Sejak beredarnya film “Sexy Killer” di kanal Youtube akun Watchdoc Image per tanggal 13 April 2018, menjadi bahan perbincangan yang hangat di media sosial.
Bahkan, salah satu akun Facebook bernama Viral Sejagat yang menyalahgunakan momen viralnya film tersebut dengan mengunggah meme berkonten disinformasi.
Akun Viral Sejagat mengunggah meme bertuliskan, “Kaesang Pangarep (anak ketiga Jokowi) Komisaris Perusahaan Batu Bara yang lg ‘nyamar’ jadi penjual Pisang & Kopi” yang disertai foto wajah Kaesang.
Kaesang Pangarep (anak ketiga Jokowi) Komisaris Perusahaan Batu Bara yang lg ‘nyamar’ jadi penjual Pisang & Kopi
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/04/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Faktanya, Kaesang Pangerap bukan Komisaris Perusahaan Batu Bara, melainkan Komisaris dari PT. Rakabu Sejahtera. Perusahaan itu pada prinsipnya bergerak di bidang mebel dan furniture.
Perusahaan yang dimiliki oleh Jokowi ini tercatat dalam Dokumen Tentang Kepemilikan Perusahaan di Departemen Hukum dan HAM dengan nama PT Rakabu Sejahtera.
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka disebut pernah tercatat sebagai pemegang saham dan komisaris perusahaan tersebut. Namun saat ini, posisi Gibran digantikan oleh adiknya, Kaesang Pengarep.
Film tersebut menyoroti dampak buruk pertambangan batu bara terhadap lingkungan, kehidupan dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pertambangan. Tak hanya itu, film ini juga mengungkap para ‘pemain’ dalam perusahaan tambang batu bara tersebut, yang salah satunya adalah Jokowi.
Disebutkan, PT Rakabu Sejahtera pada prinsipnya bergerak di bidang mebel dan furniture. Namun ternyata, saham perusahaan itu juga dimiliki oleh PT Toba Sejahtera milik Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, yang salah satu anak perusahaannya bergerak di bidang tambang dan batu bara.
“Tapi apa kepentingan perusahaan induk PT Toba Sejahtera dengan perusahaan mebel asal Solo?” ujar narator dalam film tersebut.
Ternyata, dalam dokumen PT Rakabu Sejahtera disebutkan, perusahaan ini juga bergerak di berbagai bidang meliputi pembangunan atau konstruksi, pembebasan lahan, real estate, properti, pengerjaan beton, instalasi mesin, jaringan telekomunikasi, multimedia, reklame dan periklanan, bahkan pengembangan wilayah transmigrasi.
“Mebel dan furniture, hanyalah salah satu dari bidang usaha terkait kehutanan. PT Rakabu Sejahtera juga bergerak di bidang pengolahan kayu, pengangkutan hingga industri kebutuhan rumah tangga, yang semua terkait produk turunan kelapa sawit atau kayu,” imbuhnya.
Perusahaan milik keluarga Jokowi itu didirikan pada tahun 2009. Modal awal yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan itu cukup besar, mengingat banyaknya cakupan usaha, yaitu sebesar Rp 31 Miliar.
Watchdoc adalah rumah produksi audio visual yang berdiri sejak 2009. Sejumlah karya video dokumenter, komersial dan nonkomersial telah berhasil diproduksi, dan meraih sejumlah penghargaan.
Sexy Killers merupakan bagian terakhir dari rangkaian dokumenter hasil Ekspedisi Indonesia Biru. Ini hasil perjalanan dua jurnalis videografer, Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta, keliling Indonesia pada 2015.
Dari perjalanan itu mereka menghasilkan 12 film dokumenter tentang isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dua di antaranya adalah Kala Benoa, tentang gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa; dan (A)simetris, tentang industri kelapa sawit.
Menurut Dandhy yang bertindak sebagai sutradara, bagian inti Sexy Killers dikerjakan selama Ekspedisi Indonesia Biru dengan mengambil lokasi Kalimantan Timur (Kaltim). Pengembangan cerita dilakukan di beberapa daerah seperti Jawa, Bali, dan Sulawesi dengan melibatkan videografer lain di daerah-daerah itu.
Selain nama Jokowi dan Luhut yang disebutkan, juga terdapat nama Prabowo dan Sandiaga di dalam film Sexy Killers.
Perusahaan yang dimiliki oleh Jokowi ini tercatat dalam Dokumen Tentang Kepemilikan Perusahaan di Departemen Hukum dan HAM dengan nama PT Rakabu Sejahtera.
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka disebut pernah tercatat sebagai pemegang saham dan komisaris perusahaan tersebut. Namun saat ini, posisi Gibran digantikan oleh adiknya, Kaesang Pengarep.
Film tersebut menyoroti dampak buruk pertambangan batu bara terhadap lingkungan, kehidupan dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pertambangan. Tak hanya itu, film ini juga mengungkap para ‘pemain’ dalam perusahaan tambang batu bara tersebut, yang salah satunya adalah Jokowi.
Disebutkan, PT Rakabu Sejahtera pada prinsipnya bergerak di bidang mebel dan furniture. Namun ternyata, saham perusahaan itu juga dimiliki oleh PT Toba Sejahtera milik Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, yang salah satu anak perusahaannya bergerak di bidang tambang dan batu bara.
“Tapi apa kepentingan perusahaan induk PT Toba Sejahtera dengan perusahaan mebel asal Solo?” ujar narator dalam film tersebut.
Ternyata, dalam dokumen PT Rakabu Sejahtera disebutkan, perusahaan ini juga bergerak di berbagai bidang meliputi pembangunan atau konstruksi, pembebasan lahan, real estate, properti, pengerjaan beton, instalasi mesin, jaringan telekomunikasi, multimedia, reklame dan periklanan, bahkan pengembangan wilayah transmigrasi.
“Mebel dan furniture, hanyalah salah satu dari bidang usaha terkait kehutanan. PT Rakabu Sejahtera juga bergerak di bidang pengolahan kayu, pengangkutan hingga industri kebutuhan rumah tangga, yang semua terkait produk turunan kelapa sawit atau kayu,” imbuhnya.
Perusahaan milik keluarga Jokowi itu didirikan pada tahun 2009. Modal awal yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan itu cukup besar, mengingat banyaknya cakupan usaha, yaitu sebesar Rp 31 Miliar.
Watchdoc adalah rumah produksi audio visual yang berdiri sejak 2009. Sejumlah karya video dokumenter, komersial dan nonkomersial telah berhasil diproduksi, dan meraih sejumlah penghargaan.
Sexy Killers merupakan bagian terakhir dari rangkaian dokumenter hasil Ekspedisi Indonesia Biru. Ini hasil perjalanan dua jurnalis videografer, Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta, keliling Indonesia pada 2015.
Dari perjalanan itu mereka menghasilkan 12 film dokumenter tentang isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dua di antaranya adalah Kala Benoa, tentang gerakan Bali tolak reklamasi Teluk Benoa; dan (A)simetris, tentang industri kelapa sawit.
Menurut Dandhy yang bertindak sebagai sutradara, bagian inti Sexy Killers dikerjakan selama Ekspedisi Indonesia Biru dengan mengambil lokasi Kalimantan Timur (Kaltim). Pengembangan cerita dilakukan di beberapa daerah seperti Jawa, Bali, dan Sulawesi dengan melibatkan videografer lain di daerah-daerah itu.
Selain nama Jokowi dan Luhut yang disebutkan, juga terdapat nama Prabowo dan Sandiaga di dalam film Sexy Killers.
Kesimpulan
Unggahan dari akun Facebook Viral Sejagat ini terbukti keliru. Unggahan berbentuk meme tersebut diangkat dari film “Sexy Killers” yang dibuat oleh Watchdoc.
Faktanya, Kaesang Pangerap bukan Komisaris Perusahaan Batu Bara, melainkan Komisaris dari PT. Rakabu Sejahtera. Perusahaan itu pada prinsipnya bergerak di bidang mebel dan furniture. Perusahaan yang dimiliki oleh Jokowi ini juga bergerak di berbagai bidang meliputi pembangunan atau konstruksi, pembebasan lahan, real estate, properti, pengerjaan beton, instalasi mesin, jaringan telekomunikasi, multimedia, reklame dan periklanan, bahkan pengembangan wilayah transmigrasi.
Faktanya, Kaesang Pangerap bukan Komisaris Perusahaan Batu Bara, melainkan Komisaris dari PT. Rakabu Sejahtera. Perusahaan itu pada prinsipnya bergerak di bidang mebel dan furniture. Perusahaan yang dimiliki oleh Jokowi ini juga bergerak di berbagai bidang meliputi pembangunan atau konstruksi, pembebasan lahan, real estate, properti, pengerjaan beton, instalasi mesin, jaringan telekomunikasi, multimedia, reklame dan periklanan, bahkan pengembangan wilayah transmigrasi.
Rujukan
[SALAH] Sekjen PBB Ucapkan Selamat pada Prabowo Atas Terpilihnya Menjadi Presiden RI
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 26/04/2019
Berita
Sebuah unggahan yang beredar di sebuah situs memberikan informasi tentang ‘Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Pedro Coelho’ pada Minggu (21/4) yang memberikan ucapan selamat bagi salah satu paslon dalam Pilpres 2019 ditambahkan dengan kata-kata “ucapan selamat yang hangat”, melalui juru bicaranya. Informasi itu seakan-akan merupakan berita yang dibuat oleh Kantor Berita ANTARA yang mengutip berita dari Kantor Berita Xinhua yang memberitakan tersebut dari New York.
Kabartoday, PBB – Dilansir dari New York (Antara Kalbar/Xinhua-OANA) – Sekretaris Jenderal PBB Pedro Coelho, Minggu (21/42019), telah mengagetkan semua publik bahkan di dunia Internasional.
Caelho menyampaikan “ucapan selamatnya yang hangat” kepada Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Indonesia.
Ucapan itu disampaikan Coelho melalui pesan di dalam pernyataannya yang dikeluarkan oleh juru bicaranya di New York pekan lalu.
“Sekretaris Jenderal telah mengikuti secara seksama pemilihan presiden di Indonesia, yang diselenggarakan pada 17 April, dan menyampaikan dengan puas banyaknya pemilihan yang dilaporkan memberi suara mereka, ”kata jubir Coelho mengikuti pernyataan itu.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal bermaksud tetap terlibat dengan Pemerintah Indonesia dan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai masalah penting bagi masyarakat internasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Ia akan terus mendorong Indonesia agar memainkan peran konstruktif dalam urusan regional dan internasional. ”katanya sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad petang.
Prabowo meraih 62 persen dari seluruh pemilih dengan jumlah suara sebanyak 80 persen pemilih memberi suara mereka pada pemilihan presiden di Indonesia.(editor.Op)
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
sekjen PBB ungkap selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pemilu 2019
Sekjek PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen pbb ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpers 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada prabowo
Sekjen bpp ucapkan selamat
sekjen bpbb ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kira kira benar atau tidak
sekjen pbb selamat kepada prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo pada pilpres 2019
Sekjek pbb ucapakan selamat kepada Prabowo
sekjen PBB mengucapkan selamat kepada prabowo
Prabowo diucapkan selamat sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB ucapkan selamat pada prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
Kabartoday, PBB – Dilansir dari New York (Antara Kalbar/Xinhua-OANA) – Sekretaris Jenderal PBB Pedro Coelho, Minggu (21/42019), telah mengagetkan semua publik bahkan di dunia Internasional.
Caelho menyampaikan “ucapan selamatnya yang hangat” kepada Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Indonesia.
Ucapan itu disampaikan Coelho melalui pesan di dalam pernyataannya yang dikeluarkan oleh juru bicaranya di New York pekan lalu.
“Sekretaris Jenderal telah mengikuti secara seksama pemilihan presiden di Indonesia, yang diselenggarakan pada 17 April, dan menyampaikan dengan puas banyaknya pemilihan yang dilaporkan memberi suara mereka, ”kata jubir Coelho mengikuti pernyataan itu.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal bermaksud tetap terlibat dengan Pemerintah Indonesia dan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai masalah penting bagi masyarakat internasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Ia akan terus mendorong Indonesia agar memainkan peran konstruktif dalam urusan regional dan internasional. ”katanya sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad petang.
Prabowo meraih 62 persen dari seluruh pemilih dengan jumlah suara sebanyak 80 persen pemilih memberi suara mereka pada pemilihan presiden di Indonesia.(editor.Op)
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
sekjen PBB ungkap selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pemilu 2019
Sekjek PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen pbb ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpers 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada prabowo
Sekjen bpp ucapkan selamat
sekjen bpbb ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kira kira benar atau tidak
sekjen pbb selamat kepada prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo pada pilpres 2019
Sekjek pbb ucapakan selamat kepada Prabowo
sekjen PBB mengucapkan selamat kepada prabowo
Prabowo diucapkan selamat sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB ucapkan selamat pada prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
Hasil Cek Fakta
Kantor Berita ANTARA melalui situs resminya ( antaranews.com ) menyatakan bahwa ANTARA tidak pernah membuat berita dengan judul “Sekjen PBB Ucapkan Selamat pada Prabowo Atas terpilihnya Menjadi Presiden RI”. Dari catatan berita yang ditelusuri di sistem milik ANTARA, tidak ada berita dengan isi dan judul tersebut.
Selain itu Pedro Coelho bukanlah Sekretaris Jenderal PBB. Saat ini Sekretaris Jenderal PBB dijabat oleh Antonio Guterres yang diangkat sejak 1 Januari 2017. Dia menggantikan kepemimpinan Ban Ki-moon dari tanggal 1 Januari 2017 untuk masa jabatan lima tahun.
Dan juga, pemilu dan pilpres 2019 hingga saat ini masih dalam tahap penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang dari TPS hingga ke tingkat KPU Pusat.
Usai pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu (17/4/2019), tahap pemilu berikutnya adalah rekapitulasi suara. Penghitungan suara akan diawali dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemudian, akan dilanjutkan dengan penghitungan suara pemilu legislatif DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Nantinya, penghitungan suara akan dilakukan secara manual dan berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara ( TPS) hingga ke tingkat nasional.
“Masyarakat perlu tahu bahwa hasil pemilu itu akan ditentukan melalui proses sesuai peraturan perundangan-undangan itu melalui rapat pleno berjenjang,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2019).
Selain itu Pedro Coelho bukanlah Sekretaris Jenderal PBB. Saat ini Sekretaris Jenderal PBB dijabat oleh Antonio Guterres yang diangkat sejak 1 Januari 2017. Dia menggantikan kepemimpinan Ban Ki-moon dari tanggal 1 Januari 2017 untuk masa jabatan lima tahun.
Dan juga, pemilu dan pilpres 2019 hingga saat ini masih dalam tahap penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang dari TPS hingga ke tingkat KPU Pusat.
Usai pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu (17/4/2019), tahap pemilu berikutnya adalah rekapitulasi suara. Penghitungan suara akan diawali dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemudian, akan dilanjutkan dengan penghitungan suara pemilu legislatif DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Nantinya, penghitungan suara akan dilakukan secara manual dan berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara ( TPS) hingga ke tingkat nasional.
“Masyarakat perlu tahu bahwa hasil pemilu itu akan ditentukan melalui proses sesuai peraturan perundangan-undangan itu melalui rapat pleno berjenjang,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2019).
Rujukan
Buat Video yang Sudutkan Bank BRI, Pegawai Bawaslu DKI Minta Maaf
Sumber:Tanggal publish: 25/04/2019
Berita
Seorang pegawai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta, Andi Maulana, menjadi korban penipuan yang menyebabkan saldo tabungannya terkuras, menyambangi Polda Metro Jaya guna mengklarifikasi perkataannya dalam sebuah video.
“Saya berniat menyampaikan klarifikasi. Bahwa pada Rabu,14 Maret pukul 15.35 WIB itu peristiwanya. Saya Andi Maulana sebagai Tim Asistensi Bawaslu menyampaikan video itu secara pribadi saya minta maaf atas video tersebut yang mengganggu dan meresahkan masyarakat,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat.
Ia mengaku tak bermaksud mencemarkan nama baik Bank BRI dengan rekaman video tersebut.
“Saya berniat menyampaikan klarifikasi. Bahwa pada Rabu,14 Maret pukul 15.35 WIB itu peristiwanya. Saya Andi Maulana sebagai Tim Asistensi Bawaslu menyampaikan video itu secara pribadi saya minta maaf atas video tersebut yang mengganggu dan meresahkan masyarakat,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat.
Ia mengaku tak bermaksud mencemarkan nama baik Bank BRI dengan rekaman video tersebut.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi
Sumber: aljazera.onlineTanggal publish: 25/04/2019
Berita
Laman daring aljazera.online menaikan sebuah artikel berjudul berjudul “Info Dari Turki: Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi” pada 20 April 2019. Dalam artikel tersebut dituliskan sejumlah kepala negara sudah memberikan selamat kepada Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo.
Namun, di akhir artikel terdapat informasi bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak dan tidak mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.
Namun, di akhir artikel terdapat informasi bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak dan tidak mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa artikel tersebut memelintir artikel berita dari laman detik.com yang berjudul “Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telepon.” Perbedaan antara artikel tersebut dengan detik.com ada pada bagian akhir.
Pada artikel aljazera.online menyertakan komentar seorang pengguna akun Twitter @hasmi_bakhtiar yang mengaku memiliki info langsung dari Turki kalau Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi. Sedangkan, dalam artikel aslinya di detik.com, tidak ada kutipan tersebut. Berikut perbandingan kedua artikel tersebut:
Artikel di aljazera.online:
[…] Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi
Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei.
Namun seorang warganet bernama Hasmi Bakhtiar langsung menuliskan komentar mengejutkan di akun medsos Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan mendapat info dari Turki, bahwa Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi.
Semua kepala negara masih menunggu hasil resmi yang akan keluar tanggal 22 Mei nanti.
Di akhir kalimat, Hasmi mengecam Jokowi agar jangan pakai jabatan sebagai presiden untuk mengelabui publik. […]
Lalu, ini artikel dari detik.com:
[…] Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telepon
Jakarta - Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei. […]
Dari perbandingan isi artikel sudah jelas ada tambahan di akhir artikel aljazera.online. Terkait laman daring aljazera.online juga bukan bagian dari Al Jazeera Media Network. Bantahan itu pernah diutarakan oleh Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network Sohaib Jassim ketika laman tersebut menuliskan artikel dengan informasi salah berjudul “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk Kabah” pada 15 April 2019 dan sudah dicek kebenarannya oleh liputan6.com di cekfakta.com pada tanggal 16 April 2019.
Berikut bantahan Al Jazeera Media Network terkait laman aljazera.online:
[…] Dalam pernyataan yang disebar grup percakapan Whatsapp para jurnalis, Sohaib Jassim, Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network menegaskan, www.aljazera.online tak terkait dengan pihaknya.
Berikut isi keterangan tersebut:
Salam,
Sehubungan dengan beredarnya sebuah tulisan berjudul "Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah" yang dipublikasikan oleh situs bernama aljazera.online kemarin, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network tidak pernah memproduksi tulisan itu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan pengelola situs tersebut
2. Al Jazeera Media Network mengecam keras penggunaan nama situs yang seolah-olah mirip dengan nama media kami
3. Al Jazeera Media Network mendesak agar pengelola situs aljazera.online dan situs-situs lain yang mencatut nama kami agar segera mengganti nama karena sangat merugikan Al Jazeera Media Network
4. Al Jazeera Media Network tidak memiliki situs berita online berbahasa Indonesia hingga saat ini
Sebagai informasi tambahan, Al Jazeera Media Network merupakan jaringan media internasional berbasis di Qatar yang menaungi stasiun televisi Al Jazeera English Channel, Al Jazeera Arabic Channel, Al Jazeera Documentary, Al Jazeera Mubasher (Live), aljazeera.com (Bahasa Inggris), aljazeera.net (Bahasa Arab), AJ+, dan lainnya.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network […]
Pada artikel aljazera.online menyertakan komentar seorang pengguna akun Twitter @hasmi_bakhtiar yang mengaku memiliki info langsung dari Turki kalau Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi. Sedangkan, dalam artikel aslinya di detik.com, tidak ada kutipan tersebut. Berikut perbandingan kedua artikel tersebut:
Artikel di aljazera.online:
[…] Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi
Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei.
Namun seorang warganet bernama Hasmi Bakhtiar langsung menuliskan komentar mengejutkan di akun medsos Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan mendapat info dari Turki, bahwa Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi.
Semua kepala negara masih menunggu hasil resmi yang akan keluar tanggal 22 Mei nanti.
Di akhir kalimat, Hasmi mengecam Jokowi agar jangan pakai jabatan sebagai presiden untuk mengelabui publik. […]
Lalu, ini artikel dari detik.com:
[…] Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telepon
Jakarta - Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei. […]
Dari perbandingan isi artikel sudah jelas ada tambahan di akhir artikel aljazera.online. Terkait laman daring aljazera.online juga bukan bagian dari Al Jazeera Media Network. Bantahan itu pernah diutarakan oleh Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network Sohaib Jassim ketika laman tersebut menuliskan artikel dengan informasi salah berjudul “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk Kabah” pada 15 April 2019 dan sudah dicek kebenarannya oleh liputan6.com di cekfakta.com pada tanggal 16 April 2019.
Berikut bantahan Al Jazeera Media Network terkait laman aljazera.online:
[…] Dalam pernyataan yang disebar grup percakapan Whatsapp para jurnalis, Sohaib Jassim, Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network menegaskan, www.aljazera.online tak terkait dengan pihaknya.
Berikut isi keterangan tersebut:
Salam,
Sehubungan dengan beredarnya sebuah tulisan berjudul "Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah" yang dipublikasikan oleh situs bernama aljazera.online kemarin, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network tidak pernah memproduksi tulisan itu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan pengelola situs tersebut
2. Al Jazeera Media Network mengecam keras penggunaan nama situs yang seolah-olah mirip dengan nama media kami
3. Al Jazeera Media Network mendesak agar pengelola situs aljazera.online dan situs-situs lain yang mencatut nama kami agar segera mengganti nama karena sangat merugikan Al Jazeera Media Network
4. Al Jazeera Media Network tidak memiliki situs berita online berbahasa Indonesia hingga saat ini
Sebagai informasi tambahan, Al Jazeera Media Network merupakan jaringan media internasional berbasis di Qatar yang menaungi stasiun televisi Al Jazeera English Channel, Al Jazeera Arabic Channel, Al Jazeera Documentary, Al Jazeera Mubasher (Live), aljazeera.com (Bahasa Inggris), aljazeera.net (Bahasa Arab), AJ+, dan lainnya.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network […]
Kesimpulan
Dengan demikian, laman tersebut bukanlah bagian dari media Al Jazeera. Selain itu, laman tersebut juga tidak menyertakan nama penulisnya. Berbeda dengan artikel asli di detik.com yang menyertakan nama penulis aslinya. Oleh sebab itu, isi artikelnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/880327085633161/
- https://turnbackhoax.id/2019/04/25/salah-erdogan-tidak-pernah-akui-kemenangan-jokowi/
- https://news.detik.com/berita/d-4516379/sudah-21-kepala-negara-ucap-selamat-ke-jokowi-erdogan-juga-akan-telepon
- https://jurnalpolitik.id/2019/04/cek-fakta-erdogan-tak-akui-kemenangan-jokowi-di-pilpres-2019
- https://www.suara.com/news/2019/04/23/155138/cek-fakta-presiden-turki-erdogan-tak-akui-kemenangan-jokowi-di-pilpres
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/253/fakta-atau-hoaks-benarkah-presiden-erdogan-tidak-mengakui-kemenangan-jokowi-pada-pilpres-2019
- https://cekfakta.com/focus/1824
Halaman: 8007/8694



