[SALAH] Situs SSCN Akan ditutup Setelah 15 Oktober 2018 Sehingga Peserta CPNS Tidak Bisa Cetak kartu Pendaftaran
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/10/2018
Berita
Belum lama ini, beredar informasi di media sosial mengenai info agar para pelamar CPNS 2018 untuk mencetak ulang kartu informasi akun terbaru dengan batas akhir 15 Oktober 2018. Sebab, menurut pesan itu, situs Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) tidak dapat diakses lagi setelah 15 Oktober 2018, yang merupakan batas akhir pendaftaran.
Hasil Cek Fakta
Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan memastikan bahwa pesan itu hoaks. Dia mengatakan, pesan tersebut tersebar luas ke masyarakat mulai Senin (15/10/2018) siang.
Rujukan
[DISINFORMASI] “AKAN DI SAHKAN UNDANG2 LGBT & PERNIKAHAN ANTAR JENIS”
Sumber: facebookcomTanggal publish: 16/10/2018
Berita
“BIAR RAKYAT TAU.KALO REZIM INI DI KEPEMIMPINAN YANG SEKARANG AKAN DI SAHKAN UNDANG2 LGBT & PERNIKAHAN ANTAR JENIS..LAKI NIKAH SAMA LAKI..WANITA NIKAH SAMA WANITA..MAKANYA MUSIBAH AKAN TERUS DATANG MENGHAMPIRI KITA SEMUA…”
Hasil Cek Fakta
Yang sedang dibahas di RKUHP adalah mengenai larangan dan pidana, bukan membolehkan seperti premis yang dibangun oleh post sumber. Selain itu, 2 dari 3 foto yang digunakan oleh post sumber lokasi kejadiannya bukan di Indonesia. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/763127364019801/
- https://www.youtube.com/watch?v=B6r51JaW7Pg
- https://pojoksatu.id/pojok-bibir/2015/09/02/astaga-pamela-safitri-begitu-nafsu-cium-bibir-ovi-sovianti-ini-fotonya/
- http://www.chinahush.com/2009/02/16/gay-lesbian-couples-shooting-wedding-photos-on-beijings-street/
- https://pictures.reuters.com/archive/CHINA--GM1E52E1BEE01.html
- https://nasional.tempo.co/read/1057953/dpr-dan-mui-sepakat-lgbt-dipidana-dalam-rkuhp
- https://beritagar.id/artikel/berita/menggoreng-isu-lgbt-dengan-hoax
[DISINFORMASI] Relawan Jokowi Berikan Pakan Ternak untuk Korban Gempa Lombok
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/10/2018
Berita
Sebuah unggahan video terkait gempa Lombok kini kembali viral di media sosial. Video ini menampilkan beberapa pengungsi korban gempa Lombok yang mengeluh karena diberikan pakan ternak oleh relawan Jokowi. Salah satu korban juga menyebut melihat foto Jokowi dan Ma'ruf Amin di truk pembawa bantuan.
Hasil Cek Fakta
Bantuan berupa pakan ternak yang diberikan kepada korban gempa Lombok bukanlah untuk dikonsumsi korban gempa dan bukanlah berasal dari relawan Jokowi seperti yang disebutkan dalam video. Bantuan pakan ternak tersebut merupakan bentuk kepedulian Kementerian Pertanian untuk membantu para peternak yang menjadi korban gempa Lombok. Gambar yang ada di depan truk bukanlah Jokowi dan Ma'ruf Amin, melainkan Jokowi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Rujukan
[BERITA] Masih Ingat Heboh Permen Lipstik Mengandung Narkoba? Ini Kata BPOM RI
Sumber:Tanggal publish: 15/10/2018
Berita
Heboh permen lipstik yang diduga menjadi penyebab meninggalnya seorang siswa perempuan SD Negeri di Sidakaya, Bandengan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berinisial Z (7) mendapat perhatian khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepada detikHealth, Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan perkembangan kasus tersebut. "Hati-hati sekarang banyak hoaks itu. Tapi ini secara khusus sudah dibuktikan tidak ada kaitannya," kata Penny saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/10/2018).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Tetty Helfery Sihombing, menambahkan pihak BPOM sudah melakukan penelusuran terkait kasus ini. Namun disebutkan kematian siswi tersebut dikarenakan sebab lain. "Kematiannya bukan karena permen. Sudah kami periksa, tapi enggak ada kaitannya. Ada gejala-gejala yang lain mungkin yang harus ditentukan oleh dokter," ungkapnya.
Soal permen berbentuk mirip lipstik, produk permen ini memang cukup sering dijumpai di pasaran. Yang jadi pertanyaan, apakah permen bermodel lipstik itu sebenarnya sudah terdaftar di BPOM?
"Terdaftar, sudah kami evaluasi juga," tandas Tetty.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Tetty Helfery Sihombing, menambahkan pihak BPOM sudah melakukan penelusuran terkait kasus ini. Namun disebutkan kematian siswi tersebut dikarenakan sebab lain. "Kematiannya bukan karena permen. Sudah kami periksa, tapi enggak ada kaitannya. Ada gejala-gejala yang lain mungkin yang harus ditentukan oleh dokter," ungkapnya.
Soal permen berbentuk mirip lipstik, produk permen ini memang cukup sering dijumpai di pasaran. Yang jadi pertanyaan, apakah permen bermodel lipstik itu sebenarnya sudah terdaftar di BPOM?
"Terdaftar, sudah kami evaluasi juga," tandas Tetty.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Halaman: 8072/8574



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2379792/original/020735400_1539161556-truk.jpg)
