Beredar Isu Permen Susu Mengandung Narkoba, Ini Kata BPOM
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 16/10/2019
Berita
Liputan6.com, Jakarta Muncul informasi melalui media sosial, diduga telah beredar permen susu yang mengandung narkoba di Banyumas. Hal ini tentu saja membuat resah masyarakat.
Hasil Cek Fakta
Liputan6.com, Jakarta Muncul informasi melalui media sosial, diduga telah beredar permen susu yang mengandung narkoba di Banyumas. Hal ini tentu saja membuat resah masyarakat.
Sehubungan isu tersebut, Badan POM RI (BPOM) mengeluarkan pernyataan untuk menjawab keresahan masyarakat.
Dalam rilis resmi di situs BPOM, berikut pernyataan yang diberikan:
1. Isu mengenai peredaran permen susu yang diduga mengandung narkoba di Banyumas adalah TIDAK BENAR.
2. Balai Besar POM di Semarang telah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas terkait isu atau pemberitaan bahwa ada seorang anak yang diduga lemas setelah mengonsumsi permen susu.
3. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ada 4 (empat) orang anak yang mengonsumsi permen yang sama dan hanya 1 (satu) anak yang sakit, sedangkan yang lain dalam keadaan sehat. Selanjutnya diketahui bahwa anak tersebut sakit demam dan diberi obat penurun panas yang mengandung Ibuprofen.
4. Permen susu yang diisukan mengandung narkoba tersebut telah terdaftar di Badan POM RI, yaitu Pindy Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Stroberi dengan nomor izin edar BPOM RI MD 224510008005 diproduksi oleh PT. Inasentra Unisatya – Kabupaten Bogor. Izin edar diterbitkan Badan POM RI setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi produk termasuk proses produksi serta labelnya.
Sehubungan isu tersebut, Badan POM RI (BPOM) mengeluarkan pernyataan untuk menjawab keresahan masyarakat.
Dalam rilis resmi di situs BPOM, berikut pernyataan yang diberikan:
1. Isu mengenai peredaran permen susu yang diduga mengandung narkoba di Banyumas adalah TIDAK BENAR.
2. Balai Besar POM di Semarang telah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas terkait isu atau pemberitaan bahwa ada seorang anak yang diduga lemas setelah mengonsumsi permen susu.
3. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ada 4 (empat) orang anak yang mengonsumsi permen yang sama dan hanya 1 (satu) anak yang sakit, sedangkan yang lain dalam keadaan sehat. Selanjutnya diketahui bahwa anak tersebut sakit demam dan diberi obat penurun panas yang mengandung Ibuprofen.
4. Permen susu yang diisukan mengandung narkoba tersebut telah terdaftar di Badan POM RI, yaitu Pindy Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Stroberi dengan nomor izin edar BPOM RI MD 224510008005 diproduksi oleh PT. Inasentra Unisatya – Kabupaten Bogor. Izin edar diterbitkan Badan POM RI setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi produk termasuk proses produksi serta labelnya.
Rujukan
Begini Jejak Abu Razak Pimpinan KKB di Aceh yang Tewas Ditembak
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 16/10/2019
Berita
Banda Aceh - Pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Aceh Abu Razak (53) tewas bersama tiga anggotanya dalam baku tembak dengan polisi. Razak pernah dua kali mendekam di penjara karena kasus kriminal bersenjata dan terakhir kabur dari bui pada 2017 lalu.
"Nama aslinya itu Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-kahar Alias Abu Razak Bin Muda Abdul Muthali. Dia pernah beberapa kali terlibat dalam kasus kriminal bersenjata di Aceh," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (20/9/2019).
"Nama aslinya itu Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-kahar Alias Abu Razak Bin Muda Abdul Muthali. Dia pernah beberapa kali terlibat dalam kasus kriminal bersenjata di Aceh," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (20/9/2019).
Hasil Cek Fakta
Sepak terjang Razak dalam memanggul senjata bermula saat dia bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 1999 silam di wilayah Batee Iliek, Bireuen. Razak muda kala itu bertugas sebagai tukang servis atau memperbaiki senjata.
Semasa konflik GAM dengan Pemerintah Indonesia, dia bergerilya. Setelah penandatanganan damai di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005, Razak kembali ke masyarakat. Dia bekerja serabutan sebagai pekebun dan pernah menjadi petani tambak.
Namanya kembali muncul pada 2008 saat mengancam warga negara asing (WNA) di Aceh Barat menggunakan senjata api. Saat itu, dia melarang WNA melakukan penambangan di wilayah Meulaboh.
Tak lama berselang, dia dibekuk polisi. Setelah menjalani persidangan, Razak divonis satu tahun enam bulan penjara dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba di Jakarta Pusat.
Bebas dari bui pada 2010, Razak kembali ke Aceh. Namun saat itu, warga Dusun Cinta Alam, Desa Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Bireuen ini tidak memiliki pekerjaan tetap.
Lima tahun berselang, Razak bergabung dengan KKB pimpinan Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi (DM). Kelompok ini diketahui pernah membunuh dua intel Kodim 0103 Aceh Utara yaitu Sertu Indra dan Serda Hendri pada Maret 2015 lalu.
Sejak saat itu, kelompok Din Minimi paling diburu polisi dan TNI. Sebulan kemudian, Razak ditangkap personel Polda Aceh pada Jumat (10/4/2015) sekitar pukul 13.00 WIB saat berada di Desa Cot Tarum Kecamatan Kuala Jeumpa Kabupaten Bireuen.
Sementara Din Minimi akhirnya menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso pada Desember 2015. Sedangkan Razak diproses hukum dan didakwa dengan pasal kepemilikan senjata api.
Barang bukti dalam kasus tersebut di antaranya tiga pucuk senjata api laras panjang jenis AK 56, satu pucuk senjata api jenis RPD, satu pucuk pistol FN, serta satu pucuk pelontar jenis GLM.
Dalam persidangan di Pengedilan Negeri Lhoksukon, majelis hakim memvonisnya dengan hukuman 5 tahun 6 bulan penjara pada Senin 11 Januari 2016 lalu. Dia dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951. Razak pun mendekam di LP Klas IIA Lhokseumawe.
Dua tahun menjalani hukuman, Razak kabur dari penjara pada 18 September 2017 sekitar pukul 16.00 WIB. Dia melarikan diri setelah mengelabui petugas piket.
Kaburnya Razak berawal saat dirinya meminta izin kepada petugas jaga untuk melihat dan membantu bekerja di galeri hasil kerajinan napi di depan Lapas tersebut.
Namun saat azan salat Asar berkumandang, beberapa napi yang bekerja di galeri depan Lapas langsung masuk ke dalam. Sementara Razak tidak masuk dan setelah dicek melalui CCTV ditehui Razak sudah menghilang dari lokasi.
Polisi kemudian memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lhokseumawe dengan nomor DPO/81/IX/2018/Reskrim Polres Lhokseumawe. Dua tahun buron, Razak kembali muncul sebagai pimpinan kelompok kriminal bersenjata.
Dia dan anggota kelompoknya diketahui menculik seorang warga Bireuen bernama Baital pada Kamis (12/9) lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Korban disekap di kawasan Bukit Cerana Desa Ie Rhob Timu Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
"Akibat perbuatannya korban mengalami kerugian Rp 30 juta. Setelah dilepas korban membuat laporan ke polisi dan pelaku kita buru," jelas Ery.
Penyelidikan terhadap kelompok pimpinan Razak dilakukan. Pada Kamis (19/9) polisi menguber Razak dan anggotanya saat sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh menggunakan mobil Avanza berpelat BL-1342-R.
Ketika berada di kawasan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, personel Satgas penindakan KKB menyergap mereka. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit. Razak dan tiga anggotanya Wan Neraka, Zulfikar, dan Hamdi tewas terkena timah panas. Sementara seorang pelaku, Wan Ompong, kini ditahan di Polres Bireuen.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito, mengatakan, Razak dan kelompoknya terlibat penculikan serta pemerasan menggunakan senjata api. Polisi saat ini masih menyelidiki jumlah anggota kelompok tersebut.
"Iya, mereka pelaku penculikan sama ancam merampok duitnya. Mereka melakukan pemerasan dan ngancam pake senpi panjang," kata Agus saat dikonfirmasi detikcom.
(agse/knv)
Semasa konflik GAM dengan Pemerintah Indonesia, dia bergerilya. Setelah penandatanganan damai di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005, Razak kembali ke masyarakat. Dia bekerja serabutan sebagai pekebun dan pernah menjadi petani tambak.
Namanya kembali muncul pada 2008 saat mengancam warga negara asing (WNA) di Aceh Barat menggunakan senjata api. Saat itu, dia melarang WNA melakukan penambangan di wilayah Meulaboh.
Tak lama berselang, dia dibekuk polisi. Setelah menjalani persidangan, Razak divonis satu tahun enam bulan penjara dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba di Jakarta Pusat.
Bebas dari bui pada 2010, Razak kembali ke Aceh. Namun saat itu, warga Dusun Cinta Alam, Desa Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Bireuen ini tidak memiliki pekerjaan tetap.
Lima tahun berselang, Razak bergabung dengan KKB pimpinan Nurdin bin Ismail Amat alias Din Minimi (DM). Kelompok ini diketahui pernah membunuh dua intel Kodim 0103 Aceh Utara yaitu Sertu Indra dan Serda Hendri pada Maret 2015 lalu.
Sejak saat itu, kelompok Din Minimi paling diburu polisi dan TNI. Sebulan kemudian, Razak ditangkap personel Polda Aceh pada Jumat (10/4/2015) sekitar pukul 13.00 WIB saat berada di Desa Cot Tarum Kecamatan Kuala Jeumpa Kabupaten Bireuen.
Sementara Din Minimi akhirnya menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso pada Desember 2015. Sedangkan Razak diproses hukum dan didakwa dengan pasal kepemilikan senjata api.
Barang bukti dalam kasus tersebut di antaranya tiga pucuk senjata api laras panjang jenis AK 56, satu pucuk senjata api jenis RPD, satu pucuk pistol FN, serta satu pucuk pelontar jenis GLM.
Dalam persidangan di Pengedilan Negeri Lhoksukon, majelis hakim memvonisnya dengan hukuman 5 tahun 6 bulan penjara pada Senin 11 Januari 2016 lalu. Dia dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951. Razak pun mendekam di LP Klas IIA Lhokseumawe.
Dua tahun menjalani hukuman, Razak kabur dari penjara pada 18 September 2017 sekitar pukul 16.00 WIB. Dia melarikan diri setelah mengelabui petugas piket.
Kaburnya Razak berawal saat dirinya meminta izin kepada petugas jaga untuk melihat dan membantu bekerja di galeri hasil kerajinan napi di depan Lapas tersebut.
Namun saat azan salat Asar berkumandang, beberapa napi yang bekerja di galeri depan Lapas langsung masuk ke dalam. Sementara Razak tidak masuk dan setelah dicek melalui CCTV ditehui Razak sudah menghilang dari lokasi.
Polisi kemudian memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lhokseumawe dengan nomor DPO/81/IX/2018/Reskrim Polres Lhokseumawe. Dua tahun buron, Razak kembali muncul sebagai pimpinan kelompok kriminal bersenjata.
Dia dan anggota kelompoknya diketahui menculik seorang warga Bireuen bernama Baital pada Kamis (12/9) lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Korban disekap di kawasan Bukit Cerana Desa Ie Rhob Timu Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
"Akibat perbuatannya korban mengalami kerugian Rp 30 juta. Setelah dilepas korban membuat laporan ke polisi dan pelaku kita buru," jelas Ery.
Penyelidikan terhadap kelompok pimpinan Razak dilakukan. Pada Kamis (19/9) polisi menguber Razak dan anggotanya saat sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh menggunakan mobil Avanza berpelat BL-1342-R.
Ketika berada di kawasan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, personel Satgas penindakan KKB menyergap mereka. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit. Razak dan tiga anggotanya Wan Neraka, Zulfikar, dan Hamdi tewas terkena timah panas. Sementara seorang pelaku, Wan Ompong, kini ditahan di Polres Bireuen.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito, mengatakan, Razak dan kelompoknya terlibat penculikan serta pemerasan menggunakan senjata api. Polisi saat ini masih menyelidiki jumlah anggota kelompok tersebut.
"Iya, mereka pelaku penculikan sama ancam merampok duitnya. Mereka melakukan pemerasan dan ngancam pake senpi panjang," kata Agus saat dikonfirmasi detikcom.
(agse/knv)
Rujukan
[HOAX] Gantungan Kunci Gratis Dipasang GPS
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 16/10/2019
Berita
SUMBER: Siaran (broadcast) Whatsapp.
NARASI: “Di POM Bensin byk yg ksh gantungan kunci ini gratis…jgn diambil krn ada GPS n bs diikutin sampe rmh n dirampok…sdh ada yg kena”.
NARASI: “Di POM Bensin byk yg ksh gantungan kunci ini gratis…jgn diambil krn ada GPS n bs diikutin sampe rmh n dirampok…sdh ada yg kena”.
Hasil Cek Fakta
oax daur ulang, (1) Sudah pernah dibahas oleh Indonesian Hoax Busters di https://goo.gl/s5jbXh: “Klaim
Sekilas Info :
Di POM Bensin byk yg ksh gantungan kunci ini gratis…jgn diambil krn ada GPS n bs diikutin sampe rmh n dirampok…sdh ada yg kena
Harap berhati-hati!! MODUS BARU PERAMPOK : Ada sindikat penjahat menyamar sebagai promotor penjualan yg memberikan Gantungan Kunci Gratis di pompa bensin, tempat parkir di mall2 dan pusat2 perbalanjaan lainnya. Gantungan kunci itu memiliki Chip alat pelacak yang memungkinkan mereka u/ mengikuti Anda. Jangan terima barang dr mereka.
Mereka memilih calon korbannya yg berpotensi, & jika Anda menerima, maka Anda sudah masuk perangkap mereka. Gantungan kunci itu memang sangat indah, sulit u/ menolaknya, tapi Anda hrs ingat,. Anda mungkin akan membayar lebih dari harga gantungan kunci tsb, termasuk resiko yg menimpa hidup Anda.
Mohon beritahu anggota keluarga Anda & teman-teman lainnya (y):) Berita ini sangat PENTING bagi Anda dan Saudara,, juga Keluarga anda.. WASPADALAH…!!!
Pembahasan
Rumor tentang gantungan kunci ber-GPS yang disebar gratis untuk menjadi alat bantu perampokan pernah santer beredar pada tahun 2012. Kini isu tersebut diangkat lagi oleh para penggiat Paytren via akun/page nya dan netizen yang kurang memperhatikan kaidah 5W+1H (What,When,Where,Who,Why,How) membagikan ulang postingan tersebut hingga ribuan lebih jumlahnya.
Meskipun kita tetap harus waspada bila orang asing tiba-tiba memberikan barang gratis apapun itu bentuknya, tentu tidak menjadi pembenaran untuk menyebarkan kabar yang tidak jelas sumber dan buktinya. Berikut kami lansir penjelasan yang pernah dimuat oleh media Inilah.com
Mengupas Isu Modus Perampokan Baru di BlackBerry
Oleh : Billy A Banggawan | Sabtu, 4 Februari 2012 | 21:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta Baru-baru ini, banyak beredar peringatan di BlackBerry Messenger (BBM) mengenai modus perampokan baru. Ingin tahu?
Peringatan tersebut berisi, “Harap berhati-hati!! MODUS BARU PERAMPOK : Ada sindikat penjahat menyamar sebagai promotor penjualan yg memberikan Gantungan Kunci Gratis di pompa bensin, tempat parkir di mall2 dan pusat2 perbalanjaan lainnya. Gantungan kunci itu memiliki Chip alat pelacak yang memungkinkan mereka u/ mengikuti Anda. Jangan terima barang dr mereka.
Mereka memilih calon korbannya yg berpotensi, & jika Anda menerima, maka Anda sudah masuk perangkap mereka. Gantungan kunci itu memang sangat indah, sulit u/ menolaknya, tapi Anda hrs ingat,. Anda mungkin akan membayar lebih dari harga gantungan kunci tsb, termasuk resiko yg menimpa hidup Anda.
Mohon beritahu anggota keluarga Anda & teman-teman lainnya (y):) Berita ini sangat PENTING bagi Anda dan Saudara,, juga Keluarga anda.. WASPADALAH…!!!.”
Menurut pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat, kebenaran berita ini perlu diuji. Karena pada dasarnya, jika seseorang sudah mengingatkan, tentu ada baiknya lebih waspada namun waspada yang berlebihan cenderung membuat menjadi was-was yang akhirnya menjadi paranoid kemudian mencurigai apapun dengan modus serupa, paparnya pada INILAH.COM.
“Menurut saya, berita ini kemungkinan adalah Hoax,” katanya. Bukan tanpa alasan, pria yang akrab disapa Abah itu juga menyebutkan mengapa kabar ini adalah hoax. Pertama, jila benar pengirim berita pernah menjadi korban, artinya ia masih memiliki barang buktinya (gantungan kunci) .
Sementara itu, sebagai pengguna BlackBerry yang notabene memiliki kamera, maka tentu ia bisa mudah mengambil gambar kemudian menyebarkannya bersama berita itu namun anehnya, ia tak melakukannya.
Kedua, yang bersangkutan tak dapat menggambarkan barang tersebut, hanya mengutarakan kapan dan dimana ia mendapat gantungan kunci itu serta tak mengutarakan bagaimana bentuk nyatanya.
Namun, jika benda yang dimaksud tak bisa digambarkan dengan jelas, maka peringatan ini menjadi terlalu umum karena banyak perusahaan yang sering memberi benda, mulai sampel hingga benda premium, “Apa dengan begini semua benda tak boleh diterima? Bagaimana dengan perusahaan yang berniat memberi secara tulus?.”
Ketiga, secara teknis telematika, benda tersebut setidaknya memiliki daya pancar cukup kuat hingga bisa berinteraksi dengan perangkat penerima. Demikian, benda itu memiliki sumber daya seperti baterai yang cukup besar. Artinya, benda itu tak mungkin kecil, bercatu daya, perlu pengisian agar bisa dipakai lebih lama.
Keempat, bahkan jika perangkat tersebut ditengarai bisa berinteraksi via GPS, artinya, alat tersebut berharga kurang lebih Rp1-2 juta per buah. “Sungguh suatu sindikat maha kaya yang mencari calon korban dengan memberi benda seharga demikian mahal,” ungkapnya.
Selain itu, GPS yang berbasis satelit (bukan jaringan) butuh akses terbuka secara vertikal dan jika ditaruh di rumah atau dibawa di mobil, maka kemampuan memberi kordinat lokasi (lintang dan bujur) akan langsung gugur.
Kelima, jika benda ini memang ada dan pelaku sudah mengetahui rumah Anda lalu apa yang bisa ia lakukan? Cara penguntitan sama tanpa perlu menggunakan alat ini bisa saja dilakukan penjahat dengan mengikuti calon korban sampai rumah yang kemudian dilanjutkan menerobos masuk rumah.
Perlu diketahui, benda ini hanya pemancar biasa dan tak memiliki fungsi mematikan alarm rumah, dan tak memiliki kemampuan pantau, tak mampu mematikan listrik dan benda lain, alat ini jelas bukan jammer. Lalu seberapa efektif alat tersebut membantu perampok menerobos rumah?
Keenam, dengan rentang waktu tersebut, maka setidaknya dalam beberapa hari, benda tersebut akan kehabisan daya kemudian tak lagi efektif dan pada akhirnya, yang tersisa hanyalah sebuah hiasan.
Ketujuh, jila benda ini berisi pemancar RFID pasif atau aktif, jarak efektifnya tetap hanya beberapa meter, tak sampai belasan atau puluhan meter. Demikian, jika alat ditaruh dibelakang rumah, kemudian komplotan yang membawa reader alat ini pasti tak bisa mendeteksi alat tersebut.
Kedelapan, jika memang ada perangkat semacam ini, proses klarifikasinya sangat mudah. Mulai dengan cara telematika, cukup minta petugas pemberi untuk foto bersama Anda yang kemudian memang terbukti benda yang dimaksud digunakan untuk kejahatan, maka Anda sudah memiliki wajah pelaku.
Jika benda yang Anda peroleh cukup mencurigakan dan Anda mendapatkannya lebih dari satu, maka biarpun alat tersebut kelihatan sangat bermanfaat, maka tak ada salahnya menghancurkan salah satunya untuk pembuktian kemudian Anda bisa segera menyebarnya via internet dan ini bisa sangat efektif.
Kesembilan, jika peringatan ini merupakan hoax, maka perlu dicari tahu maksud penyebaran berita ini, bisa jadi modusnya karena persaingan bisnis atau lainnya. Bersikap bijaklah.
Kesimpulan
Tetap biasakan menelaah suatu berita berdasar kaidah 5W+1H (What,When,Where,Who,Why,How), dan meskipun poin ke empat di artikel di atas sudah tidak berlaku karena sekarang banyak produk Tiongkok berharga murah, sampai saat ini belum ada berita resmi yang menyatakan adanya perampokan setelah korban mendapat gantungan kunci gratis di SPBU.
Sebaiknya sebelum menyebarkan suatu kabar atau berita silakan kroscek dengan sumber yang lebih kredibel agar tidak menimbulkan kepanikan massal. Mari #BerinternetSehat #BerinternetCerdas #BerinternetBijak #StopHoax #StopPropaganda#StopPembodohanMassal
Sumber
http://teknologi.inilah.com/…/mengupas-isu-modus-perampokan…
https://uutbeniandriyanto.wordpress.com/…/gantungan-kunci-…/
(2) Bongkaran (debunk) oleh Snopes.com: https://goo.gl/anLV8N, “E-mail yang terbang melalui eter elektronik di Afrika Selatan memperingatkan “perangkat pelacak” yang dipasang pada gantungan kunci gratis adalah palsu dan pengecer bahan bakar Caltex merasa marah karena promosi di bengkel telah menjadi korban mitos perkotaan.
Juru bicara kepolisian Inspektur Vincent Mdunge mengatakan klaim tersebut tidak benar dan polisi sekarang menyelidiki dari mana asal e-mail ini.
“Ini murni tipuan dan pengendara motor tidak perlu takut. Asumsi semacam itu benar-benar menggelikan. Kami pasti akan membuka tuntutan pidana terhadap para penjahat ini begitu mereka tertangkap. ”
Caltex meyakinkan pelanggan bahwa gantungan kunci yang dibagikan di SPBU tidak memiliki perangkat pelacak pada mereka dan ini adala
Sekilas Info :
Di POM Bensin byk yg ksh gantungan kunci ini gratis…jgn diambil krn ada GPS n bs diikutin sampe rmh n dirampok…sdh ada yg kena
Harap berhati-hati!! MODUS BARU PERAMPOK : Ada sindikat penjahat menyamar sebagai promotor penjualan yg memberikan Gantungan Kunci Gratis di pompa bensin, tempat parkir di mall2 dan pusat2 perbalanjaan lainnya. Gantungan kunci itu memiliki Chip alat pelacak yang memungkinkan mereka u/ mengikuti Anda. Jangan terima barang dr mereka.
Mereka memilih calon korbannya yg berpotensi, & jika Anda menerima, maka Anda sudah masuk perangkap mereka. Gantungan kunci itu memang sangat indah, sulit u/ menolaknya, tapi Anda hrs ingat,. Anda mungkin akan membayar lebih dari harga gantungan kunci tsb, termasuk resiko yg menimpa hidup Anda.
Mohon beritahu anggota keluarga Anda & teman-teman lainnya (y):) Berita ini sangat PENTING bagi Anda dan Saudara,, juga Keluarga anda.. WASPADALAH…!!!
Pembahasan
Rumor tentang gantungan kunci ber-GPS yang disebar gratis untuk menjadi alat bantu perampokan pernah santer beredar pada tahun 2012. Kini isu tersebut diangkat lagi oleh para penggiat Paytren via akun/page nya dan netizen yang kurang memperhatikan kaidah 5W+1H (What,When,Where,Who,Why,How) membagikan ulang postingan tersebut hingga ribuan lebih jumlahnya.
Meskipun kita tetap harus waspada bila orang asing tiba-tiba memberikan barang gratis apapun itu bentuknya, tentu tidak menjadi pembenaran untuk menyebarkan kabar yang tidak jelas sumber dan buktinya. Berikut kami lansir penjelasan yang pernah dimuat oleh media Inilah.com
Mengupas Isu Modus Perampokan Baru di BlackBerry
Oleh : Billy A Banggawan | Sabtu, 4 Februari 2012 | 21:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta Baru-baru ini, banyak beredar peringatan di BlackBerry Messenger (BBM) mengenai modus perampokan baru. Ingin tahu?
Peringatan tersebut berisi, “Harap berhati-hati!! MODUS BARU PERAMPOK : Ada sindikat penjahat menyamar sebagai promotor penjualan yg memberikan Gantungan Kunci Gratis di pompa bensin, tempat parkir di mall2 dan pusat2 perbalanjaan lainnya. Gantungan kunci itu memiliki Chip alat pelacak yang memungkinkan mereka u/ mengikuti Anda. Jangan terima barang dr mereka.
Mereka memilih calon korbannya yg berpotensi, & jika Anda menerima, maka Anda sudah masuk perangkap mereka. Gantungan kunci itu memang sangat indah, sulit u/ menolaknya, tapi Anda hrs ingat,. Anda mungkin akan membayar lebih dari harga gantungan kunci tsb, termasuk resiko yg menimpa hidup Anda.
Mohon beritahu anggota keluarga Anda & teman-teman lainnya (y):) Berita ini sangat PENTING bagi Anda dan Saudara,, juga Keluarga anda.. WASPADALAH…!!!.”
Menurut pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat, kebenaran berita ini perlu diuji. Karena pada dasarnya, jika seseorang sudah mengingatkan, tentu ada baiknya lebih waspada namun waspada yang berlebihan cenderung membuat menjadi was-was yang akhirnya menjadi paranoid kemudian mencurigai apapun dengan modus serupa, paparnya pada INILAH.COM.
“Menurut saya, berita ini kemungkinan adalah Hoax,” katanya. Bukan tanpa alasan, pria yang akrab disapa Abah itu juga menyebutkan mengapa kabar ini adalah hoax. Pertama, jila benar pengirim berita pernah menjadi korban, artinya ia masih memiliki barang buktinya (gantungan kunci) .
Sementara itu, sebagai pengguna BlackBerry yang notabene memiliki kamera, maka tentu ia bisa mudah mengambil gambar kemudian menyebarkannya bersama berita itu namun anehnya, ia tak melakukannya.
Kedua, yang bersangkutan tak dapat menggambarkan barang tersebut, hanya mengutarakan kapan dan dimana ia mendapat gantungan kunci itu serta tak mengutarakan bagaimana bentuk nyatanya.
Namun, jika benda yang dimaksud tak bisa digambarkan dengan jelas, maka peringatan ini menjadi terlalu umum karena banyak perusahaan yang sering memberi benda, mulai sampel hingga benda premium, “Apa dengan begini semua benda tak boleh diterima? Bagaimana dengan perusahaan yang berniat memberi secara tulus?.”
Ketiga, secara teknis telematika, benda tersebut setidaknya memiliki daya pancar cukup kuat hingga bisa berinteraksi dengan perangkat penerima. Demikian, benda itu memiliki sumber daya seperti baterai yang cukup besar. Artinya, benda itu tak mungkin kecil, bercatu daya, perlu pengisian agar bisa dipakai lebih lama.
Keempat, bahkan jika perangkat tersebut ditengarai bisa berinteraksi via GPS, artinya, alat tersebut berharga kurang lebih Rp1-2 juta per buah. “Sungguh suatu sindikat maha kaya yang mencari calon korban dengan memberi benda seharga demikian mahal,” ungkapnya.
Selain itu, GPS yang berbasis satelit (bukan jaringan) butuh akses terbuka secara vertikal dan jika ditaruh di rumah atau dibawa di mobil, maka kemampuan memberi kordinat lokasi (lintang dan bujur) akan langsung gugur.
Kelima, jika benda ini memang ada dan pelaku sudah mengetahui rumah Anda lalu apa yang bisa ia lakukan? Cara penguntitan sama tanpa perlu menggunakan alat ini bisa saja dilakukan penjahat dengan mengikuti calon korban sampai rumah yang kemudian dilanjutkan menerobos masuk rumah.
Perlu diketahui, benda ini hanya pemancar biasa dan tak memiliki fungsi mematikan alarm rumah, dan tak memiliki kemampuan pantau, tak mampu mematikan listrik dan benda lain, alat ini jelas bukan jammer. Lalu seberapa efektif alat tersebut membantu perampok menerobos rumah?
Keenam, dengan rentang waktu tersebut, maka setidaknya dalam beberapa hari, benda tersebut akan kehabisan daya kemudian tak lagi efektif dan pada akhirnya, yang tersisa hanyalah sebuah hiasan.
Ketujuh, jila benda ini berisi pemancar RFID pasif atau aktif, jarak efektifnya tetap hanya beberapa meter, tak sampai belasan atau puluhan meter. Demikian, jika alat ditaruh dibelakang rumah, kemudian komplotan yang membawa reader alat ini pasti tak bisa mendeteksi alat tersebut.
Kedelapan, jika memang ada perangkat semacam ini, proses klarifikasinya sangat mudah. Mulai dengan cara telematika, cukup minta petugas pemberi untuk foto bersama Anda yang kemudian memang terbukti benda yang dimaksud digunakan untuk kejahatan, maka Anda sudah memiliki wajah pelaku.
Jika benda yang Anda peroleh cukup mencurigakan dan Anda mendapatkannya lebih dari satu, maka biarpun alat tersebut kelihatan sangat bermanfaat, maka tak ada salahnya menghancurkan salah satunya untuk pembuktian kemudian Anda bisa segera menyebarnya via internet dan ini bisa sangat efektif.
Kesembilan, jika peringatan ini merupakan hoax, maka perlu dicari tahu maksud penyebaran berita ini, bisa jadi modusnya karena persaingan bisnis atau lainnya. Bersikap bijaklah.
Kesimpulan
Tetap biasakan menelaah suatu berita berdasar kaidah 5W+1H (What,When,Where,Who,Why,How), dan meskipun poin ke empat di artikel di atas sudah tidak berlaku karena sekarang banyak produk Tiongkok berharga murah, sampai saat ini belum ada berita resmi yang menyatakan adanya perampokan setelah korban mendapat gantungan kunci gratis di SPBU.
Sebaiknya sebelum menyebarkan suatu kabar atau berita silakan kroscek dengan sumber yang lebih kredibel agar tidak menimbulkan kepanikan massal. Mari #BerinternetSehat #BerinternetCerdas #BerinternetBijak #StopHoax #StopPropaganda#StopPembodohanMassal
Sumber
http://teknologi.inilah.com/…/mengupas-isu-modus-perampokan…
https://uutbeniandriyanto.wordpress.com/…/gantungan-kunci-…/
(2) Bongkaran (debunk) oleh Snopes.com: https://goo.gl/anLV8N, “E-mail yang terbang melalui eter elektronik di Afrika Selatan memperingatkan “perangkat pelacak” yang dipasang pada gantungan kunci gratis adalah palsu dan pengecer bahan bakar Caltex merasa marah karena promosi di bengkel telah menjadi korban mitos perkotaan.
Juru bicara kepolisian Inspektur Vincent Mdunge mengatakan klaim tersebut tidak benar dan polisi sekarang menyelidiki dari mana asal e-mail ini.
“Ini murni tipuan dan pengendara motor tidak perlu takut. Asumsi semacam itu benar-benar menggelikan. Kami pasti akan membuka tuntutan pidana terhadap para penjahat ini begitu mereka tertangkap. ”
Caltex meyakinkan pelanggan bahwa gantungan kunci yang dibagikan di SPBU tidak memiliki perangkat pelacak pada mereka dan ini adala
Rujukan
Penelusuran KPAI, Video Viral Anak-anak Ditendang Terjadi pada 2018, Bagaimana Penyelesaiannya?
Sumber:Tanggal publish: 16/10/2019
Berita
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengakui kebenaran dari Video kekerasan anak di sebuah pesantren yang dibagikan oleh artis Nikita Mirzani.
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan jika kejadian itu terjadi di Pondok Pesantren Darul Huffaz, Lampung pada Mei 2018.
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan jika kejadian itu terjadi di Pondok Pesantren Darul Huffaz, Lampung pada Mei 2018.
Hasil Cek Fakta
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) sudah melakukan penelusuran terhadap video kekerasan terhadap anak yang viral di media sosial Twitter. Video yang berdurasi 29 detik itu diunggah oleh beberapa akun di Twitter, salah satunya akun @gojek24jam dan telah ditonton ratusan ribu kali. Dalam video tersebut terlihat seorang anak memukul dan menendang sejumlah anak lainnya di sebuah ruangan. Sebagian anak yang dipukul bahkan sampai terjatuh setelah mendapatkan pukulan itu. Pada keterangan unggahan itu disebutkan bahwa aksi pemukulan terjadi di sebuah pesantren. Bagaimana hasil penelusuran KPAI? Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak Susianah mengatakan, benar bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah pesantren.
KPAI Akan Telusuri Video Viral Kekerasan terhadap Beberapa Anak Ia menyebutkan, peristiwa itu sudah terjadi pada Mei 2018 di sebuah pesantren di Lampung. "Sudah ditangani polisi pada 2 Juni 2018," kata Susianah kepada Kompas.com, Senin (23/9/2019) malam Susianah mengatakan, ada 10 santri anak yang menjadi sasaran penganiayaan kakak kelas mereka. "Sebagai obyek boneka samsak, meniru game latihan," lanjut Susianah. Menurut Susianah, kasus itu sudah diselesaikan. "Saat itu sekolah mengembalikan anak ke orangtua," kata dia. Belum diketahui mengapa video peristiwa tahun 2018 itu viral kembali saat ini. Namun, peristiwa yang terekam dalam video itu mendapatkan kecaman dan keprihatinan dari warganet.
KPAI Akan Telusuri Video Viral Kekerasan terhadap Beberapa Anak Ia menyebutkan, peristiwa itu sudah terjadi pada Mei 2018 di sebuah pesantren di Lampung. "Sudah ditangani polisi pada 2 Juni 2018," kata Susianah kepada Kompas.com, Senin (23/9/2019) malam Susianah mengatakan, ada 10 santri anak yang menjadi sasaran penganiayaan kakak kelas mereka. "Sebagai obyek boneka samsak, meniru game latihan," lanjut Susianah. Menurut Susianah, kasus itu sudah diselesaikan. "Saat itu sekolah mengembalikan anak ke orangtua," kata dia. Belum diketahui mengapa video peristiwa tahun 2018 itu viral kembali saat ini. Namun, peristiwa yang terekam dalam video itu mendapatkan kecaman dan keprihatinan dari warganet.
Rujukan
Halaman: 7677/8485


