[HOAKS] Seorang Guru SMA di Wamena Lontarkan Kalimat Rasis kepada Siswa Asli Papua
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 21/10/2019
Berita
Telah beredar informasi di media sosial Twitter yang dinarasikan bahwa pada hari Sabtu, 21 September 2019, seorang guru di SMA PGRI Wamena yang bernama Riri mengucapkan kalimat rasis kepada siswa orang asli Papua. Kalimat yang dilontarkan adalah kalimat yang sama seperti yang dikatakan oleh kolonial di Surabaya.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Hal tersebut dibantah oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Rodja yang menegaskan bahwa isu ucapan rasisme yang beredar di Wamena adalah hoaks. Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menanyakan kepada pihak sekolah dan guru, dan dapat dipastikan bahwa tidak ada kata-kata rasis.
Rujukan
Fakta di Balik Kasus Polisi Masuk Masjid Tangkap Massa Demo Makassar
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 21/10/2019
Berita
Liputan6.com, Makassar - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol Mas Guntur Laupe meminta maaf atas perbuatan sejumlah anggotanya yang memasuki masjid dengan mengenakan sepatu laras dilengkapi pentungan dan tameng saat mengejar sejumlah pendemo.
"Saya meminta maaf atas insiden tersebut," kata Mas Guntur di Makassar, Rabu (25/9/2019).
Ia berjanji akan menindak tegas oknum anggotanya yang dinilai bertindak berlebihan tersebut. Hal yang sama juga ia terapkan kepada para pendemo yang melakukan tindakan-tindakan anarkistis di antaranya melempari dan merusak sejumlah kendaraan dinas milik aparat kepolisian.
"Saya meminta maaf atas insiden tersebut," kata Mas Guntur di Makassar, Rabu (25/9/2019).
Ia berjanji akan menindak tegas oknum anggotanya yang dinilai bertindak berlebihan tersebut. Hal yang sama juga ia terapkan kepada para pendemo yang melakukan tindakan-tindakan anarkistis di antaranya melempari dan merusak sejumlah kendaraan dinas milik aparat kepolisian.
Hasil Cek Fakta
"Propam akan turun menyelidiki insiden ini. Baik oknum anggota Polri yang bertindak berlebihan maupun pendemo yang anarkis, semua akan diproses secara hukum," tegas Mas Guntur.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan aksi oknum anggota Polri memasuki salah satu masjid di Kota Makassar tanpa melepas alas kaki dan tampak menangkapi sejumlah pendemo yang bersembunyi di dalam masjid bukanlah hoaks.
"Insiden ini terekam video lalu disebarkan dan akhirnya menjadi viral. Kejadiannya benar setelah dilakukan pengecekan. Masjidnya berlokasi di sebelah Kantor DPRD Sulsel," jelas Dicky.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat anggota kepolisian sedang mengamankan demonstrasi di Kantor DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin 24 September 2019.
Saat bertugas, sejumlah mahasiswa yang berdemo melempari anggota dengan batu dan kemudian anggota mengejarnya. Mahasiswa yang dimaksud lari ke dalam masjid bersembunyi dan anggota yang mengejarnya berupaya mengamankan mereka dengan menyisir ke dalam masjid tersebut. Alhasil mahasiswa yang melempari anggota dengan batu itu, berhasil tertangkap.
"Jadi mereka sengaja menjadikan masjid sebagai tameng," terang Dicky.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan aksi oknum anggota Polri memasuki salah satu masjid di Kota Makassar tanpa melepas alas kaki dan tampak menangkapi sejumlah pendemo yang bersembunyi di dalam masjid bukanlah hoaks.
"Insiden ini terekam video lalu disebarkan dan akhirnya menjadi viral. Kejadiannya benar setelah dilakukan pengecekan. Masjidnya berlokasi di sebelah Kantor DPRD Sulsel," jelas Dicky.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat anggota kepolisian sedang mengamankan demonstrasi di Kantor DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin 24 September 2019.
Saat bertugas, sejumlah mahasiswa yang berdemo melempari anggota dengan batu dan kemudian anggota mengejarnya. Mahasiswa yang dimaksud lari ke dalam masjid bersembunyi dan anggota yang mengejarnya berupaya mengamankan mereka dengan menyisir ke dalam masjid tersebut. Alhasil mahasiswa yang melempari anggota dengan batu itu, berhasil tertangkap.
"Jadi mereka sengaja menjadikan masjid sebagai tameng," terang Dicky.
Rujukan
[SALAH] Post oleh Akun Palsu Krishna Murti
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2019
Berita
“Saya mau kasih tau semua warga masyarakat: …”
Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
Salinan narasi selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
Hasil Cek Fakta
Akun Instagram Krishna Murti yang asli adalah “krishnamurti_bd91” yang sudah terverifikasi, bukan “krishnamurti_91” yang privat dan tidak terverifikasi.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
[SALAH] “Makhluk ini Dari India”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 19/10/2019
Berita
“Makhluk ini Dari India Dia Selalu gencar Menghina Islam,Adzan Di Cela,Wanita Berkerudung Di Lempari Batu Dan Di Bilang Kepanasan dsb. Dia juga Men- Tuhankan Sapi. Inilah baru azab yg pedih Di Dunia, silahkan nikmati lg azab yg sngat dahsyat di neraka ya. pic.twitter.com/taCmqCFCdp”.
Hasil Cek Fakta
Bukan di India, peristiwa di Chatsworth (Afrika Selatan). Kasus penelantaran pasien, bukan tentang klaim-klaim di narasi yang digunakan oleh SUMBER.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Halaman: 7675/8485

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2922165/original/077832900_1569432121-masjid.jpg)



