• [SALAH] Arief Budiman Mengaku Disuap Megawati Rp. 2 Triliun

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 14/01/2020

    Berita

    Postingan akun Facebook Bilal Ar Robah yang mengunggah tampilan layar dari berita cnnindonesia.com dengan tambahan narasi yang intinya mengatakan Ketua KPU, Arief Budiman mengaku disuap Megawati dengan sejumlah uang Rp. 2 triliun dan sudah mendapat 958 respon, 352 komentar dan dibagikan 2,9 ribu kali ketika tampilan layar diambil adalah tidak benar adanya.

    Diketahui judul berita yang asli dari cnnindonesia.com tersebut adalah “Ketua KPU Mengaku Dapat Ancaman Selama Pemilu 2019” yang ditayangkan pada Kamis, 13 Juni 2019 dan foto dalam artikel tersebut merupakan karya Jurnalis Antara, Indrianto Eko Suwarso.

    NARASI:

    “Arief budiman sudah mulai pasang kuda-kuda lur. Takut kena ciduk KPK, arief budiman mengaku di suap megawati 2 trilyun dan di ancam agar memenangkan partainya di pilplres 2019,” unggah akun Facebook Bilal Ar Robah, Sabtu (11/1).

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN:


    Akun Facebook Bilal Ar Robah mengunggah screenshot atau tampilan layar dari media daring cnnindonesia.com. Dalam tampilan layar tersebut tampak foto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.

    Selain mengunggah tampilan layar tersebut, akun Facebook Bilal Ar Robah juga menambahkan narasi yang berbunyi sebagai berikut.

    “Arief budiman sudah mulai pasang kuda-kuda lur. Takut kena ciduk KPK, arief budiman mengaku di suap megawati 2 trilyun dan di ancam agar memenangkan partainya di pilplres 2019,” unggah akun Facebook Bilal Ar Robah, Sabtu (11/1).

    Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui unggahan tampilan layar dari akun Facebook Bilal Ar Robah berasal dari dari artikel cnnindonesia.com yang berjudul “Ketua KPU Mengaku Dapat Ancaman Selama Pemilu 2019”. Artikel ini ditayangkan pada Kamis, 13 Juni 2019, dengan foto yang disematkan berasal dari Fotografer Antara, Indrianto Eko Suwarso. Didalam artikel ini tidak ada redaksi yang berbunyi Ketua KPU, Arief Budiman mengaku disuap Megawati dengan jumlah uang Rp. 2 triliun.

    Berikut isi lengkap artikelnya:

    Ketua KPU Mengaku Dapat Ancaman Selama Pemilu 2019

    CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 17:02 WIB

    Ketua KPU Arief Budiman mengaku mendapat ancaman lebih masif selama penyelenggaraan Pemilu 2019 dibanding pada 2014 saat menjadi komisioner. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

    Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku mendapat ancaman selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Ancaman yang diterima lebih masif dibanding saat menjadi Komisioner KPU pada 2014.

    “Kualitas ancamannya, kualitas tekanannya, tapi kalau sekarang kan lebih masif di media sosial. Jadi tiap hari ya bukan hanya ratusan, tapi mungkin bisa ribuan yang keberatan, mencaci maki, mengolok-olok,” kata Arief saat dihubungi wartawan, Kamis (13/6).

    Ia mengaku ancaman-ancaman kepada dirinya dilancarkan via pesan singkat kepada dirinya. Namun, sejauh ini belum ada ancaman yang dilakukan secara serius.

    Kendati mendapat banyak ancaman, ia merasa masih aman dengan kondisi saat ini. Apalagi, menurut dia, setiap komisioner KPU mendapat perlindungan khusus dari kepolisian.

    “Ada petugas kepolisian yang bersama kami, ada petugas kepolisian yang di-stand by-kan di kantor dan ada yang ditempatkan di rumah dinas,” ucap Arief.

    Ia juga menegaskan hingga kini belum ada gangguan apa pun yang bersifat mengkhawatirkan. “Yang penting kita merasa nyaman, sampai hari ini tidak ada gangguan apapun,” ujarnya. (dhf/agi)

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Jus Daun Pepaya Mentah Obat DBD

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/01/2020

    Berita

    Beredar informasi yang menyebutkan bahwa daun pepaya merupakan obat yang dapat menyembuhkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Cara untuk mengolah daun pepaya menjadi obat ialah dengan menjadikannya jus. Berikut kutipan narasinya:

    % jiplak

    ‼PENTING‼
    UNTUK ANAK CUCU

    *Obat DBD telah ditemukan*

    Dari Prof. A.A. Mattjik mantan rektor IPB terkait pengobatan Demam Berdarah, krn skrg DBD sdg menggejala mungkin bisa sbg obat alternatif:

    KABAR TERKINI, ...
    "Obat Demam Berdarah"

    Berdasarkanm pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah.

    Setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU ketika trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah.

    Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya tentang Juice *Daun Pepaya* Mentah.

    Setelah minum juice tersebut, trombosit temannya yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah naik dengan cepat menjadi 135.

    Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut.

    Bahkan keesokan harinya, temannya itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.

    Cara membuat Juice tersebut:

    2 helai *daun pepaya* dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain.

    Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun.

    Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari.

    Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas karena khasiatnya akan hilang.

    Ingat:
    hanya *daunnya saja,* bukan batangnya atau getahnya.

    Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum.

    Pengalaman lain tentang juice *daun pepaya* mentah ini didapat oleh seseorang dengan kondisi yang sangat parah.

    Orang ini keadaannya sangat kritis, di mana paru-parunya telah mulai diisi air
    Karena angka trombositnya yang sangat rendah.

    Sampai-sampai dia kesulitan untuk bernafas.

    Dokter hanya bisa berkata bahwa kekebalan tubuhnya yang akan bisa membuat dia bertahan.

    Untungnya, ibu mertua dari pasien tersebut mendengar tentang juice *daun pepaya* mentah tersebut.

    Setelah diberikan kepada pasien, keesokan hari, trombositnya mulai naik dan demamnya mulai hilang.

    Juice itu terus diberikan dan 3 hari berikutnya dia dinyatakan sembuh.

    Mohon dikirim ke grup informasi ini karena belakangan ini banyak sekali kasus penyakit demam berdarah. ????

    "Daun pepaya bisa untuk obat demam berdarah"

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut kurang tepat. Sebab, diketahui bahwa daun pepaya bukan obat DBD. Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mengatakan sejauh ini, jus daun pepaya mentah belum didaftarkan ke Kemenkes sebagai obat tradisional yang bisa menyembuhkan DBD.

    "Kalau ini kami belum mendapatkan laporan resmi ke Kemenkes apakah sudah menjadi bagian obat tradisional yabg sudah diregistrasi di farmalkes (Direktorat Kefarmasian dan Alat Kesehatan). Sepertinya kami belum mendapat infonya," ungkap dr Nadia.

    dr Nadia juga menyebut belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan bahwa khasiat jus daun pepaya mentah mampu meningkatkan sistem imun, maupun meningkatkan trombosit.

    Hingga saat ini pula, belum ada obat yang benar-benar berkhasiat untuk menyembuhkan DBD. Sebabnya, DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus.

    "Sampai saat ini DBD belum ada obatnya karena prinsipnya infeksi oleh virus, yang memang beum ada obat untuk menghilangkan virusnya. Pengobatan saat ini dilangsungkan untuk mengobati gejala seperti turun trombosit dan mencegah dehidrasi," terangnya lagi.

    Informasi perihal daun pepaya yang keliru ini juga sudah pernah muncul di Filipina dan sudah dilakukan pemeriksa fakta oleh Verafiles (organisasi pemeriksa fakta dari Filipina). Berdasarkan hasil periksa fakta Verafiles bahwa memang belum ada bukti ilmiah daun pepaya yang dijadikan jus menjadi obat DBD. Berikut kutipannya:

    […] The effectiveness of papaya leaf extract as treatment for dengue is still being evaluated. However, initial studies show the juice indeed has the potential to raise platelet levels in dengue patients.

    People with the dengue virus can have decreased platelet counts and platelet dysfunction as the disease progresses, according to 2007 World Health Organization (WHO) guidelines on the disease and a DOH primer.

    The Philippine Institute of Traditional and Alternative Health Care (PITAHC), an attached office of the DOH leading research and promotion of traditional medicine, recognized local and foreign records and studies that found papaya leaves to have a positive effect on dengue patients.

    In an email to VERA Files, PITAHC said the use of papaya leaves as treatment has been “anecdotally recorded” in the country and provided a link to the Philippine Knowledge Digital Library on Health (PKDLH) -- a national database of traditional medicines “gathered from work of researchers and scholars.” It showed that papaya leaves were being used as a treatment in two focus groups and a community, but the database did not elaborate further.

    Meanwhile, PITAHC also took note of studies abroad recorded in the Encyclopedia of Common Medicinal Plants in the Philippines Volume I that found promise in the use of papaya leaves as a treatment for dengue. They were:

    a 2011 study in Pakistan which found papaya leaves to show “potential activity against dengue fever” after a 45-year-old male dengue patient drank the extract twice a day for five days, and
    a 2013 study in Malaysia which found that those who drank papaya leaf extract in a trial involving 228 dengue patients had increased platelet counts.

    However, PITAHC also stressed that large-scale clinical trials still need to be conducted to determine the treatment’s efficacy. It cited a 2016 study in India, published in the International Journal of Applied and Basic Medical Research, which said:

    “[Carica] papaya leaf extract can be considered as a potential candidate for increase in platelet count in patients of dengue; however, there is need of high-quality evidence in the form of large clinical trials before a decision related to the use of such extract is made.”

    Source: Efficacy and safety of Carica papaya leaf extract in the dengue: A systematic review and meta-analysis, International Journal of Applied and Basic Medical Research, Oct.-Dec. 2016.

    Apart from papaya leaves, tawa-tawa leaves have also been the subjects of research on herbal treatments for dengue. Tawa-tawa is recorded in the PKDLH and Encyclopedia of Common Medicinal Plants of the Philippines, but the latter noted that clinical evidence supporting its efficacy is lacking.

    Additionally, the DOH, WHO, and the Centers for Disease Prevention and Control in the United States have all said there is currently no specific treatment for dengue, but it can be managed early. […]

    Terjemahan:

    […] Efektivitas ekstrak daun pepaya sebagai pengobatan untuk demam berdarah masih dievaluasi. Namun, studi awal menunjukkan jus memang memiliki potensi untuk meningkatkan kadar trombosit pada pasien demam berdarah.

    Orang dengan virus dengue dapat mengalami penurunan jumlah trombosit dan disfungsi trombosit seiring perkembangan penyakit, menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2007 tentang penyakit dan primer DOH.

    Institut Perawatan Kesehatan Tradisional dan Alternatif Filipina (PITAHC), kantor terlampir dari DOH yang memimpin penelitian dan promosi obat tradisional, mengakui catatan lokal dan asing dan penelitian yang menemukan daun pepaya memiliki efek positif pada pasien demam berdarah.

    Dalam sebuah email ke File VERA, PITAHC mengatakan penggunaan daun pepaya sebagai pengobatan telah "direkam secara anekdot" di negara itu dan memberikan tautan ke Perpustakaan Digital Pengetahuan Kesehatan Filipina (PKDLH) - basis data nasional obat-obatan tradisional "dikumpulkan dari karya para peneliti dan cendekiawan. ”Itu menunjukkan bahwa daun pepaya digunakan sebagai pengobatan dalam dua kelompok fokus dan sebuah komunitas, tetapi database tidak menjelaskan lebih lanjut.

    Sementara itu, PITAHC juga mencatat penelitian di luar negeri yang dicatat dalam Encyclopedia of Common Medicinal Plants di Filipina Volume I yang menjanjikan penggunaan daun pepaya sebagai pengobatan untuk demam berdarah. Mereka:

    sebuah studi 2011 di Pakistan yang menemukan daun pepaya menunjukkan "aktivitas potensial melawan demam berdarah" setelah seorang pasien dengue laki-laki berusia 45 tahun minum ekstrak dua kali sehari selama lima hari, dan sebuah studi 2013 di Malaysia yang menemukan bahwa mereka yang minum ekstrak daun pepaya dalam percobaan yang melibatkan 228 pasien dengue mengalami peningkatan jumlah trombosit.

    Namun, PITAHC juga menekankan bahwa uji klinis skala besar masih perlu dilakukan untuk menentukan kemanjuran pengobatan. Ini mengutip sebuah studi 2016 di India, yang diterbitkan dalam International Journal of Applied and Basic Medical Research, yang mengatakan:

    “[Carica] ekstrak daun pepaya dapat dianggap sebagai kandidat potensial untuk peningkatan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah; Namun, ada kebutuhan bukti berkualitas tinggi dalam bentuk uji klinis besar sebelum keputusan terkait dengan penggunaan ekstrak tersebut dibuat. "

    Sumber: Khasiat dan keamanan ekstrak daun Carica papaya dalam demam berdarah: Tinjauan sistematis dan meta-analisis, Jurnal Internasional Riset Medis Dasar dan Terapan, Oktober-Desember. 2016.

    Selain daun pepaya, daun tawa-tawa juga telah menjadi subjek penelitian tentang pengobatan herbal untuk demam berdarah. Tawa-tawa dicatat dalam PKDLH dan Ensiklopedia Tanaman Obat-Obatan Umum Filipina, tetapi yang terakhir mencatat bahwa bukti klinis yang mendukung kemanjurannya masih kurang.

    Selain itu, DOH, WHO, dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Amerika Serikat semuanya mengatakan bahwa saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah, tetapi dapat dikelola lebih awal. […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal itu, maka dapat disimpulkan bahwa informasi yang beredar tidak tepat. Daun pepaya belum terbukti secara ilmiah sebagai obat DBD. Dengan demikian, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Warga Garut Jadi Korban Begal

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 13/01/2020

    Berita

    Sebuah akun Instagram membagikan informasi perihal korban dari kejahatan aksi begal di wilayah Garut. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan membuat warga Garut geger perihal tersebut. Namun selang beberapa waktu, pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa informasi yang dibagikan adalah tidak benar. Akun Instagram penyebar informasi tersebut juga turut mengoreksi dan menyatakan bahwa apa yang ia unggah sebelumnya adalah tidak benar.

    NARASI:

    Korban begal wengi Kamari, kajantenan namun di sekitar Pemda arah Jl. Patriot. Saurna anjeuna di begal, di candak hp srg di siksa seseorang dugi ka kitu

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN: Beredar sebuah unggahan melalui media sosial Instagram di akun @ieugarut perihal korban begal yang menimpa warga Garut. Dalam narasi yang beredar disebutkan bahwa terdapat seorang pria dengan luka lebam di wajah yang telah menjadi korban dari kejahatan begal. Dalam narasi yang diunggah, dijelaskan bahwa korban dibegal di wilayah Pemda arah Jalan Patriot.

    Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, melansir dari detik.com, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar adanya. Fakta tersebut diperoleh setelah pihak kepolisian setempat dengan sigap melakukan penyelidikan perihal informasi tersebut. Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

    “Terkait informasi viral di media sosial tentang adanya aksi begal, jajaran Satreskrim Polres Garut langsung mengambil tindakan mendalami informasi tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata informasi tersebut tidak benar atau hoaks,” jelas Ipda Muslih.

    Ipda Muslih yang sudah mengantongi identitas korban yang diketahui bernama Syarif dan langsung melakukan pendalaman. Belakangan diketahui bahwa Syarif bukanlah korban begal melainkan dikeroyok oleh sejumlah orang yang terjadi dikarenakan wanita.

    Hal serupa juga telah diklarifikasi oleh akun Instagram yang telah membagikan informasi tersebut. Dan menyatakan bahwa tidak benar jika korban dalam foto merupakan korban begal serta telah menghapus unggahan sebelumnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Daftar 42 Harga Rokok Setelah Kenaikan Tarif Cukai

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 13/01/2020

    Berita

    Postingan akun Facebook Amat Ableck atau @amatilusilusi.sregar yang menampilkan kenaikan harga 42 produk rokok yang menyentuh harga Rp. 50.000 adalah tidak benar adanya. Corporate COmmunications PT Djarum, Budi Darmawan pun memberikan klarifikasinya, “Yes. Pasti hoax,” kata Budi kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

    Diketahui dari artikel detik.com yang berjudul “Harga Rokok Naik, Jadi Berapa Sekarang?” yang ditayangkan pada Jumat, 3 Januari 2020, setelah kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% per 1 Januari 2020, harga rokok tidak tembus hingga diangka Rp.50.000.

    “Rokok Marlboro paling tinggi biasa jual Rp 23 ribu, mahal-mahalnya Rp 25 ribu lah. Ini udah Rp 27-28 ribu, kalau saya belanja sekarang bisa Rp 30 ribu lebih kali saya jual,” ungkap Bahman, salah satu pemilik warung di sekitar Tangerang Selatan kepada detikcom.

    NARASI:

    “DUA MINGGU LAGI …. HARGA ROKOK USAI PENYESUAIAN

    1. Marlboro Merah Rp.51.800

    2. Marlboro Light Rp.48.500

    3. Marlboro Menthol Rp.48.800

    4. Marlboro Black Menthol Rp.51.200

    5. Marlboro Ice Blast Rp.52.500

    6. Dunhill Merah Rp.50.800

    7. Dunhill Mild Rp.48.200

    8. Dunhill Menthol Rp.50.200

    9. Lucky Strike Filter Rp.43.800

    10. Lucky Strike Light Rp.42.800

    11. Country Merah Rp.42.800

    12. Country Light Rp.42.200

    13. Pall Mall Filter Rp.42.500

    14. Pall Mall Light Rp.43.800

    15. Pall Mall Light Menthol Rp.43.800

    16. Djarum Super 16 Rp.39.500

    17. Djarum MLD Rp.40.500

    18. Djarum Black Rp.38.800

    19. Djarum Black Menthol Rp.39.200

    20. Djarum 76 Rp.32.800

    21. Djarum Clavo Filter Rp.36.200

    22. Djarum Clavo Kretek Rp.34.800

    23. LA Light Rp.38.800

    24. LA Menthol Rp.39.500

    25. LA Light Ice Rp.40.800

    26. LA Bold Rp.40.200

    27. Gudang Garam Filter Rp.40.500

    28. Gudang Garam Signature Rp.42.200

    29. Gudang Garam Signature Mild Rp.40.800

    30. GG Mild Rp.40.500

    31. Gudang Garam Surya 16 Rp.42.400

    32. Gudang Garam Surya Exclusive Rp.44.800

    33. Gudang Garam International Rp.40.200

    34. Surya Pro Mild Rp.38.800

    35. Sampoerna Mild Rp.48.800

    36. Sampoerna Menthol Rp.47.500

    37. U Mild Rp.35.800

    38. Class Mild Rp.42.500

    39. Star Mild Rp.40.800

    40. Star Mild Menthol Rp.42.500

    41. Dji Sam Soe Magnum Filter Rp.45.500

    42. Dji Sam Soe Magnum Blue Rp.45.200,” unggah akun Facebook Amat Ableck atau @ amatilusilusi.sregar, Kamis (9/1).

    Hasil Cek Fakta

    Dalam unggahannya tersebut, akun @amatilusilusi.sregar juga menambahkan narasi yang bunyinya sebagai berikut:

    “Untuk rakyat jokowi makan tuh harga roko nj**g.:triumph::smiling_imp:,” tulis akun @amatilusilusi.sregar, Kamis (9/1).

    Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui unggahan tersebut adalah tidak benar. Corporate COmmunications PT Djarum, Budi Darmawan pun memberikan klarifikasinya.

    “Yes. Pasti hoax,” kata Budi kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

    Secara terpisah, Direksi PT HM Sampoerna Tbk Troy Modlin juga mengatakan, informasi dalam pesan viral itu tidak benar. “Daftar harga rokok yang beredar melalui pesan singkat terkait produk-produk kami adalah informasi tidak benar yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Troy melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (4/10/2019).

    Diketahui pemerintah telah resmi menetapkan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35%.

    Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau, keputusan tersebut mulai berlaku kemarin, tepatnya 1 Januari 2020.

    Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%.

    Menurut penelusuran detikcom, harga rokok pun memang mulai naik, bahkan sudah bertahap meroket sejak bulan Desember.

    “Rokok Marlboro paling tinggi biasa jual Rp 23 ribu, mahal-mahalnya Rp 25 ribu lah. Ini udah Rp 27-28 ribu, kalau saya belanja sekarang bisa Rp 30 ribu lebih kali saya jual,” ungkap Bahman, salah satu pemilik warung di sekitar Tangerang Selatan kepada detikcom.

    Bukan cuma di warung, beberapa minimarket pun menyesuaikan harga rokok. Meski hari ini belum ada penyesuaian harga, selama sebulan terakhir harga rokok sudah sekali naik.

    Berikut ini daftar kenaikan harga rokok yang ditayangkan oleh detik.com

    Berikut harga yang dijual di warung pada tanggal 1 Januari:

    Marlboro Merah dari Rp 23 ribu menjadi Rp 26-27 ribu
    Marlboro Filter Black dari Rp 24 ribu menjadi Rp 25-26 ribu
    Marlboro Menthol dari Rp 24 ribu menjadi Rp 25-26 ribu
    Sampoerna Mild dari Rp 21 ribu menjadi Rp 23-24 ribu
    Gudang Garam Filter dari Rp 17 ribu menjadi Rp 19-20 ribu
    Djarum Super dari Rp 16 ribu menjadi Rp 18-19 ribu
    U Mild dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20-21 ribu
    LA Light dari Rp 19 ribu menjadi Rp 21-22 ribu
    Surya Pro dari Rp 16 ribu menjadi Rp 19-20 ribu
    Magnum dari Rp 16 ribu jadi Rp 18-20 ribu
    Dunhill dari Rp 21 ribu menjadi Rp 24-25 ribu
    Dji Sam Soe belum naik masih Rp 17 ribu
    Sampoerna Kretek belum naik masih Rp 11.500

    Berikut harga rokok yang dijual di mini market pada 1 Januari:

    Marlboro Merah dari Rp 24 ribu menjadi Rp 25 ribu
    Marlboro Filter Black dari Rp 23 ribu menjadi Rp 24 ribu
    Marlboro Menthol dari Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu
    Sampoerna Mild dari Rp 20 ribu menjadi Rp 23 ribu
    Gudang Garam Filter dari Rp 19 ribu menjadi Rp 21 ribu
    Djarum Super dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu
    U Mild dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu
    LA Light dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu
    Surya Pro dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu
    Magnum dari Rp 17 ribu jadi Rp 20 ribu
    Dunhill dari Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu
    Dji Sam Soe dari Rp 19 ribu jadi Rp 21 ribu

    Rujukan