• (HOAX) : Ahok : Kamu Kira Kami Niat Bangun Masjid dan Naikkan Haji Marbut

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 17/11/2017

    Berita

    Sebuah cuplikan layar atau screenshot berita Kompas.com yang telah dimodifikasi disebarkan di media sosial oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

    Gambar hoax itu kemudian menjadi viral di media sosial. Sejumlah pengguna akun di media sosial lantas menyampaikan pandangan mereka dan mencaci Ahok berdasarkan gambar yang tidak benar itu.

    Hasil Cek Fakta

    Judul itu telah dimodifikasi. Penyebaran yang dilakukan melalui akun @TweetParpol pun berpotensi menyulut kebencian dari mereka yang mengira bahwa Ahok benar mengeluarkan pernyataan itu.

    Berita yang benar adalah “Ahok: Kamu Kira Kami Bohong Bangun Masjid, Naikkan Haji Marbut?”.

    Kata “bohong” pada judul itu diganti menjadi “niat”. Maknanya sama sekali berbeda.

    Aslinya, berita tersebut tayang pada Jumat, 14 Oktober 2016. Silakan klik di sini untuk melihat berita itu.

    Pengguna akun @TweetParpol yang tidak bertanggung jawab itu juga menyebarkan gambar berita dari sejumlah situs lain, seperti Detik.comdan Merdeka.com yang telah dimodifikasi.

    Suasana politik menjelang pilkada memang tengah memanas. Sejumlah pihak yang kita tidak tahu siapa dengan egoisnya tengah memainkan media sosial demi menyulut sentimen publik semata-mata demi kepentingan mereka.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] LOWONGAN MAGANG DI PANTI SOSIAL BINA REMAJA TARUNA JAYA

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 17/11/2017

    Berita

    “DIBUKA LOWONGAN PEKERJA HARIAN LEPAS
    1. Petugas Pelayanan Sosial
    2. Petugas Keamanan Kantor
    3. Petugas Kebersihan Kantor
    4. Petugas Mekanikal Elektrikan”.

    Hasil Cek Fakta

    Tersebarnya iklan lowongan Pekerja Harian Lepas/PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) di PSBR Taruna Jaya memang cukup membuat banyak pihak merasa dirugikan. Pasalnya setelah hal itu tersebar, banyak masyarakat yang berdatangan untuk ikut serta mendaftar sebagai pegawai magang di panti sosial tersebut. Namun mereka harus pulang dengan tangan kosong setelah mengetahui bahwa kabar tersebut adalah palsu.
    Dan setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa iklan Lowongan Magang di PSBR tidak benar adanya melainkan HOAX. Informasi valid ini kami peroleh setelah mengirim pesan langsung kepada pihak terkait. Dan mereka menyatakan dengan tegas jika berita yang tersebar di media sosial tidaklah benar adanya melainkan HOAX.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] “Minuman Beracun Demo 2 Desember Tak Bersianida”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 17/11/2017

    Berita

    “Minuman Beracun Demo 2 Desember Tak Bersianida
    Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen Jum’at, 02 Desember 2016 | 17:09 WIB
    Massa Aksi Damai 2 Desember melakukan salat Jumat berjamaah di bawah guyuran hujan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (12/2/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sebagian pendemo mengaku mengalami gangguan pencernaan.
    Suara.com – Tim medis demo 2 Desember menemukan satu dus minuman berkemas yang diduga mengandung racun. Pasalnya, ditemukan bekas suntikan pada gelas minuman merk Ale-ale dan Teh Gelas tersebut.
    Setelah diuji oleh Tim laboratorium kesehatan DKI Jakarta, tidak ditemukan zat yang diduga beracun tersebut. Dua zat beracun seperti Arsenik dan Sianida dinyatakan negatif dalam minuman berkemas tersebut.
    “Tadi kita bersama Labkesda Pemda DKI menguji di lapangan, untuk menguji temuan kita duga ada dalam minuman kemasan, diduga disuntik oleh pihak tertentu, karena kita lihat ada bekas suntikan, hasil sementara dua zat racun arsenik dan sianida, negatif,” kata Dokter Bambang Edi dari Bulan Sabit Merah Indonesia di Bundaran Indosat, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).
    Meski dua zat beracun tersebut tidak ditemukan, kata Bambang, bukan berarti tidak mengandung zat berbahaya dalam minuman tersebut. Menurutnya, bisa saja dalam minuman tersebut terdapat mikrobiologis yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
    “Masih dimungkinkan racun yang lain, termasuk mikrobiologis, seperti kuman,” katanya.
    Dia mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui siapa pemilik minuman tersebut. Tapi dia menduga bahwa minuman tersebut disedekahkan oleh pihak yang ingin membantu demo.
    “Kita tidak tahu, ditemukan tergeletak tanpa dijaga, sebenarnya bnyak yang sedekah, tapi kita tidak tahu yang disedekahkan itu baik atau tidak,” kata Bambang.
    Dia juga mengatakan bahwa akibat dari konsumsi minuman tersebut, beberapa peserta aksi damai yang meminumnya sudah menderita sakit. Kata dia, setelah minum minuman tersebut, orangnya langsung pusing dan mual.
    “Ada yang mengeluhkan pusing, mual-mual dan rasanya pahit,” kata Bambang.
    Karena dinilai mengganggu dan merugikan massa aksi, minuman tersebut pun dihancurkan. Namun, sebagiannya dijadikan sebagai barang bukti.”.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Budi Waseso Nyalon di Pilgub Sumut Melalui PDIP

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 17/11/2017

    Berita

    “Setelah mengerucut beberapa nama calon calon Pilgub di Pulau Jawa, Sepertinya para DPP sudah memulai konsentrasi nya ke Sumut.
    Hangat berhembus kabar bahwa Pak Budi Waseso Kepala BNN sudah mendaftarkan diri dan berkomunikasi secara intens dengan DPP PDI-P.
    Semakin berwarna PILGUBSU kita….!!!”.

    Hasil Cek Fakta

    Isu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) menyalonkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Sumatera Utara 2018 dengan mendaftarkan diri melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak benar adanya atau hoax.
    Kepala Biro Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko telah membantah informasi tersebut dengan mengatakan itu adalah berita bohong, “Berita yang beredar itu hoaks,” katanya, Kamis (2/11).
    Hal senada disampaikan, Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, Hendrawan Supratikno yang menyatakan belum mendengar nama mantan Kepala Bareskrim Polri tersebut mendaftarkan diri ke PDIP. Menurutnya hingga saat ini partainya masih menimbang-nimbang sejumlah nama cagub atau cawagub yang memang telah lama beredar dalam beberapa bulan ini.
    Sebelum informasi majunya Buwas dibantah oleh pihak BNN dan internal DPP PDIP, isu ini dapat dikatakan berasal dari politisi PDI Perjuangan Sumut, Sutrisno Pangaribuan. Sutrisno yang diwawancara awak media pada, Selasa (31/10) memaparkan harapannya agar Buwas dapat menjadi Bacagub dari partainya. “Nama Pak Buwas sudah muncul dan jadi pembicaraan kader PDIP di Sumut. Mungkin sudah mendaftar atau melakukan komunikasi dengan DPP PDIP. Kami di sini masih menunggu,” ujar Sutrisno.
    Diketahui Buwas sudah beberapa kali diisukan sebagai figur yang akan maju menjadi Bacagub, seperti di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini