“1. Perppu Ormas
Otoriter
Tegas
Biasa Saja
2. Siapa yang paling pas menilai suatu ormas itu anti-Pancasila atau tidak?
Pemerintah
Pengadilan”.
[HOAX] Polling Perppu Ormas oleh Gibran Rakabuming
Sumber: www.twitter.comTanggal publish: 16/11/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Melalui akun twitter aslinya, yakni @Chilli_Pari, Gibran Rakabuming menyatakan polling tersebut tidak benar atau hoax. “Itu akun palsu,” tulis Gibran.
Selain Gibran, anak bungsu Presiden Jokowi yakni Kaesang Pangarep melalui akun twitternya @kaesangp juga membantu menjawab pertanyaan netizen yang menanyakan perihal polling tersebut dengan menegaskan “Itu bukan akun mas gibran, akun mas gibran @Chilli_Pari,” tulis Kaesang.
Polling dari akun twitter @Gibran Rakabuming pada pertanyaan pertama terkait Perppu Ormas, hasilnya adalah 77 persen dianggap otoriter, kemudian 26 persen dinilai tegas dan 6 persen dianggap biasa saja.
Sedangkan untuk pertanyaan kedua yang bunyinya, “Siapa yang paling pas menilai suatu ormas itu anti-Pancasila atau tidak?”, hasilnya adalah pengadilan dengan 87 persen dan untuk pemerintah sebanyak 13 persen.
Hasil dari polling itu pun dibagikan oleh beberapa akun twitter, seperti GNPF Ulama Sumut (@gnpfulama_sumut), juga akun Facebook Muslim Cyber Army (facebook.com/MuslimCyberArmy.MCA).
Sebelumnya diketahui, Gibran melalui akun aslinya juga pernah membuat polling dengan nada becanda yang pertanyaannya, “Nonton metro tv sambil ngemil sari roti plus equil boleh gak?,”. Dan jawabannya 72 persen gak boleh serta 28 persen juga gak boleh. Dari pertanyaan dan jawaban yang sudah disesdiakan ini, netizen menganggap polling Gibran hanya bercanda belaka.
Untuk yang serius, Gibran pernah menggunakan akun twitter aslinya dengan mempertanyakan dan membantah cuit netizen yang melampirkan tangkapan layar judul berita media daring dengan bunyi “Istri Ahok: Pribumi Indonesia Jadi Rakyat Aja Ngrepotin, Apalagi Jadi Pemimpin”. Gibran mengatakan, “Mana ada berita seperti itu di @tribunnews https://twitter.com/uusrsd/status/920796054273982464 …”
Tak lama kemudian, akun resmi dari Tribun Manado langsung mengklarifikasi bahwa memang tidak ada berita yang berjudul seperti itu. “Terima kasih Mas @Chilli_Pari memang tdk ada berita seperti itu di Tribun Manado. Ini penjelasan kami,” tulis akun Twitter @Tribun_Manado.
Selain Gibran, anak bungsu Presiden Jokowi yakni Kaesang Pangarep melalui akun twitternya @kaesangp juga membantu menjawab pertanyaan netizen yang menanyakan perihal polling tersebut dengan menegaskan “Itu bukan akun mas gibran, akun mas gibran @Chilli_Pari,” tulis Kaesang.
Polling dari akun twitter @Gibran Rakabuming pada pertanyaan pertama terkait Perppu Ormas, hasilnya adalah 77 persen dianggap otoriter, kemudian 26 persen dinilai tegas dan 6 persen dianggap biasa saja.
Sedangkan untuk pertanyaan kedua yang bunyinya, “Siapa yang paling pas menilai suatu ormas itu anti-Pancasila atau tidak?”, hasilnya adalah pengadilan dengan 87 persen dan untuk pemerintah sebanyak 13 persen.
Hasil dari polling itu pun dibagikan oleh beberapa akun twitter, seperti GNPF Ulama Sumut (@gnpfulama_sumut), juga akun Facebook Muslim Cyber Army (facebook.com/MuslimCyberArmy.MCA).
Sebelumnya diketahui, Gibran melalui akun aslinya juga pernah membuat polling dengan nada becanda yang pertanyaannya, “Nonton metro tv sambil ngemil sari roti plus equil boleh gak?,”. Dan jawabannya 72 persen gak boleh serta 28 persen juga gak boleh. Dari pertanyaan dan jawaban yang sudah disesdiakan ini, netizen menganggap polling Gibran hanya bercanda belaka.
Untuk yang serius, Gibran pernah menggunakan akun twitter aslinya dengan mempertanyakan dan membantah cuit netizen yang melampirkan tangkapan layar judul berita media daring dengan bunyi “Istri Ahok: Pribumi Indonesia Jadi Rakyat Aja Ngrepotin, Apalagi Jadi Pemimpin”. Gibran mengatakan, “Mana ada berita seperti itu di @tribunnews https://twitter.com/uusrsd/status/920796054273982464 …”
Tak lama kemudian, akun resmi dari Tribun Manado langsung mengklarifikasi bahwa memang tidak ada berita yang berjudul seperti itu. “Terima kasih Mas @Chilli_Pari memang tdk ada berita seperti itu di Tribun Manado. Ini penjelasan kami,” tulis akun Twitter @Tribun_Manado.
Rujukan
[HOAX] “Rina Nose Buang Jilbabnya Sebut Islam Itu Ajaran Sesat”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 16/11/2017
Berita
“Isi artikel yang ada di blog id-detik-news berasal dari portal berita poskotanews.com. Judulnya beda, isinya sama plek. Poskotanews memberikan judul Sering ke Luar Negeri Jadi Alasan Rina Rose Buka Hijab?. Berita itu diunggah pada 12 November 2017, pukul 18.26 WIB.
Blog id-detik-news, sepertinya berafiliasi dengan pengelola akun Facebook yang mencatut nama artis Ranty Maria. Sebab, akun yang diduga dibuat untuk diternak itu banyak membagikan artikel dari blog id-detik-news.”
Blog id-detik-news, sepertinya berafiliasi dengan pengelola akun Facebook yang mencatut nama artis Ranty Maria. Sebab, akun yang diduga dibuat untuk diternak itu banyak membagikan artikel dari blog id-detik-news.”
Hasil Cek Fakta
“Ulah blog id-detik-news.blogspot.co.id sudah kelewat batas. Siapa saja bisa mereka fitnah lewat kabar hoax. Tak peduli kelompok pro pemerintah ataupun sebaliknya. Artis yang memilih melepas jilbabnya pun mereka jadikan hoax yang berpotensi memicu konflik SARA.
Artis yang sedang jadi korban hoax itu adalah Rina Rose. Pada 12 November 2017 blog id-detik-news membuat tulisan berjudul provokatif. Rina Rose Buang Jilbabnya, Sebut Islam Itu Ajaran Sesat.
Judul tersebut hanyalah bagian dari upaya memburu klik. Tak ada sama sekali perkataan dari Rina Rose yang menyebut Islam ajaran sesat seperti pada judul.
Isi artikel yang ada di blog id-detik-news berasal dari portal berita poskotanews.com. Judulnya beda, isinya sama plek. Poskotanews memberikan judul Sering ke Luar Negeri Jadi Alasan Rina Rose Buka Hijab?. Berita itu diunggah pada 12 November 2017, pukul 18.26 WIB.
Blog id-detik-news, sepertinya berafiliasi dengan pengelola akun Facebook yang mencatut nama artis Ranty Maria. Sebab, akun yang diduga dibuat untuk diternak itu banyak membagikan artikel dari blog id-detik-news.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), tampaknya layak memasukkan blog id-detik-news ke daftar blokir mereka. Sebab, blog tersebut menyebarkan banyak hoax yang bertujuan memicu konflik SARA.
Korbannya juga siapa saja. Tak terbatas dari kalangan berpandangan politik tertentu. Ayo Mbak Rina Rose, Mbak Ranty Maria, laporkan blog ini ke polisi. Biar segera ”tercyduk” juga.”.
Artis yang sedang jadi korban hoax itu adalah Rina Rose. Pada 12 November 2017 blog id-detik-news membuat tulisan berjudul provokatif. Rina Rose Buang Jilbabnya, Sebut Islam Itu Ajaran Sesat.
Judul tersebut hanyalah bagian dari upaya memburu klik. Tak ada sama sekali perkataan dari Rina Rose yang menyebut Islam ajaran sesat seperti pada judul.
Isi artikel yang ada di blog id-detik-news berasal dari portal berita poskotanews.com. Judulnya beda, isinya sama plek. Poskotanews memberikan judul Sering ke Luar Negeri Jadi Alasan Rina Rose Buka Hijab?. Berita itu diunggah pada 12 November 2017, pukul 18.26 WIB.
Blog id-detik-news, sepertinya berafiliasi dengan pengelola akun Facebook yang mencatut nama artis Ranty Maria. Sebab, akun yang diduga dibuat untuk diternak itu banyak membagikan artikel dari blog id-detik-news.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), tampaknya layak memasukkan blog id-detik-news ke daftar blokir mereka. Sebab, blog tersebut menyebarkan banyak hoax yang bertujuan memicu konflik SARA.
Korbannya juga siapa saja. Tak terbatas dari kalangan berpandangan politik tertentu. Ayo Mbak Rina Rose, Mbak Ranty Maria, laporkan blog ini ke polisi. Biar segera ”tercyduk” juga.”.
Rujukan
[HOAX] Eggi Sudjana Melalui Kongres Nasional Alumni 212 akan Turunkan Anies – Sandi
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 16/11/2017
Berita
“Kongres Nasional 212, Reuni Akbar
Ayo menuju Monas 2 Desember 2017
Ayo Siapkan diri dari sekarang
SATUKAN KEMBALI UMAT ISLAM
TURUNKAN ANIES – SANDI”.
Ayo menuju Monas 2 Desember 2017
Ayo Siapkan diri dari sekarang
SATUKAN KEMBALI UMAT ISLAM
TURUNKAN ANIES – SANDI”.
Hasil Cek Fakta
Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif menyatakan meme dengan inti pesan ingin menurunkan Gubernur dan Wakil Gubernur, Anies Baswedan – Sandiaga Uno dengan mengatasnamakan Penasehat Presidum 212, Eggi Sudjana adalah tidak benar. “Itu hoax, itu bukan dari kita,” katanya, Rabu (15/11).
Eggi yang pernah menjadi pengacara dari bos First Travel menjelaskan bahwa meme yang hoax tersebut adalah bentuk pembunuhan karakter terhadap dirinya. “Fitnah keji itu, karena itu meme yang buat dari team cyber 212 dan tidak ada kata turunkan Anies-Sandi,” ujar Eggi.
Meski merasa difitnah, Eggi yang pernah berkeberatan namanya dicatut oleh kelompok yang memproduksi hoax yakni Saracen, mengatakan bahwa kelompok yang kalah pada Pemilihan Gubernur DKI lah yang membuat meme tersebut. “Itu jelas sekali fitnah keji dari Ahoker atau orang-orang pembenci umat Islam untuk bangkit. Karena saya jelas pendukung Anies-Sandi,” tuturnya.
Terakhir Eggi melalui surat klarifikasinya yang diberikan kepada awak media, mempertanyakan fitnah yang diarahkan kepada dirinya dan meminta kepada semua pihak agar dapat bekerjasama atau bekerja untuk Indonesia.
“JADI PERTANYAAN SERIUS NYA MENGAPA AHOKER ATAU PARA PEMBENCI ISLAM FITNAH SAYA ? APAKAH MEREKA INI YANG BENAR-BENAR MAU MENURUNKAN ANIES SANDI ? KENAPA HARUS FITNAH ORANG ??? TAU DIRI DONG KALIAN INI SUDAH JADI ORANG KALAH MAKA SADARLAH JADI WARGA DKI YANG BAIK TURUTLAH PIMPINAN DKI YANG BARU TOH ANIES SANDI JUGA SUDAH KOMIT MERAWAT KEBHINEKAAN INDONESIA DAN MERANGKUL SEMUA PIHAK , JADI KENAPA FITNAH ORANG ?? MARILAH KITA KINI KERJASAMA JIKA MUNGKIN JIKA TIDAK MUNGKIN MARILAH SAMA SAMA KERJA UNTUK INDONESIA BERTAQWA DAN SEJAHTERA . SALAM KOMPAK , EGGI SUDJANA , PENASEHAT PRESESIUM ALUMNI 212”.
Eggi yang pernah menjadi pengacara dari bos First Travel menjelaskan bahwa meme yang hoax tersebut adalah bentuk pembunuhan karakter terhadap dirinya. “Fitnah keji itu, karena itu meme yang buat dari team cyber 212 dan tidak ada kata turunkan Anies-Sandi,” ujar Eggi.
Meski merasa difitnah, Eggi yang pernah berkeberatan namanya dicatut oleh kelompok yang memproduksi hoax yakni Saracen, mengatakan bahwa kelompok yang kalah pada Pemilihan Gubernur DKI lah yang membuat meme tersebut. “Itu jelas sekali fitnah keji dari Ahoker atau orang-orang pembenci umat Islam untuk bangkit. Karena saya jelas pendukung Anies-Sandi,” tuturnya.
Terakhir Eggi melalui surat klarifikasinya yang diberikan kepada awak media, mempertanyakan fitnah yang diarahkan kepada dirinya dan meminta kepada semua pihak agar dapat bekerjasama atau bekerja untuk Indonesia.
“JADI PERTANYAAN SERIUS NYA MENGAPA AHOKER ATAU PARA PEMBENCI ISLAM FITNAH SAYA ? APAKAH MEREKA INI YANG BENAR-BENAR MAU MENURUNKAN ANIES SANDI ? KENAPA HARUS FITNAH ORANG ??? TAU DIRI DONG KALIAN INI SUDAH JADI ORANG KALAH MAKA SADARLAH JADI WARGA DKI YANG BAIK TURUTLAH PIMPINAN DKI YANG BARU TOH ANIES SANDI JUGA SUDAH KOMIT MERAWAT KEBHINEKAAN INDONESIA DAN MERANGKUL SEMUA PIHAK , JADI KENAPA FITNAH ORANG ?? MARILAH KITA KINI KERJASAMA JIKA MUNGKIN JIKA TIDAK MUNGKIN MARILAH SAMA SAMA KERJA UNTUK INDONESIA BERTAQWA DAN SEJAHTERA . SALAM KOMPAK , EGGI SUDJANA , PENASEHAT PRESESIUM ALUMNI 212”.
Rujukan
[BERITA] “Eksperimen: Mengupas Hoax ‘Potongan Kanker’ yang Menjauhi Bawang Putih”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 16/11/2017
Berita
“Eksperimen: Mengupas Hoax ‘Potongan Kanker’ yang Menjauhi Bawang Putih
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
Kamis, 16/11/2017 16:49 WIB
Benda lembek berwarna kehitaman ini bisa bergerak ketika ada medan magnet. (Foto: Uyung/detikHealth)
Jakarta, Beberapa waktu lalu, sebuah video sempat heboh di jejaring media sosial. Video tersebut menampilkan benda lembek berwarna hitam yang bergerak menjauh ketika didekati bawang putih. Konon, itu adalah ‘potongan hasil operasi kanker’ yang tetap hidup di luar tubuh.
Sejumlah ahli kanker mempertanyakan keterangan yang menyertai video tersebut. Dr Fielda Djuita SpRad(K)Onk.Rad, dari RS Cipto Mangunkusumo menyebutnya tidak masuk akal. Menurutnya, tiap jenis kanker punya sifat tersendiri sehingga obatnya juga berbeda.
“Tapi saya rasa tidak masuk akal, satu jenis kanker dengan kanker lainnya sudah beda-beda sifatnya. Kalau gitu, taruh saja bawang putih banyak-banyak di badan kita,” kata dr Fielda, dalam wawancara dengan detikHealth beberapa waktu lalu.
Dr Sonar Soni Panegoro, SpB(K) Onk dari RS Kanker Dharmais lebih tegas menyebut video tersebut sebagai hoax. Sel apapun, menurutnya tidak bisa hidup ketika berada di luar tubuh manusia, kecuali memang dikultur atau dibiakkan dalam media tertentu.
“Tidak mungkin bisa bergerak seperti itu. Kemudian sel kanker hidup itu warnanya putih kelabu kadang merah. Yang kehitaman kanker kulit melanoma,” jelas dr Sonar.
Baca juga: Heboh Video ‘Potongan Kanker’ Menjauhi Bawang Putih, Ini Kata Dokter
Lalu benda apakah yang bergerak-gerak dalam video tersebut? Tidak bisa dipastikan tanpa pemeriksaan langsung. Namun dari wujudnya yang lembek atau semisolid, serta warnanya yang kehitaman, maka yang paling mendekati adalah ferrofluid atau ferromagnetic fluid. Tim detikHealth mencoba membuktikan kemiripannya.
Langkah pertama adalah membuat slime (mainan anak-anak yang teksturnya lembek) dari lem kayu, dengan sabun cair sebagai surfaktan (surface active agent) agar wujudnya awet tidak cepat mengeras. Sengaja dibuat lebih lunak agar nantinya lebih mudah diamati pergerakannya.
Eksperimen ini menggunakan lem dan sabun cair sebagai bahan bakunya.
Eksperimen ini menggunakan lem dan sabun cair sebagai bahan bakunya. Foto: Uyung/detikHealth
Selanjutnya adalah menambahkan ferro atau besi ke dalamnya. Tim detikHealth menggunakan toner printer laser warna hitam yang kandungannya memang didominasi oleh serbuk besi. Serbuk tersebut dicampur ke slime sampai homogen.
Agar bisa bergerak ketika ada medan magnet, slime diisi dengan serbuk besi.
Agar bisa bergerak ketika ada medan magnet, slime diisi dengan serbuk besi. Foto: Uyung/detikHealth
Agar ‘slime besi’ tersebut bisa bergerak, detikHealth menggunakan logam neodimium (Nd). Ini adalah logam yang memiliki medan magnet sangat kuat. Magnet ini akan menggerakkan slime lembek yang sudah diisi serbuk besi. Slime besi akan bergerak mendekat ketika dihadapkan pada kutub magnet yang berlawanan, dan menjauh terhadap kutub sejenis.
Magnet neodinium ini bisa menarik logam dengan sangat kuat.
Magnet neodinium ini bisa menarik logam dengan sangat kuat. Foto: Uyung/detikHealth
Baca juga: Video ‘Potongan Kanker’ Jauhi Bawang, Dokter Sebut Tidak Masuk Akal
Selesai. Untuk membuatnya tampak ‘hidup’ maka magnet perlu disembunyikan, dan dalam eksperimen ini detikHealth meletakkannya di lipatan uang kertas. Simak hasilnya di sini:
(up/fds)”
AN Uyung Pramudiarja – detikHealth
Kamis, 16/11/2017 16:49 WIB
Benda lembek berwarna kehitaman ini bisa bergerak ketika ada medan magnet. (Foto: Uyung/detikHealth)
Jakarta, Beberapa waktu lalu, sebuah video sempat heboh di jejaring media sosial. Video tersebut menampilkan benda lembek berwarna hitam yang bergerak menjauh ketika didekati bawang putih. Konon, itu adalah ‘potongan hasil operasi kanker’ yang tetap hidup di luar tubuh.
Sejumlah ahli kanker mempertanyakan keterangan yang menyertai video tersebut. Dr Fielda Djuita SpRad(K)Onk.Rad, dari RS Cipto Mangunkusumo menyebutnya tidak masuk akal. Menurutnya, tiap jenis kanker punya sifat tersendiri sehingga obatnya juga berbeda.
“Tapi saya rasa tidak masuk akal, satu jenis kanker dengan kanker lainnya sudah beda-beda sifatnya. Kalau gitu, taruh saja bawang putih banyak-banyak di badan kita,” kata dr Fielda, dalam wawancara dengan detikHealth beberapa waktu lalu.
Dr Sonar Soni Panegoro, SpB(K) Onk dari RS Kanker Dharmais lebih tegas menyebut video tersebut sebagai hoax. Sel apapun, menurutnya tidak bisa hidup ketika berada di luar tubuh manusia, kecuali memang dikultur atau dibiakkan dalam media tertentu.
“Tidak mungkin bisa bergerak seperti itu. Kemudian sel kanker hidup itu warnanya putih kelabu kadang merah. Yang kehitaman kanker kulit melanoma,” jelas dr Sonar.
Baca juga: Heboh Video ‘Potongan Kanker’ Menjauhi Bawang Putih, Ini Kata Dokter
Lalu benda apakah yang bergerak-gerak dalam video tersebut? Tidak bisa dipastikan tanpa pemeriksaan langsung. Namun dari wujudnya yang lembek atau semisolid, serta warnanya yang kehitaman, maka yang paling mendekati adalah ferrofluid atau ferromagnetic fluid. Tim detikHealth mencoba membuktikan kemiripannya.
Langkah pertama adalah membuat slime (mainan anak-anak yang teksturnya lembek) dari lem kayu, dengan sabun cair sebagai surfaktan (surface active agent) agar wujudnya awet tidak cepat mengeras. Sengaja dibuat lebih lunak agar nantinya lebih mudah diamati pergerakannya.
Eksperimen ini menggunakan lem dan sabun cair sebagai bahan bakunya.
Eksperimen ini menggunakan lem dan sabun cair sebagai bahan bakunya. Foto: Uyung/detikHealth
Selanjutnya adalah menambahkan ferro atau besi ke dalamnya. Tim detikHealth menggunakan toner printer laser warna hitam yang kandungannya memang didominasi oleh serbuk besi. Serbuk tersebut dicampur ke slime sampai homogen.
Agar bisa bergerak ketika ada medan magnet, slime diisi dengan serbuk besi.
Agar bisa bergerak ketika ada medan magnet, slime diisi dengan serbuk besi. Foto: Uyung/detikHealth
Agar ‘slime besi’ tersebut bisa bergerak, detikHealth menggunakan logam neodimium (Nd). Ini adalah logam yang memiliki medan magnet sangat kuat. Magnet ini akan menggerakkan slime lembek yang sudah diisi serbuk besi. Slime besi akan bergerak mendekat ketika dihadapkan pada kutub magnet yang berlawanan, dan menjauh terhadap kutub sejenis.
Magnet neodinium ini bisa menarik logam dengan sangat kuat.
Magnet neodinium ini bisa menarik logam dengan sangat kuat. Foto: Uyung/detikHealth
Baca juga: Video ‘Potongan Kanker’ Jauhi Bawang, Dokter Sebut Tidak Masuk Akal
Selesai. Untuk membuatnya tampak ‘hidup’ maka magnet perlu disembunyikan, dan dalam eksperimen ini detikHealth meletakkannya di lipatan uang kertas. Simak hasilnya di sini:
(up/fds)”
Hasil Cek Fakta
https://turnbackhoax.id/2017/11/16/berita-eksperimen-mengupas-hoax-potongan-kanker-yang-menjauhi-bawang-putih/
Rujukan
Halaman: 8176/8365





