[BENAR] Tanggapan Gubernur Babel dan Kepala Dinas PUPR Babel terhadap Taman Pemprov yang Mirip Mata Dajjal
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/10/2018
Berita
Banyak warganet yang memposting sebuah foto Taman Pemprov Bangka Belitung yang diambil dari google maps, yang disebut oleh warganet mirip dengan mata Dajjal.
Hasil Cek Fakta
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menanggapi viralnya foto tersebut mengatakan taman itu tidak dibuat menyerupai mata Dajjal. Tetapi, foto tersebut bisa saja diasumsikan dengan pendapat yang berbeda-beda.
Rujukan
[BENAR] “Klarifikasi Gubernur Anies Terkait Dirinya Seolah Dipayungi Presiden Jokowi”
Sumber:Tanggal publish: 25/10/2018
Hasil Cek Fakta
“Sebetulnya gini foto diambil dari depan, sehingga tidak bisa dibedakan apakah bersampingan apa tidak. Sebetulnya pak Jokowi ada di depan, beliau buka payung saya ada di sisi kanan belakangnya. Tapi karena difoto dari depan terlihatnya seakan-akan dipayungi. Karena foto 2 dimensi,” kata Anies, Rabu (24/10).
Rujukan
[BENAR] MUNCUL ISU PENCULIKAN ANAK DI WILAYAH CILODONG DEPOK, PIHAK KEPOLISIAN BERI KLARIFIKASI
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 25/10/2018
Berita
Masyarakat kembali dibuat resah dengan munculnya isu bahwa telah terjadi penculikan. Kali ini si pembuat pesan menyasar wilayah Depok yakni SD Al Khariyah Cilodong. Dalam pesan yang beredar, disebut bahwa seorang siswa SD tersebut telah diculik lalu dimasukkan ke dalam mobil pelaku.
Hasil Cek Fakta
Melansir dari kompas.com, PLH Kasubbag Humas Polresta Depok Firdaus mengatakan tidak ada penculikan anak seperti halnya yang disampaikan dalam pesan berantai tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengecek ke sekolah dan bertemu dengan sejumlah pihak terkait. Salah seorang guru di SD tersebut menurutkan bahwa berita penculikan tersebut tidak benar adanya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Al Khariyah, yang langsung mengecek dengan para guru kelas dan mendapati seluruh siwa didiknya lengkap.
Rujukan
- https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/25/06362631/kabar-penculikan-siswa-sd-al-khairiyah-cilodong-dipastikan-hoaks
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/hoaks-kabar-penculikan-anak-sekolah-di-cilodong-depok.html
- https://turnbackhoax.id/2018/10/25/benar-muncul-isu-penculikan-anak-di-wilayah-cilodong-depok-pihak-kepolisian-beri-klarifikasi/
[DISINFORMASI] Tulisan KH Bisri Musthofa “DIBALIK.. KIKIR DAN PELITNYA PEMERINTAH SAUDI ARABIA TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 24/10/2018
Berita
DIBALIK KIKIR DAN PELITNYA
PEMERINTAH SAUDI ARABIA
TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA
KH Bisri Musthofa
Sekalipun ke_Islaman Prabowo diragukan, Pendukung Prabowo Ingin Indonesia Menjadi Negara Islam
Arab Spring
Prabowo
Bara api "Arab Spring" ternyata terus berkobar....
Hanya sekarang mereka memindahkan kekuatannya dari Timur Tengah ke Asia dimana Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia menjadi sasarannya.
Pola-pola mereka sebenarnya bisa tampak jelas di sini. Mereka masuk melalui tempat ibadah dengan membangun logika berdasarkan kebanggaan beragama dan ideologi Khilafah, sekaligus peningkatan rasa kebencian terhadap pemerintah dan lunturnya rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Sama halnya yang mereka lakukan di Suriah, Irak, Afghanistan, Libya dan banyak negara Timur Tengah lainnya.
Dan fokus mereka ada di Pilpres 2019 ini. Ini Pilpres menentukan bagi kelompok Islam Wahabi, radikal, fundamental untuk menentukan peta kekuatan mereka selanjutnya.
Mereka akan menguat di kubu kekuatan rezim orde baru dan oligarkinya yang telah puluhan tahun memayunginya.
Lembaga Survey Indonesia atau LSI, Kamis, 24 September, mengumumkan hasil surveinya yang cukup mengagetkan, bahwa pendukung Prabowo yang ingin Indonesia menjadi bercerai berai seperti Timur Tengah meningkat, dari Agustus 2018 yang sekitar 38,8 persen naik di bulan September 2018 menjadi 50 persen.
Kenaikan yang signifikan dalam waktu hanya satu bulan. Dan dari survey LSI juga terbaca bahwa pendukung Prabowo yang suka Indonesia khas Pancasila menurun drastis.
Ini menunjukkan bahwa kelompok Islam Wahabi, Islam radikal fundamentalis merapat ke Prabowo. Mereka-mereka inilah yang ingin Indonesia bisa menjadi seperti negara Islam di Timur Tengah. Dan mereka membutuhkan kekuatan politik yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya.
Survei LSI ini seharusnya disikapi sebagai peringatan yang berbahaya, bahwa ada kekuatan luar yang ingin menjadikan negeri berbhineka ini sebagai negara Islam dengan model NKRI bersyariah dengan sistem Khilafah.
Dan Prabowo adalah representasi oligarki dan kekuatan rezim orde baru sebagai "kuda tunggangan" yang baik karena ia membutuhkan suara demi kemenangannya. Karakter Prabowo yang selalu "welcome" pada setiap ideologi yang datang, lembek dan tidak tegas dalam menunjukkan nasionalismenya adalah peluang dan kelebihan bagi kelompok Islam Wahabi, Islam radikal fundamental ini.
Mereka pasti akan all out untuk mendukung Prabowo, dengan segala cara, sekalipun tebar hoaks dan fitnah.
Hasil survei ini juga menjadi peringatan buat benteng penjaga NKRI, yang ingin tetap menjaga negeri ini berada di bawah ideologi Pancasila.
Jika Prabowo nanti memerintah, maka kelompok Islam Wahabi, radikal, fundamental, intolerant yang akan menguasai banyak wilayah di NKRI dan mulai memberangus orang-orang atau lembaga yang berseberangan dengan mereka.
Kelompok Islam fundamental ini terkenal dengan pemaksaan kehendaknya melalui kekuatan masa. Dan kekuatan masa ini bisa mempengaruhi penilaian aparat kepolisian dan pengadilan..
Sangat ironis bagi non muslim dan muslim moderat yang mendukung Prabowo sebagai Presiden di 2019. Apakah mereka tidak sadar bahwa dampaknya akan membuat mereka akan tertekan dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bersama sebagai anak bangsa?
Hasil survey LSI memperkuat fakta bahwa:
1. Negara Saudi Arabia adalah sekutu utama Amerika Serikat dan Barat di kawasan Timur Tengah
2. Islam Wahabi adalah Islam produk konspirasi Yahudi, Inggris dan Barat yang telah dirancang sebagai mesin penghancur Islam dari dalam dan alat agresi perang asimetris yang dilakukan oleh konspirasi imperialis kapitalis AS dan Barat untuk merebut kekuasaan di setiap negara berpenduduk muslim di belahan dunia.
3. Islam yang mendapat legitimasi dan diberlakukan oleh pemerintah Saudi Arabia adalah Islam Wahabi.
4. Pelit dan kikirnya setengah mati pemerintah Saudi Arabia terhadap pemerintah Indonesia yg notabene sesama negara muslim, akhirnya terkuak semua bahwa seluruh program bantuan dan sumbangannya telah disalurkan secara sistematis, terstruktur rapi melalui program "Wahabinisasi" di Indonesia. Sebuah program investasi politik jangka panjang bersama sekutu utama Amerika Serikat melalui jaringan gerakan Islam Wahabi di Indonesia untuk menggeser dan menggusur Islam yg telah lebih dahulu ada di Indonesia yang mayoritas adalah umat Islam Nahdziyin (NU) sbg sokoguru kekuatan tegak berdirinya NKRI.
Fungsi, peranan dan tujuan Islam Wahabi sama dengan misionaris Mr Snouck dari Belanda dan Mirza Ghulam Ahmad, Nabi palsu dari Lahore (Ahmadiyah) yaitu pecah belah Islam dan komponen kekuatan bangsa Indonesia.
Program Wahabinisasi dalam bentuk kemasan "Islam modern" berupa pesantren_pesantren modern, sekolah Islam modern, pemberian beasiswa ke Timur Tengah, sarana dan prasarana bangunan sekolah modern, bangunan masjid dan mushalla di seluruh pelosok tanah air. Sbg sarana pengkaderan, pendidikan dan politik dengan berbalut dakwah.
Label "modern" ternyata memberikan stigma dan implikasi yg tidak menguntungkan terhadap sistem pesantren dan pendikikan yg dikelola berada di lingkungan umat Nahdziyin (NU) sbg pendidikan dan pesantren tradisional.
Kebaikan dari pemerintah dan umat Islam Indonesia kepada pemerintah Saudi Arabia tiap hari, tiap bulan dan tiap tahun hingga hari kiamat, tanpa biaya promosi wisata sereal pun, berupa "wisata abadi" Umroh dan Haji dengan menyumbang devisa milyaran Rupiah, melalui dari carter pesawat, katering dan hotel milik jaringan Yahudi, hanya dibalas dengan ekspansi agama agresi untuk menghancurkan Indonesia.
5.Beredarnya berbagai fitnah, kegaduhan demi kegaduhan sejak pemerintahan presiden Jokowi menuju 2019 adalah tabiat dan perilaku politik konspirasi asing Amerika Serikat, CIA, kelompok Islam radikal Wahabi bersama kekuatan rezim orde baru dan oligarkinya ingin berkuasa kembali, dengan segala cara merebut kekuasaan dari tangan presiden Jokowi.
Saudi bersama Nabi, seratus delapan puluh derajat berbeda dengan Saudi bersama Wahabi hidup dibawah ketiak konspirasi Amerika Serikat dan Yahudi.
PEMERINTAH SAUDI ARABIA
TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA
KH Bisri Musthofa
Sekalipun ke_Islaman Prabowo diragukan, Pendukung Prabowo Ingin Indonesia Menjadi Negara Islam
Arab Spring
Prabowo
Bara api "Arab Spring" ternyata terus berkobar....
Hanya sekarang mereka memindahkan kekuatannya dari Timur Tengah ke Asia dimana Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia menjadi sasarannya.
Pola-pola mereka sebenarnya bisa tampak jelas di sini. Mereka masuk melalui tempat ibadah dengan membangun logika berdasarkan kebanggaan beragama dan ideologi Khilafah, sekaligus peningkatan rasa kebencian terhadap pemerintah dan lunturnya rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Sama halnya yang mereka lakukan di Suriah, Irak, Afghanistan, Libya dan banyak negara Timur Tengah lainnya.
Dan fokus mereka ada di Pilpres 2019 ini. Ini Pilpres menentukan bagi kelompok Islam Wahabi, radikal, fundamental untuk menentukan peta kekuatan mereka selanjutnya.
Mereka akan menguat di kubu kekuatan rezim orde baru dan oligarkinya yang telah puluhan tahun memayunginya.
Lembaga Survey Indonesia atau LSI, Kamis, 24 September, mengumumkan hasil surveinya yang cukup mengagetkan, bahwa pendukung Prabowo yang ingin Indonesia menjadi bercerai berai seperti Timur Tengah meningkat, dari Agustus 2018 yang sekitar 38,8 persen naik di bulan September 2018 menjadi 50 persen.
Kenaikan yang signifikan dalam waktu hanya satu bulan. Dan dari survey LSI juga terbaca bahwa pendukung Prabowo yang suka Indonesia khas Pancasila menurun drastis.
Ini menunjukkan bahwa kelompok Islam Wahabi, Islam radikal fundamentalis merapat ke Prabowo. Mereka-mereka inilah yang ingin Indonesia bisa menjadi seperti negara Islam di Timur Tengah. Dan mereka membutuhkan kekuatan politik yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya.
Survei LSI ini seharusnya disikapi sebagai peringatan yang berbahaya, bahwa ada kekuatan luar yang ingin menjadikan negeri berbhineka ini sebagai negara Islam dengan model NKRI bersyariah dengan sistem Khilafah.
Dan Prabowo adalah representasi oligarki dan kekuatan rezim orde baru sebagai "kuda tunggangan" yang baik karena ia membutuhkan suara demi kemenangannya. Karakter Prabowo yang selalu "welcome" pada setiap ideologi yang datang, lembek dan tidak tegas dalam menunjukkan nasionalismenya adalah peluang dan kelebihan bagi kelompok Islam Wahabi, Islam radikal fundamental ini.
Mereka pasti akan all out untuk mendukung Prabowo, dengan segala cara, sekalipun tebar hoaks dan fitnah.
Hasil survei ini juga menjadi peringatan buat benteng penjaga NKRI, yang ingin tetap menjaga negeri ini berada di bawah ideologi Pancasila.
Jika Prabowo nanti memerintah, maka kelompok Islam Wahabi, radikal, fundamental, intolerant yang akan menguasai banyak wilayah di NKRI dan mulai memberangus orang-orang atau lembaga yang berseberangan dengan mereka.
Kelompok Islam fundamental ini terkenal dengan pemaksaan kehendaknya melalui kekuatan masa. Dan kekuatan masa ini bisa mempengaruhi penilaian aparat kepolisian dan pengadilan..
Sangat ironis bagi non muslim dan muslim moderat yang mendukung Prabowo sebagai Presiden di 2019. Apakah mereka tidak sadar bahwa dampaknya akan membuat mereka akan tertekan dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bersama sebagai anak bangsa?
Hasil survey LSI memperkuat fakta bahwa:
1. Negara Saudi Arabia adalah sekutu utama Amerika Serikat dan Barat di kawasan Timur Tengah
2. Islam Wahabi adalah Islam produk konspirasi Yahudi, Inggris dan Barat yang telah dirancang sebagai mesin penghancur Islam dari dalam dan alat agresi perang asimetris yang dilakukan oleh konspirasi imperialis kapitalis AS dan Barat untuk merebut kekuasaan di setiap negara berpenduduk muslim di belahan dunia.
3. Islam yang mendapat legitimasi dan diberlakukan oleh pemerintah Saudi Arabia adalah Islam Wahabi.
4. Pelit dan kikirnya setengah mati pemerintah Saudi Arabia terhadap pemerintah Indonesia yg notabene sesama negara muslim, akhirnya terkuak semua bahwa seluruh program bantuan dan sumbangannya telah disalurkan secara sistematis, terstruktur rapi melalui program "Wahabinisasi" di Indonesia. Sebuah program investasi politik jangka panjang bersama sekutu utama Amerika Serikat melalui jaringan gerakan Islam Wahabi di Indonesia untuk menggeser dan menggusur Islam yg telah lebih dahulu ada di Indonesia yang mayoritas adalah umat Islam Nahdziyin (NU) sbg sokoguru kekuatan tegak berdirinya NKRI.
Fungsi, peranan dan tujuan Islam Wahabi sama dengan misionaris Mr Snouck dari Belanda dan Mirza Ghulam Ahmad, Nabi palsu dari Lahore (Ahmadiyah) yaitu pecah belah Islam dan komponen kekuatan bangsa Indonesia.
Program Wahabinisasi dalam bentuk kemasan "Islam modern" berupa pesantren_pesantren modern, sekolah Islam modern, pemberian beasiswa ke Timur Tengah, sarana dan prasarana bangunan sekolah modern, bangunan masjid dan mushalla di seluruh pelosok tanah air. Sbg sarana pengkaderan, pendidikan dan politik dengan berbalut dakwah.
Label "modern" ternyata memberikan stigma dan implikasi yg tidak menguntungkan terhadap sistem pesantren dan pendikikan yg dikelola berada di lingkungan umat Nahdziyin (NU) sbg pendidikan dan pesantren tradisional.
Kebaikan dari pemerintah dan umat Islam Indonesia kepada pemerintah Saudi Arabia tiap hari, tiap bulan dan tiap tahun hingga hari kiamat, tanpa biaya promosi wisata sereal pun, berupa "wisata abadi" Umroh dan Haji dengan menyumbang devisa milyaran Rupiah, melalui dari carter pesawat, katering dan hotel milik jaringan Yahudi, hanya dibalas dengan ekspansi agama agresi untuk menghancurkan Indonesia.
5.Beredarnya berbagai fitnah, kegaduhan demi kegaduhan sejak pemerintahan presiden Jokowi menuju 2019 adalah tabiat dan perilaku politik konspirasi asing Amerika Serikat, CIA, kelompok Islam radikal Wahabi bersama kekuatan rezim orde baru dan oligarkinya ingin berkuasa kembali, dengan segala cara merebut kekuasaan dari tangan presiden Jokowi.
Saudi bersama Nabi, seratus delapan puluh derajat berbeda dengan Saudi bersama Wahabi hidup dibawah ketiak konspirasi Amerika Serikat dan Yahudi.
Hasil Cek Fakta
Tulisan berjudul “DIBALIK.. KIKIR DAN PELITNYA PEMERINTAH SAUDI ARABIA TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA” bukanlah tulisan KH. Bisri Musthofa melainkan tulisan Denny Siregar yang telah diedit dan diubah. Tulisan itu tidak mungkin tulisan KH. Bisri Musthofa karena beliau telah wafat pada 16 Februari 1977. KH. Bisri Musthofa berbeda dengan KH. Mustofa Bisri (KH. Ahmad Mustofa Bisri). KH. Bisri Musthofa lahir pada tahun 1914 sedangkan KH. Bisri Mustofa lahir tahun 1944.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/767574593575078/
- https://www.tagar.id/pendukung-prabowo-ingin-indonesia-menjadi-negara-islam
- https://www.dennysiregar.com/2018/09/pendukung-prabowo-ingin-indonesia.html?fbclid=IwAR1K4HIFRaAiehq2fb5FFrdqJXhfBwFwfkQyn2F5N0piP7XD7pmN2GaZGnE
- http://www.nu.or.id/post/read/64690/kh-bisri-musthofa-singa-podium-pejuang-kemerdekaan
- https://tirto.id/m/kh-ahmad-mustofa-bisri-hB
Halaman: 7891/8401





