• [BENAR] Klarifikasi dari Dinkes terkait Informasi Ramuan Minyak Tanah yang Bisa Mengobati Penyakit Asam Urat, Kolesterol, dan Tekanan Darah Tinggi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/05/2019

    Berita

    Begni cara mengobati penyakit asam urat,kolestrol,tekanan darah tinggi..

    Bahan yg di gunakan..

    1.minyak tanah 1 liter

    2.garam dapur 1 bks

    3.es batu 2 bungkus di hancurkan..Diaduk didalam tempat seperti Poto diatasi lalu rendam kaki kita sampai semampu kita menahan rasa sakitnya..di ulang trus sampai 4 kali setiap hari..Selamat mencoba..

    Hasil Cek Fakta

    Unggahan berisi informasi yang menjelaskan ramuan minyak tanah, garam dan es batu dapat mengobati penyakit asam urat, kolestrol, dan tekanan darah tinggi. Disebutkan bahwa seseorang hanya perlu merendam kaki di ramuan tersebut 4 kali setiap hari.

    Informasi tersebut beredar luas di media sosial. Berikut contoh pesan yang dikutip dari salah satu unggahan pengguna Facebook:

    “Begni cara mengobati penyakit asam urat,kolestrol,tekanan darah tinggi..
    Bahan yg di gunakan..
    1.minyak tanah 1 liter
    2.garam dapur 1 bks
    3.es batu 2 bungkus di hancurkan..Diaduk didalam tempat seperti Poto diatasi lalu rendam kaki kita sampai semampu kita menahan rasa sakitnya..di ulang trus sampai 4 kali setiap hari..Selamat mencoba..”

    Informasi yang sama juga pernah dimuat oleh laman media daring Bangkapos.com, yang judul artikelnya adalah “Campuran Minyak Tanah, Garam dan Es Batu Sembuhkan Stroke dan Asam Urat” dimuat di tanggal 28 Februari 2016 (http://bangka.tribunnews.com/2016/02/28/campuran-minyak-tanah-garam-dan-es-batu-sembuhkan-stroke-dan-asam-urat).

    Menanggapi perihal informasi tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kobar, dr Fachrudin, tidak yakin itu bisa menyembuhkan, seperti dikutip dari laman media daring Prokal.co.

    Menurutnya, belum ada penelitian terkait hal itu. Pengobatan alternatif atau tradisional terkadang memang melabrak aturan medis yang terutama dalam pengobatan modern.

    ”Sebelum melakukan pengobatan maka perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya. Mengapa gangguan kesehatan itu bisa terjadi,” ujarnya, Rabu (2/8) pagi.

    Kesimpulan

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kobar, dr Fachrudin, tidak yakin itu bisa menyembuhkan. Menurutnya, belum ada penelitian terkait hal itu. Pengobatan alternatif atau tradisional terkadang memang melabrak aturan medis yang terutama dalam pengobatan modern.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] “Toyota Kadal Meluncur Bulan April 2018”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/05/2019

    Berita

    “Namanya: Toyota Kadal
    Launching: April 2018
    OTR Jabodetabek: Rp. 37.000.000
    Semoga ?
    Mari Bergabung Bersama Kami Sekarang Juga : http://bit.ly/2vNLTFK”

    Hasil Cek Fakta

    Kendaraan yang diklaim bernama Toyota Kadal sebenarnya bernama Toyota I-Road. Kendaraan tersebut merupakan kendaraan konsep yang tengah dikembangkan oleh Toyota untuk masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan padat penduduk.
    Kendaraan futuristik itu memang telah melakukan ujicoba di Jepang dan Perancis pada tahun 2014. Namun, kabar akan masuknya ke Indonesia tahun 2018 dibantah oleh Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, saat diwawancarai Vivanews. Ia mengatakan, kalau belum ada rencana memasarkan I-Road di Indonesia tahun 2018. Berikut kutipan beritanya:
    “Bahkan, ada informasi yang menyebut mobil tersebut diberi nama Toyota Kadal, dan direncanakan masuk ke Indonesia pada April 2018. Harganya juga tidak kalah menarik, yakni Rp37 juta.
    Menanggapi video tersebut, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, baru mengetahui informasi tersebut.
    “Saya baru dengar informasi dan lihat videonya. Setahu saya, belum ada rencana dalam waktu dekat (mendatangkan i-Road),” kata Soerjo saat dihubungi VIVA.
    Ketika ditanya mengenai nama Toyota i-Road yang diganti menjadi Toyota Kadal, Soerjo mengatakan, nama itu kurang menarik.
    “Memang, nama hewan enggak asing dengan dunia otomotif. Tapi, masa namanya Kadal, janganlah. Saya juga bingung, ini siapa yang kasih informasinya. Setahu saya, belum ada rencana datangkan itu dalam waktu dekat,” kata dia.”
    Kesimpulan: Masuknya Toyota I-Road ke Indonesia belum akan terjadi di tahun 2018. Selain itu, bilapun masuk ke Indonesia, namanya masih belum direncanakan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Viralkan Berulang – ulang karena Ini Masalah Nyawa”

    Sumber: Media Sosial
    Tanggal publish: 09/05/2019

    Berita

    [...]Harusnya kita menuntut ada otopsi krn ini sdh KLB, harus dicari penyebabnya bukan hanya bilang kelelahan saja .
    Ini sdh luar biasa kejadiannya tidak lazim.
    PEMILU PALING BERDARAH SEPANJANG SEJARAH UMAT MANUSIA

    Operasi Pembantaian Terhadap Saksi & Panitia Pencoblosan 17 April 2019

    Hingga Detik Ini Media Nasional Memberitakan 300an Saksi & Petugas KPPS Tewas, Korban Jiwa Terus Bertambah[...]

    Hasil Cek Fakta

    Unggahan narasi akun Facebook dengan nama Lukman Zakaria atau @wirosableng56 yang inti pesannya mengatakan bahwa ratusan anggota KPPS yang meninggal, penyebabnya adalah dari asap rokok dan vapor yang mengandung jenis zat tertentu, dengan mengakibatkan nafas, jantung dan paru langsung mengeras, kemudian disebutkan juga bahwa tidak ada satu anggota KPPS yang meninggal di Pemilu sebelumnya dan meninggalnya Ketua KPU 2012 – 2017, Husni Kamil Manik karena diracun serta adanya upaya pembunuhan dengan racun terhadap Cawapres Sandi adalah tidak benar adanya atau keliru.
    Diketahui pihak KPU menyatakan banyak anggota KPPS yang meninggal dan sakit dikarenakan kelelahan dan kecelakaan, pernyataan ini dikuatkan oleh Menkes Nila yang mengatakan ada juga anggota KPPS yang meninggal dikarenakan mengidap penyakit berat terlebih dulu sebelum bertugas. Kemudian Komisioner KPU Pramono yang menegaskan bahwa anggota KPPS meninggal tidak hanya terjadi di Pemilu 2019 saja, tetapi juga 2014 dengan jumlah 144 orang.
    Ditambah lagi Komisioner KPU 2012 – 2017, Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang menerangkan bahwa kematian Ketua KPU Husni Kamil Manik disebabkan oleh penyakit diabetes yang telah lama diderita. Dan Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, Kartariadi yang menyatakan Cawapres Sandi mengalami sakit karena peradangan tenggorokan, flu dan dugaan gangguan lambung.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ketua KPUD Bekasi Meninggal Dunia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 09/05/2019

    Berita

    Informasi yang menyatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bekasi meninggal dunia tersebar di media sosial Facebook. Pada narasi yang tersebar, dikatakan bahwa Ketua KPUD Bekasi meninggal saat melakukan proses Rapat Pleno Rekapitulasi Suara. Narasi itu disertai dengan sejumlah foto-foto dan tangkapan layar cuitan akun @mbakyuevi_N51. Berikut narasinya:

    Innalilahi wainnalillahi rojiun
    Akhirnya KETUA KPUD BEKASI MENINGGAL DUNIA..

    TRAGIS????????

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi itu tidak benar. Sebab, pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sudah menegaskan bahwa kabar yang menyebut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin meninggal dunia saat rapat pleno adalah hoaks atau tidak benar.

    Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi di Cikarang, Rabu mengatakan, saat ini Ketua KPU Kabupaten Bekasi itu dalam kondisi sehat. “Beliau sehat dan sekarang sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Saat ini teman-teman dari KPU dan Bawaslu juga sedang membesuk beliau,” ungkap Akbar.

    Akbar meminta kepada masyarakat untuk meneliti dan mencermati setiap berita yang beredar. Ia yakin masyarakat sudah semakin cerdas.

    “Kabar hoaks seperti ini harus lebih teliti lagi, jangan mudah percaya isi berita yang belum tentu kebenarannya,” ucapnya.

    Ia pun mengaku, kondisi kesehatan Jajang belakangan memang memburuk dan puncaknya terjadi saat pleno penghitungan suara di Kantor KPU Kabupaten Bekasi, Jalan Raya Rangas Bandung, Kecamatan Kedungwaringin, semalam (8/5).

    “Sekitar pukul 19.00 tadi malam beliau pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD Cibitung,” katanya.

    Akbar mengatakan, berdasarkan cerita yang disampaikan Jajang kepadanya, Ketua KPUD ini mengaku kalau kurang istirahat. Dari hari pertama pelaksanaan pleno hingga hari keempat, ia selalu pulang ke rumah pada pukul 06.00 dan kembali lagi ke kantor pada pukul 09.00 WIB.

    “Dan semalam sebelum magrib semakin terlihat bahwa kondisi beliau sangat lemah, terlihat dari raut wajahnya yang pucat,” ungkapnya.

    Akabr kembali menjelaskan, setelah mendapatkan perawatan dari pihak rumah sakit, saat ini kondisi Ketua KPUD Kabupaten Bekasi itu berangsur-angsur membaik. Namun, Jajang memerlukan istirahat cukup agar dapat pulih kembali secepatnya.

    “Kita doakan bersama agar beliau lekas sembuh. Saat ini posisinya masih di rumah sakit, belum diperbolehkan pulanf karena harus istirahat penuh selama masa pemulihan,” tegas Akbar.

    Dari klarifikasi tersebut sudah jelas bahwa kabar mengenai meninggalnya Ketua KPUD Bekasi tidak benar. Lalu, terkait tangkapan layar akun Twitter @mbakyuevi_N51 yang digunakan sejumlah postingan sumber sebagai bagian dari foto postingan juga tidak ada hubungannya dengan peristiwa sakitnya Ketua KPUD Bekasi. Dilihat dari profil akun tersebut, tidak ada yang mengaitkan pemilik akun dengan Ketua KPUD Bekasi.

    Adapun, akun tersebut hanya menuliskan cuitan tentang cerita ayahnya, dikatakan sebagai petugas KPPS yang meninggal dalam tugasnya. Cuitan itu tentang ayahnya meninggal muncul sejak tanggal 3 Mei 2019.

    Ia memulai cuitan itu dengan postingan berita dari Kompas dengan judul “Keluarga KPPS yang Meninggal Minta Pelaksanaan Pemilu Dievaluasi” yang ternyata artikelnya berisikan tentang kabar meninggalnya ayah pemilik akun tersebut, yakni Erwiyati. Berikut kutipan berita dari Kompas tersebut:

    […] Keluarga KPPS yang Meninggal Minta Pelaksanaan Pemilu Dievaluasi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Erwiyati tak dapat membendung air mata saat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan beberapa staf KPU lain mendatangi kediamannya, Jumat (3/5/2019).

    Ia menangis, lantaran teringat almarhum ayahnya, Umar Madi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 68 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang belum genap dua minggu meninggal dunia.

    Erwiyati mengapresiasi kehadiran KPU yang menyampaikan bela sungkawa dan santunan.

    “Siapa pun yang datang ke rumah saya, saya apresiasi, artinya kepeduliannya sudah ada. Dan itu membuat saya terhibur, bukan senang tapi terhibur. Paling tidak jadi satu penghiburan buat kami, meskipun itu tidak mengembalikan ayah saya,” kata Erwiyati saat ditemui di rumah duka.

    Erwiyati mengenang, sebelum hari pemungutan suara, ayahnya sempat menelepon. Sang ayah menyampaikan rasa senangnya bisa turut serta menjadi bagian dari KPPS.

    Sebagai Ketua KPPS, Umar Madi mulai bekerja sejak tiga hari sebelum hari pemungutan suara. Ia membagikan surat pemberitahuan memilih atau formulir C6 kepada pemilih di wilayahnya.

    Pada hari pemungutan suara, Umar bekerja di TPS bersama anggota KPPS lainnya. Setelah itu, pekerjaan masih dilanjutkan dengan melakukan penghitungan suara dan memantau proses rekapitulasi suara.

    Rabu (24/4/2019), kondisi kesehatan Umar menurun. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit.

    Meskipun punya riwayat penyakit jantung, Erwiyati memastikan, ayahnya yang berusia 65 tahun itu dalam kondisi sehat sebelum bertugas.

    “Jadi setelah masuk RS Pelni dia nyatakan bahwa bapak syaraf otak kirinya sudah mati semua, bapak mengalami kelumpuhan dan juga stroke,” ujar Erwiyati sambil menitikan air mata.

    Kamis (26/4/2019) pukul 01.59 WIB, Umar mengembuskan napas terakhir. Ia pergi meninggalkan istri dan kedua putrinya.

    Meskipun sudah ikhlas, Erwiyati berharap KPU dapat melakukan evaluasi pelaksanaan pemilu. Sebab, yang menjadi "korban" pesta demokrasi ini tak hanya ayahnya, melainkan ratusan orang lainnya.

    “Saya harap dengan adanya kasus bapak saya yang meninggal ditindaklanjuti, diusut, kenapa, kalau memang kelelahan harus di-review, kenapa, apa yang harus di-review, pelaksanaannya. Supaya pelaksanaanya disesuaikan, jangan sampai jam kerja terlalu padat,” katanya. […]

    Selain menyuitkan artikel itu, akun @mbakyuevi_N51 foto saat pemberian santunan dari KPU kepada keluarganya. Dari hal itu, maka sudah jelas bahwa akun @mbakyuevi_N51 di-framing oleh pembuatan postingan sumber seolah-olah dirinya merupakan anak dari Ketua KPUD Bekasi yang dikatakan meninggal dunia.

    Kesimpulan

    Dari penjelasan lengkap tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa isu Ketua KPUD Bekasi meninggal dunia merupakan informasi yang salah. Adapun, kategorisasi untuk isu tersebut masuk ke dalam misleading content lantaran ada pelintiran informasi dari jatuh sakitnya Ketua KPUD Bekasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Republika Online
    • Bisnis Indonesia
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini