• [HOAX] “Ratusan Rumah Hanyut di Mangkang Semarang”

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 23/11/2017

    Berita

    Ratusan Rumah Hanyut di Mangkang Semarang

    Hasil Cek Fakta

    Pemkot Semarang menyatakan tidak ada rumah hanyut karena banjir bandang di Mangkang Wetan, Kota Semarang, Rabu (22/11/2017).
    Hal ini meluruskan berita hoax dari pesan berantai (broadcast) banjir bandang di Mangkang Wetan mengakibatkan ratusan rumah hanyut.
    Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Semarang, Achyani mengatakan berdasarkan pantauan tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Pekerjaan Umum, dan Satpol PP banjir bandang mengakibatkan ratusan rumah terendam air.
    “Saya berharap masyarakat tidak terpancing dengan berita hoax ratusan rumah hanyut yang menggambarkan bencana yang besar. Kami ingin meluruskan bahwa berita di pesan berantai tidak benar,” ujarnya
    Achyani menambahkan jika yang jebol hanya tanggul sungai sehingga meluap ke rumah warga. “Saat ini tim gabungan sedang mengupayakan penanganan tanggul yang jebol dengan karung pasir dan pembersihan lumpur,” ujarnya.
    Rencananya, Kamis (23/11/2017) pagi akan dilakukan perbaikan tanggul dan pembersihan lumpur oleh masyarakat dan tim gabungan.
    “Kami juga sedang koordinasi untuk menyiapkan bantuan logistik kepada korban banjir. PDAM segera akan kirim air bersih untuk keperluan korban. Sekali lagi kami harap masyarakat terkecoh dengan berita hoax yang beredar,” ujarnya.
    Sementara itu Camat Tugu, Anton Siswartono menjelaskan dalam banjir ini tak satupun rumah warga yang terhanyut ataupun rusak.
    “Tak benar kalau ada info soal rumah warga terhanyut dan rusak karena banjir, apalagi soal korban. Semuanya hanya terendam saja,” ungkap Anton kepada Tribunjateng.com, Kamis (23/11/2017).
    Ia membantah soal beredarnya kabar hoax yang menyebutkan puluhan rumah warga RT 2 dan RT 3 hanyut.
    Dalam hal ini, Anton ingin meluruskan karena info tersebut dapat meresahkan warga Kota Semarang.
    “Dalam info hoax itu malah sampai 100 rumah hanyut. Padahal hanya terendam saja. Terbukti dari kerja bakti Tim Gabungan tak ditemukan satu pun rumah yang hanyut,” tegasnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] “Nama Gubernur Bali Dicatut dalam Seminar Pesona Wisata Halal”

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 22/11/2017

    Berita

    “Selamat Malam Krama Bali.
    Saya menyayangkan atas beredarnya gambar ini. Saya perlu klarifikasi bahwa tidak ada satupun agenda saya untuk menjadi Keynote Speaker dalam Pesona Wisata Halal tersebut.
    Saya menghimbau kepada pihak yang menyelenggrakan untuk melakukan koreksi secepatnya agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
    Terimakasih,”.

    Hasil Cek Fakta


    Ketika tampilan gambar postingan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika diambil, netizen telah membagikannya sebanyak 329 kali.
    Senada dengan Gubernur Bali, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Dewa Gede Mahendra menegaskan bahwa Dinas Pariwisata Pemprov Bali, Management Hotel dan Gubernur Bali menyatakan tidak ada acara tersebut.
    “Tak benar Hoax itu setelah dicek, saya cek itu ditempatnya (Prama Hotel Sanur) dicari tidak ada juga kegiatan itu. Dinas Pariwisata sudah saya koordinasi tak ada juga kegiatan ini. Jadi itu mau Hoax atau mau apa namanya tidak benar, saya sudah bikin rilis bahwa tidak bener berita itu, hati-hati,” Selasa, (21/11/2017).
    Narasi dari poster yang mencatut nama Gubernur Bali tersebut, sebagai berikut;
    Pesona Wisata Halal
    “SAATNYA INDONESIA DENGAN PARIWISATA HALAL DIGITAL”
    BALI, 12-14 DESEMBER 2017
    SEMINAR, PAMERAN & FAMTRIP
    PRAMA HOTEL, SANUR-BALI 12 DESEMBER 2017
    KEYNOTE SPEAKER:
    ARIEF YAHYA (MENTERI PARIWISATA)
    I GEDE MANGKU PASTIKA (GUBERNUR BALI)
    NARA SUMBER
    Kementerian Pariwisata Indonesia
    Pelancongan Negeri Johor Malaysia
    Japan National Tourism Organization
    Praktisi Halal Travel Konsorsium (HTK)
    Praktisi Lembaga Sertifikasi Halal
    Praktisi Hotel Halal
    Sucofindo
    BPJPH
    DIHADIRI
    Perwakilan Negara Tetangga
    KA Dinas Pariwisata Seluruh Indonesia
    Pebisnis Wisata Halal

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] “Penjahat Gunakan Spray Bius Untuk Lumpuhkan Korban”

    Sumber: www.whatsapp.com
    Tanggal publish: 22/11/2017

    Berita

    “Himbauan
    Mohon teman2 yang menggunakan kendaraan roda 2 bilamana parkir supaya helm jgn ditaruh begitu saja, apalagi saat ke ATM. Modus baru pelaku memperdaya korban dgn cara sprey/disemprotkan pd busa helm/bius. Begitu korban mengendarai motornya tdk lama dia akan jatuh pingsan hingga pelaku dgn mudah mengambil motor dan harta benda lainnya.
    Silakan sebarkan di group wa
    copasgrup relawan.
    Kisah nyata di daerah probolinggo, delta mas dan surabaya, Malang, Batu, Blitar sepulangnya dari ATM.”.

    Hasil Cek Fakta

    Seiring berjalannya waktu, tindak kejahatan di Indonesia memang beragam. Namun tak jarang hal tersebut justru memunculkan berita-berita karangan yang dibuat oleh oknum tak bertanggung jawab agar menimbulkan keresahan di masyarakat. Seperti halnya pesan singkat yang menyebutkan adanya modus kejahatan menggunakan spray bius yang dapat dengan seketika melumpuhkan korbannya.
    Tak hanya melalui whatsapp, pesan tersebut juga disebarkan melalui media-media sosial seperti facebook, dan juga instagram. Menurut pesan yang ada, pengguna diharap berhati-hati saat ingin memarkirkan kendaraan dan meletakkan helm mereka. Nantinya si penjahat akan menyemprotkan obat bius hirup yang dapat membuat korban pingsan kemudian terjatuh saat mengendarai motor.
    Setelah ditelusuri lebih lanjut, melansir dari jawapos.com, menurut Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, kejahatan seperti yang dikatakan pesan tersebut tidaklah pernah terjadi di wilayah Jatim alias HOAX. Frans menyayangkan adanya pesan tersebut dan menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] “Dituduh Menistakan Agama, Walikota Risma dilaporkan ke Polisi”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 22/11/2017

    Berita

    Sekelompok pemuda yang menyebut diri Komunitas Bambu Runcing melaporkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, ke markas Polda Jatim di Surabaya, 20 November 2017.
    Mereka menilai Risma melakukan penistaan agama sesuai ketentuan pasal 156 a KUHP. Alasannya, Risma membongkar masjid Assakinah di kompleks Balai Pemuda Surabaya.
    Selain Risma, pihak lain yang dilaporkan adalah Ketua DPRD dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota.

    Hasil Cek Fakta

    Saat melapor ke Polda Jatim, Wawan dari Komunitas Bambu Runcing didampingi lima pengacara, Okky FS, Ida Bagus Adis Harymbawa, Heroe Maksono, Mudji Utomo dan Abdus Salim yang tergabung dalam OS&Partners.
    Sementara, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menuturkan, pihaknya masih mempelajari laporan itu.
    “Laporan baru saja diterima dan itu perlu croscek,” ungkapnya.
    Perlu dicatat, masjid itu dibongkar karena akan dibangun masjid baru yang menyatu dengan gedung baru DPRD berlantai delapan.
    Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam rapat bersama anggota Komisi C DPRD pada Selasa (14/11/2017) menyatakan, pembongkaran tetap akan dilanjutkan.
    “Pembangunan masjid akan mulai kita bangun besok. Kemarin sempat terhenti karena ada protes dan spanduk-spanduk yang dipasang oleh organisasi masyarakat,” kata Eri.
    Ia menyebutkan, masjid ini menjadi kesatuan dengan gedung DPRD. Namun untuk pembangunan masjid ini akan didahulukan dan menjadi prioritas.
    Ia memastikan bahwa Pemkot tidak meniadakan bangunan masjid Assakinah. Justru masjid akan dibangun lebih mewah dan megah.
    Dengan luasan 13 meter kali 29 meter. Luasan masjid ini akan lebih luas dibandingkan dengan luas sebelumnya yaitu 13 meter kali 13 meter.
    “Masjid yang baru ini tetap satu lantai tapi tingginya lima meter. Bisa menampung sebanyak 400 jamaah. Jika dulu jamaahnya hanya mampu menampung 150 jamaah saja,” katanya.
    Ia meminta masyarakat untuk tidak berprasangka buruk. Pembongkaran masjid itu memang untuk membangun gedung DPRD.
    Namun selama pembangunan tersebut masjid direlokasi di gedung merah putih.
    “Masjidnya tetap ada di lantai paling bawah. Tidak ekslusif. Namun lahannya memang ada di gedung DPRD,” kata Eri.
    Dalam forum tersebut, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, mengatakan lantaran pembangunan gedung DPRD Kota Surabaya, pihaknya ingin organisasi masyarakat yang memasang spanduk di masjid Assakinah yang lama untuk segera dicopot.
    “Kami juga meminta agar tidak dibahas terus. Pembongkaran masjid ini bukan untuk ditiadakan. Justru dibangun lebih luas. Bergaya Timur Tengah, dan bisa menampung dua kali lipat,” katanya.
    Lebih lanjut, pihaknya menyarankan untuk penambahan desain masjid Assakinah. Dewan ingin agar ada penambahan menara di bagian depan masjid.
    “Dalam desainnya hanya ada satu menara di bagian depan. Saya minta agar dibuatkan dua menara di depannya,” kata pria yang akrab disapa Ipuk ini.
    Selain itu anggota Komisi C Riswanto menyebutkan agar ada penambahan untuk selasar di depan yang lebih luas di depan masjid Assakinah.
    “Agar dari depan Balai Pemuda sudah bisa melihat kalau ada masjid di dasar gedung,” katanya.
    Kesimpulan dari Tuduhan dari suatu komunitas di surabaya terhadap Walikota Surabaya, Risma atas tuduhan penistaan agama karena membongkar Mesjid adalah DISINFORMASI.
    Karena faktanya Pemkot surabaya memastikan bahwa tidak ada istilah meniadakan bangunan masjid Assakinah. Justru masjid akan dibangun lebih mewah dan megah.
    Pembongkaran masjid itu memang untuk membangun gedung DPRD. Namun selama pembangunan tersebut masjid direlokasi di gedung merah putih.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini