Beredar postingan yang menyatakan bahwa Sheikha HamdanAl Maktoum akan membagikan uang selama masa pandemi COVID-19. Dalam konten postingan itu terdapat aturan yang harus dilakukan, yakni membagikan postingan itu ke 8 hingga 11 grup lainnya. Berikut kutipan narasinya:
“Bagaimana semua orang? ️ Ini bukan penipuan.
Aku Sheikha HamdanAl Maktoum. Tim saya dan saya sedang mengatur organisasi amal Pandemi COVID-19 untuk semua negara. Pilih huruf pertama nama anda dan anda akan menerima sesuai nama anda.!
A ............... 1 juta
B ............... 2 juta
C ................ 3 juta
D ................ 5 juta
E ................ 2 juta
F ................. 2 juta
G ................. 2 juta
H ................. 2 juta
Aku ................... 1 juta
J ................... 6 juta
K .................. 7 juta
L ................... 5 juta
M .................. 7 juta
N .................. 6 juta
O .................. 1 juta
P .................. 4 juta
Q ................... 2 juta
R .................... 1 juta
S ..................... 1 juta
T ...................... 1 juta
U ...................... 6 juta
V ..................... 4 juta
Dan ................. 1 juta
X .................... 9 juta
Y .................... 3 juta
Z ..................... 1 juta
BAGIKAN postingan ini di grup 8-11 sekarang. Baca selengkapnya, Bagikan lebih banyak kesempatan untuk menang. Uang Anda akan dikirim 10 menit setelah Anda mengirim pesan kepada kami, jangan abaikan, mungkin kesempatan Anda. Waktumu dimulai sekarang. Semoga beruntung dan Tuhan akan memberkatimu! ”
[SALAH] Sheikh Hamdan Al Maktoum Memberikan Uang Selama COVID-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/04/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, konten tersebut tidak benar. Sebab, Sheikh Hamdan Al Maktoum, Putra Mahkota Uni Emirat Arab, tidak pernah membuat kegiatan amal semacam itu melalui media sosial.
Adapun, melalui hasil pencarian, ditemukan sejumlah kasus modus penipuan di internet yang sudah pernah beredar mengatasnamakan Sheikh Hamdan. Modus operasinya ialah menggunakan nama Sheikh Hamdan dan fotonya untuk dapat menarik kepercayaan orang yang ditarget.
Modus penipuan dengan mencatut nama Sheikh Hamdan sudah beredar semenjak 2017, 2018, dan 2019. Penipuan dengan mencatut nama Sheikh Hamdan pada tahun 2017 modusnya berupa akun Facebook palsu. Kasus tersebut sudah pernah dibahas oleh gulfnews.com dengan artikel berjudul “Beware, Facebook scammers using UAE billionaires’ names.”
Pada tahun 2018, menggunakan metode SMS dan sudah dibahas oleh khaleejtimes.com dengan judul “SMS scam warning for UAE residents.” Dan, modus pada tahun 2019, muncul melalui Facebook dan mengaku memberikan giveaway hadiah. Modus operasi tersebut sudah pernah dibahas dubailad.com dalam artikel berjudul “SCAMMER USING HH SHEIKH HAMDAN’S NAME TO ENDORSE FAKE GIVEAWAYS.”
Lalu, di awal Januari 2020, modus operasinya melalui pesan melalui surel atau email dan sudah dibahas dalam forum diskusi stopscamfraud.com. Bila melihat narasi pada sumber, diketahui merupakan modifikasi dari modus penipuan yang beredar pada tahun 2019 dikaitkan dengan kondisi pandemi COVID-19.
Adapun, melalui hasil pencarian, ditemukan sejumlah kasus modus penipuan di internet yang sudah pernah beredar mengatasnamakan Sheikh Hamdan. Modus operasinya ialah menggunakan nama Sheikh Hamdan dan fotonya untuk dapat menarik kepercayaan orang yang ditarget.
Modus penipuan dengan mencatut nama Sheikh Hamdan sudah beredar semenjak 2017, 2018, dan 2019. Penipuan dengan mencatut nama Sheikh Hamdan pada tahun 2017 modusnya berupa akun Facebook palsu. Kasus tersebut sudah pernah dibahas oleh gulfnews.com dengan artikel berjudul “Beware, Facebook scammers using UAE billionaires’ names.”
Pada tahun 2018, menggunakan metode SMS dan sudah dibahas oleh khaleejtimes.com dengan judul “SMS scam warning for UAE residents.” Dan, modus pada tahun 2019, muncul melalui Facebook dan mengaku memberikan giveaway hadiah. Modus operasi tersebut sudah pernah dibahas dubailad.com dalam artikel berjudul “SCAMMER USING HH SHEIKH HAMDAN’S NAME TO ENDORSE FAKE GIVEAWAYS.”
Lalu, di awal Januari 2020, modus operasinya melalui pesan melalui surel atau email dan sudah dibahas dalam forum diskusi stopscamfraud.com. Bila melihat narasi pada sumber, diketahui merupakan modifikasi dari modus penipuan yang beredar pada tahun 2019 dikaitkan dengan kondisi pandemi COVID-19.
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa konten mengatasnamakan Sheikh Hamdan merupakan konten yang tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1172459743086559
- https://turnbackhoax.id/2020/04/29/salah-sheikh-hamdan-al-maktoum-memberikan-uang-selama-covid-19/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4240107/cek-fakta-hoaks-putra-mahkota-dubai-bagi-bagi-uang-di-tengah-wabah-covid-19
- https://gulfnews.com/uae/crime/beware-facebook-scammers-using-uae-billionaires-names-1.2105798
- https://www.khaleejtimes.com/business/telecom/sms-scam-warning-for-uae-residents
- https://www.dubailad.com/scammer-using-hh-sheikh-hamdans-name-to-endorse-fake-giveaways/
- https://www.stopscamfraud.com/viewtopic.php?f=10&t=38&p=38
Fakta-Fakta Kebakaran Gereja Christ Cathedral di Serpong
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 29/04/2020
Berita
Gereja Christ Cathedral Tangerang Selatan Terbakar benarkah?
Liputan6.com, Jakarta - Gereja Christ Cathedral di kawasan Paramount Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten terbakar hebat pada pukul 08.00 WIB pagi tadi, Senin (27/4/2020).
"Kebakaran terjadi sejak jam 08.00 pagi, itu yang masuk ke kita, sampai saat ini masih terus coba ditangani oleh tim di lapangan," ungkap Kosrudin, BPBD Kabupaten Tangerang.
Tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan juga dua perumahan elit Paramount dan Summarecon diterjunkan untuk memadamkan api di Gereja Christ Cathedral.
Setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku, api berhasil dipadamkan pada pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa, namun Kapolsek Pagedangan terluka saat sedang berada di dalam gereja untuk mengontrol.
Berikut fakta-fakta kebarakan Gereja Christ Cathedral di kawasan Paramount Serpong dihimpun Liputan6.com:
Liputan6.com, Jakarta - Gereja Christ Cathedral di kawasan Paramount Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten terbakar hebat pada pukul 08.00 WIB pagi tadi, Senin (27/4/2020).
"Kebakaran terjadi sejak jam 08.00 pagi, itu yang masuk ke kita, sampai saat ini masih terus coba ditangani oleh tim di lapangan," ungkap Kosrudin, BPBD Kabupaten Tangerang.
Tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan juga dua perumahan elit Paramount dan Summarecon diterjunkan untuk memadamkan api di Gereja Christ Cathedral.
Setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku, api berhasil dipadamkan pada pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa, namun Kapolsek Pagedangan terluka saat sedang berada di dalam gereja untuk mengontrol.
Berikut fakta-fakta kebarakan Gereja Christ Cathedral di kawasan Paramount Serpong dihimpun Liputan6.com:
Hasil Cek Fakta
Puluhan Petugas Damkar Diturunkan
Asap mengepul tebal ke langit dari arah atap gereja yang terkenal memiliki luasan terbesar di Indonesia itu.
Pantauan dari belakang gereja, bagian bangunan rontok satu persatu karena bangunan dilalap sijago merah.
Bukan hanya tim pemadam dari Kabupaten Tangerang saja, Tim Damkar dari Kota Tangerang Selatan dan juga dua perumahan elit Paramount dan Summarecon juga diterjunkan untuk menjinakan si jago merah.
"Tim gabungan masih terus berusaha memadamkan api, mungkin lebih dari 5 armada dan puluhan petugas di lapangan. Dari Damkar Kabupaten saja dua unit, belum perbantuan dari Tangsel dan pengembang," kata Kosrudin.
Tak Ada Korban Jiwa, Kapolsek Pagedangan Terluka
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Gereja Christ Cathedral.
"Tidak ada korban jiwa, hanya ada beberapa yang terluka," kata Kosrudin, Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang.
Misalnya saja, Kapolsek Pagedangan yang pada saat proses pendinginan dan api sudah padam, berada di dalam gereja Christ Cathedral untuk mengontrol. Namun, tiba-tiba saja ada bagian atap runtuh dan Kapolsek mencoba mengindar.
"Beliau lari, pada saat itu terpeleset, jatuh di anak tangga. Sehingga membentur anak tangga itu, bagian pelipis kanannya sobek," kata Kosrudin.
Lalu, Kapolsek tersebut dilarikan ke Puskesmas Pagedangan untuk mendapat perawatan luka. Begitu juga dengan satpam gereja yang pingsan karena menghirup terlalu banyak asap pekat kebakaran.
"Seluruh korban sudah dalam penanganan tim medis," jelas Kosrudin.
Penyebab Kebakaran
Kosrudin juga memastikan, kebakaran hebat yang terjadi sejak tadi pagi itu, diakibatkan karena terjadi hubungan pendek listrik di lantai tiga bangunan gereja tersebut.
"Penyebabnya arus listrik di lantai 3, dimana di lantai itu tempat persembahyangan," ucap Kosrudin.
Api Sudah Berhasil Dipadamkan
Kebakaran hebat yang melanda gereja Christ Cathedral di kawasan Paramount Serpong, akhirnya berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
"Setelah dua jam, atau sekitar pukul 10.15 Wib, api sudah berhasil dijinakan," kata Kosrudin.
Kosrudin juga mengatakan, penyebab kebakaran gereja Christ Cathedral tersebut diduga karena arus pendek listrik di lantai tiga. Dimana lantai tersebut tempat peribadatan.
Asap mengepul tebal ke langit dari arah atap gereja yang terkenal memiliki luasan terbesar di Indonesia itu.
Pantauan dari belakang gereja, bagian bangunan rontok satu persatu karena bangunan dilalap sijago merah.
Bukan hanya tim pemadam dari Kabupaten Tangerang saja, Tim Damkar dari Kota Tangerang Selatan dan juga dua perumahan elit Paramount dan Summarecon juga diterjunkan untuk menjinakan si jago merah.
"Tim gabungan masih terus berusaha memadamkan api, mungkin lebih dari 5 armada dan puluhan petugas di lapangan. Dari Damkar Kabupaten saja dua unit, belum perbantuan dari Tangsel dan pengembang," kata Kosrudin.
Tak Ada Korban Jiwa, Kapolsek Pagedangan Terluka
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Gereja Christ Cathedral.
"Tidak ada korban jiwa, hanya ada beberapa yang terluka," kata Kosrudin, Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang.
Misalnya saja, Kapolsek Pagedangan yang pada saat proses pendinginan dan api sudah padam, berada di dalam gereja Christ Cathedral untuk mengontrol. Namun, tiba-tiba saja ada bagian atap runtuh dan Kapolsek mencoba mengindar.
"Beliau lari, pada saat itu terpeleset, jatuh di anak tangga. Sehingga membentur anak tangga itu, bagian pelipis kanannya sobek," kata Kosrudin.
Lalu, Kapolsek tersebut dilarikan ke Puskesmas Pagedangan untuk mendapat perawatan luka. Begitu juga dengan satpam gereja yang pingsan karena menghirup terlalu banyak asap pekat kebakaran.
"Seluruh korban sudah dalam penanganan tim medis," jelas Kosrudin.
Penyebab Kebakaran
Kosrudin juga memastikan, kebakaran hebat yang terjadi sejak tadi pagi itu, diakibatkan karena terjadi hubungan pendek listrik di lantai tiga bangunan gereja tersebut.
"Penyebabnya arus listrik di lantai 3, dimana di lantai itu tempat persembahyangan," ucap Kosrudin.
Api Sudah Berhasil Dipadamkan
Kebakaran hebat yang melanda gereja Christ Cathedral di kawasan Paramount Serpong, akhirnya berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
"Setelah dua jam, atau sekitar pukul 10.15 Wib, api sudah berhasil dijinakan," kata Kosrudin.
Kosrudin juga mengatakan, penyebab kebakaran gereja Christ Cathedral tersebut diduga karena arus pendek listrik di lantai tiga. Dimana lantai tersebut tempat peribadatan.
Rujukan
ITB Jelaskan Manfaat Kunyit dan Temulawak Terkait Covid-19
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 29/04/2020
Berita
kunyit dan jahe bisa membantu penyembuhan covid 19
BANDUNG, KOMPAS.com - Dekan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Daryono Hadi Tjahjono menyampaikan manfaat kunyit dan temulawak terhadap penanganan Corona Virus Desease (Covid-19). Daryono mengungkapkan, penggunaan tanaman tersebut secara tunggal maupun gabungan bisa meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator.
BANDUNG, KOMPAS.com - Dekan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Daryono Hadi Tjahjono menyampaikan manfaat kunyit dan temulawak terhadap penanganan Corona Virus Desease (Covid-19). Daryono mengungkapkan, penggunaan tanaman tersebut secara tunggal maupun gabungan bisa meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator.
Hasil Cek Fakta
Pemanfaatannya sebagai jamu, obat herbal terstandarkan, atau suplemen minuman terbilang aman. “Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan,” ujar Daryono dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (20/3/2020). Diperlukan kerja keras dari berbagai pihak seperti peneliti, industri farmasi, dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan tanaman–tanaman tersebut hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus Covid-19. Daryono mengungkapkan, kunyit (Curcuma longa L) mengandung senyawa metabolit bahan alam berupa kurkumin. Kurkumin ini dilaporkan memiliki potensi terapeutik beragam seperti antibiotik, antiviral, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit alzheimer. Kurkumin atau turunannya, yaitu kurkuminoid, juga terdapat pada temulawak, jahe, dan tanaman sejenis. Selain senyawa kurkuminoid, terdapat puluhan senyawa kimia lain yang terkandung di dalam tanaman tersebut. Masyarakat secara umum memanfaatkan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan aman dalam penggunaannya.
Selain sebagai bumbu masak, tanaman tersebut juga menjadi bahan baku jamu dan obat herbal terstandarkan. Ia menambahkan, berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan terhadap kurkumin. Salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah pengaruh kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19. Hal ini diketahui sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada 2003. Reseptor yang berperan (SARS-CoV-2) adalah angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed menempel di sel dan soluble tidak menempel pada sel. Penelitian terhadap senyawa kurkumin sebagai senyawa tunggal atau murni, dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus. Namun belum ada studi hubungan langsung terhadap infeksi virus coron. “Agar keperluan terapi menggunakan kurkumin dapat tercapai, diharapkan banyak ACE2 yang bebas (soluble) sehingga akan mencegah virus corona menempel pada sel, yang secara langsung akan mencegah terjadinya infeksi,” bebernya.
Daryono menjelaskan, secara empiris, gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh. Efek farmakologi gabungan senyawa kimia dalam tanaman tersebut tentu bisa berbeda dengan efek farmakologi senyawa kurkumin secara tunggal.
Selain sebagai bumbu masak, tanaman tersebut juga menjadi bahan baku jamu dan obat herbal terstandarkan. Ia menambahkan, berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan terhadap kurkumin. Salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah pengaruh kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19. Hal ini diketahui sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada 2003. Reseptor yang berperan (SARS-CoV-2) adalah angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed menempel di sel dan soluble tidak menempel pada sel. Penelitian terhadap senyawa kurkumin sebagai senyawa tunggal atau murni, dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus. Namun belum ada studi hubungan langsung terhadap infeksi virus coron. “Agar keperluan terapi menggunakan kurkumin dapat tercapai, diharapkan banyak ACE2 yang bebas (soluble) sehingga akan mencegah virus corona menempel pada sel, yang secara langsung akan mencegah terjadinya infeksi,” bebernya.
Daryono menjelaskan, secara empiris, gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh. Efek farmakologi gabungan senyawa kimia dalam tanaman tersebut tentu bisa berbeda dengan efek farmakologi senyawa kurkumin secara tunggal.
Rujukan
[SALAH] “Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/04/2020
Berita
Judul suntingan / editan. Judul asli artikel itu adalah “Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit”
Akun Andi (fb.com/andi.aja.33) mengunggah sebuah gambar ke grup MANUSIA MERDEKA (fb.com/groups/bebasberdaulat). Gambar itu merupakan tangkapan layar yang seolah adalah artikel berjudul “Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri” yang tayang di situs kompas.com pad Sela, 31 Maret 2020.
Sumber klaim mengunggah gambar tersebut disertai narasi: “pantesan mudik sama pulang kampung itu beda
saya akan tuntut guru bahasa indonesia waktu sekolah dulu”
Akun Andi (fb.com/andi.aja.33) mengunggah sebuah gambar ke grup MANUSIA MERDEKA (fb.com/groups/bebasberdaulat). Gambar itu merupakan tangkapan layar yang seolah adalah artikel berjudul “Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri” yang tayang di situs kompas.com pad Sela, 31 Maret 2020.
Sumber klaim mengunggah gambar tersebut disertai narasi: “pantesan mudik sama pulang kampung itu beda
saya akan tuntut guru bahasa indonesia waktu sekolah dulu”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelurusan Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa ada artikel berjudul “Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri” yang dimuat di situs kompas.com adalah klaim yang salah.
Faktanya artikel tersebut adalah suntingan. Judul asli artikel itu adalah “Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit”
Dikutip dari Kompas.com, artikel tersebut bukan pidato Presiden Joko Widodo terkait utang dan pinjaman luar negeri. Namun artikel yang terbit pada Selasa 31 Maret 2020 pukul 16.27 WIB itu merupakan pidato Jokowi terkait PSBB, listrik gratis hingga keringanan kredit.
Berikut isi artikel selengkapnya:
Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah menetapkan virus corona ( Covid-19) sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.
Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo telah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dalam rangka menangani kondisi tersebut.
Demi mengatasi dampak wabah Covid-19, pemerintah pun telah memutuskan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masyarakat, bukan karantina wilayah.
Selain itu, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan bagi masyarakat yang terdampak wabah, khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah.
Kebijakan yang dimaksud mulai dari penambahan jumlah penerima program kesejahteraan, meringankan pembayaran kredit, hingga menggratiskan tarif listrik.
Simak pidato selengkapnya Presiden Jokowi yang disiarkan langsung dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/3/2020) sore:
Bapak Ibu dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.
Oleh karenanya, pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi dampak wabah tersebut, kita telah memutuskan dalam rapat terbatas kabinet bahwa opsi yang kita pilih adalah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.
Sesuai undang-undang, PSBB ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan kepala daerah.
Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2108 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pemerintah juga sudah menerbitkan PP tentang pembatasan sosial berskala besar dan Keppres penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat untuk melaksanakan amanat undang-undang tersebut.
Dengan terbitnya PP ini, semua jelas. Para kepala daerah saya minta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi. Semua kebijakan di daerah harus sesuai dengan peraturan, berada di dalam koridor undang-undang dan PP serta Kepperes tersebut.
Polri juga dapat mengambil langkah-langkah penegakkan hukum yang terukur dan sesuai undang-undang agar PSBB dapat berlaku secara efektif dan mencapai tujuan mencegah meluasnya wabah.
Bapak Ibu dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Kita harus belajar dari pengalaman negara lain. Tetapi kita tidak bisa menirunya begitu saja. Sebab semua negara memiliki ciri khas masing-masing, mempunyai ciri khas masing-masing.
Baik itu luas wilayah, jumlah penduduk, kedisiplinan, kondisi geografis, karakter dan budaya, perekonomian masyarakatnya, kemampuan fiskal dan lain-lain. Oleh karena itu, kita tidak boleh gegabah dalam merumuskan strategi. Semuanya harus dihitung. semuanya harus dikalkulasi dengan cermat. Inti kebijakan kita sangat jelas dan tegas.
Pertama, kesehatan masyarakat adalah yang utama. Oleh sebab itu, kendalikan penyebaran Covid-19 dan obati pasien yang terpapar. Kedua, kita siapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli.
Ketiga, menjaga dunia usaha, utamanya usaha mikro, usaha kecil dan usaha mnengah agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya.
Pada kesempatan ini, saya akan fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah. Pertama tentang PKH. Jumlah keluarga penerima akan ditingkatkan dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Sedangkan, besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen.
Misalnya komponen ibu hamil naik dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp 3 juta per thaun, komponen disabilitas Rp 2,4 juta rupiah per tahun. Kebijakan ini efektif mulai April 2020.
Kedua, Kartu Sembako. Jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu serta akan diberikan selama sembilan bulan. Ketiga, tentang Kartu Prakerja. Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun.
Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama untuk pekerja informal dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19 dan nilai manfaatnya adalah Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama empat bulan ke depan.
Keempat, tentang tarif listrik. Perlu saya sampaikan, untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta, pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan, yaitu untuk bulan April, Mei dan Juni 2020.
Sedangkan untuk pelangan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan, akan didiskon 50 persen. Artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei dan Juni 2020. Kelima, perihal antisipasi kebutuhan pokok.
Pemerintah mencadangkan Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuan pokok serta operasi pasar dan logistik. Keenam, perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik ojek online, sopir taksi dan pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian, dengan kredit, di bawah Rp 10 miliar, OJK telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan mulai berlaku bulan April ini.
Telah ditetapkan prosedur pengajuannya tanpa harus datang ke bank atau perusahaan leasing. Cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA.
Berdasarkan hasil penelurusan Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa ada artikel berjudul “Pidato Lengkap Jokowi, Negara Kita Tidak Pernah Berutang, Hanya melakukan Pinjaman Luar Negeri” yang dimuat di situs kompas.com adalah klaim yang salah.
Faktanya artikel tersebut adalah suntingan. Judul asli artikel itu adalah “Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit”
Dikutip dari Kompas.com, artikel tersebut bukan pidato Presiden Joko Widodo terkait utang dan pinjaman luar negeri. Namun artikel yang terbit pada Selasa 31 Maret 2020 pukul 16.27 WIB itu merupakan pidato Jokowi terkait PSBB, listrik gratis hingga keringanan kredit.
Berikut isi artikel selengkapnya:
Pidato Lengkap Jokowi, dari PSBB, Listrik Gratis, hingga Keringanan Kredit
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah menetapkan virus corona ( Covid-19) sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.
Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo telah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dalam rangka menangani kondisi tersebut.
Demi mengatasi dampak wabah Covid-19, pemerintah pun telah memutuskan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masyarakat, bukan karantina wilayah.
Selain itu, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan bagi masyarakat yang terdampak wabah, khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah.
Kebijakan yang dimaksud mulai dari penambahan jumlah penerima program kesejahteraan, meringankan pembayaran kredit, hingga menggratiskan tarif listrik.
Simak pidato selengkapnya Presiden Jokowi yang disiarkan langsung dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/3/2020) sore:
Bapak Ibu dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.
Oleh karenanya, pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi dampak wabah tersebut, kita telah memutuskan dalam rapat terbatas kabinet bahwa opsi yang kita pilih adalah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.
Sesuai undang-undang, PSBB ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan kepala daerah.
Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2108 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pemerintah juga sudah menerbitkan PP tentang pembatasan sosial berskala besar dan Keppres penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat untuk melaksanakan amanat undang-undang tersebut.
Dengan terbitnya PP ini, semua jelas. Para kepala daerah saya minta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi. Semua kebijakan di daerah harus sesuai dengan peraturan, berada di dalam koridor undang-undang dan PP serta Kepperes tersebut.
Polri juga dapat mengambil langkah-langkah penegakkan hukum yang terukur dan sesuai undang-undang agar PSBB dapat berlaku secara efektif dan mencapai tujuan mencegah meluasnya wabah.
Bapak Ibu dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Kita harus belajar dari pengalaman negara lain. Tetapi kita tidak bisa menirunya begitu saja. Sebab semua negara memiliki ciri khas masing-masing, mempunyai ciri khas masing-masing.
Baik itu luas wilayah, jumlah penduduk, kedisiplinan, kondisi geografis, karakter dan budaya, perekonomian masyarakatnya, kemampuan fiskal dan lain-lain. Oleh karena itu, kita tidak boleh gegabah dalam merumuskan strategi. Semuanya harus dihitung. semuanya harus dikalkulasi dengan cermat. Inti kebijakan kita sangat jelas dan tegas.
Pertama, kesehatan masyarakat adalah yang utama. Oleh sebab itu, kendalikan penyebaran Covid-19 dan obati pasien yang terpapar. Kedua, kita siapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli.
Ketiga, menjaga dunia usaha, utamanya usaha mikro, usaha kecil dan usaha mnengah agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya.
Pada kesempatan ini, saya akan fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah. Pertama tentang PKH. Jumlah keluarga penerima akan ditingkatkan dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Sedangkan, besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen.
Misalnya komponen ibu hamil naik dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp 3 juta per thaun, komponen disabilitas Rp 2,4 juta rupiah per tahun. Kebijakan ini efektif mulai April 2020.
Kedua, Kartu Sembako. Jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu serta akan diberikan selama sembilan bulan. Ketiga, tentang Kartu Prakerja. Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun.
Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama untuk pekerja informal dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19 dan nilai manfaatnya adalah Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama empat bulan ke depan.
Keempat, tentang tarif listrik. Perlu saya sampaikan, untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta, pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan, yaitu untuk bulan April, Mei dan Juni 2020.
Sedangkan untuk pelangan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan, akan didiskon 50 persen. Artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei dan Juni 2020. Kelima, perihal antisipasi kebutuhan pokok.
Pemerintah mencadangkan Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuan pokok serta operasi pasar dan logistik. Keenam, perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik ojek online, sopir taksi dan pelaku UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian, dengan kredit, di bawah Rp 10 miliar, OJK telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan mulai berlaku bulan April ini.
Telah ditetapkan prosedur pengajuannya tanpa harus datang ke bank atau perusahaan leasing. Cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA.
Rujukan
Halaman: 7676/8694

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3112724/original/001251600_1587955517-IMG-20200427-WA0013.jpg)

