[KLARIFIKASI] VIRAL UANG NASABAH RAIB BELASAN JUTA, BRI BERI TANGGAPAN
Sumber: Media DaringTanggal publish: 13/02/2018
Berita
Corporate Secretary BRI, Bambang Tribaroto : “Pihak BRI juga telah menghubungi Ibu Nita Yuliastuti untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf serta hasil penyelesaian pemngaduan,”
Hasil Cek Fakta
Terkait hilangnya uang salah satu nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sempat viral difacebook beberapa hari lalu. Pihak BRI melalui Corporate Secretary mereka yakni, Bambang Tribatoro akhirnya melakukan klarifikasi. Sebelumnya, raibnya uang secara misterius mulai terkuak setelah akun Herlin Ibnu Khosyim memposting sebuah kejadian dimedia sosial Facebook (Postingan telah dihapus seiring adanya klarifikasi dari pihak BRI).
Menurut Bambang, transaksi yang dilakukan pada rekening dengan nama Nita Yuliastuti merupakan transaksi dengan indikasi skimming. Skimming sendiri merupakan tindakan pencurian informasi kartu debit atau kartu kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu tersebut. Ketika skimming sudah dilakukan, tak hanya nasabah yang menjadi korban. Pihak bank pun turut dirugikan akibat nilai tingkat kepercayaan serta keamanan yang akhirnya turun dimata masyarakat. Hingga klarifikasi ini dilakukan, pihak BRI sudah mengganti dana sebesar Rp 18.062.407 kepada Nita Yuliastuti selaku nasabah dan juga korban dari tindak kejatahan skimming.
Menurut Bambang, transaksi yang dilakukan pada rekening dengan nama Nita Yuliastuti merupakan transaksi dengan indikasi skimming. Skimming sendiri merupakan tindakan pencurian informasi kartu debit atau kartu kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu tersebut. Ketika skimming sudah dilakukan, tak hanya nasabah yang menjadi korban. Pihak bank pun turut dirugikan akibat nilai tingkat kepercayaan serta keamanan yang akhirnya turun dimata masyarakat. Hingga klarifikasi ini dilakukan, pihak BRI sudah mengganti dana sebesar Rp 18.062.407 kepada Nita Yuliastuti selaku nasabah dan juga korban dari tindak kejatahan skimming.
Rujukan
[DISINFORMASI] “Wacana Pendaftaran Akun Medsos Tidak Hanya Menggunakan e-KTP, untuk Mendukung Jokowi”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 12/02/2018
Berita
Wacana yang dilemparkan oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga agar pembuatan akun media sosial (medsos) harus berdasarkan e-KTP dipelintir substansinya oleh akun twitter yang bernama @PRIBUMI_BANGKIT.
Dalam narasinya, akun @PRIBUMI_BANGKIT mengatakan untuk membuat akun medsos yang baik dan benar harus menyertakan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, Jamsostek, Tanda Tangan Juragan Partai dan Dukung Jokowi. Di akhir cuitnya, akun @PRIBUMI_BANGKIT bertanya sejak kapan PDIP punya saham medsos.
Dalam narasinya, akun @PRIBUMI_BANGKIT mengatakan untuk membuat akun medsos yang baik dan benar harus menyertakan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, Jamsostek, Tanda Tangan Juragan Partai dan Dukung Jokowi. Di akhir cuitnya, akun @PRIBUMI_BANGKIT bertanya sejak kapan PDIP punya saham medsos.
Hasil Cek Fakta
Informasi yang disebarkan oleh akun twitter @PRIBUMI_BANGKIT adalah bentuk disinformasi, karena wacana pendaftaran akun medsos menggunakan e-KTP yang diusung Wasekjen PDIP, Eriko hanya menggunakan data e-KTP saja.
Selain itu anggapan pendaftaran akun medsos menggunakan e-KTP untuk mendukung Jokowi, terbantahkan dengan fakta bahwa politisi PAN, Anang Hermansyah juga mendukung hal yang sama. Dan wacana ini pun masih menjadi perdebatan dengan pertimbangan yang dipaparkan oleh Ketua Umum APJII, Jamalul Izza.
Selain itu anggapan pendaftaran akun medsos menggunakan e-KTP untuk mendukung Jokowi, terbantahkan dengan fakta bahwa politisi PAN, Anang Hermansyah juga mendukung hal yang sama. Dan wacana ini pun masih menjadi perdebatan dengan pertimbangan yang dipaparkan oleh Ketua Umum APJII, Jamalul Izza.
Rujukan
[DISINFORMASI+HASUT] Megawati Minta Pemerintah Tiadakan Azan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/02/2018
Berita
Megawati oh megawati (disertai link berita dengan judul “MEGA WATI MINTA PEMERINTAH TIADAKAN ADZAN DI MASJID, KARNA SUARANYA BERISIK”).
Hasil Cek Fakta
Ketika membaca isi beritanya dalam portal med1a-terpercaya.blogspot.co.id, ternyata tidak ada satupun pernyataan Megawati Soekarnoputri yang dituliskan. Hanya ada pernyataan dari salah satu politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari. Pernyataan Eva tersebut berasal dari pemberitaan Tempo.co pada tanggal 1 Agustus 2016. Di dalam berita berjudul “Eva Sundari: Orang Memprotes Speaker Masjid Bukan Kejahatan” tidak dikutip secara keseluruhan, hanya diambil beberapa bagian di awal berita tersebut. Selebihnya, terlihat banyak tambal sulam beberapa bagian berita dari portal lainnya. Jadi, secara konteks judul dan isi sudah tidak ada korelasinya.
Kesimpulan
Isu Megawati Soekarnoputri meminta Pemerintah Indonesia meniadakan kumandang azan adalah tidak benar. Adapun, pernyataan Eva Kusuma Sundari yang dikutip dalam pemberitaan di portal med1a-terpercaya.blogspot.co.id tidak dikutip secara keseluruhan.
Rujukan
[DISINFORMASI] “Gemuruh Suara Asteroid yang Sedang Melintas”
Sumber: Media SosialTanggal publish: 12/02/2018
Berita
#ask #asteroid #2018cb #asteroid2018cb #suara #gemuruh #suaragemuruh #jawabarat #NASA
mohon pencerahannya, saya ditanya teman teman saya terkait percakapan di sebuah grup FB tentang suara gemuruh yang terjadi di jawa barat semalam.
#apakah benar itu suara asteroid yang sedang melintas?
sudah saya cari beritanya, tapi tidak ada
Link yang berhubungan:
NASA Pantau ‘Kedatangan’ Asteroid Berukuran 40 Meter https://techno.okezone.com/read/2018/02/09/56/1857197/nasa-pantau-kedatangan-asteroid-berukuran-40-meter
Malam Ini Asteroid Melintas, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan http://cnn.id/275152
saya belum menemukan berita hari ini yang membahas tentang suara gemuruh semalam.
mohon pencerahannya, saya ditanya teman teman saya terkait percakapan di sebuah grup FB tentang suara gemuruh yang terjadi di jawa barat semalam.
#apakah benar itu suara asteroid yang sedang melintas?
sudah saya cari beritanya, tapi tidak ada
Link yang berhubungan:
NASA Pantau ‘Kedatangan’ Asteroid Berukuran 40 Meter https://techno.okezone.com/read/2018/02/09/56/1857197/nasa-pantau-kedatangan-asteroid-berukuran-40-meter
Malam Ini Asteroid Melintas, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan http://cnn.id/275152
saya belum menemukan berita hari ini yang membahas tentang suara gemuruh semalam.
Hasil Cek Fakta
Pertama, suara atau bunyi perlu udara untuk merambat, yang artinya karena di luar angkasa hampa udara suara tidak bisa didengar.
Kedua, kemungkinan suara tersebut berasal dari PLTU Palabuhanratu yang sistem proteksinya sedang bekerja. Melansir dari republika.co.id, Manajer Administrasi dan Humas PT Indonesia Power PLTU Palabuhanratu, Irwanto, menyebutkan, suara gemuruh terjadi pada Ahad dini hari sekitar pukul 01.03 WIB. Kejadian tersebut bukan disebabkan terjadinya kecelakaan maupun kebakaran. "Suara itu keluar karena bekerjanya sistem proteksi pembangkit listrik terhadap gangguan," terang Irwanto, Ahad (4/2).
Kedua, kemungkinan suara tersebut berasal dari PLTU Palabuhanratu yang sistem proteksinya sedang bekerja. Melansir dari republika.co.id, Manajer Administrasi dan Humas PT Indonesia Power PLTU Palabuhanratu, Irwanto, menyebutkan, suara gemuruh terjadi pada Ahad dini hari sekitar pukul 01.03 WIB. Kejadian tersebut bukan disebabkan terjadinya kecelakaan maupun kebakaran. "Suara itu keluar karena bekerjanya sistem proteksi pembangkit listrik terhadap gangguan," terang Irwanto, Ahad (4/2).
Rujukan
Halaman: 8144/8387



