Belum lama ini sempat beredar video pasangan yang di arak Warga hingga tidak mengenakan pakaian karena di duga mesum. Video tersebut pun viral di media sosial hingga kini.
Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif mengatakan pasangan yang digerebek warga di Cikupa, Kabupaten Tangerang, bukan pasangan mesum.
Mereka diketahui sedang menjalin hubungan dan berencana menikah.
Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap sepasang kekasih di Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu (11/11/2017) malam.
Sabilul mengatakan, sebelum digerebek warga, korban pria datang ke kontrakan pacarnya membawa makanan.
Namun tak lama, warga datang dan memaksa keduanya mengaku berbuat mesum.
“Dia antar makanan, ke kamar mandi sikat gigi, habis itu keluar langsung ditarik suruh ngaku, kalau nggak ditelanjangi. Tapi yang jelas aslinya pakai baju,” ujar Sabilul.
Hingga saat ini, jajaran Polresta Tangerang telah mengamankan 3 pelaku yang di duga sebagai profokator, serta turut serta menganiaya dan melucuti pakaian pasangan malang tersebut.
Menurutnya, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Beberapa saksi – saksi pun sudah dimintai keterangan.
“Untuk di balik motifnya masih kami kembangkan, yang jelas mereka sebagai propokatornya,” kata Sabilul.
Sabilul menyatakan jajarannya akan menindak tegas siapa pun pelaku penganiayaan.
Para pelaku sudah dibawa ke Mapolresta Tangerang guna proses penyelidikan lebih lanjut.
“Keadaan korban masih trauma dan sudah menjalani visum dan juga polisi juga menyiapkan tim psikiater untuk korban”
Ia menerangkan kedua korban tersebut memang memiliki hubungan yang spesial, dan dalam waktu dekat ini mereka akan segera menikah.
Saat ini, pihaknya masih mendalami motif warga melakukan penggerebekan dan melempar fitnah kepada pasangan muda yang akan menikah tersebut. Diduga, ada motif lain yang mendalangi aksi tersebut.
[KLARIFIKASI] “Pasangan di Tangerang Ditelanjangi Warga, Polisi: Mereka Tidak Mesum”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 15/10/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Video pasangan mesum yang diarak warga tanpa mengenakan busana di tangerang tersebut masuk kedalam unsur Fitnah dan pencemaran nama baik, karena yang bersangkutan telah dimintai keterangan dan faktanya mereka tidak berbuat mesum seperti yang disangkakan para warga setempat.
Rujukan
[DISINFORMASI] Sebuah Rezim Yang Mencari Solusi Pembiayaan Pembangunan Dengan Cara Menjual Aset-Aset Vital Negara
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/10/2017
Berita
“Sebuah Rezim yang mencari solusi Pembiayaan pembangunan dengan Cara Menjual Aset-aset Vital Negara yang sudah susah payah dibangun oleh Rezim sebelumnya, adalah Rezim ‘Primitif’[...]
Hasil Cek Fakta
Pertemuan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph R Donovan adalah untuk membicarakan beberapa kerjasama bisnis. Salah satunya di bidang transportasi udara. Menhub juga berencana menawarkan ke AS untuk bekerja sama dalam pengoperasian sejumlah bandara di Indonesia. "Rencananya kita melepas sekian persen saham, pasti minoritas, investor akan memasukkan uang ke dalam perusahaan dan uang tersebut akan menjadi investasi untuk mengembangkan Kuala Namu dan Sepinggan," ungkapnya di Kantor Kemenhub, Selasa (17/1/2017).
Rujukan
[KLARIFIKASI] “Hoaks! Tak Ada Kapal Tiongkok ke Pulau Reklamasi”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 14/10/2017
Berita
“Hoaks! Tak Ada Kapal Tiongkok ke Pulau Reklamasi”
Hasil Cek Fakta
“Judul artikel-artikel itu sebenarnya hanya tipuan. Tak ada tulisan apa pun di dalamnya.
Berdasar penelusuran di Google Image, ternyata foto tersebut merupakan armada Angkatan Laut Jepang.
Kapal paling depan tersebut bernama Kurama. Foto diambil ketika ada kegiatan kemaritiman di Jepang pada Oktober 2015.”
Berdasar penelusuran di Google Image, ternyata foto tersebut merupakan armada Angkatan Laut Jepang.
Kapal paling depan tersebut bernama Kurama. Foto diambil ketika ada kegiatan kemaritiman di Jepang pada Oktober 2015.”
Rujukan
[KLARIFIKASI] Mengenai Pemerintah Cabut Sertifikasi Halal Dari MUI
Sumber: Media SosialTanggal publish: 14/10/2017
Berita
Pemerintah Cabut
Sertifikasi Halal Dari MUI
"Rabu 11 Oktober 2017, Kemenrerian Agama meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang akan menjadi awal mula sertifikasi halal dikelola oleh pemerintah.
Sertifikasi Halal Dari MUI
"Rabu 11 Oktober 2017, Kemenrerian Agama meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang akan menjadi awal mula sertifikasi halal dikelola oleh pemerintah.
Hasil Cek Fakta
Pertama, perpindahan kewenangan sertifikasi halal ini sudah digariskan oleh UU Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang disahkan tahun 2014, era SBY. Hanya saja untuk penerapannya memang butuh persiapan dan waktu.
Kedua, dengan perpindahan kewenangan ini, maka sertifikasi halal menjadi wajib. Sebelumnya, MUI sebagai lembaga non-pemerintah tidak memiliki kekuatan hukum untuk mewajibkan.
Ketiga, setelah perpindahan kewenangan, yang mengeluarkan fatwa halal atau tidak itu tetap MUI. Singkatnya, BPJPH di bawah Kemenag hanya mengkonsolidasikan, mengkoordinir, dan mengeluarkan sertifikasi halal, sedangkan pernyataan halal/haram dan sertifikasi auditor halal tetap berdasarkan pertimbangan MUI.
Kedua, dengan perpindahan kewenangan ini, maka sertifikasi halal menjadi wajib. Sebelumnya, MUI sebagai lembaga non-pemerintah tidak memiliki kekuatan hukum untuk mewajibkan.
Ketiga, setelah perpindahan kewenangan, yang mengeluarkan fatwa halal atau tidak itu tetap MUI. Singkatnya, BPJPH di bawah Kemenag hanya mengkonsolidasikan, mengkoordinir, dan mengeluarkan sertifikasi halal, sedangkan pernyataan halal/haram dan sertifikasi auditor halal tetap berdasarkan pertimbangan MUI.
Rujukan
Halaman: 8196/8364


