Bismillah
Info penting
Usahakan keluar memakai MASKER karena di RS. Kanujoso sudah menerima PASIEN POSITIF CORONA. ORANG BALIKPAPAN BARU DATANG DARI CHINA (berita akurat)
[SALAH] Rumah Sakit Kanusojo Balikpapan Telah Menerima Pasien Positif Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/02/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
===
PENJELASAN: Akun Facebook @KazahraTanzania mengunggah informasi dengan klaim bahwa telah ditemukan pasien positif corona di Rumah Sakit Kanujoso, Balikpapan, Kalimantan Timur. Akun @KazahraTanzania mengklaim bahwa informasi yang diunggahnya merupakan berita akurat. Ia bahkan menghimbau masyarakat sekitar untuk menggunakan masker apabila hendak bepergian.
Namun informasi tersebut justru membuat pemilik akun @KazahraTanzania berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya apa yang diunggah akun @KazahraTanzania adalah informasi palsu alias hoaks, yang membuat warga Balikpapan resah. Kepolisian setempat pun akhirnya mengamankan pemilik akun Facebook @KazahraTanzania.
Pemilik akun tersebut ditangkap oleh Ditcyber Krimsus Polda Kaltim pada Sabtu (1/2/2020) pekan lalu. Kasubdit V Syber Krimsus Polda Kaltim, AKBP Albertus Andreana dalam interogasi dengan pemilik akun Facebook @KazahraTanzania, pelaku mengaku menerima informasi adanya pasien virus corona melalui kerabatnya yang kemudian langsung diunggahnya di media sosial Facebook.
“Penetapan sebagai tersangkanya sudah, tapi untuk lebih lanjutnya lagi kita akan gelar perkara dulu, kita melengkapi berkas terlebih dahulu baru kemudian kita menentukan langkah-langkah berikutnya,” jelas AKBP Albertus.
Pasca diamankannya tersangka pemilik akun @KazahraTanzania, baik unggahan terkait virus corona dan juga akun Facebook tersebut tidak lagi ditemukan atau sudah dihapus. Unggahan @KazahraTanzania mengacu kepada Fabricated Content (konten yang salah) alias hoaks.
PENJELASAN: Akun Facebook @KazahraTanzania mengunggah informasi dengan klaim bahwa telah ditemukan pasien positif corona di Rumah Sakit Kanujoso, Balikpapan, Kalimantan Timur. Akun @KazahraTanzania mengklaim bahwa informasi yang diunggahnya merupakan berita akurat. Ia bahkan menghimbau masyarakat sekitar untuk menggunakan masker apabila hendak bepergian.
Namun informasi tersebut justru membuat pemilik akun @KazahraTanzania berurusan dengan pihak berwajib. Pasalnya apa yang diunggah akun @KazahraTanzania adalah informasi palsu alias hoaks, yang membuat warga Balikpapan resah. Kepolisian setempat pun akhirnya mengamankan pemilik akun Facebook @KazahraTanzania.
Pemilik akun tersebut ditangkap oleh Ditcyber Krimsus Polda Kaltim pada Sabtu (1/2/2020) pekan lalu. Kasubdit V Syber Krimsus Polda Kaltim, AKBP Albertus Andreana dalam interogasi dengan pemilik akun Facebook @KazahraTanzania, pelaku mengaku menerima informasi adanya pasien virus corona melalui kerabatnya yang kemudian langsung diunggahnya di media sosial Facebook.
“Penetapan sebagai tersangkanya sudah, tapi untuk lebih lanjutnya lagi kita akan gelar perkara dulu, kita melengkapi berkas terlebih dahulu baru kemudian kita menentukan langkah-langkah berikutnya,” jelas AKBP Albertus.
Pasca diamankannya tersangka pemilik akun @KazahraTanzania, baik unggahan terkait virus corona dan juga akun Facebook tersebut tidak lagi ditemukan atau sudah dihapus. Unggahan @KazahraTanzania mengacu kepada Fabricated Content (konten yang salah) alias hoaks.
Kesimpulan
Sebuah akun Facebook @KazahraTanzania mengunggah informasi dengan klaim bahwa Rumah Sakit Kanusojo, Balikpapan, Kalimantan Timur telah menerima pasien yang positif terjangkit corona. Informasi tersebut diklaim sebagai berita akurat oleh pemilik akun. Yang padahal hingga saat ini tidak ditemukan berita yang mendukung informasi tersebut. Hingga akhirnya belakangan diketahui bahwa akun @KazahraTanzania menyebarkan informasi palsu atau hoaks yang membuatnya harus berurusan dengan pihak berwajib.
Rujukan
- https://www.antaranews.com/video/1278741/polda-kaltim-tetapkan-2-orang-tersangka-penyebar-hoaks-corona
- https://bangka.tribunnews.com/2020/02/04/penyebar-berita-hoaks-virus-corona-di-facebook-ternyata-bukan-laki-laki-tapi-perempuan-awlanya-iseng
- https://kaltim.tribunnews.com/2020/02/04/penyebar-hoax-virus-corona-di-balikpapan-jadi-tersangka-polda-kaltim-jangan-main-main-dengan-hoax
[SALAH] “ada 40 ribu tenaga kerja asal china di morowali yang sedang dalam pengawasan (karantina)”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 04/02/2020
Berita
Beredar tweet yang berasal dari akun Doradong (twitter.com/do_ra_dong) sebagai berikut :
“Media asing France24 mengungkap ada 40 ribu tenaga kerja asal china di morowali yang sedang dalam pengawasan (karantina)
40 ribu?
Banyak ya, belum lagi didaerah atau tempat lain
Besar juga pengkhianatan #BangsatBangsa Ketika warga negara hanya di PHP kartu prakerja”
Tenaga kerja Cina
“Media asing France24 mengungkap ada 40 ribu tenaga kerja asal china di morowali yang sedang dalam pengawasan (karantina)
40 ribu?
Banyak ya, belum lagi didaerah atau tempat lain
Besar juga pengkhianatan #BangsatBangsa Ketika warga negara hanya di PHP kartu prakerja”
Tenaga kerja Cina
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, media dengan nama France24 memang memuat sebuah artikel berita berjudul “Thousands on virus lockdown at China-backed plant in Indonesia” yang dimuat di situs france24.com pada 31 Januari 2020.
Namun klaim adanya 40 ribu tenaga kerja asal Cina di Morowali yang sedang dalam pengawasan tidak benar. Di artikel berita France24, jumlah tenaga kerja asal Cina yang ditulis sebagai “guest workers from mainland China” hanya sekitar 5000.
Angka lebih dari 40000 yang dimaksud adalah sekitar 43000, jumlah pekerja yang ada di PT Indonesia Morowali Industrial Park.
Sebelumnya, pada tanggal 27 Januari 2020, situs media vivanews.com sudah menayangkan artikel berita terkait Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, yang mencegah Tenaga Kerja Asing atau TKA asal China, untuk kembali ke kampung halamannya.
Kepala Disnakertrans Sulteng, Arnold Firdaus Bandu, ditemui Senin 27 Januari 2020, mengatakan bahwa sejak Desember sampai sekarang, ada 5.390 TKA yang bekerja di 17 perusahaan di Kabupaten Morowali. Puluhan orang pekerja lainnya bekerja di wilayah Palu.
“Tingkat waspada kita sangat tinggi. Jadi, TKA yang ada tidak diperbolehkan keluar masuk wilayah ini. Berdasarkan data kami, ada 5.390 TKA yang bekerja di PT IMIP, lima orang di Kawasan Ekonomi Khusus, dan 15 orang di PT CPM,” ungkapnya.
Berikut cuplikan isi artikel berita yang muat di situs france24.com :
“More than 40,000 workers at a vast Chinese-controlled industrial complex in Indonesia have been quarantined over fears about the spread of a deadly coronavirus strain which has killed more than 200 people in China, it said Friday.
PT Indonesia Morowali Industrial Park has sealed off its nickel mining hub on Sulawesi island and is barring any of its 43,000 staff from entering or leaving without written permission.
There are some 5,000 guest workers from mainland China at the sprawling site which hosts nickel ore smelters and stainless steel production.
Employees at the 2,000-hectare (5,000 acre) facility, majority owned by China’s Shanghai Decent Investment Group, are undergoing medical tests and none has been found to be infected so far, said company spokesman Dedy Kurniawan.”
Atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Terjemahan menjadi :
“Lebih dari 40.000 pekerja di kompleks industri besar yang dikuasai Cina di Indonesia telah dikarantina karena kekhawatiran tentang penyebaran virus coronavirus mematikan yang telah menewaskan lebih dari 200 orang di Cina, katanya Jumat.
PT Indonesia Morowali Industrial Park telah menutup pusat penambangan nikelnya di pulau Sulawesi dan melarang salah satu dari 43.000 stafnya masuk atau pergi tanpa izin tertulis.
Ada sekitar 5.000 pekerja tamu dari Cina daratan di lokasi yang luas yang menampung pabrik peleburan bijih nikel dan baja nirkarat.
Karyawan di fasilitas 2.000 hektar (5.000 hektar), mayoritas dimiliki oleh Kelompok Investasi Layak Shanghai China, sedang menjalani tes medis dan sejauh ini tidak ada yang terinfeksi, kata juru bicara perusahaan Dedy Kurniawan.”
Namun klaim adanya 40 ribu tenaga kerja asal Cina di Morowali yang sedang dalam pengawasan tidak benar. Di artikel berita France24, jumlah tenaga kerja asal Cina yang ditulis sebagai “guest workers from mainland China” hanya sekitar 5000.
Angka lebih dari 40000 yang dimaksud adalah sekitar 43000, jumlah pekerja yang ada di PT Indonesia Morowali Industrial Park.
Sebelumnya, pada tanggal 27 Januari 2020, situs media vivanews.com sudah menayangkan artikel berita terkait Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, yang mencegah Tenaga Kerja Asing atau TKA asal China, untuk kembali ke kampung halamannya.
Kepala Disnakertrans Sulteng, Arnold Firdaus Bandu, ditemui Senin 27 Januari 2020, mengatakan bahwa sejak Desember sampai sekarang, ada 5.390 TKA yang bekerja di 17 perusahaan di Kabupaten Morowali. Puluhan orang pekerja lainnya bekerja di wilayah Palu.
“Tingkat waspada kita sangat tinggi. Jadi, TKA yang ada tidak diperbolehkan keluar masuk wilayah ini. Berdasarkan data kami, ada 5.390 TKA yang bekerja di PT IMIP, lima orang di Kawasan Ekonomi Khusus, dan 15 orang di PT CPM,” ungkapnya.
Berikut cuplikan isi artikel berita yang muat di situs france24.com :
“More than 40,000 workers at a vast Chinese-controlled industrial complex in Indonesia have been quarantined over fears about the spread of a deadly coronavirus strain which has killed more than 200 people in China, it said Friday.
PT Indonesia Morowali Industrial Park has sealed off its nickel mining hub on Sulawesi island and is barring any of its 43,000 staff from entering or leaving without written permission.
There are some 5,000 guest workers from mainland China at the sprawling site which hosts nickel ore smelters and stainless steel production.
Employees at the 2,000-hectare (5,000 acre) facility, majority owned by China’s Shanghai Decent Investment Group, are undergoing medical tests and none has been found to be infected so far, said company spokesman Dedy Kurniawan.”
Atau yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Terjemahan menjadi :
“Lebih dari 40.000 pekerja di kompleks industri besar yang dikuasai Cina di Indonesia telah dikarantina karena kekhawatiran tentang penyebaran virus coronavirus mematikan yang telah menewaskan lebih dari 200 orang di Cina, katanya Jumat.
PT Indonesia Morowali Industrial Park telah menutup pusat penambangan nikelnya di pulau Sulawesi dan melarang salah satu dari 43.000 stafnya masuk atau pergi tanpa izin tertulis.
Ada sekitar 5.000 pekerja tamu dari Cina daratan di lokasi yang luas yang menampung pabrik peleburan bijih nikel dan baja nirkarat.
Karyawan di fasilitas 2.000 hektar (5.000 hektar), mayoritas dimiliki oleh Kelompok Investasi Layak Shanghai China, sedang menjalani tes medis dan sejauh ini tidak ada yang terinfeksi, kata juru bicara perusahaan Dedy Kurniawan.”
Kesimpulan
Bukan 40 ribu tapi sekitar 5.000 pekerja tamu dari Cina. Angka lebih dari 40 ribu yang dimaksud di berita adalah jumlah keseluruhan pekerja yang ada di kompleks industri PT Indonesia Morowali Industrial Park.
Rujukan
[SALAH] Pedagang Cina Ngamuk Karena Jeruk Tidak Laku Akibat Wabah Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/02/2020
Berita
Beredar sebuah postingan yang dibuat oleh akun Bambang Widy di Facebook. Postingan tersebut memuat konten berupa sebuah video yang diklaim menggambarkan kemarahan pedangang Cina di Malaysia karena jeruknya tidak laku akibat wabah virus Corona. Per 3 Februari 2020 pukul 12.02, postingan tersebut telah ditanggapi sebanyak 29 orang dan dibagikan sebanyak 129 kali. Berikut kutipan narasinya:
????????????????????????
Hahahaa.. Di malaysia..cina ngamuk..krn jerukny ngga ada yg laku.
Gimana dengan di indonesia ?? Mulai sekarang jangan beli apapun produk milik orang china..
Ayo viralkan ????✊ ????????????
????????????????????????
Hahahaa.. Di malaysia..cina ngamuk..krn jerukny ngga ada yg laku.
Gimana dengan di indonesia ?? Mulai sekarang jangan beli apapun produk milik orang china..
Ayo viralkan ????✊ ????????????
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil pencarian fakta, klaim dalam postingan tersebut tidak benar. Hal ini diketahui dari video asli yang diunggah Radio Free Asia Chinese dalam akun resmi Twitter-nya. Media tersebut menerangkan bahwa kejadian dalam video tersebut terjadi di Guangzhou, China. Barang yang dirusak oleh pedagang tersebut juga bukan jeruk, melainkan bunga dan potnya. Para pedagang meluapkan emosinya karena kerugian besar mereka dalam perayaan Tahun Baru Imlek akibat wabah virus Corona di Wuhan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam tweet-nya:
【广州花市生意惨淡】 【店主怒掷盆栽泄愤】 受武汉疫情影响,全中国各地民间过年气氛大打折扣。花市生意大受影响,档主损失惨重。
Terjemahan:
[Bisnis pasar bunga Guangzhou suram] [Kemarahan pemilik melempar tanaman pot untuk melepaskan kemarahan] Dipengaruhi oleh epidemi di Wuhan, atmosfer Tahun Baru Cina bagi orang-orang di seluruh negeri telah sangat berkurang. Bisnis pasar bunga sangat terpengaruh, dan pemilik kios menderita kerugian besar.
Hal serupa juga diberitakan oleh Telemetro Reporta, media berbahasa Spanyol, lewat akun Twitter resminya:
Propietario de puesto de venta de flores descarga su ira en el mercado de Guangzhou y arroja al suelo plantas en macetas para desahogarse, tras las pérdidas provocadas por el #Coronavirus en Wuhan. #InternacionalesTR
Terjemahan:
Pemilik kios bunga membongkar kemarahannya di pasar Guangzhou dan melempar tanaman pot ke tanah untuk melampiaskan, setelah kerugian yang disebabkan oleh #Coronavirus di Wuhan. #InternationalsTR
【广州花市生意惨淡】 【店主怒掷盆栽泄愤】 受武汉疫情影响,全中国各地民间过年气氛大打折扣。花市生意大受影响,档主损失惨重。
Terjemahan:
[Bisnis pasar bunga Guangzhou suram] [Kemarahan pemilik melempar tanaman pot untuk melepaskan kemarahan] Dipengaruhi oleh epidemi di Wuhan, atmosfer Tahun Baru Cina bagi orang-orang di seluruh negeri telah sangat berkurang. Bisnis pasar bunga sangat terpengaruh, dan pemilik kios menderita kerugian besar.
Hal serupa juga diberitakan oleh Telemetro Reporta, media berbahasa Spanyol, lewat akun Twitter resminya:
Propietario de puesto de venta de flores descarga su ira en el mercado de Guangzhou y arroja al suelo plantas en macetas para desahogarse, tras las pérdidas provocadas por el #Coronavirus en Wuhan. #InternacionalesTR
Terjemahan:
Pemilik kios bunga membongkar kemarahannya di pasar Guangzhou dan melempar tanaman pot ke tanah untuk melampiaskan, setelah kerugian yang disebabkan oleh #Coronavirus di Wuhan. #InternationalsTR
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa terdapat perbedaan antara isi konten dan video yang diunggah. Video itu tidak mendukung konten yang mengklaim kejadian tersebut merupakan pedagang Cina di Malaysia yang merusak jeruk akibat wabah Corona, tetapi pedagang bunga di Guangzhou yang merusak bunga dan pot. Oleh karena itu, postingan tersebut dikategorikan dalam Misleading Content/Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
[SALAH] Virus Corona Dapat Menular Melalui Tatapan Mata
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 04/02/2020
Berita
Beredar informasi melalui pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan virus Corona dapat menyebar melalui tatapan mata. Dalam narasi pesan tersebut, diimbau untuk tidak melihat secara langsung korban yang terinfeksi virus Corona. Berikut kutipan narasinya:
Info penting !!!
Berhati hatilah jika melihat secara langsung korban yang terinfeksi virus corona, karena virus corona bisa tersebar hanya dengan menatap saja.
share sebanyak mungkin demi kebaikan…
Info penting !!!
Berhati hatilah jika melihat secara langsung korban yang terinfeksi virus corona, karena virus corona bisa tersebar hanya dengan menatap saja.
share sebanyak mungkin demi kebaikan…
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar dan sudah dibantah oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Subdirektorat Penyakit Infeksi Emerging Kemenkes Endang Budi Hastuti memastikan virus Corona tidak menular lewat tatapan mata.
“Pernah dengar tidak? Itu juga ada. Jadi makanya disarankan pakai masker yang sampai menutupi mata. Tapi bukan seperti itu, tidak menular melalui tatapan mata,” kata Endang.
Ia menjelaskan, virus Corona dapat menular lewat mata jika tangan yang dalam kondisi kotor atau terkontaminasi Corona membasuh mata. Endang menegaskan virus Corona tak dapat menular lewat tatapan mata.
“Jadi bukan seperti itu juga menularkan lewat tatapan mata. Tapi memang kalau kucek-kucek mata, kemudian tangannya kotor terkontaminasi, bisa menular ke orang lain. Jadi bukan tatapannya,” ujar Endang.
Virus Corona, menurut Endang, menular melalui saluran pernapasan. Penularan virus Corona dapat melalui percikan batuk dan bersin.
"Kemudian karena ini penyakitnya di saluran pernapasan, penularannya bisa melalui percikan pada saat batuk atau pada saat bersin. Tapi sampai saat ini belum diketahui dengan pasti sebetulnya penularannya seperti apa. Untuk vaksin dan pengobatan juga belum ada saat ini," ucap Endang.
Senada dengan Endang, dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) menjelaskan penularan melalui mata tidak terjadi saat seseorang menatap sesuatu, kemudian terinfeksi.
Seseorang bisa tertular jika tangannya terkontaminasi oleh virus corona (2019-nCoV), kemudian tak sadar tangannya menyentuh area mata.
“Bukan dari tatapan. Tapi misalnya bila bersin ke tangan, kemudian tangan dipakai mengucek-ngucek mata. Maka bisa saja virus menginfeksi mata. Karena memang ada saluran dari mata ke rongga hidung. Maka virus bisa menular ke saluran pernapasan,” katanya.
“Pernah dengar tidak? Itu juga ada. Jadi makanya disarankan pakai masker yang sampai menutupi mata. Tapi bukan seperti itu, tidak menular melalui tatapan mata,” kata Endang.
Ia menjelaskan, virus Corona dapat menular lewat mata jika tangan yang dalam kondisi kotor atau terkontaminasi Corona membasuh mata. Endang menegaskan virus Corona tak dapat menular lewat tatapan mata.
“Jadi bukan seperti itu juga menularkan lewat tatapan mata. Tapi memang kalau kucek-kucek mata, kemudian tangannya kotor terkontaminasi, bisa menular ke orang lain. Jadi bukan tatapannya,” ujar Endang.
Virus Corona, menurut Endang, menular melalui saluran pernapasan. Penularan virus Corona dapat melalui percikan batuk dan bersin.
"Kemudian karena ini penyakitnya di saluran pernapasan, penularannya bisa melalui percikan pada saat batuk atau pada saat bersin. Tapi sampai saat ini belum diketahui dengan pasti sebetulnya penularannya seperti apa. Untuk vaksin dan pengobatan juga belum ada saat ini," ucap Endang.
Senada dengan Endang, dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) menjelaskan penularan melalui mata tidak terjadi saat seseorang menatap sesuatu, kemudian terinfeksi.
Seseorang bisa tertular jika tangannya terkontaminasi oleh virus corona (2019-nCoV), kemudian tak sadar tangannya menyentuh area mata.
“Bukan dari tatapan. Tapi misalnya bila bersin ke tangan, kemudian tangan dipakai mengucek-ngucek mata. Maka bisa saja virus menginfeksi mata. Karena memang ada saluran dari mata ke rongga hidung. Maka virus bisa menular ke saluran pernapasan,” katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut, maka klaim bahwa virus Corona dapat menular dari tatapan mata tidak benar. Meski demikian, virus tersebut dapat menular melalui mata melalui sentuhan tangan yang terdapat virus Corona saat menyentuh mata. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1104206933245174/
- https://turnbackhoax.id/2020/02/04/salah-virus-corona-dapat-menular-melalui-tatapan-mata/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4169940/cek-fakta-kesehatan-penularan-virus-corona-bisa-lewat-tatapan-mata
- https://katadata.co.id/berita/2020/01/31/virus-corona-bisa-menular-via-mata-kemenkes-bukan-karena-bertatapan
- https://news.detik.com/berita/d-4880875/kemenkes-virus-corona-tak-menular-lewat-tatapan-mata
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4882790/terpopuler-sepekan-benarkah-virus-corona-bisa-menyebar-lewat-mata
Halaman: 7590/8497



