• [SALAH] “Semua panggilan dicatat”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/10/2019

    Berita

    “Mohon ijin sekedar info, menginformasikan bahwa sinyal internet untuk di berhentikan di seluruh Indonesia mulai pukul 18 00 sampai pukul 20 00.

    Just info buat kawan” ku semua.

    Semua WA EROR karena ada pemasangan CC REKAM WA , FB , IG , TWITTER , LINE yaa berbasis SOSMED .
    Jadi harap berhati” dalam berucap dan berketik di SOSMED..

    Semua aktifitas HP dll….terpantau 100%
    Mulai besok sudah berlaku :*
    Semua panggilan dicatat. …”

    Salinan narasi selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Hoaks yang berkali-kali didaur ulang dengan tambahan variasi narasi pelintiran dikaitkan dengan yang sedang tren. Sudah ada aturan tersendiri mengenai penyampaian informasi melalui media sosial, yaitu di UU ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik).

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Inikah Sholat Islam Nusantara?”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/10/2019

    Berita

    “Inikah Sholat Islam Nusantara?” (di dalam video).

    “Innalilahi,kalau..ini..nanti,di Syahkan oleh pemerintah,maka Indonesia..resmi menjadi negara sekuler..dan hancurlah Islam…????????” (di post).

    Hasil Cek Fakta

    Kasus “salat dua bahasa” tahun 2005, tidak ada kaitannya dengan Islam Nusantara. Pelaku divonis 2 tahun dan sudah menjalani masa hukuman.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] “AJI Pontianak Gelar Pelatihan Anti Hoaks di RRI”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 14/10/2019

    Berita

    "“AJI Pontianak Gelar Pelatihan Anti Hoaks di RRI”*"

    Hasil Cek Fakta

    KBRN, Pontianak: Aliansi Jurnalis Independen Pontianak bekerjasama dengan Google News Intiative dan Internews menggelar kegiatan Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang dilaksanakan di Aula LPP RRI Pontianak, Jumat (13/4/2018).

    Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mencegah peredaran HOAX yang semakin masive beredar ditengah masyarakat.

    “Berdasarkan informasi dari bidang Cyber Crime Polda Kalbar, sejak Januari-Maret terjadi kenaikan hingga 300 persen informasi HOAX ditengah masyarakat, dibanding medio yang sama tahun 201 lalu. Hal ini diprediksi akan terus meningkat pada saat menjelang hari H Pilkada,” kata Dian.

    Menurutnya, ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita karena dengan banyaknya berita berisi kebohongan, tentu ini menjadi hal yang menyesatkan masyarakat dan dapat menimbulkan berbagai hal negatif, termasuk potensi konflik yang ada.

    “Diharapkan dengan kegiatan ini, kita bisa bersama-sama mencegah berita HOAX tersebut, salah satunya dengan mengetahui bagaimana berita HOAX tersebut,” tuturnya.

    Pada kegiatan itu, panitia menghadirkan tiga orang nara sumber, Andi Fachrizal dari Mongabay Indonesia, Aribowo dan Edho Sinaga trainer bersertifikat Google News Initiative.

    Ditempat yang sama, Project Coordinator Internews Indonesia, Arfi Bambani mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar, dimana google merasa memiliki andil besar dalam mengantisipasi penyebaran berita HOAX bagaimana menggunakan tols yang ada di internet untuk mengecek keaslian dari suatu berita atau informasi.

    “Melalui kegiatan ini, kita akan memberikan masukan kepada peserta untuk menggunakan tols-tols yang ada di internet, agar bisa memverifikasi berita atau informasi HOAX yang beredar di dunia maya,” katanya.

    Sementara itu, Kepala LPP RRI Pontianak, Sofrani Razak mengatakan, sebagai salah satu lembaga penyiaran publik yang langsung bertanggung jawab kepada presiden, pihanya akan selalu independen dan terus memerangi HOAX.

    Untuk itu, RRI akan memanfaatkan peran strategisnya sebagai media yang berdiri di tengah-tengah kesimpangsiuran informasi akibat maraknya berita hoax di media sosial.

    “RRI akan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang jauh dari hoax. Posisi itu akan menjadikan RRI sebagai media rujukan bagi mereka yang membutuhkan informasi yang benar, proposional, dan berimbang. Selain juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan dan aspirasinya,” tuturnya.

    Dia berharap, peserta yang mengikuti kegiatan ini, bisa memberikan informasi dari materi yang didapatnya kepada masyarakat, agar kita bisa bersama-sama mengantisipasi berita HOAX ditengah masyarakat. (Rel/Edo)”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • BJ Habibie Wafat, Masyarakat Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang 3 Hari

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 14/10/2019

    Berita

    KOMPAS.com - Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, karena sakit, Rabu (11/9/2019). Rencananya prosesi pemakaman Habibie akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Acara pemakaman akan didahului dengan penyerahan jenazah dari keluarga kepada negara sekitar pukul 12.30 WIB. Pemerintah pun menyatakan berkabung nasional selama 3 hari, dimulai sejak 12 September 2019.

    Hasil Cek Fakta

    Imbauan turut mengibarkan bendera negara setengah tiang dikeluarkan oleh Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg). Pengibaran bendera negara setengah tiang selama 3 hari berturut-turut tersebut terhitung mulai 12 September 2019 hingga 14 September 2019. Imbauan tersebut ditujukan langsung kepada para Pimpinan Lembaga Negara, Gubernur Bank Indonesia, Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Pimpinan Lembaga Non Struktural, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Pimpinan BUMN/BUMD serta Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri berserta jajarannya.
    angat Segera Imbauan tersebut tertuang di edaran Mensesneg Nomor: B-1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019 tertanggal 11 September 2019 dengan sifat sangat segera. Selain sejumlah institusi di atas, Gubernur, Bupati dan Wali Kota juga diminta menyampaikan secara luas kepada masyarakat perihal pengibaran bendera negara setengah tiang. "Kami ajak masyarakat untuk kibarkan bendera setengah tiang sampai 14 September 2019. Jadi kita tetapkan berkabung nasional selama 3 hari sampai 14 September," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Rabu (11/9/2019). Selain itu, dalam surat tersebut tertulis bahwa masyarakat diminta untuk mengibarkan bendera setangah tiang sebagai wujud penghormatan yang setingi-tingginya pada Habibie. "Kami imbau masyarakat juga pada kantor lembaga negara, pemerintah, baik di dalam atau luar untuk kibarkan bendera setengah tiang sampai 14 september. Saya kira itu yang bisa kami sampaikan. Sekali lagi doa untuk almarhum dan prosesi berjalan lancar," kata dia. Putra Bj Habibie, Thareq Kemal Habibie, membenarkan bahwa sang ayah telah meninggal dunia "Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya, Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.03 WIB," ujar Thareq di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Thareq mengungkapkan, sebab meninggalnya sang ayah karena telah berusia lanjut sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi, salah satunya jantung. Prosesi pemakaman Menurut rencana, prosesi pemakaman Habibie dilakukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Kamis (12/9/2019) sekitar pukul 12.30 WIB. Prosesi akan diawali dengan upacara penyerahan jenazah dari pihak keluarga ke pemerintah di rumah duka, Jalan Patra Kuningan XII/3, Jakarta Selatan. Upacara penyerahan jenazah akan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. Setelah itu, jenazah akan diberengkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pukul 13.00 WIB. Yang terakhir adalah upacara pemakaman yang akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada pukul 13.30 WIB.
    (Sumber: Kompas.com/Ihsanuddin/Fitria Chusna Farisa)

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini