"Hmm…. Jasmev heh!!
MCA Ori itu tanpa bentuk, nggak ada pemimpinnya!
Modal hp jadul, kuota ½ giga pun bisa jadi MCA, tugasnya cuma satu, ngelurusin yg bengkok! Ngelempengin info ngawur!”.
“Polisi Tidak Jadi Buru Pemilik Akun negri_ngeri_88, Ternyata Pimpinan MCA adalah Jasmev”
[SALAH] “Polisi Tidak Jadi Buru Pemilik Akun negri_ngeri_88, Ternyata Pimpinan MCA adalah Jasmev”
Sumber: Media SosialTanggal publish: 09/03/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Gambar tangkapan layar tersebut sudah disunting, judul berita asli adalah “Demi Kader, PSI Akan Dukung Ananda Sukarlan Hadapi Fadli Zon” bukan “Polisi Tidak Jadi Buru Pemilik Akun negri_ngeri_88, Ternyata Pimpinan MCA adalah Jasmev”. Foto yang digunakan untuk bahan disinformasi sudah beredar sebelumnya > https://goo.gl/KqpSse.
Rujukan
[BENAR] Klarifikasi Terkait Kasus Perusakan Kapel Santo Zakaria di Ogan Ilir
Sumber: Media DaringTanggal publish: 09/03/2018
Berita
Pada Kamis, 8 Maret 2018, Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dirusak sekelompok oknum tidak dikenal. Kejadian itu terjadi pada pukul 01.00. Dari kejadian itu, muncul isu sentimen agama sebagai penyebabnya. Agar tidak terjadi salah persepsi soal latar belakang kejadian tersebut, dilansir dari antaranews.com dan tribunnews.com, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, perusakan rumah ibadah atau kapel tersebut murni kriminal. Informasi itu, menurut Alex, didapatkannya dari keterangan pihak kepolisian yang kini tengah mendalami kasus tersebut. Untuk itu, Alex mengimbau, agar kejadian tersebut jangan dibesar-besarkan karena di Ogan Ilir kerukunan umat beragamanya cukup harmonis. Selain itu, Alex meminta, seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban di daerah masing-masing supaya suasana keamanan selalu kondusif.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Pemutakhiran Informasi Kerja Melawan Hoax Di Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 09/03/2018
Berita
Sejak tahun 2017, MAFINDO bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang dimotori oleh salah satunya Bli Komang (Pemred Tempo.co) menginisiasi kolaborasi cek fakta antar media. Hal ini terinspirasi oleh kolaborasi CrossCheck yang dibuat oleh jejaring media arus utama di Prancis menjelang Pilpres Prancis 2017. Kemudian Kompas menyusul memprakarsai kolaborasi dengan MAFINDO, dan akan segera diikuti oleh 18 media daring arus utama lainnya. Dan MAFINDO bersyukur, AMSI menempatkan program kolaborasi cek fakta ini sebagai salah satu program prioritasnya.
Untuk peningkatan kualitas jurnalisme, Google News Lab bersama Firstdraft dan Storyful, menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan MAFINDO membentuk Google News Lab Training Network. Google News Lab Training Network akan menyelesaikan training verifikasi informasi kepada 1800 jurnalis di seluruh Indonesia.
Upaya ini dikerjakan oleh MAFINDO secara serius, sebagian besar dengan model kerelawanan. Untuk mempersiapkan masa depan anak cucu kita yang bebas dari fitnah, hasut, dan hoaks, tidak ada cara lain selain dengan merelakan sebagian waktu dan tenaga kita untuk menjaga negeri ini aman tenteram tanpa hoaks.
Untuk peningkatan kualitas jurnalisme, Google News Lab bersama Firstdraft dan Storyful, menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan MAFINDO membentuk Google News Lab Training Network. Google News Lab Training Network akan menyelesaikan training verifikasi informasi kepada 1800 jurnalis di seluruh Indonesia.
Upaya ini dikerjakan oleh MAFINDO secara serius, sebagian besar dengan model kerelawanan. Untuk mempersiapkan masa depan anak cucu kita yang bebas dari fitnah, hasut, dan hoaks, tidak ada cara lain selain dengan merelakan sebagian waktu dan tenaga kita untuk menjaga negeri ini aman tenteram tanpa hoaks.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[HOAX] PESAN BERANTAI UNTUK SEGERA HUBUNGI SEKDA CILACAP
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 09/03/2018
Berita
Slmt pagi, kmi dri kantor BUPATI cilacap a/n bayu prahara bagian pembangunan, kepala KB WIJAYA KUSUMA 04 di minta hub pak sekda farid mahrud di no 0816735174 skrng penting
Hasil Cek Fakta
Dalam pesan berantai yang beredar luas dimasyarakat tersebut, disebutkan jika Bayu Prahara masih menjabat sebagai Bupati. Padahal Bayu sendiri sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Bagian Pembangunan Setda Cilacap. Bayu saat ini menjabat sebagai Kepada Bagian Unit Layanan Pengadaan Setda. Sedangkan nama Plt Sekda sendiri tidak sesuai dengan apa yang disebutkan oleh pesan tersebut. Bukan Farid Mahrud melainkan Farid Ma’ruf.
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji melalui kicauan di twitter mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang tidak jelas asal usulnya. Mengingat di Cilacap sendiri akan dilakukan pengumuman Sekda definitif.
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji melalui kicauan di twitter mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang tidak jelas asal usulnya. Mengingat di Cilacap sendiri akan dilakukan pengumuman Sekda definitif.
Rujukan
Halaman: 8118/8387



