[SALAH] “INI DI CILENGSI”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 14/05/2019
Berita
“Bukan main!”.
Hasil Cek Fakta
Bukan di “CILENGSI”, lokasi foto halte yang dibagikan oleh SUMBER sebenarnya adalah di Kollam, Kerala, India. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera”
Sumber: facebook.com, twitter.comTanggal publish: 14/05/2019
Berita
Beredarnya sebuah video berjudul “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Banyak warganet yang menyebarkan video tersebut dengan diberikan narasi yang bermuatan negatif.
"*TV Al-Jazeera* menyiarkan kecurangan Pemilu di Indonesia, bikin geger Dunia. Pemilu curang telah dipertontonkan oleh Rezim Jokowi yang merusak citra Indonesia dimata dunia, demokrasi sudah mati di Indonesia. Itu Wiranto kalau berani suruh tutup…" salah satu narasinya.
Di dalam video tersebut mencuplik berita Al Jazeera berbahasa Arab. Terdapat potongan wawancara politikus Fahri Hamzah yang dialih suara dengan bahasa Arab dan petugas Bawaslu yang menghamburkan kertas yang tampak seperti lembaran C1.
Banyak warganet yang menyebarkan video tersebut dengan diberikan narasi yang bermuatan negatif.
"*TV Al-Jazeera* menyiarkan kecurangan Pemilu di Indonesia, bikin geger Dunia. Pemilu curang telah dipertontonkan oleh Rezim Jokowi yang merusak citra Indonesia dimata dunia, demokrasi sudah mati di Indonesia. Itu Wiranto kalau berani suruh tutup…" salah satu narasinya.
Di dalam video tersebut mencuplik berita Al Jazeera berbahasa Arab. Terdapat potongan wawancara politikus Fahri Hamzah yang dialih suara dengan bahasa Arab dan petugas Bawaslu yang menghamburkan kertas yang tampak seperti lembaran C1.
Hasil Cek Fakta
Pihak Al Jazeera Tv langsung membuat surat klarifikasi kepada awak media terkait viralnya video tersebut.
Dibawah ini surat siaran pers klarifikasinya ;
Sehubungan dengan tersebarnya sebuah video berjudul “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” di media sosial maupun aplikasi percakapan, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.
2. Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip obyektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Indonesia 2019.
3. Al Jazeera Media Network mengimbau semua pihak untuk menggunakan situs maupun akun media sosial resmi kami agar terhindar dari konten hoax atau informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
4. Peristiwa ini merupakan kali kedua menimpa Al Jazeera Media Network sepanjang Pemilihan Umum 2019 sehingga kami mempertimbangkan untuk menggunakan langkah hukum terhadap pihak yang berupaya merusak kredibilitas media kami dengan menyebar konten hoax atau informasi menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta
Al Jazeera Media Network
Dibawah ini surat siaran pers klarifikasinya ;
Sehubungan dengan tersebarnya sebuah video berjudul “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” di media sosial maupun aplikasi percakapan, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.
2. Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip obyektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Indonesia 2019.
3. Al Jazeera Media Network mengimbau semua pihak untuk menggunakan situs maupun akun media sosial resmi kami agar terhindar dari konten hoax atau informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
4. Peristiwa ini merupakan kali kedua menimpa Al Jazeera Media Network sepanjang Pemilihan Umum 2019 sehingga kami mempertimbangkan untuk menggunakan langkah hukum terhadap pihak yang berupaya merusak kredibilitas media kami dengan menyebar konten hoax atau informasi menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta
Al Jazeera Media Network
Kesimpulan
Video “Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera” ini menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita.
Rujukan
[DISINFORMASI] NU Mendukung LGBT
Sumber: Media SosialTanggal publish: 14/05/2019
Berita
Beredarnya poster bertema gay yang mencantumkan logo NU.
Hasil Cek Fakta
Melansir dari republika.co.id, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nadhatul Ulama (NU) Anggia Ermarini, Dia menolak jika keberadaan poster tersebut dianggap sebagai bentuk dukungan NU terhadap perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Poster tersebut diproduksi olek Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). “Itu poster lama dan kami sudah protes agar logo NU dicabut,” kata Anggia kepada Republika.co.id, Senin (7/3).
Rujukan
[SALAH] “Bangunkan saudara2mu #RakyatTahuKalianCurang”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 14/05/2019
Berita
“Mahasiswa trisakti dan jayabaya sudah mulai jalan???????? td malam..tdk diliput oleh tv
Alhamdulillah adinda sdh bangun dari tidur syantik.
Bangunkan saudara2mu.
#RakyatTahuKalianCurang”.
Alhamdulillah adinda sdh bangun dari tidur syantik.
Bangunkan saudara2mu.
#RakyatTahuKalianCurang”.
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang tidak terkait dengan pemilu, Presiden BEM Universitas Trisakti menjelaskan bahwa kegiatan di video tersebut adalah bagian dari ‘Malam Gelora’ untuk mendoakan korban Tragedi Trisakti. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Halaman: 7782/8484





