• Kronologi Persekusi Mahasiswa Papua, Ancaman Dibunuh hingga Makian Rasial

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2019

    Berita

    Suara.com - Persekusi mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang diduga menjadi pemicu aksi damai di Jayapura dan Manokwari pada Senin (19/8/2019).

    Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua Doli Iyowau mengisahkan kembali kronologi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

    Pada Rabu 14 Agustus 2019 persis pukul 09.30 WIB Asrama Mahasiwa Papua di Surabaya didatangi Satuan Polisi Pamong Praja yang meminta izin untuk memasang bendera merah putih di depan asrama.

    “Pada Kamis, 15 Agustus 2019 pada pukul 09.00 WIB, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan TNI datang dan memasang bendera di depan Asrama Mahasiswa Papua Surabaya,” katanya seperti dikutip Suara.com dari jaringan partner, Jubi.do.id.

    Iyowau mengatakan, pada Jumat, 16 Agustus pukul 09.02, sejumlah Satpol PP dan anggota TNI kembali datang dan menambah bendera yang dipasang di depan asrama.

    Iyowau tidak mengetahui apa yang terjadi hingga tiba-tiba pada pukul 15.45 orang yang diduga Komandan Rayon Militer (Danramil) Tambaksari datang dan marah-marah.

    “Ia menendang pintu gerbang asrama, merusak pagar (lembaran) fiber dan banner penutup pagar asrama, diikuti sejumlah anak buahnya yang berseragam dan berpakaian preman,” kata Iyowau.

    Hasil Cek Fakta

    Tentara dan Satpol PP menuduh mahasiswa Papua merusak tiang bendera merah putih di depan asrama, dan membuang bendera itu ke selokan.

    Iyowau mengatakan orang-orang yang diduga anggota salah satu organisasi kemasyarakatan datang ke asrama, sebagaimana yang terlihat dalam video yang beredar luas.

    ”Satpol PP, polisi yang berpakaian dinas, dan aparat berpakaian preman pun berada di depan asrama, namun tak berbuat apa-apa. Ancaman pembunuhan pun datang dari salah seorang oknum tentara,” katanya.

    ”Awas kamu, kalau sampai jam 12 malam kamu keluar, lihat saja, kamu saya bantai,” teriak seorang tentara luar pagar asrama. Ancaman tentara berseragam itu masih lekat dalam ingatan Iyowau.

    Ancaman serupa pun datang dari seseorang yang berpakaian preman, Iyowau menduga dia seorang intel. Lelaki berpakaian preman itu mengancam seorang penghuni asrama, dengan mengatakan jika penghuni asrama keluar, mereka akan dibantai.

    Segala macam umpatan dan makian rasial terus bersahutan. “Monyet”, “babi”, “anjing”, “kera”. Makian rasial itu saling bersahutan, serta bersahutan dengan ancaman dan ancaman. ”Kamu jangan keluar, saya tunggu kamu,” hardik salah satu pengepung asrama pada Jumat sore itu.

    ”Saat itu juga massa semakin membesar, mereka menggedor pintu gerbang asrama, melempari asrama dengan batu, sampai beberapa kaca jendera asrama pecah. Mereka menutup jalan di depan asrama. Kami terkurung, berkumpul di aula asrama,” tutur Iyowau.

    Tak satu pun penghuni Asrama Mahasiswa Papua yang bisa mengetahui secara persis apa yang terjadi di luar asrama.

    Jubi.co.id/Aryo Wisanggeni G

    Rujukan

    • Suara.com
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Pewangi Mobil Bisa Memicu Kebakaran?

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 09/10/2019

    Berita

    Ketika AC dalam mobil anda dalam keadaan ON jangan membuka botol/menyemprotkan parfum atau menyalakan korek. Sampaikan video ini ke teman atau kerabat anda.

    Hasil Cek Fakta

    VIVA.co.id – Beberapa waktu lalu, sebuah video yang tersebar di media sosial jadi viral. Dalam video tersebut, seorang pria yang duduk di bangku belakang mobil menyalakan korek api, dan tiba-tiba api tersebut menyambar dan membakar isi dalam kabin mobil tersebut.

    Beberapa orang menduga, api yang merambat disebabkan dari pewangi ruangan dan bocornya korek gas. Lantas, apakah benar pewangi mobil mengandung bahan yang dapat memicu api?

    Training Development Renault Indonesia, Tatang Raharjo mengatakan, bahan kimia yang bisa menyalakan api dengan cepat hanya bahan bakar beroktan yang tinggi saja, seperti RON (Research Octane Number) 95 ke atas. Itu pun tidak secepat yang ada dalam video tersebut.

    "Kalau pewangi ruangan, sampai seperti itu belum memicu merambatnya api. Karena, tidak ada gas yang dapat memicu api. Jadi, enggak mungkin kalau api merambat karena pewangi," ujarnya di Lippo Mall Karawaci, Tangerang, Senin 19 Februari 2017.

    Sementara itu, Marketing Communications Meguiars Indonesia, Rendi menuturkan, ia pernah melihat video itu ramai di media sosial. Dari keterangan yang didapatkannya, mobil tersebut terbakar karena uap BBM yang masuk ke dalam kabin.

    Kata dia, kalau dikarenakan pewangi ruangan, hal itu tidak mungkin. "Sejauh ini, belum ada masalah dengan pewangi ruangan yang memicu kebakaran," ujarnya saat dihubungi VIVA.co.id, Senin 19 Februari 2017.

    Rujukan

    • VIVA
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Kata Dokter Soal Anggapan Keramas Saat Haid Bisa Picu Sakit Kepala

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 09/10/2019

    Berita

    "Apakah berkeramas saat haid diperbolehkan"

    Hasil Cek Fakta

    Jakarta - Menjaga kebersihan rambut memang penting. Hanya saja, pada wanita, keramas saat sedang datang bulan kerap diyakini bisa memicu sakit kepala karena kondisi pori-pori kepala sedang terbuka.

    Menanggapi hal ini, dr Sita Ayu Arumi SpOG dari RS Bunda Jakarta menuturkan bahwa pori-pori di kulit kepala biasanya akan lebih terbuka ketika butuh penguapan. Misalnya, saat tubuh kepanasan dan berkeringat, maka pori-pori kulit kepala akan terbuka supaya bisa mengeluarkan keringat.

    "Jadi nggak secara khusus kalau sedang haid pori-pori kulit kepala jadi lebih terbuka. Saat tidak haid pun kalau memang butuh penguapan, pori-pori kulit kepala akan lebih terbuka. Sehingga, itu (keramas saat haid dan sakit kepala) tidak ada hubungannya," kata dr Sita saat dihubungi detikHealth, Selasa (12/7/2016).



    Memang, menurut dr Sita, pada beberapa wanita periode Pra Menstrual Syndrome (PMS) bisa memicu sakit kepala selain timbul keluhan lain seperti kram perut dan merasa tidak enak badan. Namun, pada kondisi ini, sakit kepala dipicu perubahan hormonal yang terjadi sebelum dan saat haid.

    "Pada beberapa orang ada yang merasa sakit kepalanya saat PMS tapi bukan karena keramas tadi ya," ujar dr Sita.

    Justru, ketika haid wanita disarankan untuk tetap memperhatikan kebersihan tubuhnya, termasuk kebersihan kepala dan rambut. Apalagi, secara alami rambut akan mengeluarkan zat minyak. Sehingga, mengeramasi rambut dengan teratur pun amat penting.

    dr Sita mencontohkan ketika tidak keramas beberapa hari saja, pastinya rambut akan lengket serta berminyak dan kondisi ini bisa berdampak buruk. Misalnya saja jadi timbul ketombe atau gatal-gatal di kulit kepala.

    Rujukan

    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Sering Mandi Malam, Bahayakah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2019

    Berita

    "Penyebab pengapuran tulang suka mandi malam"

    Hasil Cek Fakta

    TANYA : Dok, saya seorang yang biasa berolahraga pada sore hari. Dalam seminggu saya melakkan olahraga 3-5 kali, sehingga pada waktu sore hari sering mandi saat magrib atau malam hari. Katanya, seorang yang mandi pada malam hari masa tuanya akan mengalami rematik atau penyakit tulang. Yang ingin saya tanyakan, apakah benar demikian? Pertanyaan kedua, apakah ada efeknya terhadap kesehatan saya karena sering mandi malam? Terimakasih atas jawabannya. Zamroni, 24, Pekalongan JAWAB : Mas Zamroni yang suka mandi malam, sebenarnya kebiasaan mandi malam jika menggunakan air hangat tidak ada masalah dengan kesehatan. Sejauh ini, belum ada penelitian khusus yang menegaskan bahwa mandi malam dapat mengakibatkan kesehatan memburuk. Kabar yang tersebar di masyarakat sangat mungkin dikaitkan dengan orang yang mandi menggunakan air dingin. Karena, dengan suasana dingin bisa saja ada terrasa ngilu di badan dan tulang. Meski begitu, sebenarnya tidak ada hubungan mandi malam dengan penyakit rematik. Hal ini didukung dengan tidak adanya penelitian yang menghasilkan kesimpulan demikian. Akan tetapi, dengan bertambahnya usia, seseorang memang terjadi penurunan kepadatan massa tulang. Selain itu, cairan sendi pun mengalami perubahan komposisi sehingga hal tersebut akan menyebabkan keluhan nyeri tulang dan sendi yang disebut secara awam sakit rematik. Mandi malam dengan air hangat pada dasarnya, tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan seseorang. Akan tetapi, jika dengan air dingin bisa saja dikhawatirkan terjadi vasospasme pada pembuluh darah yang bisa saja berakibat macam-macam, seperti serangan jantung koroner. Akan tetapi, perlu diingat, penelitian yang menegaskan mengenai hal tersebut belum pernah ada. Semoga penjelasan saya dapat membantu anda.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini