• [BERITA] Berserakan di Jalan, Uang Kertas di Venezuela Diubah Jadi Tas

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/02/2018

    Berita

    Pedagang kaki lima di Venezuela membuat tas anyaman yang terbuat dari uang kertas bolivar. Pasalnya, uang tersebut menjadi tak berharga setelah terjadi inflasi sebesar 13.000 persen akibat krisis di negara tersebut. Inflasi di negara Amerika Latin yang kaya minyak itu membuat ekonomi tak terkontrol, di mana mata uang bolivar kehilangan 87 persen nilainya terhadap Euro.
    Dikutip dari Daily Mail, Senin (12/2/2018), uang sangat tak berharga di sana, sehingga bukan pemandangan yang mengherankan jika melihat uang kertas berserakan di jalanan Venezuela. Namun penjual jalanan bernama Wilmer Rojas telah mengubah uang yang dianggap sampah itu menjadi berguna. Pria berusia 25 tahun itu menganyam uang kertas tersebut dan menjadikannya dompet, topi, dan keranjang.
    "Orang-orang membuangnya karena uang tersebut tak bisa untuk membeli apa pun," ujar ayah tiga anak itu.
    "Dengan dua, lima, dan 10 uang Bolivar, Anda bahkan tak bisa membeli sebuah permen," jelas dia.
    Sebuah topi bisa membutuhkan ratusan uang bolivar, tapi harga jualnya hanya setara dengan sebungkus rokok. Beberapa kreasi anyaman lain dijual seharga 300.000 bolivar, cukup untuk membeli satu kilogram daging di Venezuela.
    Seorang desainer berusia 26 tahun, Jose Leon, turut memanfaatkan uang kertas tersebut. Ia menggambar wajah karakter Star Wars di atas uang kertas yang menampilkan gambar-gambar sejumlah tokoh Venezuela. Pembeli asing membayar karya seninya itu hingga US$ 20, sekitar Rp 270 ribu, untuk setiap potongan 'seni uang' yang menurutnya meningkatkan nilai uang kertas itu hampir 5.000 persen.
    Ribuan warga Venezuela yang putus asa saat ini berusaha masuk ke Kolombia dalam upaya menghindari kelaparan dan tingkat kejahatan yang melonjak akibat krisis ekonomi. Merespons hal tersebut, Kolombia dan Brasil mengirim tentara tambahan untuk berpatroli di perbatasan setelah terjadi pergerakan lebih dari setengah juta migran selama enam bilan terakhir pada 2017.
    Pada Januari 2018, warga Venezuela di beberapa kota dilaporkan menjarah sejumlah toko kelontong demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Kelompok HAM setempat, Venezuelan Observatory for Social Conflict, yang berbasis di Caracas melaporkan, terjadi 107 peristiwa penjarahan yang disusul sejumlah korban tewas di 19 dari total 23 negara bagian di Venezuela. Rangkaian kejadian penjarahan teranyar yang terjadi sepanjang Januari 2018 itu dianggap menambah kekhawatiran baru, bahwa, krisis ekonomi yang melanda Venezuela akan berkepanjangan.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] JALAN LAYANG TENDEAN – CILEDUG TAK RUSAK

    Sumber: Media Daring
    Tanggal publish: 12/02/2018

    Berita

    Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Fizal : “istilah retakan yang viral di whatsapp adalah keliru. Garis itu bukan retakan tapi celah sambungan delatasi,”.

    Hasil Cek Fakta

    Warganet dibuat heboh dengan beredarnya gambar yang menunjukkan bahwa jalan layang Ciledug – Tendean retak. Melalui Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmadi Fizal disebutkan jika bagian yang terlihat retak tersebut bukanlah karena jalan layang yang rusak, melainkan celah sambungan delatasi. Celah tersebut sengaja dibuat untuk menjaga agar box girder yang letaknya bersebelahan tidak menyatu.

    Yusmadi menegaskan bahwasanya konstruksi jalan layang Tendean – Ciledug ini sangat aman untuk dioperasikan. Dan dihimbau bagi masyarakat yang ingin menggunakan sarana tersebut untuk tidak khawatir mengenai konstruksi jalan layang Tendean – Ciledug.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] “Musuh Sudah Di Depan Mata, Perlawanan PKI dan Penculikan Akan Segera Di Laksanakan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/02/2018

    Berita

    Dapat foto dari Group Mujahid.
    Musuh sudah di depan Mata, perlawanan PKI dan Penculikan akan segerah di laksanakan.
    Umat Islam waspada.
    Negara siaga 1.

    Hasil Cek Fakta

    Post tersebut menggunakan bahan foto-foto yang sudah beredar sebelumnya, foto pertama salah satunya dimuat di https://goo.gl/xDSPgk. Untuk foto lainnya sudah dibahas di post sebelumnya di https://goo.gl/BicNGH. Seluruh lokasi kejadian yang diabadikan di foto-foto tersebut adalah di Filipina, bukan Indonesia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Penculik Jaman Now Pada Jago Acting

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/02/2018

    Berita

    UH YAA AMPUUUNN.. PENCULIK JAMAN NOW PADA JAGO ACTING YAA.. ???
    Belakangan ini, penculikan anak semakin marak terjadi. Bahkan dalam 2 tahun terakhir, kasus penculikan anak meningkat 2 kali lipat. Banyak orang tua tidak tahu tentang taktik penculikan yang satu ini. Pelaku sangat berani, walaupun Anda orang tuanya berada di samping… selengkapnya di bagian REFERENSI

    Hasil Cek Fakta

    1. Di bagian “Baru-baru ini, ada seorang netizen membagikan kejadian yang dialaminya ke internet”, dimana? Whatsapp? Situs web? Berdasarkan pencarian ditemukan satu situs yang memuat yaitu di https://goo.gl/56S5dU yang di akhir artikel tidak menyertakan sumber yang jelas.
    2. Di bagian “Ibu itu tanya-tanya anak saya umur berapa, kapan lahir, lahir di mana, berat badannya, bla bla bla, terus dia juga cerita tentang cucu dia. Saya pikir dia cuma ajak ngobrol biasa, namanya ibu-ibu, duduk di kereta, kebetulan sama-sama bawa anak, yah ngobrol. Dia juga tanya anak saya minum susu apa, seberapa sering, yah saya jawab aja. Tapi entah kenapa semakin lama pertanyaannya semakin aneh… makin mendalam dan mendetil.”, ini termasuk teknik “social engineering”.
    3. Di bagian “Turun di stasiun, ibu itu bantu saya bawa koper tanpa disuruh. Kita jalan bareng sampai pintu luar stasiun. Dia tanya apakah saya ada yang jemput. Saya bilang tidak… (padahal ada)”, di stasiun normalnya ada CCTV. Jika benar peristiwanya terjadi, silakan sertakan rekaman CCTV-nya agar bisa diverifikasi mengenai kebenaran kejadiannya.
    4. Di bagian “Setelah sampai di rumah, sudah agak tenang, kami langsung lapor polisi. Ternyata polisi juga bilang kalau akhir-akhir ini kerap terjadi penculikan anak.”, lapornya di kantor Polisi mana? Setiap laporan yang masuk ada rekaman atau buktinya, jadi jika memang benar lapor ke kantor Polisi berdasarkan rekaman tersebut bisa diverifikasi kebenaran kejadiannya.
    5. Di bagian “Dengar-dengar belum lama ini juga ada kejadian anak diculik di pasar.”, dengar dari siapa? Sumbernya bisa dipercaya?
    6. Di bagian “Sumber: Grup Whatsapp Komunitas”, komunitas yang mana? Komunitas tersebut sumbernya dari mana? Bisa dipercaya?

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini