Disinformasi Komentator Piala Dunia Memakai Jersey Pendukung PKI
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/07/2018
Berita
Akun Kha Athos ( fb.com/kha.athos.9 ) memposting sebuah gambar dengan narasi "PKI & PENDUKUNG SUDAH NEKAT.." di grup United Muslim Cyber Army
Hasil Cek Fakta
Faktanya,Komentator tersebut mengenakan jersey Tim Uni Soviet yang lama. Jersey itu memang sengaja diproduksi Adidas yang sengaja dibuat untuk merayakan Piala Dunia Rusia 2018 dan tim-tim besar pada era 90-an.
Rujukan
Disinformasi Plakat Kerjasama Kepolisian Tiongkok Dan Polres Ketapang
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/07/2018
Berita
Beredar foto yang berisi plakat berisi kerjasama antara Polres Ketapang dengan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok. Sudah dibagikan lebih dari 9.100 kali saat screenshot diambil. Foto tersebut diposting dengan narasi : “Sebentar lagi kita terusir”
Hasil Cek Fakta
Kapolres Ketapang AKBP Sunario menyatakan bahwa plakat yang ada di foto yang beredar tersebut hanyalah contoh dan AKBP Sunario mengaku langsung menolak kerjasama yang ditawarkan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok terkait Kantor Polisi Bersama di kawasan Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park.
Rujukan
- https://kalbar.turnbackhoax.id/index.php/2018/07/12/klarifikasi-kapolres-ketapang-terkait-plakat-kerjasama-kepolisian-tiongkok-dan-polres-ketapang/
- https://www.facebook.com/TurnBackHoax/photos/a.706244416094758.1073741828.705618876157312/1932266890159165/?type=3
- https://www.youtube.com/watch?v=Wc_ve1hSRgM
[SALAH] “KAHMI Menyelenggarakan Deklarasi Dukungan untuk Anies Baswedan sebagai Capres 2019 ”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/07/2018
Berita
Beredar di media sosial Facebook dan Twitter, meme yang berupa undangan dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) terkait kegiatan deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Capres 2019. Undangan yang mengatasnamakan Presidium dan Sekretaris Jenderal KAHMI, Situ Zuhro dan Manimbang Kahairady.
Hasil Cek Fakta
Anggota Presidium KAHMI JAYA, Naufan Firman Yusrak membantah meme yang berisi informasi bahwa KAHMI akan mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Capres 2019. “Terkait beredarnya meme yang bertuliskan Deklarasi KAHMI di Balai Kota untuk Mas Anies sebagai calon presiden, saya pastikan itu adalah kabar bohong alias HOAX,” tulis Naufal di akun Twitternya seperti dikutip kumparan, Rabu (11/7).
Rujukan
[SALAH] PEMBULUH DARAH DI MATA PECAH AKIBAT SERING BERMAIN HP
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 11/07/2018
Berita
Dunia maya dihebohkan dengan pesan berantai yang tersebar di media sosial (medsos). Pesan tersebut berisi informasi seorang remaja berusia 15 tahun yang mengalami pecah pembuluh darah di mata akibat sering menggunakan handphone atau gadget. Dalam pesan berantai yang beredar di grup WhatsApp foto remaja tersebut ikut ditampilkan. Di mana pada kedua matanya terdapat bercak merah seperti darah di bagian mata putih.
Hasil Cek Fakta
Sontak informasi yang beredar di media sosial ini menimbulkan reaksi dari banyak pihak. Salah satunya adalah pemilik akun twitter @ferdiriva, yang belakangan diketahui adalah seorang doks=ter spesialis mata bernama dr Ferdiriva Hamzah, SpM.
Menanggapi isu pembuluh dara mata remaja yang pecah tersebut, dengan tegas Ferdi membantah bahwa penyebab mata menjadi merah adalah akibat sering bermain handphone. Hal itu terlihat dari postingan yang ia unggah di twitter
“Mega super duper gigantic humongous HOAX,” tulis @ferdiriva.
Menurutnya, pesan berantai itu adalah hoax, sehingga masyarakat diimbau tidak mempercayainya begitu saja. Dijelaskannya, kondisi mata merah itu disebut subconjunctival bleeding yang tidak berbahaya. Pasalnya, dalam dua minggu darah di mata tersebut dapat terserap dengan sendirinya. Ia menambahkan, mata memerah bisa saja disebabkan oleh berbagai hal.
Menanggapi isu pembuluh dara mata remaja yang pecah tersebut, dengan tegas Ferdi membantah bahwa penyebab mata menjadi merah adalah akibat sering bermain handphone. Hal itu terlihat dari postingan yang ia unggah di twitter
“Mega super duper gigantic humongous HOAX,” tulis @ferdiriva.
Menurutnya, pesan berantai itu adalah hoax, sehingga masyarakat diimbau tidak mempercayainya begitu saja. Dijelaskannya, kondisi mata merah itu disebut subconjunctival bleeding yang tidak berbahaya. Pasalnya, dalam dua minggu darah di mata tersebut dapat terserap dengan sendirinya. Ia menambahkan, mata memerah bisa saja disebabkan oleh berbagai hal.
Rujukan
Halaman: 8182/8578



