• [KLARIFIKASI] “Pulau RI Dijual Online”

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2019

    Berita

    Pemerintah menegaskan ini adalah isu lama. Pemerintah tetap pada prinsipnya untuk melarang jual beli pulau di Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan, isu soal jual beli pulau ini juga pernah terdengar beberapa tahun lalu. Sikap pemerintah tetap sama, yaitu tak mengizinkan pulau diperjualbelikan. “Ini isu lama. Dulu, ada sudah lama sekali. Seingat saya, perdebatan muncul ini tahun 2007, 2006. Posisi pemerintah itu sudah jelas, jual beli pulau tidak boleh!” tuturnya.
    Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Balok Budiyanto, menegaskan pula bahwa mereka hanya dipersilahkan untuk memiliki hak pakai maupun hak sewa saja.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Klarifikasi BIN terkait Pesan Berantai yang Sebut 29 Tokoh Pendukung Prabowo-Sandiaga sedang Dimonitori oleh Aparat

    Sumber: facebook.com, twitter.com
    Tanggal publish: 20/05/2019

    Berita

    Beredar di media sosial sebuah pesan yang berisi instruksi agar memonitor 29 tokoh pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Instruksi yang disebut-sebut dari Dirjen Imigrasi Cc BIN itu berisi 29 nama harus dimonitor jika melintas.

    Adapun arahannya, aparat diminta mengecek dengan baik saat 29 orang itu melintas di sistem. Perintahnya, jika ada tanda lakukan sesuai SOP, tapi jika tidak cukup dimonitor saja dan diinfokan.

    Berikut 29 nama yang disebut-sebut sedang dimonitor aparat tersebut:

    1. Rockmat S. Labib (HTI)
    2. Farid Wadjdi (HTI)
    3. Habib Rizieq Shihab (FPI/PA 212)
    4. M. Amien Rais (PA 212/BPN 02)
    5. Slamet Maarif (PA 212/BPN 02)
    6. Bachtiar Nasir (PA 212)
    7. Ansufri Idris Sambo (PA 212)
    8. Haikal Hassan Baras (PA 212)
    9. Habib Muchsin bin Ahmad Al Attas (FPI)
    10. Hilmy Bakar Almascaty (FPI).
    11. Muhammad Gatot Santono atau Muhammad Al Khaththath (GISS)
    12. Muidinillah Basri (DSKS)
    13. Eggi Sudjana (BPN 02)
    14. Djoko Santoso (BPN 02)
    15. Rizal Ramli (BPN 02)
    16. Musa Bangun (BPN 02)
    17. Fadli Zon (BPN 02/Partai Gerindra)
    18. Muhammad Ismail Yusanto (HTI/PKS)
    19. Mardani Ali Sera (PKS)
    20. Mohamad Sohibul Iman (PKS)
    21. Titi Widoretno Warisman (#2019GantiPresiden).
    22. Said Iqbal (KSPI)
    23. Namrudin (GMJ)
    24. Tedjo Edhy Purdijatno (Punawirawan)
    25. Kivlan Zein (Punawirawan)
    26. Judi Magio Jusuf (Punawirawan)
    27. Glenny Kairupan (Punawirawan)
    28. Soenarko (Punawirawan)
    29. Sjafrie Sjamsoeddin (Punawirawan)

    Hasil Cek Fakta

    Juru bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto mengatakan tidak benar informasi 29 nama tokoh mayoritas pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi yang sedang dimonitor aparat.

    "Itu informasi hoax," ujarnya dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/5).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Viral Pendukung Jokowi Gelar Sayembara Rp 100 Miliar, Ini Tanggapan TKN

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 19/05/2019

    Berita

    narasi:
    Kop surat tdk komplit...ada semua terdata...
    Dari tim mana sih?
    Sy hrs lapor segera nih
    Makanya. Aneh bgt sih sayembaranya kok malah jatuhin Pak Jokowi yg sdh menang????
    Siapapun pasti mau,bu...ini namanya merusak
    Kl racunnya cm 50rb-100rb ok lah cebong merem.
    Bukan soal itu pak.
    Tp soal perubahan psikologi mental org banyak.
    Saya rasa dokumennya tak beneran..soalnya tdk ditandatangani di atas materai 6rb serta tdk ada yg menjdi saksi penandatanganan...
    *Sy jamin besok pagi semua kamprets berubah jd cebongs. Itu baru sayembara positif mendukung Pak Jokowi.*
    Krn hrs sy laporkan segera adanya sayembara ini yg bakal menjatuhkan Pak Jokowi.

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah video beredar di media sosial menyebutkan adanya sayembara yang digelar pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan hadiah uang senilai Rp 100 miliar.

    Video dan informasi tentang sayembara ini banyak dibagikan akun-akun di media berbagai platform media sosial.

    Pada video berdurasi 55 detik itu, diketahui sejumlah orang membawa papan bertuliskan “Hadiah Seratus Milyard Rupiah, RP 100.000.000.000”.
    Terlihat terdapat dua orang laki-laki mengenakan baju hitam bertuliskan pencak silat dan bela diri, beberapa mengenakan baju putih dan kemeja batik, dan dua orang lainnya mengenakan pakaian hitam dengan kain tersampir ala jagoan silat. Sayembara itu ditujukan bagi mereka yang selama ini menuding paslon 01 melakukan kecurangan terkait perolehan suara dalam Pemilu Serentak 2019. Mereka mengaku telah menyiapkan dana senilai Rp 100 miliar jika kubu 01 terbukti secara hukum berbuat curang. Dikutip dari Tribunnews, video itu disiarkan langsung dari akun YouTube Ridwan Gani pada Minggu (28/4/2019). Uang tersebut merupakan titipan dari para pengusaha muslim yang jengah dengan tuduhan-tuduhan curang yang dilontarkan kubu Prabowo-Sandi kepada Jokowi-Ma’ruf. Ketua Muslim Cyber Army Jokowi, Diki Candra, menyatakan, akan menunggu pembuktian kecurangan sampai pukul 12 siang H-1 pengumuman resmi dari Komisi Pemungutan Suara (KPU), yang rencananya dilakukan pada 22 Mei 2019. Bagaimana tanggapan TKN soal sayembara ini? Tanggapan TKN Jokowi-Ma’ruf Juru Bicara TKN, Garda Maharsi, Senin (29/4/2019) sore, mengatakan, sayembara ini merupakan inisiatif pendukung. “Menurut saya itu inisitiaf ya, spontanitas saja itu dari komponen pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin,” kata Garda. Garda mengaku baru mengetahui adanya sayembara dengan imbalan uang dalam jumlah besar ini setelah diberitakan oleh media. Namun, tim pemenangan di lapangan sudah mengetahuinya lebih dulu. “Ya kalau saya (tahu) baca dari media. Setelah konfirmasi, baru tahu kalau yang bilang orang lapangan,” kata dia. Sejauh ini, kata Garda, pihak TKN belum mengetahui dan masih terus melakukan konfirmasi untuk mengetahui siapa koordinator atau penyelenggara sayembara ini. “Ini sedang saya cari, saya sedang proses konfirmasi,” kata dia. Menurut dia, mereka yang terlihat pada foto maupun video terkait sayembara itu tidak ada yang duduk di TKN, melainkan pendukung Jokowi-Ma’ruf di lapangan. “Sebenarnya enggak ada dari TKN, itu spontanitas dari relawan atau unsur masyarakat saja,” ujar dia. Garda menyebutkan, hal ini merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh para pendukung sebagai bentuk perlawanan terhadap isu curang yang selalu diembuskan. “Saya rasa wajar itu, untuk counter narasi yang dibangun BPN tentang kecurangan pemilu. Kami sih tidak dalam garis komando,” sebut Garda.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Mayat Wanita di Underpass Cawang Korban Perkosaan Transportasi Online

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/05/2019

    Berita

    Narasi:
    Berita perkosaan dan pembunuhan yg mayatnya di buang di under pas airport
    Ati2 yah yg naek Grab/ Gojek, Taxi Online dll…terutama Cewek. Hbis di perkosa, dibunuh di buang di underpass Cawang. Sekarang di tokopedia dan bukalapak semua ada jual id driver grab dan gojek .. Semua bisa dibeli atas nama org lain. Kalau di buat kejahatan akan bahaya, so jangan pernah tolerir kalo ada driver yg bilang maaf mobilnya beda. Karena menurut kebijakan dari perusahaan grab sendiri tidak bertanggung jawab atas identitas yg berbeda. Lebih baik di cancel juga orgnya gak sama
    Ini udah banyak kejadian, jgn dianggap remeh.

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, setelah dilakukan penelusuran dilansir dari beberapa referensi, Polisi menyatakan, video yang menarasikan ada perempuan korban pemerkosaan ditemukan di Underpass Cawang, Jakarta Timur, merupakan kabar bohong atau hoaks. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo memastikan, video yang beredar itu diambil pada sebuah peristiwa kecelakaan di Bali.
    Selain itu, korban merupakan seorang laki-laki dan bukan perempuan seperti pada informasi yang beredar. Pria yang meninggal diketahui bernama Marrio Jerry Loba (23) asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ditemukan korban dalam kondisi telungkup setengah telanjang dengan memakai baju singlet dan jaket warna hitam.
    Berdasarkan keterangan saksi di lapangan korban terseret mobil pick up dari arah selatan underpass dan kondisi saat itu tengah hujan, mobil pick up itu pun langsung kabur dan Sepeda motor korban ditemukan tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini