• (HOAX) Facebook Mengakuisisi Semua Postingan Penggunanya

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 03/07/2016

    Berita

    From Monday, 27th June, 2016, 1528 IST, I don’t give Facebook permission to use my pictures, my information or my publications, both of the past and the future, mine or those where I show up. By this statement, I give my notice to Facebook it is strictly forbidden to disclose, copy, distribute, give, sell my information, photos or take any other action against me on the basis of this profile and/or its contents. The content of this profile is private and confidential information. The violation of privacy can be punished by law (UCC 1-308-1 1 308-103 and the Rome statute).

    Note: Facebook is now a public entity. All members must post a note like this. If you prefer, you can copy and paste this version. If you do not publish a statement at least once, you have given the tacit agreement allowing the use of your photos, as well as the information contained in the updates of the state of the profile. Do not share. You have to copy.

    Hasil Cek Fakta

    Kabar mengenai postingan di media sosial Facebook bahwa semua postingan yang telah diposting, baik itu dikunci untuk konsumsi terbatas maupun postingan yang sudah dihapus, menjadi milik seutuhnya Facebook telah dibantah oleh Facebook. Melalui pemberitahuannya, Facebook telah mengklarifikasi bahwa kabar tersebut tidak benar. Berikut kutipan klarifikasi Facebook:

    […] Anda mungkin sudah melihat kiriman yang meminta Anda untuk menyalin dan menempel pemberitahuan untuk mempertahankan kontrol atas hal yang Anda bagikan di Facebook. Jangan percaya itu. Ketentuan kami sangat jelas: Anda memiliki semua konten dan informasi yang Anda kirimkan di Facebook, dan Anda dapat mengontrol bagaimana kiriman tersebut dibagikan melalui privasi dan pengaturan aplikasi. Seperti itu cara kerjanya, dan belum berubah.

    Anda dapat mengunjungi Dasar-Dasar Privasi untuk menemukan lebih banyak tentang siapa yang melihat kiriman Anda di Facebook dan topik lainnya.

    Anda juga dapat membaca Kebijakan Data untuk menemukan informasi apa yang kami kumpulkan dan cara kerja dan cara membagikannya. Kami ingin Anda mengetahui dan mengontrol pengalaman Anda di Facebook.[…]

    Berdasarkan klarifikasi tersebut maka kabar mengenai Facebook mengakuisisi semua isi postingan pribadi sebuah akun tidak benar atau hoax. Adapun, penyebaran kabar tersebut terindikasi memiliki motif tertentu yang tidak diketahui tujuannya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX) Pesan Ustad Syafiq Riza Basalamah

    Sumber: www.whatsapp.com
    Tanggal publish: 02/07/2016

    Berita

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهُ وَبَرَكَاتُهُُ

    Selamat Pagi Sahabatku

    Renungan Pagi :

    Bagaimana Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Sunnah?

    Oleh : Penulis: Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

    Sehubungan dengan akan datangnya Idul Fitri, sering kita dengar tersebar ucapan:

    “MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.

    Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus untuk minta maaf.

    Sungguh sebuah kekeliruan, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan.

    Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri…

    Demikian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,, mengajarkan kita

    Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat-saat Idul Fitri.

    Satu lagi, saat Idul Fitri, yakni mengucapan :

    “MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.

    Arti dari ucapan tersebut adalah :

    “Kita kembali dan meraih kemenangan”

    KITA MAU KEMBALI KEMANA?

    Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?

    Meraih kemenangan?

    Kemenangan apa?

    Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?

    Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang mengucapkan

    “ Minal ‘Aidin wal Faizin ”

    Lantas diikuti dengan kalimat,

    “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”.

    Karena mungkin kita mengira artinya adalah kalimat selanjutnya.

    Ini sungguh KELIRU luar biasa…

    Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain….

    PASTI PADA BINGUNG….

    Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.

    Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam , yaitu :

    “TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM”

    (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).

    Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM / WA,, kita :

    ” Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallahu minna wa minkum ”

    Barakallahu Fiikum

    Kewajiban kita hanya men-syiar kan selebihnya kembalikan kepada masing-masing.. Krn kita tdk bisa memberi hidayah kpd orang lain hanya Allah lah yg bisa memberi hidayah kepada hamba NYA yg IA kehendaki

    Semoga Bermanfaat..

    Hasil Cek Fakta

    Pesan tersebut bukanlah tulisan dari Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. Sebab, Ustad Syafiq sudah melakukan klarifikasi melalui akun fanpage Facebooknya. Berikut kutipan klarifikasi beliau:

    […]بسم الله الرحمن الرحيم

    akhi ukhti…

    salam alaikum warahmatullah wabarakatuh

    Iedul fitri semakin dekat…

    Ramadhan hampir berakhir

    semoga Allah memberikan taufiqnya kepada kita agar kita bisa menyempurnakan ibadah kita dan menerimanya sebagai sebuah cinta dan ridha

    ana doakan

    MINAL AIDZIN WAL FAIZIN

    semoga menjadi orang-orang yang kembali kepada Allah

    dan sukses serta berhasil dalam menjalani ujian kehidupan ini

    mungkin engkau termasuk yang mendapatkan tulisanku

    bahwa aku melarang mengucapkan ucapan selamat

    MINAL AIDZIN WAL FAIZIN

    dengan berbagai vonis yang cukup keji

    entah siapa yang menulisnya dan menyebarkannya atas namaku

    semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dia.

    ini bukan pertama kalinya, tulisan-tulisan dinisbatkan kepadaku, padahal aku tidak menulisnya, mungkin dia menyimpulkan dari ceramah-ceramahku kemudian menisbatkannya kepadaku.

    ucapan selamat apapun yang mengandung doa dan harapan kebaikan itu diperbolehkan pada waktu hari raya idul fitri dan iedul adha

    ataupun pada kesempatan-kesempatan kebaikan, seperti lulusnya seseorang dari sebuah ujian dan sebagainya

    hal itu kembali kepada tradisi(menurut pendapat yang lebih kuat) selama tidak menangandung hal-hal yang dilarang

    yang pernah aku kritisi dari ucapan :

    MINAL AIDZIN WAL FAIZIN

    adalah mengartikannya dengan

    MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

    maka aku berlepas diri dari tulisannya yang dinisbatkan kepadaku akan larangan mengucapkan

    MINAL AIDZIN WAL FAIZIN

    Dan kalau memang ana pernah mengatakannya

    Maka Ana meralat hal itu

    dan ana ucapkan kepada seluruh umat islam yang menerima pesanku ini

    تقبل الله منا ومنكم

    من العائدين والفائزين والمقبولين

    كل عام وأنتم بخير

    TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUM

    MINAL AIDIN WAL FAIZIN WAL MAQBULIN

    KULLU AAMIN WA ANTUM BIKHAIR

    JEMBER, SABTU, 27 RAMADHAN 1437 H[…]

    Berdasarkan klarifikasi tersebut sudah jelas bahwa pesan berantai yang beredar adalah hoax dengan mencatut nama sang penceramah. Penulis pesan berantai itu tidak diketahui siapa. Hanya saja, penulis itu mencatut nama Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (DISINFORMASI) Klaim Jonru Bahwa Dunia Tidak Peduli Kepada Umat Muslim Korban Bom Turki

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 01/07/2016

    Berita

    Bagi mereka, umat Islam yang terbunuh memang tidak penting untuk dibicarakan ????

    Hasil Cek Fakta

    Melalui media sosial miliknya, Jon Riah Ukur Ginting atau lumrah dikenal dengan nama Jonru mengungkapkan bahwa media massa dunia tidak melakukan pemberitaan duka bila terjadi tindakan terorisme di negara mayoritas muslim atau ada korban dari umat muslim. Di akun media sosialnya, dia menuliskan, “bagi mereka, umat Islam yang terbunuh memang tidak penting untuk dibicarakan.”

    Selain menuliskan status itu, Jonru menyertakan gambar yang berisikan narasi yang juga provokatif. Narasi dalam gambar tersebut ialah “DID YOU HEAR ABOUT THE TURKISH AIRPORT BOMBING YESTERDAY? NO? YOU KNOW WHY? BECAUSE IT’S A MUSLIM COUNTRY.”

    Setelah menelusuri berbagai media massa dunia, ternyata klaim Jonru tersebut tidaklah benar. Sebab, media massa internasional tetap memberitakan peristiwa pemboman di Turki. Media tersebut di antaranya:

    The Wall Street Journal dengan Judul “Families Mourn Victims in Istanbul Airport Attack.” Berikut kutipannya:
    […] The first funerals were held Wednesday for some of the 42 victims killed in the attack at Istanbul Atatürk Airport.

    Turkish television showed families outside hospitals, waiting for news of their injured family members, as some 100 were still being treated. Others waited to receive loved ones’ bodies outside the forensic hospital where autopsies were being performed.

    Turkish customs employee Umut Sakaroglu, who was killed after shooting at one of the suicide bombers, was hailed by the country’s media as a hero.

    “My nephew fired at the terrorist first,” his aunt told the state-run Anadolu news agency from a funeral home. “He tried to kill him. After that, the terrorist fell down on the floor, pulled the pin and detonated the bomb.”

    Tunisian doctor Fathi Bayoudh was passing through Istanbul’s main international airport Tuesday night on a mission to bring home his son, an Islamic State fighter who had recently escaped the group, a Tunisian security official said

    ​​Dr. Bayoudh, the 58-year-old chief of Tunis military hospital’s pediatric department, went to Turkey in search of son Anouar, who had joined the terror group in Syria, the official said. His son had​since​left Syria and was in Turkish police custody preparing to be deported, he added. Family members couldn’t be reached for comment.

    Dr. Bayoudh traveled to Istanbul ahead of his wife. He was awaiting her plane from Tunis when three suicide bombers attacked the airport’s international terminal and he was killed.

    Another victim was Yusuf Haznedaroglu, a Turkish airport employee who had finished his shift at work and was killed while waiting for a bus home outside the terminal. He was to be married in a matter of days, family members said.

    “All we know is that he was brought here heavily injured, and then we lost him. That’s all we know,” said the mother of Haznedaroglu’s fiancée, speaking to state television in front of the forensic hospital.

    Among the other Turkish victims were a married couple and an interpreter whose wife was six months pregnant.

    Many other victims were airport employees. Abdulhekim Bugda, 24, had initially marked himself as safe on Facebook’s Safety Check feature Tuesday evening. So it was all the more shocking the next day when his family discovered he had died. […]

    Euro News dengan Judul “Forensic teams identify victims of Ataturk airport attack as relatives mourn.” Berikut kutipan beritanya:
    […] Families and friends of those killed in the Ataturk airport attack have gathered at the Istanbul Forensic Institution where the bodies are being identified.

    Our correspondent in Istanbul Bora Bayraktar said: “This is the place when the pain is most deeply felt after the terrorist attack. It’s here that the bodies are handed back to

    relatives.”

    Authorities continue to piece together events using CCTV footage and mobile phone videos made by terrified people.

    A simple favour for a friend turned into tragedy for one man:“He was there to pick up a mutual friend from the airport. While they were leaving the attack happened. He was shot, a policeman smothered a suicide bomber. He sacrificed himself and saved many others.

    We will take his body to our hometown. My friend was married with three children. I condemn terrorism.”

    The assault on Ataturk airport is the sixth major attack this year on Istanbul or the Turkish capital, Ankara.[…]

    The Huffington Post dengan Judul “World Tweets Istanbul: We Have Your Back.” Berikut kutipan beritanya:
    […] The Turkish government’s attempts to block local access to social media and news outlets couldn’t stop people around the world from tweeting their support after Tuesday’s deadly attack on Istanbul’s international airport. The hashtags #PrayForIstanbul and #PrayForTurkey have been trending.

    From the U.S., presumptive Democratic presidential nominee Hillary Clinton said “all Americans stand united with the people of Turkey.”

    Others used touching artwork to offer their sympathies. Many of these images were created after past incidents of violence in the country, including a bombing in the Turkish capital that killed 37 people in March. […]

    The Daily Star dengan Judul “Turkey mourns after airport attack.” Berikut kutipan beritanya:
    […] Turkey has observed a national day of mourning after a gun and suicide bomb attack on Istanbul’s Ataturk airport killed 42 people, including 13 foreign nationals.

    Three attackers arrived in a taxi and began firing at the terminal entrance late on Tuesday. They blew themselves up after police fired back.

    Officials earlier said 239 people were injured, with 41 in intensive care.

    PM Binali Yildirim said early signs pointed to so-called Islamic State.

    CIA Director John Brennan also said it “bears the hallmarks” of the jihadist group.

    However, no-one has so far admitted carrying out the attack.

    Turkish investigators are examining CCTV footage, witness statements and mobile phone video recorded by terrified passengers to try to determine the identity of the attackers.

    Authorities have suggested that they were foreign nationals but this has not been confirmed.

    Yildirim said one of the attackers blew himself up outside the terminal, while the other two detonated explosives inside, the Associated Press news agency reports.

    Footage on social media shows one moving through the building as people around him flee. He is shot by police and remains on the ground for about 20 seconds before blowing himself up.

    Turkish Health Minister Recep Akdag said earlier that 128 people remained in hospital, including nationals of Saudi Arabia, Afghanistan, Pakistan, Uzbekistan, Ukraine and Switzerland.

    Turkish media say 42 people were killed, with a cafe worker dying late on Wednesday. Thirteen of those who died were foreign or dual nationals.

    UK Prime Minister David Cameron said there were no reports yet of any British casualties, but the Foreign Office was in contact with Turkish authorities.[…]

    News Corp Australia Network dengan Judul “Explosions, gun shots hit Istanbul’s Ataturk airport: report.” Berikut kutipan beritanya:
    […] The first departures took off from Istanbul’s Ataturk international airport, as the major international transit hub partially resumed operations following a deadly attack that killed 41 people and wounded 239 others.

    Planes had already begun landing just before dawn on Wednesday, after the airport – one of the largest in the region – had been totally shut for several hours following the attack the previous evening which was focused on the arrivals terminal.

    Delays remained widespread after hundreds of flights were cancelled or postponed immediately after the attack.

    Turkish Airlines, which had to cancel more than 340 flights, was offering refunds or alternative tickets, but there still was chaos for many travellers.

    The building’s exterior and interior had suffered some damage in the multiple explosions and gunfights between police and the assailants. Workers were still cleaning up blood and people could still see bullet holes left behind from the terror attack.

    The triple suicide bombing killed 13 foreign nationals.

    A Turkish official, speaking on condition of an

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (FITNAH) Jokowi Menaikan Pajak Penghasilan dari 10% Menjadi 15%

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 01/07/2016

    Berita

    Pembuat status membagikan status dari akun atas nama Adi Supriadi. Di dalam status Adi Supriadi terdapat narasi berikut:

    […] Tahukah Anda, Diam-Diam Jokowi telah menaikkan Pajak Penghasilan Para Pekerja dan Buruh? Aha….Sebagai HRD Saya tau, Mulai dipotongnya Gajian Juli 2016.

    Biasanya Potongan Pajak Anda 10 Persen, Maka Juli nanti Menjadi 15 Persen.

    Sepemahaman Saya, Gaji orang yang 20 Juta saja sebelum kenaikan Pajak itu sudah 1.500.000 Potongan Pajaknya, Dengan Kenaikan ini bisa mencapai 2 Juta lebih.

    Jokowi Memeras Rakyat Pekerja Tetapi Membebaskan Para Pengemplang Pajak

    Inilah Kezoliman itu

    Selamat Menikmati Presiden Anda

    @assyarkhan […]

    Hasil Cek Fakta

    Klaim dari postingan itu kiranya tidak benar. Sebab, kenaikan pajak 2016 tidak sebesar yang diungkap olehnya. Untuk lebih jelasnya mengenai kenaikan perhitungan pajak 2016 bisa dilihat pada kutipan berikut:

    […] Usul kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tahun 2016 untuk Wajib Pajak yang semula Rp.36 juta berubah menjadi Rp.54 juta pertahun (setara dengan Rp. 4,5 juta per bulan) telah disetujui DPR.

    Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, PTKP ini akan diberlakukan mulai Bulan Juni 2016, dan perhitungannya berlaku surut mulai dari Bulan Januari 2016.

    Kalau dianalisa kenaikan PTKP 2016 ini lebih kurang 50% dari PTKP 2015, dan kenaikan PTKP 2015 juga demikian lebih kurang 50% dari PTKP 2014 (data aktual PTKP 2014 : 24,3 juta, 2015 : 36 juta, 2016 : 54 juta).

    Kenaikan PTKP 2016 ini ditanggapi positip dari berbagai kalangan masyarakat terutama karyawan atau buruh yang saat ini masih memperoleh penghasilan lebih kurang senilai Upah Minimum Regional (UMR).

    Dengan adanya penyesuaian tarif PTKP 2016 ini maka pastinya akan menyebabkan pendapatan negara dari Wajib Pajak orang pribadi akan turun, namun diharapkan dengan adanya kenaikan tarif ini dapat mensejahterakan masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kesadaran bagi Wajib Pajak untuk melapor SPT PPh sesuai dengan penghasilan yang diperolehnya.

    Akhirnya pemerintah mengeluarkan peraturan perundang-undangan Nomor: 101-PMK.010-2016 mengenai: Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak, Anda bisa baca: Undang-Undang PTKP 2016 Terbaru, yang telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan Bapak Bambang P.S. Brodjonegoro pada Tanggal 27 Juni 2016.[…]

    Selain kutipan itu, penjelasan mengenai kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2016 telah dibahas oleh Tempo dalam beritanya yang berjudul “Berikut Daftar Kenaikan Batas Minimum PTKP 2016.” Berikut kutipannya:

    […] TEMPO.CO, Jakarta – Komisi XI DPR RI menyetujui usulan Kementerian Keuangan terkait kenaikan batas minimun Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2016 sebesar 50 persen dari yang ditetapkan pada 2015.

    “Kami menyetujui penyesuaian besaran PTKP yang dikonsultasikan Menteri Keuangan dan mulai berlaku untuk Tahun Pajak 2016,” kata Ketua Komisi Keuangan DPR Ahmadi Noor Supit pada Raker di Gedung DPR Jakarta, Senin (11 April 2016).

    Kenaikan batas PTKP adalah sebesar 50 persen dari semula Rp36 juta setahun atau Rp3 juta per bulan menjadi Rp54 juta per tahun atau Rp4,5 juta per bulan.

    Penyesuaian batasan gaji bebas pajak ini akan diumumkan pada Juni mendatang dan mulai berlaku pada tahun pajak 2016.

    Menurut Ahmadi, meskipun kenaikan batas PTKP ini diikuti dengan adanya potensi kehilangan pendapatan negara sebesar Rp18,9 triliun, dampaknya justru akan terasa lebih menguntungkan pada masyarakat.

    “Efeknya untuk pertumbuhan sangat bagus, berarti konsumsi rumah tangga bisa semakin besar, investasi juga besar, daya beli masyarakat juga semakin besar. Multiplayer effectnya lebih besar ketimbang harus memikirkan kecilnya penerimaan negara,” kata Ahmadi.

    Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kenaikan PTKP ini berdasarkan pertimbangan besaran upah minimum provinsi (UMP) tahun 2016.

    “Kenaikannya sama dengan kenaikan PTKP 2015, sama-sama naik 50 persen dari Rp2 juta sebulan menjadi Rp3 juta sebulan,” ujar Bambang.

    Adapun batas PTKP yang akan ditetapkan secara resmi pada Juni mendatang adalah sebagai berikut.

    Tidak Kawin, batas PTKP Rp54 juta setahun
    Kawin tanpa tanggungan (anak) Rp58,50 juta setahun
    Kawin dengan tanggungan 1 orang Rp63 juta setahun
    Kawin dengan tanggungan 2 orang anak Rp67,50 juta setahun
    Kawin dengan tanggungan 3 orang anak Rp72 juta setahun
    Kawin, penghasilan istri digabung, tanpa tanggungan Rp112,5 juta setahun
    Kawin, penghasilan istri digabung, tanggungan 1 anak Rp117 juta per tahun
    Kawin, penghasilan istri digabung, tanggungan 2 anak Rp121,5 juta per tahun
    Kawin, penghasilan istri digabung, tanggungan 3 anak Rp126 juta per tahun. […]
    Dari kutipan tersebut sudah terlihat jelas perubahan hitungan pajak tahun 2016. Dengan demikian, klaim postingan sumber tidaklah tepat. Adapun, melihat narasi yang dipaparkan, maka postingan itu sudah dapat dikategorikan sebagai penebar fitnah.

    Selain itu, berdasarkan ketentuan konstitusi di Indonesia, perubahan hitungan pajak tidak bisa dilakukan semena-mena oleh Kepala Negara atau Presiden. Ada mekanisme baku yang cukup panjang dan perlu persetujuan dari DPR RI. Bila tidak mendapat persetujuan, maka perubahan hitungan pajak tidak dapat diberlakukan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini