Insiden kecelakaan mobil pengawalan Presiden Jokowi dari Solok menuju Padang (8/2/18).
Video from: Yogi Meraldo.
Like: Mantabz
[MISINFORMASI] Rombongan Presiden Jokowi Kecelakaan di Sumatera Barat
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/02/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Dalam video yang beredar tidak ada keterangan yang memperkuat klaim bahwa video kecelakaan itu adalah rombongan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Sumatera Barat. Diketahui bahwa peristiwa itu tidak sepenuhnya benar. Dilansir dari Antaranews, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media (PPM) Sekretariat Presiden Bey Machmudin, mengatakan kendaraan minibus hitam yang mengalami kecelakaan pada Kamis (8/2) bukan merupakan rombongan kepresidenan. Kendaraan yang kecelakaan itu adalah mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada pukul 16.30 WIB. Adapun, saat kendaraan itu mengalami kecelakaan, rombongan kepresidenan sudah sampai di Sawahlunto.
Kesimpulan
Isu adanya mobil rombongan Presiden Jokowi yang kecelakaan tidak sepenuhnya benar. Mengenai kecelakaannya, memang fakta, terjadi kecelakaan di jalan rute Padang-Solok. Namun, informasi yang tidak benar adalah mobil berplat merah itu bukanlah rombongan Presiden Jokowi, melainkan mobil dinas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Rujukan
[KLARIFIKASI] Kemendikbud Melarang Game Mobile Legends Karena dianggap Berbahaya
Sumber: Media DaringTanggal publish: 08/02/2018
Berita
(Mohon bisa diteruskan ke para Ortu:(Dari Dir.Dik)
Bapak Ibu.
Untuk kita tahu bersama: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui kanal Sahabat Keluarga-nya mengeluarkan daftar 16 game yg dianggap berbahaya bagi anak. Yaitu:
...
16. Mobile legend...
#Ayo selamatkan anak dan cucu kita. Dan dampingi Anak Cucu kita dlm bermain game tsb.
Mobile Legend
Bapak Ibu.
Untuk kita tahu bersama: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui kanal Sahabat Keluarga-nya mengeluarkan daftar 16 game yg dianggap berbahaya bagi anak. Yaitu:
...
16. Mobile legend...
#Ayo selamatkan anak dan cucu kita. Dan dampingi Anak Cucu kita dlm bermain game tsb.
Mobile Legend
Hasil Cek Fakta
Pesan serupa juga sempat beredar dan mencatut Kominfo dalam melist 16 game berbahaya bagi anak-anak. Saat dikonfirmasi kepada Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso, pihaknya menyebut pesan berantai tersebut tidaklah dikeluarkan oleh Kemdikbud.
“Itu info lama, tahun 2015-an, coba dibuka link-nya bisa tidak,” katanya saat dihubungi Tekno Liputan6.com lewat pesan singkat Rabu (7/2/2018).
“Itu info lama, tahun 2015-an, coba dibuka link-nya bisa tidak,” katanya saat dihubungi Tekno Liputan6.com lewat pesan singkat Rabu (7/2/2018).
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai Kemendikbud yang melarang dan mencap game Mobile Legend berbahaya adalah Hoax.
Rujukan
[DISINFORMASI+HASUT] Penganiayaan Ulama di Bogor
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/02/2018
Berita
Utk Kesekian Kalinya Terjadi Lagi Penganiayaan Thdp Ulama di Jabar…
Hari ini ada ulama dibogor (Ustd. Sulaiman) dibacok orang gila didesa cigudeg (bogor)
#waspadalah_umat islam
rapatkan barisan
#save_ulama
#hasbunallahwanimalwakiil
Hari ini ada ulama dibogor (Ustd. Sulaiman) dibacok orang gila didesa cigudeg (bogor)
#waspadalah_umat islam
rapatkan barisan
#save_ulama
#hasbunallahwanimalwakiil
Hasil Cek Fakta
Mellansir dari Tribunnews, Kapolres Bogor AKBP Andi Mochamad Dicky mengatakan, kabar ustaz bernama Sulaiman yang tinggal di Cidudeg Kabupaten Bogor telah dianiaya tidak benar. Hal tersebut telah dipastikan Andi setelah melakukan mengecekan ke Kecamatan Cidudeg Desa Sinar Asih. “Iya (hoax), dari laporan masyarakat juga tidak ada. Dari informasi yang beredar, sudah dicek ke Kecamatan Cigudeg Desa Sinar Asih tidak ada,” ujar Andi via pesan whats app nya, Rabu (7/2/2018).
Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak Kepolisian, ternyata kasus penganiayaan dengan nama korban Sulaiman bukanlah kasus penganiayaan terhadap ulama. Sebab, Sulaiman yang menjadi korban penganiayaan tersebut bukanlah seorang ustaz, melainkan seorang petani.
Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak Kepolisian, ternyata kasus penganiayaan dengan nama korban Sulaiman bukanlah kasus penganiayaan terhadap ulama. Sebab, Sulaiman yang menjadi korban penganiayaan tersebut bukanlah seorang ustaz, melainkan seorang petani.
Rujukan
[SALAH] “Penyerangan Terhadap Muazin di Masjid Agung Pameungpeuk Garut”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/02/2018
Berita
“Tah goblog deuleu anu ceuk saria hoak hoak teh .. ieu kajadian subuh tadi.
Kata pa uyu ! Tkp di dalam masjid… mau azan tak jadi.. ada 5 orang .. setelah menanyakan ulama pameungpeuk ketua MUI pelaku menyerang memukul imam masjid menggunakan golok.. tp Allohloh melindungi hanya sakit di kepala…
Kita cari pelakunya…” tidak berbahasa sunda… 5 orang
Lokasi tempat kejadian : pameungpeuk .kab.Garut jawabarat”.
Kata pa uyu ! Tkp di dalam masjid… mau azan tak jadi.. ada 5 orang .. setelah menanyakan ulama pameungpeuk ketua MUI pelaku menyerang memukul imam masjid menggunakan golok.. tp Allohloh melindungi hanya sakit di kepala…
Kita cari pelakunya…” tidak berbahasa sunda… 5 orang
Lokasi tempat kejadian : pameungpeuk .kab.Garut jawabarat”.
Hasil Cek Fakta
Kapolres Garut bersama Timsus Ditkrimum Polda Jabar tiba di lokasi kejadian dan langsung memimpin kegiatan pra rekonstruksi di TKP. Hasilnya olah TKP dan pemeriksaan saksi cukup mencengangkan.
Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang,” beber Agung.
Sedang menurut Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana, ternyata jelang subuh itu, tidak ditemukan adanya jejak orang di sekitar masjid. Seorang marbot masjid bernama Mang Yuyu mengaku bohong telah diianiaya. Pada baju Uyu ditemukan robekan bukan dengan senjata tajam, tetapi seperti disengaja.
"Setelah ditampilkan bukti-bukti, Uyu mengaku perstiwa tersebut merupakan rekayasa. Adapun motifnya adalah masalah ekonomi di mana korban selaku marbot masjid tidak ada yang memperhatikan. Dari fakta-fakta diatas kesimpulan sementara bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa korban yang meminta diperhatikan sisi ekonominya dengan penghasilan Rp. 150.000, (seratus lima puluh ribu rupiah) per bulan. Sedangkan motif yang lain atau aktor intelektualnya masih didalami oleh penyidik,” tutup Kombes Umar.
Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang,” beber Agung.
Sedang menurut Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana, ternyata jelang subuh itu, tidak ditemukan adanya jejak orang di sekitar masjid. Seorang marbot masjid bernama Mang Yuyu mengaku bohong telah diianiaya. Pada baju Uyu ditemukan robekan bukan dengan senjata tajam, tetapi seperti disengaja.
"Setelah ditampilkan bukti-bukti, Uyu mengaku perstiwa tersebut merupakan rekayasa. Adapun motifnya adalah masalah ekonomi di mana korban selaku marbot masjid tidak ada yang memperhatikan. Dari fakta-fakta diatas kesimpulan sementara bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa korban yang meminta diperhatikan sisi ekonominya dengan penghasilan Rp. 150.000, (seratus lima puluh ribu rupiah) per bulan. Sedangkan motif yang lain atau aktor intelektualnya masih didalami oleh penyidik,” tutup Kombes Umar.
Rujukan
Halaman: 8146/8387




