[SALAH] "ibu2 pedagang di siram air panas oleh FPI"
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/05/2019
Berita
“ibu2 pedagang di siram air panas oleh FPI”
Hasil Cek Fakta
Bukan pedagang, SUMBER membagikan foto yang tidak ada kaitannya dengan klaim yang disebutkan di narasi. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
[SALAH] “Coba itu….dibayar brapa emak emak ini brani berbuat spt itu…urusan capres gak inget sama hijab”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/05/2019
Berita
“http://indonetnews.com/barisan-emak-emak-militan-gl-pro-08…/
*Barisan Emak-Emak Militan GL PRO 08 Ancam Telanjang Di Bawaslu dan KPU Jika Pemilu Curang*
Coba itu….dibayar brapa emak emak ini brani berbuat spt itu…urusan capres gak inget sama hijab,” unggah akun Facebook Pramadya Purnomo atau @pramadya.purnomo, Jumat (10/5).
*Barisan Emak-Emak Militan GL PRO 08 Ancam Telanjang Di Bawaslu dan KPU Jika Pemilu Curang*
Coba itu….dibayar brapa emak emak ini brani berbuat spt itu…urusan capres gak inget sama hijab,” unggah akun Facebook Pramadya Purnomo atau @pramadya.purnomo, Jumat (10/5).
Hasil Cek Fakta
Link http://indonetnews.com/barisan-emak-emak-militan-gl-pro-08…/ dengan judul “Barisan Emak-Emak Militan GL PRO 08 Ancam Telanjang Di Bawaslu dan KPU Jika Pemilu Curang” dan tambahan narasi “Coba itu….dibayar brapa emak emak ini brani berbuat spt itu…urusan capres gak inget sama hijab” dengan melampirkan foto beberapa perempuan melakukan aksi membuka bajunya dihadapan pihak keamanan yang diunggah oleh akun Facebook Pramadya Purnomo atau @pramadya.purnomo, faktanya link tersebut tidak berhubungan dengan narasi dan foto yang dibagikan.
Diketahui foto yang dibagikan akun Facebook @pramadya.purnomo adalah foto dari aksi demo emak-emak warga Desa Klampok terkait Tol Paspro ke kantor PT Waskita di jalur Pantura Surabaya-Probolinggo (Paspro), Kecamatan Tongas, Jumat, 12 Januari 2018. Foto tersebut dimuat dalam berita yang ditayangkan oleh beberapa media daring, yakni liputan6.com, radarmalang.id, reportasenews.com dan wartabromo.com.
Diketahui foto yang dibagikan akun Facebook @pramadya.purnomo adalah foto dari aksi demo emak-emak warga Desa Klampok terkait Tol Paspro ke kantor PT Waskita di jalur Pantura Surabaya-Probolinggo (Paspro), Kecamatan Tongas, Jumat, 12 Januari 2018. Foto tersebut dimuat dalam berita yang ditayangkan oleh beberapa media daring, yakni liputan6.com, radarmalang.id, reportasenews.com dan wartabromo.com.
Rujukan
[BERITA] Viral Video Pengendara Motor Ugal-ugalan Bawa Senjata Tajam, Ini Kata Polisi
Sumber:Tanggal publish: 10/05/2019
Berita
Sekelompok pengendara motor terekam berkendara ugal-ugalan dan membawa senjata tajam pada malam hari. Rekaman video tersebut menjadi viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019) pagi. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kebenaran video tersebut.
"Itu kami dalami dulu (video). Kami lihat dulu apakah betul itu terowongannya," ujar Indra saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia mengatakan, tidak ada laporan warga terkait peristiwa tersebut. Oleh karena itu, pihaknya tidak memeriksa saksi dan hanya memeriksa video yang tengah viral tersebut.
"Mungkin kalau ada tawuran, kan, ada laporan, tetapi, kan, ini enggak ada. Bisa saja dia cuma lewat-lewat saja. Laporan tidak ada dan kita perlu bukti apakah betul gambar itu kemarin," katanya.
Selain memeriksa kebenaran video, pihaknya tetap melakukan patroli di beberapa titik di Jakarta Selatan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran antarwarga selama bulan Ramadhan. "Jadi kami tetap antisipasi, patroli, penyuluhan dan kami melarang juga ada kegiatan sahur on the road karena itu bisa jadi potensi konflik," ujar Indra.
"Itu kami dalami dulu (video). Kami lihat dulu apakah betul itu terowongannya," ujar Indra saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia mengatakan, tidak ada laporan warga terkait peristiwa tersebut. Oleh karena itu, pihaknya tidak memeriksa saksi dan hanya memeriksa video yang tengah viral tersebut.
"Mungkin kalau ada tawuran, kan, ada laporan, tetapi, kan, ini enggak ada. Bisa saja dia cuma lewat-lewat saja. Laporan tidak ada dan kita perlu bukti apakah betul gambar itu kemarin," katanya.
Selain memeriksa kebenaran video, pihaknya tetap melakukan patroli di beberapa titik di Jakarta Selatan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran antarwarga selama bulan Ramadhan. "Jadi kami tetap antisipasi, patroli, penyuluhan dan kami melarang juga ada kegiatan sahur on the road karena itu bisa jadi potensi konflik," ujar Indra.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Petugas KPPS Bandung Meninggal Diracun
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/05/2019
Berita
Di media sosial beredar, petugas KPPS bernama Sita Fitriati asal Kota Bandung meninggal akibat kandungan racun di dalam tubuhnya. Kabar meninggalnya Sita itu disebarkan oleh pemilik akun Facebook bernama Dody Fajar. Dalam postingannya itu, dia menyampaikan informasi terkait meninggalnya Sita Fitriati seorang anggota KPPS 32, RW 12, Kelurahan Kebon Jayanti, Kota Bandung.
Kemudian dijelaskan dalam postingannya, bila almarhumah merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun. Selain itu terdapat keterangan diduga penyebab meninggalnya petugas tersebut.
“Ditemukan zat kimia C11H16NO2PS dalam tubuh korban KPPS, efek dari Racun….VX (nama IUPAC: O-ethyl S-[2- (diisopropylmino) ethyl] methyphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Selain itu, dalam postingan itu juga menampilkan dua foto atau gambar. Foto pertama memperlihatkan adanya gambar dengan tulisan ‘Misteri Kematian Petugas KPPS 2019’. Sementara foto ke dua nampak dua orang perempuan dan salah satunya diduga sebagai petugas meninggal.
Kabar yang sama juga dibagikan oleh akun twitter bernama PEJUANG PADI @5thsekali. Sama dengan Dody Fajar, akun PEJUANG PADI juga menuliskan keterangan dan mencantumkan foto tersebut.
Saat ini, kedua akun tersebut sudah tidak bisa diakses.
Kemudian dijelaskan dalam postingannya, bila almarhumah merupakan mahasiswi tingkat akhir berusia 21 tahun. Selain itu terdapat keterangan diduga penyebab meninggalnya petugas tersebut.
“Ditemukan zat kimia C11H16NO2PS dalam tubuh korban KPPS, efek dari Racun….VX (nama IUPAC: O-ethyl S-[2- (diisopropylmino) ethyl] methyphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Selain itu, dalam postingan itu juga menampilkan dua foto atau gambar. Foto pertama memperlihatkan adanya gambar dengan tulisan ‘Misteri Kematian Petugas KPPS 2019’. Sementara foto ke dua nampak dua orang perempuan dan salah satunya diduga sebagai petugas meninggal.
Kabar yang sama juga dibagikan oleh akun twitter bernama PEJUANG PADI @5thsekali. Sama dengan Dody Fajar, akun PEJUANG PADI juga menuliskan keterangan dan mencantumkan foto tersebut.
Saat ini, kedua akun tersebut sudah tidak bisa diakses.
Hasil Cek Fakta
Kabar itu dibantah langsung oleh keluarga Sita Fitriati petugas KPPS yang meninggal tersebut. Menurut pihak keluarga, Sita meninggal bukan karena racun seperti yang dijelaskan dalam postingan itu.
Muhammad Rizal kaka dari Sita Fitriati menuturkan, adiknya meninggal pada Rabu (8/5/2019) lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, adiknya sempat menjalani perawatan selama tiga hari.
“Meninggalnya itu kemarin tanggal 8 Mei, sebelum meninggal di rumah sakit (dirawat dulu) tiga hari,” kata Rizal saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Paling parah, kata dia, dalam berita hoaks itu memampangkan foto yang salah. Menurutnya foto yang ditampilkan bukan foto adiknya melainkan foto orang lain.
“Saya juga heran, ko berita hoaks kayak gini. Itu sudah ngawur, foto juga salah, latar belakang pendidikan juga bukan,” ujar Rizal.
“Terus fotonya itu bukan adik saya, yang dilingkari itu kebetulan anaknya pak RW, dan itu orangnya masih hidup,” kata dia.
Keluarga korban menyayangkan kabar hoaks tersebut sengaja diciptakan oleh orang yang tak bertanggungjawab demi kepentingan politik. Pihak keluarga telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Hal ini disampaikan oleh kakak korban bernama Syra Siti Rohmah melalui akun Instagram @syrasiti.
Syra mengakui, keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan klarifikasi atas kabar hoaks yang beredar tersebut.
Namun, ternyata peredaran kabar hoaks begitu cepat dan luas sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.
Muhammad Rizal kaka dari Sita Fitriati menuturkan, adiknya meninggal pada Rabu (8/5/2019) lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, adiknya sempat menjalani perawatan selama tiga hari.
“Meninggalnya itu kemarin tanggal 8 Mei, sebelum meninggal di rumah sakit (dirawat dulu) tiga hari,” kata Rizal saat dihubungi, Jumat (10/5/2019).
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Rizal mengaku cukup terkejut kabar meninggal adiknya itu menjadi bahan hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi beberapa informasi yang disampaikan salah, seperti umur dan juga nomor TPS.
“Kalau nama memang benar, tapi untuk usia adik saya bukan 21 tapi 23 tahun. Terus TPS-nya juga bukan 32 tapi TPS 33,” ucapnya.
Paling parah, kata dia, dalam berita hoaks itu memampangkan foto yang salah. Menurutnya foto yang ditampilkan bukan foto adiknya melainkan foto orang lain.
“Saya juga heran, ko berita hoaks kayak gini. Itu sudah ngawur, foto juga salah, latar belakang pendidikan juga bukan,” ujar Rizal.
“Terus fotonya itu bukan adik saya, yang dilingkari itu kebetulan anaknya pak RW, dan itu orangnya masih hidup,” kata dia.
Keluarga korban menyayangkan kabar hoaks tersebut sengaja diciptakan oleh orang yang tak bertanggungjawab demi kepentingan politik. Pihak keluarga telah melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Hal ini disampaikan oleh kakak korban bernama Syra Siti Rohmah melalui akun Instagram @syrasiti.
Syra mengakui, keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan klarifikasi atas kabar hoaks yang beredar tersebut.
Namun, ternyata peredaran kabar hoaks begitu cepat dan luas sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkannya ke polisi.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4544311/viral-petugas-kpps-bandung-tewas-diracun-keluarga-hoaks
- https://www.antaranews.com/berita/864879/hoakskabar-anggota-kpps-di-bandung-meninggal-karena-racun
- https://www.suara.com/news/2019/05/10/205313/viral-petugas-kpps-bandung-tewas-diracun-keluarga-pastikan-hoaks
Halaman: 7888/8587





