Jarimu adalah harimaumu, begitu petuah yang berlaku dalam sosial media. Petuah ini dirasakan benar oleh Pandu Wijaya, karyawan kontrak PT Adhi Karya yang baru saja mendapatkan Surat Peringkatan 3 alias SP3.
(EDUKASI): Cuitan Di Twitter Karyawan PT Adhi karya Terhadap Gus Mus “Bijak Bersosial Media”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 24/11/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Surat Peringatan 3 dari PT Adhi Karya untuk Pandu Wijaya
Kasus ini bermula saat Gus Mus melakukan kultwit di Twitter lewat akun @gusmusgusmu. Gus Mus bicara soal rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI melakukan aksi salat Jumat di jalan protokol Jakarta pada Jumat, 2 Desember 2016. Gus Mus berharap aksi salat Jumat di jalan itu tidak dilakukan massa karena dinilainya merupakan bid’ah besar.
“Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasullullah SAW baru kali ini ada bid’ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran,” cuit Gus Mus pada 23 November 2016 pukul 16.46 WIB. Cuitan itu pun direspons Pandu Wijaya lewat akun Twitternya @panduwijaya_.
“@gusmusgusmu Dulu gk ada aspal Gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasullullah hijrah ke Madinah. Bid’ah ndasmu!” cuit Pandu Wijaya yang kini mengunci akun Twitternya.
Cuitan Pandu Wijaya itu pun diprotes banyak netizen karena dinilai sangat kasar memaki seorang ulama. Tidak lama berselang PT Adhi Karya pun memberikan SP3 kepada Pandu Wijaya karena dinilai melakukan pelanggaran berat yang merugikan nama baik perusahaan.
Dilihat detikcom pagi ini, Pandu Wijaya menggembok akun Twitter-nya @panduwijaya_ karena banyak diprotes netizen. Dia sebelumnya memang sudah meminta maaf kepada Gus Mus karena menghina ulama itu.
“Nyuwun pangapunten atas kesalahan dalem, mugi2 @gusmusgusmu lan santrinipun maringi ngapunten,” tulis Pandu Wijaya yang merupakan sosok kelahiran 1991 ini.
Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman juga telah meminta maaf kepada Gus Mus atas nama pribadi dan perusahaan lewat akun Twitter-nya @fadjroeL. Dia mengakui ucapan karyawannya menghina mantan Rois Syuriah Nahdhlatul Ulama (NU) itu sangat tidak pantas.
Merespons Fadjroel, Gus Mus bijak saja menanggapi. Sosok yang menyebut dirinya ‘orang bodoh yang tak kunjung pandai’ di Twitter ini merasa tidak ada yang perlu dimaafkan.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda,” tulis Gus Mus di akun Twitter-nya @gusmusgusmu pagi ini sambil menyertakan emoticon senyum.
Lewat akun Facebook-nya, Gus Mus juga menyampaikan kepada Fadjroel dan PT Adhi Karya agar Pandu Wijaya tidak dipecat.
Gus Mus sendiri berharap kasus ini jadi pelajaran berharga. Dia meminta agar orang jangan mudah emosi dan marah jika dihina atau direndahkan oleh orang lain.
“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu, janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan,” ucapnya.
Kasus ini bermula saat Gus Mus melakukan kultwit di Twitter lewat akun @gusmusgusmu. Gus Mus bicara soal rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI melakukan aksi salat Jumat di jalan protokol Jakarta pada Jumat, 2 Desember 2016. Gus Mus berharap aksi salat Jumat di jalan itu tidak dilakukan massa karena dinilainya merupakan bid’ah besar.
“Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasullullah SAW baru kali ini ada bid’ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran,” cuit Gus Mus pada 23 November 2016 pukul 16.46 WIB. Cuitan itu pun direspons Pandu Wijaya lewat akun Twitternya @panduwijaya_.
“@gusmusgusmu Dulu gk ada aspal Gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasullullah hijrah ke Madinah. Bid’ah ndasmu!” cuit Pandu Wijaya yang kini mengunci akun Twitternya.
Cuitan Pandu Wijaya itu pun diprotes banyak netizen karena dinilai sangat kasar memaki seorang ulama. Tidak lama berselang PT Adhi Karya pun memberikan SP3 kepada Pandu Wijaya karena dinilai melakukan pelanggaran berat yang merugikan nama baik perusahaan.
Dilihat detikcom pagi ini, Pandu Wijaya menggembok akun Twitter-nya @panduwijaya_ karena banyak diprotes netizen. Dia sebelumnya memang sudah meminta maaf kepada Gus Mus karena menghina ulama itu.
“Nyuwun pangapunten atas kesalahan dalem, mugi2 @gusmusgusmu lan santrinipun maringi ngapunten,” tulis Pandu Wijaya yang merupakan sosok kelahiran 1991 ini.
Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman juga telah meminta maaf kepada Gus Mus atas nama pribadi dan perusahaan lewat akun Twitter-nya @fadjroeL. Dia mengakui ucapan karyawannya menghina mantan Rois Syuriah Nahdhlatul Ulama (NU) itu sangat tidak pantas.
Merespons Fadjroel, Gus Mus bijak saja menanggapi. Sosok yang menyebut dirinya ‘orang bodoh yang tak kunjung pandai’ di Twitter ini merasa tidak ada yang perlu dimaafkan.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda,” tulis Gus Mus di akun Twitter-nya @gusmusgusmu pagi ini sambil menyertakan emoticon senyum.
Lewat akun Facebook-nya, Gus Mus juga menyampaikan kepada Fadjroel dan PT Adhi Karya agar Pandu Wijaya tidak dipecat.
Gus Mus sendiri berharap kasus ini jadi pelajaran berharga. Dia meminta agar orang jangan mudah emosi dan marah jika dihina atau direndahkan oleh orang lain.
“Kalau ada yang menghina atau merendahkanmu, janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia memang digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bahwa bukan kita yang dijadikan cobaan,” ucapnya.
Rujukan
[HOAX] Foto Perempuan Mengenakan Kaos Bertuliskan Teman Ahok, Memakaikan Bra kepada Beberapa Pria
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 23/11/2016
Berita
Konteks gambar ini?
Hasil Cek Fakta
Foto perempuan yang mengenakan kaos bertuliskan Teman Ahok yang sedang memakaikan bra kepada beberap pria adalah tidak benar atau hoax.
Setelah dilakukan penelitian, nyatanya foto tersebut adalah kampanye kepedulian pria di China terhadap kanker payudara yang diorganisir oleh Hunan Cancer Hospital. Tidak hanya mengenakan bra, pria yang sadar terhadap bahaya kanker payudara itu juga melakukan lompat tali.
Setelah dilakukan penelitian, nyatanya foto tersebut adalah kampanye kepedulian pria di China terhadap kanker payudara yang diorganisir oleh Hunan Cancer Hospital. Tidak hanya mengenakan bra, pria yang sadar terhadap bahaya kanker payudara itu juga melakukan lompat tali.
Rujukan
[DISINFORMASI] Ketua Tim Pemenangan Agus – Silvy Ditangkap Kejari Maros
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 23/11/2016
Berita
1. “12 Tahun DPO, Ketua Tim Pemenangan Cagub Dibekuk Kejari Maros”
2. “Kejari Maros Bekuk Ketua Tim Pemenangan Cagub, Usai Makan Bareng Maddusila”
2. “Kejari Maros Bekuk Ketua Tim Pemenangan Cagub, Usai Makan Bareng Maddusila”
Hasil Cek Fakta
Pemberitaan penangkapan Ketua LSM Yasindo, Salahuddin Alam dalam kasus Kredit Usaha Tani 1998-1999 yang macet oleh Kejaksaan Negeri Maros. Pada tahun 2004 Salahudin divonis 6 tahun penjara dengan denda Rp. 1,6 miliar rupiah.
Penangkapan ini menuai kontroversi, pasalnya sahabat Slahudinn, Ostaf Al Mustafa mengatakan selama ini Salahudi berada di Jakarta dan sering bertemu dengan kawan-kawannya. “Setahu saya, Kak Sala’ (Salahuddin) tidak pernah melarikan diri, apalagi sembunyi. Selama ini dia berada di Jakarta dan seperti biasa, selalu bertemu teman-teman setiap kali ke Jakarta,” katanya, Selasa (22/11/2016).
Selain itu, Ketua Tim Pemenangan Agus – Silvy, Nachrowi juga membantah jika dikatakan Salahudin sebagai Ketua Tim Pemenangan Agus – Silvy, karena menjadi bagian tim pemenangan saja, tidak. “Salahuddin memang kader Partai Demokrat, tapi bukan bagian Tim Pemenangan Agus-Sylvi,” tegas Nachrowi, Rabu (23/11/2016).
Penangkapan ini menuai kontroversi, pasalnya sahabat Slahudinn, Ostaf Al Mustafa mengatakan selama ini Salahudi berada di Jakarta dan sering bertemu dengan kawan-kawannya. “Setahu saya, Kak Sala’ (Salahuddin) tidak pernah melarikan diri, apalagi sembunyi. Selama ini dia berada di Jakarta dan seperti biasa, selalu bertemu teman-teman setiap kali ke Jakarta,” katanya, Selasa (22/11/2016).
Selain itu, Ketua Tim Pemenangan Agus – Silvy, Nachrowi juga membantah jika dikatakan Salahudin sebagai Ketua Tim Pemenangan Agus – Silvy, karena menjadi bagian tim pemenangan saja, tidak. “Salahuddin memang kader Partai Demokrat, tapi bukan bagian Tim Pemenangan Agus-Sylvi,” tegas Nachrowi, Rabu (23/11/2016).
Rujukan
[HOAX] RATUSAN TUBUH ANAK KECIL DIDALAM MOBIL VAN DI THAILAND
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 23/11/2016
Berita
Kemarin di Thailand di temukan satu buah mobil van yang berisi 100 anak-anak dalam kondisi meninggal dan dibungkus plastik.
Hasil Cek Fakta
Pesan dan gambar yang beredar tersebut sangat berbanding terbalik dengan kenyataan. Foto tersebut sebenarnya adalah mereka yang menjadi korban di syiria, yang terjadi pada tahun 2011 silam. Gambar-gambar yang tersebar tersebut rupanya memancing mereka si pembuat hoax untuk membuat geger publik dunia maya.
Rujukan
Halaman: 8403/8475



