. Fenomena ini terjadi setiap 139 tahun dan disebut sebagai fenomena astronomi yang terjadi setiap setengah abad abad”

    * MAFINDO @ 27 Okt 2017: ““Definisi:

    Juga dikenal sebagai bulan optimis atau “darah”, istilah “Bulan Pemburu” digunakan secara tradisional untuk merujuk pada bulan purnama yang muncul selama bulan Oktober. Hal ini didahului dengan munculnya “Harvest Moon”, yang merupakan bulan purnama yang paling dekat dengan ekuinoks musim gugur (yang jatuh pada tanggal 22 atau 23 September).”

    * Universe Today @ 13 Jun 2015: “Jika Anda tinggal di belahan bumi utara, daripada mengamati bintang selama awal musim gugur bisa sedikit sulit. Selama waktu-waktu tertentu di musim-musim ini, bintang-bintang, planet-planet, dan Bima Sakti akan dikaburkan oleh kehadiran beberapa bulan penuh yang sangat indah. Tetapi jika Anda adalah penggemar moongazing, maka Anda beruntung.

    Karena itu juga sekitar waktu ini (bulan Oktober) bahwa orang yang melihat ke langit malam akan memiliki kesempatan untuk melihat apa yang dikenal sebagai Hunter’s Moon. Sedikit variasi pada bulan purnama, Hunter’s Moon telah lama dianggap sebagai peristiwa penting dalam cerita rakyat tradisional, dan menjadi topik yang menarik bagi para astronom.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Keluarga di India Ini Tewas Karena Daun Pisang yang Terkena Virus Kelelawar?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/07/2020

    Berita


    Foto yang memperlihatkan lima orang dalam keadaan mata tertutup dan terbaring di lantai beredar di media sosial. Lima orang itu diklaim sebagai sebuah keluarga di India yang tewas akibat makan beralaskan daun pisang yang terkena virus kelelawar.
    Di atas foto tersebut, terdapat narasi yang berbunyi, "Hati2 makan pakai daun pisang, sejeluarga d india meningal,Daun pisang tempat mereka makan terimpeksi pirus k lalawar..bagi2kan brita terbaru ini." Terdapat pula foto kelelawar yang hinggap di batang pisang di bawah foto itu.
    Di Facebook, salah satu akun yang mengunggah foto tersebut adalah akun Abddie Negara, yakni pada 1 Juli 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan sebanyak 194 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Abddie Negara.
    Apa benar keluarga di India dalam foto di atas tewas karena makan beralaskan daun pisang yang terkena virus kelelawar?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memeriksa klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri foto di atas denganreverse image toolSource. Lewat cara ini, ditemukan petunjuk dari situs cek fakta berbahasa Tamil yang berbasis di India, YouTurn, yang pernah memverifikasi klaim tersebut pada 2018.
    Menurut YouTurn, klaim bahwa enam keluarga dalam foto tersebut tewas karena terinfeksi virus kelelawar dari daun pisang adalah klaim yang keliru. Keluarga yang berasal dari Desa Mamilakatta dekat Suryapet, negara bagian Telangana, itu bunuh diri dengan menenggak racun. Peristiwa ini terjadi pada September 2017.
    Fakta tersebut berasal dari investigasi polisi setempat. Menurut polisi, keluarga itu memutuskan untuk bunuh diri bersama-sama karena memiliki hutang dalam jumlah yang cukup besar. Kepala keluarga ini hanya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan.
    Berbekal petunjuk tersebut, Tempo menelusuri pemberitaan lokal dengan memasukkan kata kunci “a family in Suryapet, India, committed suicide” ke mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan banyak berita terkait peristiwa itu oleh media lokal pada 2017.
    Telangana Today misalnya, menulis bahwa keluarga yang tinggal di Mamillagadda, Suryapet, tersebut melakukan bunuh diri dengan mengkonsumsi pestisida karena masalah keuangan. Para korban diidentifikasi sebagai Kasthuri Janardhan, Chandrakala, Ashok, Prabhatha, Sriri, dan Ruthwika.
    Kejadian ini berawal ketika Kasthuri Suresh, putra Kasthuri Janardhan, meminjam uang kepada seseorang untuk membangun bisnis jasa perangkat keras komputer. Namun, usaha ini gulung tikar, dan Kasthuri Suresh melarikan diri.
    Setelah kepergian Kasthuri Suresh, pemberi pinjaman mulai mendatangi keluarga Kasthuri Janardhan untuk menagih dan menekan mereka agar membayar uang tersebut. Tak lama kemudian, mereka dilaporkan bunuh diri dengan mengkonsumsi pestisida diduga karena merasa tertekan dan malu.
    Televisi lokal HMTV juga pernah melaporkan berita tersebut dengan menyertakan video para korban yang wajahnya telah diburamkan. Video itu diunggah di kanal YouTube mereka pada 17 September 2017. Dalam video itu, terlihat enam jenazah korban dengan pakaian yang sama dengan yang terlihat dalam foto yang beredar di Facebook.
    HMTV juga menyebut bahwa mereka tewas setelah menenggak racun karena masalah keuangan. "In a tragic incident, a family of six persons including two women, two children and two men have committed by consuming pesticide in a suicide pact at Kasturi Bazar in Suryapet. The reason is known that they committed suicide due to financial problems."
    Klaim keliru beredar sejak 2018
    Klaim yang salah mengenai meninggalnya keluarga tersebut telah menyebar sejak 2018, sebagaimana yang ditulis oleh YouTurn. Klaim yang beredar saat itu,sama dengan klaim yang beredar saat ini, bahwa mereka meninggal karena terinfeksi virus nipah, virus yang berasal dari kelelawar yang menempel di daun pisang.
    Pada 13 Juni 2018, muncul klaim lain terkait foto itu, bahwa keluarga tersebut tewas karena minum Coca-Cola. Bahkan, di Twitter, informasi tersebut dilengkapi dengan foto sejumlah botol Coca-Cola.
    Klaim keliru kembali beredar pada 2019, di mana keluarga itu diklaim meninggal setelah mengkonsumsi kue. Klaim ini menyebar bersama dengan foto keluarga lain yang sedang memamerkan sebuah kue. Klaim itu telah dibantah oleh situs cek fakta India lainnya, Bhaskar Hindi.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa keluarga di India dalam foto di atas tewas karena makan beralaskan daun pisang yang terkena virus kelelawar keliru. Keluarga tersebut meninggal karena menenggak pestisida. Mereka bunuh dini akibat masalah ekonomi yang membelitnya. Berbagai klaim yang salah mengenai foto ini juga telah beredar sejak 2018.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini