Beredar unggahan foto di Facebook dengan wajah Rocky Gerung menggunakan peci dan selendang seperti sorban. Narasi dalam foto tertulis “Imam Besar Kadrun yg baru : IMAM BESAR ROJACK AL GARONG.”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi dalam gambar:
“Imam Besar Kadrun yg baru : IMAM BESAR ROJACK AL GARONG”
Narasi postingan:
“Cukup pakai sorban kalau ama kdrun udah di bilang ulama besar imam besar ..hahhah padahal ulama nya cabul”
[SALAH] Foto “Imam Besar Kadrun yg baru : IMAM BESAR ROJACK AL GARONG”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto tersebut merupakan hasil suntingan dari dua foto. Foto pertama yang digunakan ialah foto Bahar bin Smith. Foto Bahar tersebut telah digunakan disejumlah artikel milik Merdeka.com, salah satunya ialah artikel berjudul “Berkas Kasus Lengkap, Bahar bin Smith Segera Disidang” yang tayang pada 4 Februari 2019.
Dan, foto kedua ialah foto Rocky Gerung yang diambil oleh fotografer Kumparan.com bernama Fitra Andrianto. Foto Rocky Gerung itu digunakan Kumparan.com dalam artikel berjudul “Diskusi di Denpasar, Rocky Gerung Kritik Gizi Buruk hingga Ekonomi RI” yang tayang pada 10 Maret 2019.
Dan, foto kedua ialah foto Rocky Gerung yang diambil oleh fotografer Kumparan.com bernama Fitra Andrianto. Foto Rocky Gerung itu digunakan Kumparan.com dalam artikel berjudul “Diskusi di Denpasar, Rocky Gerung Kritik Gizi Buruk hingga Ekonomi RI” yang tayang pada 10 Maret 2019.
Kesimpulan
Atas penjelasan tersebut, maka foto sumber merupakan foto suntingan. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1223658211300045/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/02/salah-foto-imam-besar-kadrun-yg-baru-imam-besar-rojack-al-garong/
- https://www.merdeka.com/peristiwa/berkas-kasus-lengkap-bahar-bin-smith-segera-disidang.html
- https://kumparan.com/kumparannews/diskusi-di-denpasar-rocky-gerung-kritik-gizi-buruk-hingga-ekonomi-ri-1552151277930982263
[SALAH] “Jabatan presiden di perpanjang, pilpres masih lama tahun 2026”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/07/2020
Berita
Beredar akun Bahsurip Surip (fb.com/bahsurip.surip.5) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Jabatan presiden di perpanjang,,,, pilpres masih lama tahun 2026, pasukan sakit hati kelamaan menderita”
Di gambar yang diunggah terdapat narasi “ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN” dan logo JPNN.com
“Jabatan presiden di perpanjang,,,, pilpres masih lama tahun 2026, pasukan sakit hati kelamaan menderita”
Di gambar yang diunggah terdapat narasi “ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN” dan logo JPNN.com
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim jabatan presiden diperpanjang sampai 2026 karena Pilpres akan dilaksanakan 2026 adalah klaim yang salah.
Faktanya, sejauh ini, Pilpres tetap akan digelar pada 2024. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah kabar bahwa Pilpres 2024 diundur.
Sebelumnya, Pilpres 2024 pelaksanaannya pernah diklaim akan diundur menjadi tahun 2027 dan 2029. Namun kedua klaim ini sudah dibantah di artikel berjudul [SALAH] “MPR dan KPU Sepakat Jokowi Lanjut Sampai 2027? Bagaimana Rakyat, Akan Diam Saja?” dan [SALAH] “PILPRES 2024 DIBATALKAN, ditunda sampai 2029”.
Sementara itu, terkait gambar yang diunggah oleh sumber klaim, gambar yang sama diunggah oleh akun JPNN.com pada 29 Juni 2020 dan diberi keterangan:
“ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN
Selengkapnya :
https://m.jpnn.com/news/prabowo-ganjar-dan-rk-tiga-besar-2024-anies-tertinggal-jauh“
Baik di postingan tersebut ataupun di artikel yang disertakan, tidak ada informasi mengenai mundurnya pelaksanaan Pilpres 2024.
Faktanya, sejauh ini, Pilpres tetap akan digelar pada 2024. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah kabar bahwa Pilpres 2024 diundur.
Sebelumnya, Pilpres 2024 pelaksanaannya pernah diklaim akan diundur menjadi tahun 2027 dan 2029. Namun kedua klaim ini sudah dibantah di artikel berjudul [SALAH] “MPR dan KPU Sepakat Jokowi Lanjut Sampai 2027? Bagaimana Rakyat, Akan Diam Saja?” dan [SALAH] “PILPRES 2024 DIBATALKAN, ditunda sampai 2029”.
Sementara itu, terkait gambar yang diunggah oleh sumber klaim, gambar yang sama diunggah oleh akun JPNN.com pada 29 Juni 2020 dan diberi keterangan:
“ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN
Selengkapnya :
https://m.jpnn.com/news/prabowo-ganjar-dan-rk-tiga-besar-2024-anies-tertinggal-jauh“
Baik di postingan tersebut ataupun di artikel yang disertakan, tidak ada informasi mengenai mundurnya pelaksanaan Pilpres 2024.
Kesimpulan
Tidak ada informasi valid mengenai jabatan presiden diperpanjang sampai 2026 karena Pilpres akan dilaksanakan 2026. Sejauh ini, Pilpres tetap akan digelar pada 2024. Komisioner KPU membantah kabar bahwa Pilpres 2024 diundur.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/06/27/salah-mpr-dan-kpu-sepakat-jokowi-lanjut-sampai-2027-bagaimana-rakyat-akan-diam-saja/
- https://turnbackhoax.id/2020/06/28/salah-pilpres-2024-dibatalkan-ditunda-sampai-2029/
- https://www.facebook.com/jpnncom/photos/a.10153701571455695/10159324572120695/?type=3&theater
- https://www.jpnn.com/news/prabowo-ganjar-dan-rk-tiga-besar-2024-anies-tertinggal-jauh
[SALAH] Video Ekonomi Makin Hancur & Terlilit Utang, Jokowi Terancam Serahkan Indonesia pada China
Sumber: youtube.comTanggal publish: 02/07/2020
Berita
Akun Facebook Berita viral mengunggah sebuah video dengan judul “EKONOMI MAKIN HANCUR & TERLILIT UTANG, PEMERINTAHAN JOKOWI T3R4NC4M SERAHKAN INDONESIA Pada CHINA” yang bersumber dari kanal Youtube Rahasia Politik.
Berikut kutipan narasinya:
“EKONOMI MAKIN HANCUR & TERLILIT UTANG, PEMERINTAHAN JOKOWI T3R4NC4M SERAHKAN INDONESIA Pada CHINA”
Berikut kutipan narasinya:
“EKONOMI MAKIN HANCUR & TERLILIT UTANG, PEMERINTAHAN JOKOWI T3R4NC4M SERAHKAN INDONESIA Pada CHINA”
Hasil Cek Fakta
Dalam video tersebut disebutkan bahwa Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani merinci utang untuk penanganan Covid-19 yang didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1.289,3 triliun ditambah penarikan pinjaman Rp150,5 triliun. Khusus utang dari Surat Berharga Negara, di antaranya 221,4 triliun sudah dipenuhi pemerintah dari hasil lelang penerbitan surat utang pandemi corona atau Pandemic Bond dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, disebutkan juga pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif baik sebab angka pertumbuhannya masih positif di tengah pandemik Corona. Jokowi juga merinci ekonomi China turun 6,8% dari sebelumnya 6%, artinya selisih penurunan kinerja ekonominya mencapai 12.8%
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa narasi yang dibacakan dalam video tersebut berasal dari pemberitaan cnnindonesia.com dengan judul “Sri Mulyani Rinci Utang Rp1.439,8 T untuk Penanganan Corona” dan “Walau Anjlok, Jokowi Sebut Ekonomi RI Lebih Baik dari China” yang keduanya terbit di cnnindonesia.com pada 6 Mei 2020. Namun, narasi dalam video yang menyebutkan hasil lelang penerbitan surat utang pandemik corona atau Pandemic Bond sebesar 221,4 triliun rupiah merupakan informasi yang tidak benar.
Dilansir dari finance.detik.com, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan pemerintah resmi batal menerbitkan surat berharga negara (SBN) khusus penanganan pandemi Corona atau Pandemic Bond. Hal tersebut terjadi lantaran Bank Indonesia (BI) siap masuk ke pasar perdana menjadi the last resort pemerintah untuk menyerap sisa penerbitan SBN baik SUN ( Surat Utang Negara) maupun SBNS (Surat Berharga Syariah Negara). Sedangkan uang sebesar Rp 221,4 triliun merupakan realisasi penarikan SBN hingga April 2020.
Dalam video tersebut juga tidak disebutkan bahwa Pemerintahan Jokowi terancam menyerahkan Indonesia kepada China yang disebabkan oleh keadaan ekonomi negara yang semakin buruk dengan hutang yang melilit Indonesia. Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna Pagu Indikatif RAPBN 2021 di Istana Merdeka pada 6 Mei 2020 menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia lebih baik dari China sebab angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif di tengah pandemik Corona.
“Coba kita lihat beberapa negara yang kontraksi dan tumbuh negatif, China turun dari plus enam persen menjadi minus 6,8 persen, artinya year on year deltanya 12,8 persen." ungkap Presiden Jokowi.
Selain itu, disebutkan juga pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih relatif baik sebab angka pertumbuhannya masih positif di tengah pandemik Corona. Jokowi juga merinci ekonomi China turun 6,8% dari sebelumnya 6%, artinya selisih penurunan kinerja ekonominya mencapai 12.8%
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa narasi yang dibacakan dalam video tersebut berasal dari pemberitaan cnnindonesia.com dengan judul “Sri Mulyani Rinci Utang Rp1.439,8 T untuk Penanganan Corona” dan “Walau Anjlok, Jokowi Sebut Ekonomi RI Lebih Baik dari China” yang keduanya terbit di cnnindonesia.com pada 6 Mei 2020. Namun, narasi dalam video yang menyebutkan hasil lelang penerbitan surat utang pandemik corona atau Pandemic Bond sebesar 221,4 triliun rupiah merupakan informasi yang tidak benar.
Dilansir dari finance.detik.com, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan pemerintah resmi batal menerbitkan surat berharga negara (SBN) khusus penanganan pandemi Corona atau Pandemic Bond. Hal tersebut terjadi lantaran Bank Indonesia (BI) siap masuk ke pasar perdana menjadi the last resort pemerintah untuk menyerap sisa penerbitan SBN baik SUN ( Surat Utang Negara) maupun SBNS (Surat Berharga Syariah Negara). Sedangkan uang sebesar Rp 221,4 triliun merupakan realisasi penarikan SBN hingga April 2020.
Dalam video tersebut juga tidak disebutkan bahwa Pemerintahan Jokowi terancam menyerahkan Indonesia kepada China yang disebabkan oleh keadaan ekonomi negara yang semakin buruk dengan hutang yang melilit Indonesia. Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna Pagu Indikatif RAPBN 2021 di Istana Merdeka pada 6 Mei 2020 menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia lebih baik dari China sebab angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif di tengah pandemik Corona.
“Coba kita lihat beberapa negara yang kontraksi dan tumbuh negatif, China turun dari plus enam persen menjadi minus 6,8 persen, artinya year on year deltanya 12,8 persen." ungkap Presiden Jokowi.
Kesimpulan
Berdasarkan dari pemaparan tersebut, maka konten video yang unggah di Facebook dan YouTube masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. Sebab, informasi di dalamnya tidak ada pernyataan mengenai Indonesia yang terancam diserahkan kepada China dan hanya menarasikan pemberitaan dari cnnindonesia.com.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/07/02/salah-video-ekonomi-makin-hancur-terlilit-utang-jokowi-terancam-serahkan-indonesia-pada-china/
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200506171316-532-500818/sri-mulyani-rinci-utang-rp14398-t-untuk-penanganan-corona
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5006855/ini-alasan-pemerintah-batal-terbitkan-surat-utang-corona
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200506111517-532-500596/walau-anjlok-jokowi-sebut-ekonomi-ri-lebih-baik-dari-china
- https://www.youtube.com/watch?v=wSf5ORLqDGo
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Titiek Soeharto Saat Demonstrasi Tolak RUU HIP di DPR?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/07/2020
Berita
Foto yang memperlihatkan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto bersama belasan wanita sedang duduk di depan sebuah pagar beredar di media sosial. Foto itu diklaim sebagai foto Titiek saat aksi bela Pancasila dan beredar pasca digelarnya demonstrasi yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung DPR, Jakarta, pada 24 Juni 2020 lalu.
Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Facebook Calvyn Tarigan, yakni pada 28 Juni 2020. Akun ini menulis, “Saat donatur demo terekam kamera, akanya tujuan awal bela pancasila ujung ujungnya demo jatuhkan Jokowi sebagai Presiden,semua demi pesanan cendana."
Dalam foto tersebut, Titek mengenakan topi dan baju berwarna senada, yakni krem, serta syal berwarna hijau toska. Ia sedang duduk bersama sejumlah perempuan dengan latar belakang pagar besi berwarna hitam. Dalam foto itu, wajah Titiek dilingkari merah.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Calvyn Tarigan.
Apa benar foto tersebut adalah foto Titiek Soeharto saat demonstrasi yang menolak RUU HIP di DPR?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas denganreverse image toolSource, Yandex, dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut telah beredar pada 2019, jauh sebelum digelarnya unjuk rasa yang menolak RUU HIP di depan gedung DPR pada 24 Juni 2020.
Foto serupa dengan sudut pandang yang berbeda pernah dimuat oleh situs Genpi.co pada 27 Juni 2019. Foto itu terdapat dalam artikel yang berjudul “Titiek Soeharto Menjadi Incaran Foto Selfie Oleh Massa Yang Melakukan Aksi Kawal MK”.
Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut: "Dengan menggunakan topi berwarna krem dan pakaian senada, Titiek Soeharto menjadi incaran massa yang sedang melakukan aksi kawal MK di sekitaran Patung Kuda. (Foto: Dika Raharjo)".
Kehadiran Titiek dalam kerumunan massa aksi bela MK yang berlangsung pada 27 Juni 2019 tersebut juga pernah diberitakan oleh Tempo dengan judul “Saat Massa Aksi di MK Berebut Berfoto dengan Titiek Soeharto”.
Berita ini menjelaskan bahwa Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Titiek Soeharto, ikut menghadiri aksi massa Halal Bihalal Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk mengawal sidang putusan MK. Kedatangannya menjadi pusat perhatian massa.
Titiek turun di sekitar kerumunan massa yang berada di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019. Massa yang melihat sosok Titiek pun segera mendekat. Massa juga berebut untuk berswafoto bersama putri mantan presiden Soeharto itu. Ada yang berfoto berdua, ada juga yang berfoto beramai-ramai.
Titiek mengenakan baju berwarna krem dan topi senada. Ia tampak sabar meladeni massa yang ingin berfoto dengannya. Massa menyiapkan kamera ponselnya masing-masing. Sesekali juga terlihat Titiek memegang ponsel milik massa untuk berswafoto. Setiap orang yang selesai berswafoto langsung menyalami dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih mbak, Insya Allah menang," ujar salah satu massa.
Video yang memperlihatkan momen saat Titiek mengikuti aksi Kawal MK juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal JPNN.COM, yakni pada 27 Juni 2019. Video itu diberi judul “Titiek Soeharto Menyapa Emak-Emak di Kerumunan Massa Aksi Kawal MK”.
Dalam keterangan video itu, dijelaskan bahwa politikus Partai Berkarya Titiek Soeharto turut menghadiri aksi Kawal MK pada 27 Juni 2019. Putri Presiden Kedua RI itu hadir menggunakan topi dan baju berwarna cokelat dibalut dengan selendang berwarna hijau. Titiek yang hadir menjadi pusat perhatian massa yang tengah berjalan ataupun beristirahat di pinggir jalan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas diabadikan saat Titiek Soeharto mengikuti demonstrasi yang menolak RUU HIP di DPR pada 24 Juni 2020 keliru. Foto tersebut merupakan foto Titiek yang mengikuti aksi Kawal MK pada 27 Juni 2019, jauh sebelum digelarnya unjuk rasa yang menolak RUU HIP pada 24 Juni lalu.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 7551/8695



