[DISINFORMASI] “TANPA KK & KTP (catat baik-baik)”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2018
Berita
“Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak (menantu Erdogan) menyerahkan bantuan langsung kepada korban Gempa di Sulteng, TANPA KK & KTP (catat baik-baik). Pemerintah seharusnya malu kepada mereka. Kami saja rakyat menangis karena TERHARU (kepada Turki) & MALU (kepada pemerintah sendiri). Syukron Jazaakumullah Khoiir Pemerintah Turki.”
Hasil Cek Fakta
“Pemerintah Kota Palu tidak pernah mempersyaratkan KTP atau KK baik asli maupun fotocopy dalam penerimaan bantuan Logistik”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/765386483793889/
- https://translate.google.co.id/translate?hl=en&sl=tr&tl=en&u=
- http://www.milliyet.com.tr/bakan-albayrak-endonezya-da-yardim-siyaset-2757770/
- https://news.detik.com/berita/4248107/ini-prosedur-penerimaan-bantuan-logistik-pengungsi-gempa-di-palu
- https://kalbar.antaranews.com/nasional/berita/756474/palu-dan-sekitarnya-masih-butuh-relawan
[DISINFORMASI] “Kasih tau yang lain bre :) saling mengingatkan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2018
Berita
"Kasih tau yang lain bre :) saling mengingatkan"
"Jika anda melihat buah-buahan yg d dlam'y mengandung warna aneh merah di dalamnya, tidak usah d makan karena sekelompok orang menyuntik buah dengan darah yang mengandung hiv dan aids dengan tujuan membunuh jutaan orang di seluruh dunia , itu adalah satanisme. So, tlg d share k teman2 lainnya".
"Jika anda melihat buah-buahan yg d dlam'y mengandung warna aneh merah di dalamnya, tidak usah d makan karena sekelompok orang menyuntik buah dengan darah yang mengandung hiv dan aids dengan tujuan membunuh jutaan orang di seluruh dunia , itu adalah satanisme. So, tlg d share k teman2 lainnya".
Hasil Cek Fakta
Daur ulang disinformasi yang pernah beredar di 2016, “Penularan virus HIV tidak semudah itu, apalagi dengan perantara buah. Virus HIV hanya dapat ditularkan bila cairan tubuh penderita HIV masuk ke dalam tubuh.” Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/765573223775215/
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2954601/jeruk-disuntikkan-darah-penderita-hiv-hoaks-atau-fakta
- http://www.inspection.gc.ca/food/information-for-consumers/fact-sheets-and-infographics/products-and-risks/fruits-and-vegetables/red-fungus-inside-bananas/eng/1474985239822/1474985361544
- https://www.hoax-slayer.net/bananas-injected-with-hiv-hoax-warning/
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/604603126538893/
[BENAR] “Klarifikasi Polres Jembrana terkait Penodongan di Dekat SPBU Tuwed, Melaya”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2018
Berita
Kabar terjadinya penodongan di dekat SPBU Tuwed, Melaya, Jembrana pertama kali diposting oleh akun Facebook bernama Parkitajusti Ajustiparkit (@parkitajusti.ajustiparkit). Berikut narasi lengkap postingannya: “Telah terjadi penodongan di timur pom bensin tuwed pelaku 5 orang baru tertangkap 2 orang dan sudah diamankan di polsek melaye berhati2 masih berkeliaran masih 3 orang asal dari Surabaya”
Hasil Cek Fakta
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus Sooai membantah kabar terjadinya Penodongan di dekat SPBU Tuwed, Melaya, Jembrana yang disebarkan oleh akun Facebook bernama Parkitajusti Ajustiparkit (@parkitajusti.ajustiparkit). “Tidak benar, itu hoax. Kami sudah melakukan pengecekan ke lapangan dan ke Polsek Melaya tidak ada kejadian penodongan seperti yang diunggah di Facebook,” ujarnya.
Rujukan
[BENAR] Kementrian Agama Bantah Sertifikat Perizinan Untuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
Sumber: kemenag.go.idTanggal publish: 20/10/2018
Berita
Belum lama ini, beredar postingan sebuah surat berbenuk sertifikat yang diklaim sebagai bukti perizinan penyelenggaraan ibadah haji, umrah, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Surat yang bertanda tangan Kementerian Agama mirip sebuah sertifikat atau piagam. Sepintas perizinan itu tampak seperti asli bila dilihat dari logo Garuda Pancasila dan tanda tangan Menteri Agama serta stempel di bagian bawah. Bahkan diberikan nomor register serta tanggal tanda tangan 15 Oktober 2018.
Hasil Cek Fakta
Melaui websitenya, Kemenag menyebutkan bahwa sertifikat tersebut adalah palsu. Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, M Arfi Hatim memberikan klarifikasi mengenai munculnya sertifikat perizinan tersebut. Dia memastikan bahwa sertifikat itu palsu.“Bahwa ada perizinan seperti itu yang beredar, tidak betul dari Kemenag,” ujar Arfi Khatim di Gedung Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Senin (15/10/2018).
Rujukan
Halaman: 8069/8574





