• [BERITA] Bulog Madura Beri Penjelasan Terkait Isu Rastra Berkutu

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/06/2019

    Berita

    Mengenai informasi yang mengatakan bahwa Beras Sejahtera (Rastra) berkutu di Gudang Sumenep Madura, pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Madura pun memberikan klarifikasinya.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sub Divisi Regional Madura, Ari Hardiono menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.

    Menurutnya, hal yang disaksikan oleh para wartawan di gudang bulog bukanlah kutu, melainkan hama skunder jenis gurem. “Berita di media yang menyebutkan bahwa telah ditemukan beras berkutu di gudang Sumenep oleh beberapa rekan-rekan wartawan dapat kami luruskan bahwa rastra yang sebenarnya dilihat di gudang itu bukan kutu, tetapi gurem,” kata Ari.

    Ia pun menjelaskan, gurem adalah hama minor atau sejenis hama yang sifatnya tidak merusak komoditas beras Rastra yang tersimpan di gudang. Sehingga untuk membasmi gurem tersebut cukup menggunakan fumigasi maupun dengan cara ‘spray’ atau penyemprotan yang memang rutin dilakukan.

    “Dengan adanya hama gurem (hama minor/ringan) menandakan bahwa beras bulog tidak menggunakan bahan pengawet/kimia yang berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

    Ari menjelaskan, fumigasi/spraying dilakukan untuk membasmi gurem, juga sudah sesuai dengan aturan internal perusahaan yaitu standar operasional Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang dilakukan rutin setiap sebulan dua kali. Sementara setiap (tiga) bulan sekali dilaksanakan fumigasi/spraying dapat juga dilakukan dan bersifat insidentil tergantung dari serangan hamanya.

    “Sekali lagi kami ingin meluruskan informasi yang beredar bahwa yang ditemukan di gudang bulog Sumenep bukanlah kutu, tetapi hama gurem yang bersifat minor dan tidak mengganggu kualitas beras Rastra,” tegas Ari.

    Ari menjamin, pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan beras dalam kondisi baik dan layak konsumsi. “Selain itu, kami juga tetap berkomitmen bahwa bulog hanya menyalurkan beras dengan kondisi baik dan layak konsumsi ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sambungnya.

    Lebih lanjut, Ari kembali menegaskan, beras yang di gudang tersebut tidak akan disalurkan jika ditemukan kualitasnya menurun atau terindikasi terserang hama. Beras yang keluar dari seluruh gudang bulog di wilayah Madura yang akan disalurkan ke masyarakat penerima manfaat kondisinya baik dan layak.

    “Kami menjamin beras sejahtera yang didistribusikan adalah beras baik, karena sebelum didistribusikan Bulog melakukan penyortiran atau disaring agar beras yang keluar benar-benar dalam kondisi baik dan layak. Namun apabila ada komplain dari penerima manfaat, dapat segera melapor dalam kurun waktu 2×24 jam dan kami akan ganti,” kata Ari.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] Rencana Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1 Dipastikan Molor

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/06/2019

    Berita

    Bank Indonesia (BI) pernah menargetkan redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang rupiah atau Rp 1.000 jadi Rp 1 bisa terlaksana pada 2020 mendatang. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan, pada 2017 bank sentral memang pernah mengharapkan rencana redenominasi ini masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2018. Jika rancangan undang-undang (RUU) masuk di 2018, maka proses redenominasi bisa berjalan pada 1 Januari 2020. Namun sayangnya saat itu RUU redenominasi tak masuk dalam prolegnas.
    Onny mengatakan, hal ini karena dalam proses redenominasi membutuhkan Undang-undang (UU) sebagai landasan hukumnya. Saat ini kajian soal redenominasi juga masih dilakukan oleh BI agar semakin matang. "Untuk membuat undang-undangnya, kita juga menunggu DPR nya dulu, kan pelantikan nanti Oktober kan. Kalau akan masuk prolegnas nanti kita informasikan. Intinya 2020 itu belum jalan redenominasi," ujar dia.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Khanzarof : Hasil Cloning Dokter Hewan Amerika dan Rusia yang berasal dari Campuran Kambing dan Babi

    Sumber: www.twitter.com
    Tanggal publish: 26/06/2019

    Berita

    Allah mnciptakan Mahluk Di Dunia,ttpi mereka Cloning Astaghfirullah HASIL CLONING DOKTER2 HEWAN AMERIKA DAN RUSIA BERHASIL MENCIPTAKAN BINATANG BARU YG DIBERINAMA
    KHANZAROF Campuran KAMBING +BABI MENGHASILKAN BINATANG YG NAMANYA *KHANZAROF* DINYATAKAN HARAM BAGI MUSLIM

    Hasil Cek Fakta

    Menurut penelusuran melalui google image, hewan yang terdapat dalam klaim adalah Domba Beltex yang telah dicukur bulunya, bukan KHANZAROF seperti klaim pada video, dan domba beltex bukan hasil cloning Amerika dan Rusia, tetapi berasal dari Selandia Baru.

    Ciri-ciri Domba Beltex
    Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

    Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
    Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
    Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
    Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.


    Berdasarkan penelusuran Trubus.id domba beltex ditemukan di Selandia Baru dengan bagian punggung yang lebih besar dan kualitas daging premium. Jenis baru ini diberi nama domba Beltex, karena mendapat suntikan otot ganda texel dari Belgia.

    Domba Beltex dibawa ke Selandia Baru pertama kalinya oleh Mantan Kepala Invermay Jock Allison, peternak Mt. Somers Blair Gallagher, dan penasihat peternakan John Tavendale.
    “Jenis domba baru ini punya bagian punggung dan otot mata yang lebih besar,” kata Jock. Keputusan Kementerian Pertanian untuk impor embrio domba dari Eropa memberi kesempatan pada Jock, Blair, dan John untuk menghasilkan spesies baru dalam industri domba di Selandia Baru.
    Blair menyatakan, jenis domba baru ini masuk karena punya kontribusi yang potensial terhadap kesesuaian daging premium. Harapannya, domba Beltex bisa meningkatkan nilai ekonomi lewat daging premium yang dimilikinya.
    Beltex akan memberikan peningkatan hasil daging terutama di wilayah otot mata dan kaki yang lebih besar, menurut Blair seperti yang dikutip dari Stuff NZ. Blair telah menghubungi Jock sejak 12 tahun lalu untuk kolaborasi menghasilkan jenis domba baru jenis Beltex.
    Berdasarkan penilaian risiko, embrio yang diimpor dari Eropa tergolong aman dan dapat langsung dibawa masuk ke Selandia Baru. Domba Beltex memang sedang dikembangkan di Belgia, karena punya kualitas daging premium dan nilai ekonomi tinggi. Embrio domba Beltex telah masuk ke Selandia Baru sejak Februari 2017, masuk ke peternakan domba Maret 2017, dan lahir Agustus 2017. 

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] Penjelasan Pengelola KBS Soal Video Petugas Aniaya Orangutan

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/06/2019

    Berita

    Atas beredarnya video yang diklaim sebagai video pemukulan petugas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) kepada satwa orangutan, pihak pengelola pun angkat bicara memberikan klarifikasi.

    Hasil Cek Fakta

    Humas PDTS KBS Wini Hustiani menegaskan bahwa keterangan dalam video viral soal pemukulan atau penyiksaan orangutan di KBS itu tidak benar.

    “Menanggapi video yang sedang viral di sosial media tersebut, memang benar lokasi orang utan yang dimaksud berada di kandang peraga primata KBS, (tapi) berita mengenai salah satu orang utan yang dipukul hingga terkapar itu yang tidak benar,” ujarnya.

    Wini mengatakan, saat ini ada dua orang utan Kalimantan (pongo pygmaeus) di dalam satu kandang peraga. Mereka merupakan kakak beradik bernama Rizky (6) dan Damai (8). Mereka, kata Wini bertingkah layaknya anak-anak.

    Ia pun menceritakan, setiap sore keduanya harus dimasukkan masuk ke kandang tidur. Biasanya Rizky masuk terlebih dahulu. Namun saat kejadian, justru si Damai yang masuk lebih dulu ke kandang.

    “Sepertinya Rizky sedang tidak mood sehingga dia kesal, kemudian dia menggigit kaki Damai. Keeper yang saat itu sedang berjaga, berusaha memisahkan mereka agar tidak terjadi perkelahian yang lebih jauh supaya tidak ada yang terluka,” kata Wini.

    Ketika memisahkan kedua orangutan tersebut, Wini menjelaskan, keeper menggunakan potongan selang yang dipukulkan ke lantai hanya untuk menakut-nakuti, sambil menarik tangan Rizky agar melepaskan gigitannya pada Damai.

    “Sehingga yang terdengar adalah suara pukulan selang ke lantai dan bukan ke tubuh orang utan tersebut. Hingga saat ini kedua orang utan tersebut dalam kondisi sangat baik,” ujar Wini.

    Selain Wini, Keeper PDTS KBS pun angkat bicara. Jafar, salah satu Keeper PDTS KBS yang keseharian menangani Rizky dan Damai, menegaskan kabar yang tersebar di media sosial tidaklah sama dengan yang dia kerjakan.

    “Apa yang diberitakan menggunakan kayu itu tidak benar. Kami pakai selang air itu, kami pukulkan ke tembok di depan pintu sama lantai, agar gigitan Rizky ke Damai bisa dilepaskan,” ujar Jafar.

    Dia memastikan, jika yang diviralkan itu saat dirinya menghalau kedua orangutan yang sedang berkelahi. Dan alat untuk menghalau kedua satwa bukanlah kayu, melainkan menggunakan selang air.

    “Penanganannya tidak sama seperti yang diberitakan di instragramnya itu. Tidak seperti itu,” kata Jafar.

    Jafar memastikan di antara kedua orangutan itu tidak pernah bertengkar, entah kenapa waktu itu, keduanya saling berebut masuk. Sebab biasanya, Rizky masuk duluan kemudian Damai. Rizky jealous kemudian marah.

    “Biasa Rizky dulu masuk, kemarin Damai dulu. Kemudian Rizky mengamuk lalu saya lerai dengan suara selang air yang kami pukulkan ke tembok dan lantai itu bisa terlepas gigitan itu,” ungkap Jafar.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini