[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demonstran Kasus George Floyd yang Geruduk Gedung Putih AS?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 19/06/2020
Berita
Sebuah video demonstrasi di halaman sebuah gedung dengan pilar-pilar yang tinggi beredar di Twitter. Di video itu, terlihat pula sejumlah demonstran yang merangsek ke dalam gedung. Video ini diklaim sebagai video demonstran kasus George Floyd, pria keturunan Afrika-Amerika yang tewas usai lehernya ditindih dengan luntut oleh polisi Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), di Gedung Putih.
Salah satu akun Twitter yang membagikan video itu adalah akun @hudzaifahra, yakni pada 31 Mei 2020. Akun ini pun menulis narasi sebagai berikut: "GEDUNG PUTIH DIGERUDUK PENDEMO. Amerika rusuh, gedung putih dirangsek pendemo, penjarahan di ritel. Rakyat marah atas kematian warga kulit hitam George Floyd yang lehernya diinjak polisi."
Hingga artikel ini dimuat, unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 192 ribu kali, di-retweet sebanyak 549 kali, dan disukai lebih dari 1.300 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @hudzaifahra.
Apa benar video tersebut merupakan video demonstran kasus George Floyd yang menggeruduk Gedung Putih AS?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video unggahan akun @hudzaifahra menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image toolGoogle, Yandex, dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa demonstrasi dalam video itu bukan dilakukan di Gedung Putih AS, melainkan di Ohio Statehouse, gedung ibukota negara bagian Ohio, AS.
Video serupa pernah diunggah oleh kanal YouTube NBC4, stasiun televisi di Columbus, Ohio, yang berafiliasi dengan perusahaan media NBC, pada 28 Mei 2020. Video yang diberi judul "Columbus protest update 12:00 a.m. cut in" tersebut memperlihatkan situasi Ohio Statehouse setelah sekitar satu jam sebelumnya digeruduk oleh para demonstran.
Gambar tangkapan layar video berita NBC4 terkait demonstrasi di sekitar Ohio Statehouse.
Dilansir dari situs NBC4i.com, aksi protes yang dimulai sekitar pukul 20.00 di jalanan dekat Ohio Statehouse itu awalnya berjalan damai. Namun, menurut reporter NBC4 dalam video tersebut, sekitar pukul 21.45, terjadi pelemparan berbagai benda dari gerombolan pengunjuk rasa ke arah polisi. Polisi pun menembakkan gas air mata. Namun, sejumlah demonstran berhasil merangsek ke arah Ohio Statehouse dan merusak beberapa jendela yang ada di gedung tersebut.
Tempo pun mengecek lokasi Ohio Statehouse di Google Maps. Lewat fitur street view, terlihat bahwa gedung tersebut sama dengan gedung dalam video unggahan akun @hudzaifahra. Terdapat delapan pilar di bagian depan Ohio Statehouse. Ada pula kubah berbentuk bulat di bagian atas dengan dua tiang bendera di sisi kanan dan kirinya. Bentuk dan jumlah pintu serta jendela Ohio Statehouse pun sama dengan yang terdapat pada gedung dalam video unggahan akun @hudzaifahra.
Gambar tangkapan layar street view Ohio Statehouse di Google Maps.
Sementara Gedung Putih AS, dilihat dari Google Maps, hanya memiliki enam pilar di bagian depan. Bentuk bagian tengah bangunan pun melengkung, tidak rata seperti Ohio Statehouse. Di bagian atas Gedung Putih AS, juga tidak terdapat kubah berbentuk bulat. Memang terdapat tiang bendera di bagian atas Gedung Putih AS, namun jumlahnya hanya satu, bukan dua seperti yang ada di bagian atas Ohio Statehouse.
Gambar tangkapan layar street view Gedung Putih AS di Google Maps.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video demonstran kasus George Floyd yang menggeruduk Gedung Putih AS menyesatkan. Video itu memang memperlihatkan unjuk rasa yang memprotes kematian George Floyd, namun bukan di Gedung Putih AS, melainkan di Ohio Statehouse.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/s4xhc
- https://bit.ly/3fBCHb3
- https://www.nbc4i.com/news/local-news/crowds-gather-across-columbus-to-protest-police-brutality/
- https://www.google.com/maps/@39.961351,-82.9991049,3a,75y,82.92h,103.72t/data=!3m8!1e1!3m6!1sAF1QipOt4FCqIQYPWd--YwY30GhLpUtKDdQpUZZY6xSl!2e10!3e11!6s
- https:%2F%2Flh5.googleusercontent.com%2Fp%2FAF1QipOt4FCqIQYPWd--YwY30GhLpUtKDdQpUZZY6xSl%3Dw203-h100-k-no-pi0-ya86.57927-ro-0-fo100!7i3038!8i1519
- https://www.google.com/maps/place/Gedung+Putih/@38.8987654,-77.0365411,3a,75y,90t/data=!3m8!1e2!3m6!1s
- http:%2F%2Ft0.gstatic.com%2Fimages%3Fq%3Dtbn:ANd9GcTXL4tehXDJbwMNQUoGVEk4QTPu3A4vyhQ7SHe690BXGhpSp6H3!2e7!3e27!6s%2F%2Flh5.googleusercontent.com%2Fproxy%2F9KFhRXn1ErU1c0Ql21SVaEfzVmuSUF4A5Yvv-ve_-nYDnSDeawRzyOdgs0r6nrcc4dA7JnSAIsY34iu3CtzAsawqJWYtk8C3oRZwMHmRKmHxkulFyUnXkA2fuTbqBm7muk4p1QboYetDRb2Prr4I446uESR6Uw%3Dw123-h86-k-no!7i1080!8i751!4m12!1m6!3m5!1s0x0:0x715969d86d0b76bf!2sGedung+Putih!8m2!3d38.8976763!4d-77.0365298!3m4!1s0x0:0x715969d86d0b76bf!8m2!3d38.8976763!4d-77.0365298
[Fakta atau Hoaks] Benarkah CIA Bongkar Paspor Presiden Jokowi yang Berkewarganegaraan Cina?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 19/06/2020
Berita
Klaim bahwa Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) membongkar paspor Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang berkewarganegaraan Cina beredar di Facebook. Klaim itu terdapat dalam gambar berlogo situs media CNN Indonesia dengan artikel yang berjudul "Di nilai Indonesia condong ke Blok China Komunis, CIA Bongkar jati diri Presiden Jokowi melalui Passport".
Dalam gambar itu, tertera bahwa artikel tersebut dipublikasikan pada 15 Juni 2020. Berikut narasi dalam artikel itu:
"Dalam perang dingin yang semakin memanas. Para Agen intelijen CIA yang profesional dengan alat Canggih berhasil membuka identitas Negara-negara yang di anggap antek China Komunis, termasuk identitas rahasia presiden Jokowi sebagai kepala Negara Indonesia. CIA telah berhasil membobol Pertahanan Cyber Badan Intelijen China Komunis dengan mengCopi Passport Kewarganegaraan China Komunis milik Jokowi. Ini tentu saja ada maksud yang sangat tajam dan mendalam."
Gambar tersebut pun memuat foto Jokowi dengan teks berbahasa Mandarin serta foto sebuah paspor Cina yang berwarna merah dengan nama Herbertus Hermanus Joko Wie (Oei Hong Liong). Terdapat pula logo CIA serta teks "dokumen rahasia" dalam gambar tersebut.
Salah satu akun Facebook yang membagikan gambar itu adalah akun Roni Situmeang, yakni pada 17 Juni 2020. Akun ini kemudian memberikan narasi yang mengaitkan gambar tersebut dengan rencana Jokowi pada 2017 untuk membuat film tentang Gerakan 30 September 1965 versi baru.
“Kecurigaanku benar adanya selama ini kalau keturunan China Komunis Tiongkok!! Ternyata Jkw benar2 misionaris China Komunis Tiongkok bersama LBP Luhut. Makanya Jkw mau buat film G30S PKI versi baru. Nama Jokowi Yang Asli Dalam Pasport. Herbertus Hermanus Joko Wie (Oei Hong Liong),” demikian narasi yang ditulis akun tersebut.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Roni Situmeang.
Artikel ini berisi pemeriksaan fakta terhadap dua hal:
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi apakah informasi tersebut bersumber dari CNN Indonesia, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci “CIA bongkar paspor Jokowi” di kolom pencarian situs CNN Indonesia. Namun, tidak ditemukan berita terkait hal itu. Demikian pula saat dilakukan pencarian di situs media dalam negeri lain, tidak ditemukan informasi bahwa CIA membongkar paspor Presiden Jokowi.
Tempo pun melakukan pencarian di situs media asing dengan memasukkan kata kunci berbahasa Inggris, yakni "CIA revealed Indonesian president'spassport", di mesin pencarian Google. Namun, hasilnya juga nihil.
Kemudian, Tempo membandingkan foto paspor dalam unggahan akun Roni Situmeang dengan foto paspor Cina asli, salah satunya yang pernah dimuat oleh situs media South China Morning Post (SCMP). Desain sampul paspor dalam unggahan akun Roni Situmeang ternyata berbeda dengan desain sampul paspor Cina asli.
Gambar tangan layar berita di SCMP yang menampilkan foto sampul paspor Cina.
Sampul paspor Cina yang asli seluruhnya berwarna merah tua. Tidak terdapat warna merah lain seperti yang terlihat dalam foto unggahan akun Roni Situmeang. Di bawah lambang negara Cina, juga tidak tercantum nama pemilik paspor, baik dalam huruf Mandarin maupun huruf alfabet. Di sampul, hanya tercetak tulisan "People's Republic of China" dan "PASSPORT", baik dalam huruf Mandarin maupun huruf alfabet.
Selain itu, biografi Presiden Jokowi telah banyak ditulis dalam berbagai buku, salah satunya buku yang berjudul “Jokowi Menuju Cahaya” karya Alberthiene Endah yang diterbitkan pada 2018. Dalam buku itu ditulis bahwa Jokowi terlahir dengan nama Mulyono. Jokowi lahir pada Juni 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Namun, nama itu tidak lama digunakan. Karena berulang kali sakit, orang tua Jokowi mencarikan nama baru baginya. Dalam masyarakat Jawa, memang terdapat kepercayaan bahwa seorang anak yang sakit-sakitan perlu diganti namanya. Nama Mulyono pun diganti dengan Joko Widodo.
Dalam buku itu, Jokowi diceritakan menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah bilik di pinggir kali, tepatnya di daerah Srambatan, pinggiran Solo. Ibu Jokowi bernama Sujiatmi. Sedangkan bapaknya, Wijiatno Notomiarjo, adalah pedagang bambu dan kayu. Ia dan keluarganya berkali-kali pindah rumah, namun selalu di pinggir sungai.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa CIA membongkar paspor Presiden Jokowi yang berkewarganegaraan Cina adalah klaim yang keliru. Artikel yang memuat klaim itu, yang dalam gambar di atas disebut berasal dari CNN Indonesia, tidak ditemukan di situs media tersebut. Demikian pula di media dalam negeri lainnya maupun di media asing, tidak ditemukan informasi bahwa CIA membongkar paspor Jokowi. Selain itu, sampul paspor Cina yang diklaim dimiliki oleh Jokowi dalam gambar di atas berbeda dengan sampul paspor Cina asli.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[SALAH] “Semenjak Bapak Jokowi jadi Presiden, Banyak PKI Membakar benderanya sendiri.”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 19/06/2020
Berita
Akun Facebook Ali mengunggah tangkapan layar yang berisi foto Presiden Joko Widodo dengan tulisan “Semenjak Bapak Jokowi jadi Presiden, Banyak PKI Membakar benderanya sendiri.,” pada Kamis (18/6).
NARASI:
“Semenjak Bapak Jokowi jadi Presiden, Banyak PKI Membakar benderanya sendiri.,” unggahan tangkapan layar dengan judul tersebut yang di dalamnya terdapat foto Presiden Jokowi oleh akun Facebook Ali, Kamis (18/6).
NARASI:
“Semenjak Bapak Jokowi jadi Presiden, Banyak PKI Membakar benderanya sendiri.,” unggahan tangkapan layar dengan judul tersebut yang di dalamnya terdapat foto Presiden Jokowi oleh akun Facebook Ali, Kamis (18/6).
Hasil Cek Fakta
Setelah menelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Facebook Ali tersebut adalah salah atau keliru.
Dengan mengetikan judul yang sama pada mesin pencari, tidak ditemukan pemberitaan dengan judul serupa dari media daring.
Adapun, terkait foto Presiden Jokowi dalam unggahan akun Facebook Ali tersebut ditemukan pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Jokowi Perjuangkan Negara Berkembang Dapat Keringanan Utang” dan “Jokowi: Ekonomi Kita Masih Baik, Lihat Saja Negara Lain” yang ditayangkan pada Selasa dan Rabu, 5 dan 6 Mei 2020.
Di dalam isi artikel cnbcindonesia.com tersebut tidak ditemukan narasi yang berbunyi “Semenjak Bapak Jokowi jadi Presiden, Banyak PKI Membakar benderanya sendiri.”.
Dengan begitu, unggahan akun Facebook Ali menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat disebut sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Dengan mengetikan judul yang sama pada mesin pencari, tidak ditemukan pemberitaan dengan judul serupa dari media daring.
Adapun, terkait foto Presiden Jokowi dalam unggahan akun Facebook Ali tersebut ditemukan pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Jokowi Perjuangkan Negara Berkembang Dapat Keringanan Utang” dan “Jokowi: Ekonomi Kita Masih Baik, Lihat Saja Negara Lain” yang ditayangkan pada Selasa dan Rabu, 5 dan 6 Mei 2020.
Di dalam isi artikel cnbcindonesia.com tersebut tidak ditemukan narasi yang berbunyi “Semenjak Bapak Jokowi jadi Presiden, Banyak PKI Membakar benderanya sendiri.”.
Dengan begitu, unggahan akun Facebook Ali menurut kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat disebut sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
[SALAH] Abu Vulkanik Dapat Membunuh Virus Corona Karena Mengandung Asam Sulfat
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/06/2020
Berita
“MERAPI erupsi…
Gk apa” …keluar sedikit” malah aman..
Abu vulkanik nya membunuh virus congorna…ehh..corona..karna mengandung asam sulfat”
Gk apa” …keluar sedikit” malah aman..
Abu vulkanik nya membunuh virus congorna…ehh..corona..karna mengandung asam sulfat”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun facebook mengunggah narasi berisi informasi yang mengklaim bahwa abu vulkanik dari gunung merapi bisa membunuh virus corona atau covid-19 karena mengandung asam sulfat.
Selain di pulau Jawa, informasi yang mengklaim bahwa abu vulkanik letusan gunung dapat membunuh virus corona juga beredar di Filipina dengan narasi yang hampir seupa.
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari merdeka.com, Dalam artikel AFP Fact Check berjudul “World Health Organization refutes misleading claim that volcanic ash can kill coronavirus” pada 10 Maret 2020, dijelaskan bahwa belum ada penelitian tentang hal tersebut.
Menurut ahli kesehatan Filipina, tidak ada bukti ilmiah untuk klaim tersebut. Mereka hanya memperingatkan terhadap bahayanya abu vulkanik.
“Tidak ada bukti bahwa abu vulkanik dapat menghancurkan virus corona baru,” kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Filipina mengatakan kepada AFP dalam sebuah pesan teks pada 7 Maret 2020.
“Sifat anti-virus yang diduga berasal dari abu vulkanik belum ditemukan. (Abu vulkanik) berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan masalah pernapasan, masalah mata, dan iritasi kulit.”
Sementara itu, pakar gunung berapi Badan Geologi Kementerian ESDM, Drs Subandriyo MSc menjelaskan fenomena keduanya. Ia juga menyodorkan analisis erupsi dan mitigasi kebencanaan jika kedua peristiwa itu muncul bersamaan.
“Tidak ada kaitan sama sekali antara meledaknya pandemi Covid-19 dengan meletusnya Gunung Merapi.
Tidak ada juga bukti abu vulkanik menghambat penyebaran virus, sebagaimana pernah diberitakan lewat media sosial,” kata Subandriyo.
Selain di pulau Jawa, informasi yang mengklaim bahwa abu vulkanik letusan gunung dapat membunuh virus corona juga beredar di Filipina dengan narasi yang hampir seupa.
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari merdeka.com, Dalam artikel AFP Fact Check berjudul “World Health Organization refutes misleading claim that volcanic ash can kill coronavirus” pada 10 Maret 2020, dijelaskan bahwa belum ada penelitian tentang hal tersebut.
Menurut ahli kesehatan Filipina, tidak ada bukti ilmiah untuk klaim tersebut. Mereka hanya memperingatkan terhadap bahayanya abu vulkanik.
“Tidak ada bukti bahwa abu vulkanik dapat menghancurkan virus corona baru,” kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Filipina mengatakan kepada AFP dalam sebuah pesan teks pada 7 Maret 2020.
“Sifat anti-virus yang diduga berasal dari abu vulkanik belum ditemukan. (Abu vulkanik) berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan masalah pernapasan, masalah mata, dan iritasi kulit.”
Sementara itu, pakar gunung berapi Badan Geologi Kementerian ESDM, Drs Subandriyo MSc menjelaskan fenomena keduanya. Ia juga menyodorkan analisis erupsi dan mitigasi kebencanaan jika kedua peristiwa itu muncul bersamaan.
“Tidak ada kaitan sama sekali antara meledaknya pandemi Covid-19 dengan meletusnya Gunung Merapi.
Tidak ada juga bukti abu vulkanik menghambat penyebaran virus, sebagaimana pernah diberitakan lewat media sosial,” kata Subandriyo.
Kesimpulan
Tidak ada bukti bahwa abu vulkanik dapat menghancurkan virus corona baru. Sifat anti-virus yang diduga berasal dari abu vulkanik belum ditemukan. (Abu vulkanik) berbahaya bagi kesehatan dan dapat menyebabkan masalah pernapasan, masalah mata, dan iritasi kulit.
Rujukan
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-belum-ada-penelitian-abu-vulkanik-bisa-bunuh-covid-19.html
- https://factcheck.afp.com/world-health-organization-refutes-misleading-claim-volcanic-ash-can-kill-coronavirus
- https://jateng.tribunnews.com/2020/04/10/benarkah-jika-merapi-meletus-abunya-akan-mematikan-virus-corona-ini-penjelasan-pakar-gunung-berapi?page=all&_ga=2.91044306.979370590.1592230716-1857292077.1581917258
Halaman: 7589/8694






