Pada Sabtu (3/2), beredar gambar seolah screenshot dari portal berita Jawapos.com. Screenshot berita itu diberi judul, ’’Beredar Isu Perihal Kartu Kuning yang Dikeluarkan Zaadit Taqwa Merupakan Pesanan FZ dan FH’’. Memang dalam tangkapan layar tersebut tidak ada tulisan link berita dari Jawapos.com. Namun, logo di kiri atas merupakan logo Jawapos.com.
Pemimpin Redaksi Jawapos.com Dhimas Ginanjar memastikan bahwa tidak ada berita di portalnya dengan judul tersebut. Di Jawapos.com memang terdapat beberapa berita soal Zaadit Taqwa, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Termasuk yang diterbitkan 3 Februari 2018.
[BERITA] “Logo Jawapos.com Dicatut untuk Hoax”
Sumber:Tanggal publish: 07/02/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[DISINFORMASI] Video Siswa Pelaku Pembunuhan Guru di Sampang Tengah Sakau/Mabuk
Sumber: instagram.comTanggal publish: 06/02/2018
Berita
Masih ingat gak beb, siswa yang tega memukul gurunya sampai meninggal dunia ? Dan, siswa tersebut mendapatkan hukuman rehabilitasi dan tetap bisa mengikuti ujian.
.
Geser ▶▶ Video anak ini seperti lagi saka* berat.
.
Seharian banyak yang dm mak tentang hal ini. Mak masih kaget, apakah benar ini anak ny agak saka* karena pakai ? Seperti yang terlihat divideo ini.
.
Dan, info yg mak dapatkan video ini sudah tersebar dibeberapa media, akun facebook & group whatapps.
.
Ini video lama, tapi apakah ini orangnya yg sama?
.
Bagaimana tanggapanmu beb ?
.
#sampang
.
Geser ▶▶ Video anak ini seperti lagi saka* berat.
.
Seharian banyak yang dm mak tentang hal ini. Mak masih kaget, apakah benar ini anak ny agak saka* karena pakai ? Seperti yang terlihat divideo ini.
.
Dan, info yg mak dapatkan video ini sudah tersebar dibeberapa media, akun facebook & group whatapps.
.
Ini video lama, tapi apakah ini orangnya yg sama?
.
Bagaimana tanggapanmu beb ?
.
#sampang
Hasil Cek Fakta
Video tersebut merupakan video yang sudah ada cukup lama. Berdasarkan pencarian di Youtube, video pemuda mabuk itu diunggah oleh akun atas nama WHAN SHU OK. Akun tersebut mengunggah video pada tanggal 29 Mei 2016. Dalam unggahan itu, akun WHAN SHU OK memberikan judul videonya “Tsk Sakau Berat, jadi lucu bgtttt…” dan tidak memberikan keterangan lebih jelas.
Apabila menilik dari kronologis kejadiannya, tidak ditemukan aksi pelaku dipengaruhi narkotika dan obat-obatan terlarang. Dilansir dari Antaranews, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, mengatakan, berdasarkan dua alat bukti yang cukup dan memeriksa sejumlah saksi maka pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 tentang tindak pidana penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Apabila menilik dari kronologis kejadiannya, tidak ditemukan aksi pelaku dipengaruhi narkotika dan obat-obatan terlarang. Dilansir dari Antaranews, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, mengatakan, berdasarkan dua alat bukti yang cukup dan memeriksa sejumlah saksi maka pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 tentang tindak pidana penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Kesimpulan
Terjadinya kasus penganiayaan berujung meninggalnya Guru Budi bukan didasari pengaruh narkotika pada diri pelaku. Adapun, kejadian tersebut murni penganiayaan yang berujung kematian. Terkait pria dalam video yang dikaitkan dan diduga sebagai pelaku pembunuhan, bisa dikatakan kurang tepat. Sebab, video itu sudah ada sejak tahun 2016 dan asumsi kemiripan terjadi lantaran adanya kesamaan pada bagian alis yang tebal. Selebihnya, bila dilihat lebih jelas, tidak ada kesamaan lainnya. Dengan demikian, kabar mengenai video pemuda sakau diduga sebagai pelaku pembunuhan Guru Budi di Sampang termasuk disinformasi.
Rujukan
[HOAX] Poster Undangan Tahlilan Terbuka Untuk Guru Budi
Sumber: Media DaringTanggal publish: 06/02/2018
Berita
Tersebar sebuah poster yang berisikan undangan tahlilan terbuka untuk guru Budi, yang diselenggarakan pada Kamis, 8 Februari 2018, pukul 07.30 WIB di Lapangan Polres Sampang, Madura, Jawa Ti
mur.
mur.
Hasil Cek Fakta
Kasat Intelkam Kapolres Sampang yang menyatakan undangan tersebut adalah hoax. “Polres Sampang tak pernah mengadakan acara tersebut. Kabar itu hoax,” kata Karyono saat dihubungi ngopibareng.id, Selasa, 6 Februari 2018.
Akun twitternya @cicipoldajatim juga turut memberikan informasi mengenai poster undangan yang beredar di media sosial adalah hoax.
“Selamat pagi teman-teman. Kami informasi ajakan aksi solidaritas untuk (Alm) Budi di lapangan polres sampang adalah HOAX. Polres sampang tidak pernah mengadakan kegiatan tersebut. Be samrt netizen” tulisnya.
Akun twitternya @cicipoldajatim juga turut memberikan informasi mengenai poster undangan yang beredar di media sosial adalah hoax.
“Selamat pagi teman-teman. Kami informasi ajakan aksi solidaritas untuk (Alm) Budi di lapangan polres sampang adalah HOAX. Polres sampang tidak pernah mengadakan kegiatan tersebut. Be samrt netizen” tulisnya.
Rujukan
[KLARIFIKASI] Isu Warga Kesurupan Pasca Batu Bersusun Dihancurkan, Dipastikan Hoax
Sumber: Media DaringTanggal publish: 05/02/2018
Berita
Beredar isu tentang warga yang kesurupan, setelah baru bersusun dihancurkan di Kecamatan Cidahu, Sukabumi.
Hasil Cek Fakta
Camat Cidahu, Ading Ismail menyebut ulah oknum warganet yang memposting dengan dibumbui hal mistis tidak bisa diterima. “Siang saya hancurkan malamnya muncul lagi postingan, menyebut ada 9 warga kesurupan. Saya langsung minta tolong ke aparat desa untuk melakukan pengecekan dan ternyata itu hoax,” kata Ading kepada detikcom via telepon, Sabtu (3/2/2018).
Batu bersusun rapi sebanyak 90 buah paket susunan di aliran sungai Kampung Cibojong, RT 01 RW 01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar itu dipastikan bukan fenomena alam. Ada warga yang melihat sekelompok pemuda menyusun batu-batu itu. Namun apa motif dan bagaimana cara batu-batu tersebut disusun di tengah sungai masih misterius. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat berhati-hati agar tidak jatuh dalam kesesatan.
Batu bersusun rapi sebanyak 90 buah paket susunan di aliran sungai Kampung Cibojong, RT 01 RW 01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar itu dipastikan bukan fenomena alam. Ada warga yang melihat sekelompok pemuda menyusun batu-batu itu. Namun apa motif dan bagaimana cara batu-batu tersebut disusun di tengah sungai masih misterius. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat berhati-hati agar tidak jatuh dalam kesesatan.
Rujukan
Halaman: 8148/8387



